
Setelah mengikuti cukup lama dan berputar putar, mereka melihat mobil walikota Momoko dan direktur Gundo berhenti di sebuah club malam, mereka melihat Gundo turun di club itu dan mobil kembali berjalan pergi meninggalkan club malam itu,
“Geh....” Ujar Fumiko, Yuka dan Suzu bersamaan ketika melihat Gundo masuk ke dalam club.
“Grrr....direktur mesum itu berhenti disini lagi....gimana nih paisen ?” Tanya Yuka.
“Duh aku benar benar malas melihat nya, ada ide ga onee-san ?” Tanya Suzu.
“Kenapa kalian berdua tanya kepada ku....hmm....bagaimana caranya dia supaya mau membukakan brankas itu....” Gumam Fumiko.
Ketiganya berpikir keras, sambil memperhatikan club yang ada di bawah mereka, mereka melihat struktur gedung dan denah gedung club itu menggunakan alat pemindai dari pesawat.
“Aaaah....aku tidak mau pusing pusing....Kaito-kun, bisa minta skill yang bisa berubah wujud ?” Tanya Yuka di kepalanya.
“Eh....kamu mau apa Yuka-chan ?” Tanya Kaito.
“Aku ada cara....tapi jangan marah ya.....” Jawab Yuka.
“Hah...jelaskan dulu.....” Balas Kaito.
Akhirnya Yuka menjelaskan kalau dia akan turun ke bawah menyamar menjadi pegawai di club malam itu dan mendekati direktur.
“Hah...kamu gila ya Yuka-chan ?” Tanya Fumiko.
“Iya...nee-san...jangan nekat...” Tambah Suzu.
“Habisnya gimana lagi, satu satunya cara ya dekati langsung kan, jangan banyak pikir....” Balas Yuka.
“Tapi....kan berbahaya....kalau di pegang pegang gimana ?” Tanya Suzu.
“Kita cari cara lain saja.....” Ujar Kaito di kepala ketiganya.
“Sudah tanggung sampai sini....” Jawab Yuka.
“Tch...hal begini sepele, kalau saja aku ikut sama mereka....” Balas Nagisa.
“Ara prince....jangan ikut ikutan ya.....baiklah, aku ikut, aku khawatir kalau Yuka-chan sendirian.” Balas Fumiko yang tidak mau kalah bersaing sama Nagisa.
“Hah....lah kok malah mau ikut ?” Tanya Kaito.
__ADS_1
“Uuuh....ya sudah deh, aku juga, onii-chan...tolong skill nya....” Balas Suzu.
“Hehehe....ayo Kaito-kun, tenang saja, kita ga akan kenapa napa....” Tambah Yuka.
“Uhhh......kamu dengar KATS.... beri mereka skill 1000face dan vanish...tapi janji ya, hati hati kalian bertiga.....” Balas Kaito.
“Siaaaaap.....” Ujar ketiganya.
[Affirmative]
KATS memberikan Yuka, Fumiko dan Suzu skill 1000face, mereka langsung mengenakan pakaian mereka dan menghilang, kemudian berlari menuju pintu pesawat, mereka melompat turun menuju pintu belakang menggunakan grappler yang di ikat di pesawat. Ketika sampai, ketiganya langsung mengendap ngendap masuk ke dalam melalui pintu belakang dalam keadaan menghilang, kemudian mengintip ke dalam ruangan club yang remang remang menggunakan nightvision eyes. Mereka melihat Gundo duduk di sofa yang besar di kelilingi 3 orang gadis yang seksi dengan pakaian serba terbuka.
“Baiklah aku maju duluan....” Ujar Yuka.
Dia mengusap wajahnya dan berubah menjadi wanita seksi yang berpakaian serba terbuka, dia langsung keluar dari belakang dan mendekati meja Gundo. Fumiko dan Suzu masih melihat Yuka yang nekat maju duluan, mereka sedikit ragu karena melihat Gundo yang tidak mereka sukai. Akhirnya keduanya membulatkan tekad dan keluar dari dalam. Sementara itu Yuka sengaja duduk di sebrang meja Gundo dan menggodanya dengan melihat Gundo secara intens di tambah kedipan mata menggoda. Yuka melipat kakinya ke atas dan menopang dagunya di meja sambil menatap penuh gairah kepada Gundo. Tentu saja Gundo yang melihat nya menjadi tergoda, dia langsung menyuruh wanita yang mengelilingi nya pergi. Melihat para wanita itu sudah pergi, Yuka langsung berdiri kemudian berjalan mendekati pada Gundo,
“Wah....kupikir mereka tidak akan pergi...” Goda Yuka.
“Hahaha....aku sudah memperhatikan kamu...sini duduk, temani aku...” Balas Gundo.
Yuka langsung duduk di sebelah Gundo yang juga langsung merangkul nya. Mulailah aksi Yuka menggoda sambil menuangkan botol ke gelas Gundo.
“Benar, sayang, jangan panggil ossan ah, panggil sayang....” Balas Gundo.
“Ok sayang.....(grrrh menjijikkan)...cerita cerita dong sayang.....” Balas Yuka.
Dengan lancar Gundo bercerita soal pekerjaan nya, kekesalan nya dengan walikota dan proyek kebanggaan nya yang akan di luncurkan lusa. Melihat Yuka sudah beraksi dan mendekati Gundo, Fumiko dan Suzu juga keluar menghampiri meja tempat Gundo dan Yuka. Melihat Fumiko dan Suzu menghampiri, Yuka langsung membuat Gundo menoleh padanya,
“Sayang, boleh teman teman ku bergabung bersama kita ?” Tanya Yuka menggoda.
“Wah dengan senang hati....silahkan silahkan....” Ujar Gundo yang sudah sedikit mabuk.
“Permisi.....” Fumiko langsung duduk di sebelah Gundo dan Suzu di sebelah Fumiko.
Yuka dan Fumiko terus mengisi gelas Gundo dan membuatnya mabuk, ketika sudah mabuk, tangan Gundo mulai menjelajah kemana mana. Yuka dan Fumiko berusaha maksimal menyingkirkan tangan nya, karena merasa kesal sebab Yuka dan Fumiko menyingkirkan tangan nya, Gundo bergeser dan langsung merangkul Suzu kemudian merabanya,
“Hiii.....jangan sentuh aku....”
“Buaak.” Suzu memukul dagu Gundo yang membuatnya langsung pingsan, Yuka dan Fumiko membuat Gundo tetap duduk tegak supaya tidak terlihat dia pingsan.
__ADS_1
“Ups....maaf....dia menyentuh ku....” Ujar Suzu.
“Huuuh....kamu itu, sekarang gimana nih paisen ?” Tanya Yuka.
“Duh...gimana ya, bawa dia ke pesawat deh. Rencana nya tadi sebenarnya begitu dia mabuk, kita ajak dia ke kantornya dan membukakan pintu, sekarang berubah....” Ujar Fumiko.
“Maaf...gara gara aku....” Ujar Suzu.
“Sudahlah, aku bisa maklum....Yuka chan...ayo, angkat dia, Suzu chan bantu juga.” Ujar Fumiko.
Ketiganya berdiri dan memapah Gundo keluar dari club, kemudian mereka minta tolong Fiona mendekatkan pesawat ke bawah supaya mereka mudah naik ke pesawat sambil membawa Gundo. Di dalam pesawat, mereka meletakkan Gundo di sebuah kamar,
“Sekarang gimana ?” Tanya Yuka.
“Aku....tidak tahu......” Jawab Suzu.
“Kalau boleh, ijinkan aku menyalin dirinya...” Ujar Fiona.
“Bagaimana caranya Fiona ?” Tanya Fumiko.
Fiona membawa tubuh Gundo yang sedang tidak sadarkan diri ke ruang mesin, di sana ada dua buah tabung, Fiona menaruh tubuh Gundo di dalam salah satu tabung dan memasang kabel kabel ke tubuh Gundo yang sudah dia telanjangi sebelum nya. Setelah itu, Fiona menekan nekan konsol di depan kedua tabung itu dan terdengar suara mesin berjalan. Air yang berada di tabung sebelah nya mulai bergolak dan mengeluarkan buih. Terlihat sebuah sel telur terbentuk dan semakin lama semakin membesar.
“Sekarang kita tunggu, harus nya dalam 3 jam sudah selesai.” Ujar Fiona.
“Hmm...ini teknologi clone ya ?” Tanya Fumiko.
“Benar, kita membuat clone dirinya yang karakteristik nya sama persis dengan dirinya. Aku sudah memprogram nya supaya dia menurut pada kita.” Jawab Fiona.
“Lalu yang asli nya gimana ?” Tanya Yuka.
“Sementara kita menahan nya, aku akan membuatnya terus tertidur.” Jawab Fiona.
“Wow....tau bisa seperti ini, mending kita culik saja di awal tadi...tidak perlu di raba raba oleh nya hiii....” Ujar Suzu.
“Hahaha...Suzu chan masih kepikiran ya ?” Tanya Yuka.
“Iya lah onee-san...aku geli...” Jawab Suzu.
“Semua juga geli Suzu chan...” Tambah Fumiko.
__ADS_1
Akhirnya mereka menunggu sampai clone selesai di buat, Fumiko melaporkan semuanya kepada Kaito yang menunggu di hotel.