
Keramaian mulai memenuhi lapangan parkir, semua mata tertuju kepada roket yang sudah berdiri tegak di tengah landasan siap untuk meluncur. Banyak sekali wartawan yang meliput dari berbagai negara, para reporter siaran televisi mulai menjelaskan situasi di lokasi dengan berbagai macam bahasa. Semua sudah antusias melihat peluncuran yang di lakukan hari ini, peluncuran pertama umat manusia untuk menetap di bulan.
“Para hadirin sekalian, beri tepuk tangan, para astronot mulau memasuki pesawat...” Ujar seorang mc.
Dari jembatan yang menghubungkan menara dan roket, terlihat empat orang berjalan, dua di antaranya adalah Katsumi dan Otsuka yang sudah berpakaian astronot. Di ruang elit yang ada di menara pengawas, walikota kota Toredo, Kuchiki Momoka dan direktur utama badan antariksa Sagara Gundo duduk mendampingi seorang pria tua yang duduk di tengah tengah, yang adalah perdana menteri negara, Karasuma Genjiro.
“Semua lancar pak....” Ujar Gundo.
“Benar, sampai detik terakhir tidak ada gangguan, hanya saja kemarin kita sempat di serang oleh sekelompok *******, mereka tidak berhasil masuk ke dalam.” Tambah Momoko.
“Bagus, berarti semua lancar dan kita bisa masuk ke tahap selanjutnya...” Balas Genjiro.
Setelah para astronot memasuki pesawat antariksa yang sudah menempel pada roket, pintu menutup dan tiang mulai merenggang membuat roket berdiri. Setelah beberapa saat, seorang astronot di dalam memberitahu kalau semua sudah hijau dan siap melakukan peluncuran. Menara kontrol juga sudah mengkonfirmasi semua hijau, Gundo memberikan alatnya kepada Genjiro yang di beri kehormatan untuk melakukan peluncuran. Di butuhkan dua buah alat untuk melepaskan kunci peluncur, satu di pegang oleh Momoko dan satunya di pegang oleh Genjiro. Keduanya menekan tombol bersamaan dan di mulailah hitungan mundur untuk peluncuran. Seluruh pengunjung yang menonton dari lapangan parkir landasan berhitung bersama sama. Ketika hitungan sampai di angka 0, roket mulai menyala.
Ke empat tiang penyangga bergeser dan mekar membuka, roket pendorong mulai mengeluarkan api berwarna biru, tanda daya dorong sudah maksimal. Perlahan lahan, roket mulai naik membawa pesawat antariksa yang berada di atasnya. Seluruh pengunjung terkesiap melihat roket bergerak menuju ke angkasa dan mereka bersorak sorak. Tapi sesuatu yang tidak terduga terjadi, roket mendadak kehilangan daya dorong nya dan mulai terbakar, pesawat yang berada di atas tidak bisa bergerak dan akhirnya setelah beberapa saat, roket berserta pesawat antariksa yang sudah berada di ketinggian cukup tinggi, meledak kencang sehingga seluruh awan yang putih menjadi orange akibat ledakan nya.
Melihat roket dan pesawat meledak, Genjiro langung berdiri dengan mulut tenganga, kemudian Momoko dan Gundo juga berdiri di sebelah Genjiro.
“Kalian bisa menjelaskan hal ini ?” Tanya Genjiro geram.
Gundo langsung berlutut di depan Genjiro, tanpa bicara lagi, Genjiro menendang Gundo sampai terjatuh. Momoko mengambil sebuah pistol dari balik blazernya,
“Semalam kamu bilang pada ku semua sudah siap dan tidak masalah, hal ini jelas karena kelalaian mu....mulai hari ini kamu di pecat...dari kehidupan.”
Tanpa kasihan Momoko menembak kepala Gundo sampai pecah dan meninggal dengan cara bersujud. Genjiro meninggalkan ruangan dan tidak mau melihat lagi, dia memukul setiap dinding yang di lewati nya dengan kesal. Momoko menaruh pistol nya dan keluar mengikuti Genjiro. Sementara itu, para wartawan, reporter dan steamer meliput seluruh kejadian hancurnya dan gagalnya peluncuran pesawat antariksa yang membawa bahan dan awak pertama untuk tinggal di bulan. Di dalam lift,
“Momoko, tawanan yang waktu itu ikut meledak bersama pesawat tadi kan...” Ujar Genjiro.
“Iya, pak, tidak terlihat satu orang pun yang lolos dari ledakan itu...” Balas Momoko.
“Bagus, paling tidak ada hasil nya....kita harus memburu siapapun yang memiliki hubungan dengan Nekowari.” Balas Genjiro.
“Siap....” Balas Momoko.
******
Malam nya, kondisi landasan sudah sepi, sebuah mobil jeep masuk ke dalam zona yang sudah di tutup oleh polisi dan militer demi keamanan karena adanya kejadian tadi siang. Mobil itu berhenti persis di depan formasi tiang landasan, empat orang melompat turun dari dalam mobil.
“Hmm....kata Kaito kita tunggu di sini ?” Tanya Kirara.
“Iya, tadi Reina-chan yang memberitahu ku....” Jawab Karen.
“Huh....kupikir apa, ternyata cuma meledakkan pesawat saja.” Ujar Kaoru.
__ADS_1
“Tapi seru juga....seluruh dunia tahu kalau mereka gagal hehehe.” Balas Kaya.
Selagi mereka menunggu, tiba tiba pesawat antariksa berserta roketnya muncul di hadapan mereka. Kirara, Kaoru, Karen dan Kaya melompat kaget. Kemudian mereka melihat Marin, Nagisa, Yuka dan Suzu turun dari pesawat membawa para astronot yang sudah mereka bius sebelum nya. Kaito turun dari pesawat terbang nya dan menemui Kirara,
“Halo nee-san...seru kan tadi ?” Tanya Kaito.
“Apa maksudnya ini Kaito, bisa jelaskan ?” Tanya Kirara bingung.
“Semua adalah idenya Vinne-chan....ketika kita sedang pusing bagaimana cara menyabotase pesawat ini, Vinne-chan berceletuk, bagaimana kalau kita curi saja pesawatnya dan kita jadikan milik kita. Jadi kita semua berencana mencuri pesawat ini....” Balas Kaito.
“Hahahahaha.....parah, kupikir benar benar meledak dan Katsumi ada di dalam....” Ujar Kirara tertawa.
“Oh memang ada nee-sama....tapi....”
Marin melepaskan alatnya di salah satu astronot dan dia kembali ke wujud aslinya, kemudian dia juga melepaskan alat di tubuh astronot yang menjadi Otsuka. Melihat itu, ke empat nya menjadi lega,
“Tapi kok bisa meledak tadi ? lalu sepertinya roket ini tidak terbang sama sekali ?” Tanya Karen.
“Hehehe semua ilusi nee-sama....” Jawab Yuka.
“Iya, kita menampilkan ilusi dari alat yang kita pasang di tiang penyangga dan menghilangkan pesawatnya, jadi semuanya adalah ilusi.” Tambah Marin.
“Lalu, apa yang akan kalian perbuat dengan pesawat ini ?” Tanya Kaoru.
“Ayo kita naik ke pesawat kita, Katsumi nee-san dan mama Otsuka sudah menunggu....” Ujar Kaito.
“Huh...rasanya percuma dong kita mengumpulkan pasukan dan menyerang kemarin...” Gumam Kaya.
“Tidak percuma onee-sama, kita bisa bertindak begini juga karena ada bantuan serangan dadakan dari para onee-sama...” Balas Suzu.
“Iya walau sedikit mengagetkan dan membuat....” Belum selesai Nagisa bicara, mulutnya sudah di tutup Yuka
“Hehehe pokok nya aman nee-sama...tenang saja.....paisen jangan bicara dulu ya....” Timpal Yuka.
Akhirnya mereka semua naik ke dalam pesawat, di atas, Kirara, Kaoru, Karen dan Kaya langsung bertemu dengan Katsumi dan Otsuka. Kaito dan ke 10 istrinya saling berpelukan melihat pertemuan mereka. Tiba tiba,
[Mission cleared : 3.500.000.000 G | 8.000.000 XP]
[Open Status]
\====================================
Nama : Shadow Cat (Nekowari Kaito).
__ADS_1
Level : 89 / 99
EXP : 0 / 300.000
Stats : STR - 8.100 >>> 8.900
DEX - 32.400 >>> 34.000
LUK - 16.200 >>> 18.000
Active skill : Vanish, Lightning speed, Pick lock, Pick pocket, 1000 face, Search Area, Step jump.
Passive skill : Martial arts mastery, Parkour, Appraisal, Hacking, Difuse, Quick hand, Ranged weapon mastery, Melee weapon mastery, Trained body, Fast move, High jump, Endurance. Telepath.
\====================================
All primary squad member level 80 | EXP : 0 / 175.000
\====================================
“Yeeeees.....” Teriak Kaito, Marin, Reina, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne sambil saling tos dan merangkul.
Melihat Kaito dan ke sepuluh gadis yang bersama nya bersorak sorak, Kirara, Kaoru, Karen, Katsumi dan Kaya tertawa riang dan bertepuk tangan, sedangkan Otsuka menghampiri mereka dan memeluk Kaito. Pesawat terus terbang menuju kembali ke kota Kosaka, sementara Fiona mengendarai pesawat antariksa yang mengikuti mereka dari belakang.
\==============================
Mission KATS :
- Artefak kerajaan Nekowari : (4/11)
- Unknown
- Build basecamp : (1/1)
Mission CATS :
- Maid (backup) : (6/10)
- Nee san : (7/7) Cleared
- Ibu yang masih hidup : (1/13)
- Build love nest : (1/1)
__ADS_1
\=============================