C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 27


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam, akhirnya mereka sampai di kota Kunikawa. Hari sudah sore ketika mereka keluar dari stasiun,


“Kalian sudah pilih hotel kan ? sepertinya kita baru bisa ke rumah mu besok Airi san...” Ujar Kaito.


“Iya....besok saja, kita langsung ke hotel saja dulu....” Balas Airi.


“Loh kamu ga pulang ke rumah Airi chan ?” Tanya Chisato.


“Tanggung senpai....besok saja sekalian, lagi pula dua hari lagi aku pentas terakhir di sini kan, jadi besok saja pulang nya.” Jawab Airi.


“Baiklah, kita langsung saja....” Ujar Reina.


“Yuk lah, aku cape.....” Tambah Marin.


Akhirnya mereka memanggil taksi dan langsung menuju hotel, sepanjang perjalanan mereka melihat kota Kunikawa yang tidak terlalu banyak gedung besar dan tinggi, tapi banyak sekali restoran lokal yang menyajikan makanan khas lokal dan pantai yang luas, sepertinya memang kota ini adalah kota resort yang di pakai untuk berlibur. Setelah berjalan melintasi kota, taksi tiba di sebuah kawasan yang sepertinya memang khusus di buat untuk resort resort dan hotel untuk liburan karena letaknya persis di pinggir pantai. Taksi berhenti di sebuah resort dan masuk ke dalam sampai pintu lobby. Kaito, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko dan Emi turun dari taksi dan masuk ke dalam lobby. Mereka langsung menuju resepsionis,


“Kita pesan berapa kamar ?” Tanya Kaito.


“Satu dan besar.....” Jawab Chisato.


“Hah....lalu aku ?” Tanya Kaito.


“Loh ya sama sama saja....kenapa memang ? ada masalah ?” Tanya Nagisa.


“Tapi aku kan laki laki sendirian ?” Tanya Kaito.


Ke delapan nya langsung kompak mengangkat jari mereka yang memakai cincin.


“Haaaah sudahlah....” Ujar Kaito pasrah.


Akhirnya Kaito mengatakan kepada resepsionis untuk mengambil kamar yang mereka pesan sebelum nya menggunakan namanya, resepsionis melihat rombongan Kaito dan sedikit tersenyum, kemudian sambil memberikan kunci nya,


“Baiklah ini kuncinya tuan, kami juga menyediakan minuman penambah tenaga di kamar kalau di perlukan...bell boy kami akan mengantar anda, apa ada barang yang mau di bawakan ?” Tanya resepsionis melihat Kaito laki laki sendirian dan ada delapan wanita cantik di belakangnya sambil tersenyum.


“Haha lucu nee san...makasih ya...bawaan kita tidak banyak, jadi tidak usah di bawakan.” Balas Kaito sambil menyambar kuncinya.


Kemudian Kaito dan lainnya langsung masuk ke dalam menuju kamarnya di antar oleh bell boy, resepsionis yang melayani Kaito tersenyum melihatnya,


“Padahal aku serius loh, satu lawan delapan, yah kalau kuat syukurlah....” Pikir nya sambil tersenyum.


*****


Di dalam kamar, Kaito langsung mengeluarkan barang barang dari safety box nya dan memberikan nya pada ke delapan gadis di depan nya.


“Baiklah, aku mau ke onsen, siapa mau ikut ?” Tanya Nagisa.


“Aku....aku...aku onee chan...” Teriak Emi duluan.


“Kita semua sekalian saja....” Ajak Marin.


“Iya...setuju...aku juga mau, badan rasanya keringatan...” Balas Reina.


“Aku ikut....paisen gimana ?” Tanya Yuka kepada Chisato dan Fumiko di sebelah nya.


“Aku mau.....tapi kalian duluan saja dulu, aku mau beli makanan kecil dulu sebentar di bawah.” Ujar Fumiko.


“Aku ikut senpai....” Ujar Airi.


“Ah...aku di sini saja sama Kaito kun hehe....” Ujar Chisato.


“Hohooo...kamu ikut mandi detektif dekil.....” Nagisa langsung menarik pakaian Chisato.


“Aaaaaah....lepas prince....tolong Kaito kun....” Teriak Chisato yang di seret keluar oleh Nagisa.


“Klap.” Pintu di tutup, Kaito duduk di kursi yang berada di balkon, dia menghela nafasnya,


“Akhirnya tenang.....” Pikirnya.


[Dling]


[Urgent Quest Di terima]


\===============================


Quest         : S.O.S


Desciption : Selamatkan penembak jitu dari tangan musuh.


Target        : Penembak jitu yang terluka.


Location    : Gedung tertinggi di kota.


Reward      : 250.000.000 G | 150.000 XP


Waktu        : 14:55 (hitung mundur)


\===============================


“Haaaah....baru mau tenang, ada batas waktunya lagi....pimpin jalan CATS.”


[Affirmative]


Kaito menekan jam nya dan langsung melompat dari balkon, dia terbang menggunakan glider nya, kemudian berayun ayun menggunakan grappler.


Sementara itu di sebuah gedung tinggi yang berada di tengah kota, seorang gadis berpakaian spandex hitam dan topeng sehingga hanya terlihat matanya saja sedang berlari dengan tertatih tatih karena kaki nya tertembak, dia membawa sebuah senapan laras panjang di punggung nya dan tangan nya memegang sebuah pistol,

__ADS_1


“Hei berhenti....” Teriak beberapa orang di belakang nya.


Gadis itu menoleh dan melihat pengejar nya semakin dekat, dia menembak sesekali ke belakang untuk memperlambat pengejarnya. Para pria berjas hitam yang mengejarnya bersembunyi di belakang cerobong dan atap kaca, menghindari tembakan gadis yang terus lari itu. Akhirnya gadis itu tiba di ujung atap dan terpojok, dia melihat ke bawah, tubuhnya bergetar karena melihat tingginya gedung itu. Dia berbalik dan menodongkan pistol nya, tiba tiba dari belakang nya sebuah helikopter muncul.


“Kamu tidak akan bisa lari lagi.....”


Gadis itu menoleh melihat helikopter di belakang nya, dia berbalik dan menembaki helikopter itu.


“Kalau aku mati, paling tidak kalian ikut mati....” Pikir nya.


Tiba tiba keluar banyak sekali asap yang tebal sehingga tidak terlihat apa apa. Gadis itu menutup mata dengan tangan dan tiba tiba dia pingsan. Helikopter yang tidak melihat apa apa menembak membabi buta ke dalam asap tebal,


“Aaaaaa..aaaa......aaaaaaaa.....” Teriakan beberapa orang terdengar.


Ketika asap menghilang, ternyata banyak mayat berpakaian jas hitam bergelimpangan di atas atap dan gadis itu tidak di temukan.


Sementara itu, di sebuah gudang yang berada di dekat gedung tinggi di tengah kota, Kaito meletakkan gadis itu di dalam gudang, dia melihat luka tembak di kaki nya, tiba tiba, “Cklik.” Gadis yang sudah sadar itu menempelkan pistolnya ke kepala Kaito.


“Whoaaah...tenang...aku bukan musuh...” Ujar Kaito mengangkat tangan nya.


“Siapa kamu ?” Tanya gadis itu.


“Seseorang yang menolong mu....” Jawab Kaito.


“Huh aku tidak perlu di tolong.....aduh...” Gadis itu berusaha berdiri tapi dia jatuh lagi dan memegang kaki nya.


“Kan sudah ku bilang, diam dulu....” Ujar Kaito.


“CATS bagaimana cara menyembuhkan nya ?” Tanya Kaito.


[Serahkan pada ku]


Tiba tiba luka di kaki gadis itu menjadi merah seperti terbakar, gadis itu kesakitan tapi mulutnya di tahan oleh tangan Kaito sehingga dia tidak bisa berteriak, walaupun memakai topeng, tapi dia menggigit tangan Kaito dan Kaito membiarkan tangan nya di gigit. “Tring.” Peluru yang bersarang di kakinya keluar dan jatuh ke tanah, kemudian lukanya menutup walau belum kering. Kaito menarik tangan nya dari mulut gadis itu.


“Huf....huf.....” Gadis itu membuka topeng nya karena dia tidak bisa bernafas.


“Hah.....kamu.... Igarashi Suzuno ? ” Tanya Kaito kaget.


“Eh....kok bisa kenal aku ? siapa kamu sebenarnya ?” Suzu langsung menodongkan lagi pistol nya kepada Kaito yang langsung mengangkat tangan nya.


“Duh bagaimana ini CATS ?” Tanya Kaito.


[Tidak apa apa, dia musuh sekte itu, beritahu saja dirimu]


“Bener nih tidak apa apa ? aku sudah dua kali menjahili dia loh....” Ujar Kaito.


[Percayalah, tidak apa apa]


“Haaah baiklah, turunkan pistol mu....” Ujar Kaito.


Kaito menekan jam nya dan berubah menjadi wujud aslinya. Suzu yang melihat langsung kaget bukan kepalang.


“Oh misi ya....baguslah kalau gagal.....misi apa yang melibatkan anak sma ?” Ujar Kaito menantang.


“Bukan urusan mu....” Teriak Suzu.


“Kalau begitu, biar ku beritahu wujud ku yang satunya ya....orang yang kamu pukuli di gang bersama pacar mu....”


Kaito mengusap wajahnya dan menjadi wujud otakunya. Suzu langsung terperanjat dan pistol nya terjatuh.


“Ka..kamu onii chan yang waktu itu....” Tunjuk Suzu gemetar.


“Ya, onii chan yang kamu tuduh berbuat mesum pada mu di kereta dan kamu ambil uang nya, kemudian kamu pukuli bersama pacar mu.” Balas Kaito.


“Um....um.....berarti...satu sama kan hehehe....” Ujar Suzu sambil memalingkan wajah nya.


“Sudahlah, kamu sudah selamat kan....bye...aku harap kita tidak akan ketemu lagi...” Kaito berdiri dan berbalik untuk pergi.


Tapi tiba tiba Suzu memegang tangan nya, secara reflek Kaito langsung melepaskan tangan nya,


“Kumohon....jangan pergi dulu onii chan.....”


“Hah kenapa lagi ? mau macam macam lagi ?” Tanya Kaito marah.


Suzu menunduk, dia mengepalkan tangan nya di atas kedua pahanya tanpa bicara apa apa, air matanya mulai menetes.


“Percuma, sudahlah, jangan sok memelas di depan ku....aku pergi....selamat tinggal.” Ujar Kaito yang sudah emosi.


Kaito kembali berjalan keluar dari gudang, dia sadar Suzu mengikutinya dari belakang,


“Onii chan....Phantom cat kan ?” Teriak Suzu dari belakang.


Kaito langsung berhenti melangkah, dia berbalik dan dengan menggunakan quick handnya dia mengambil pistol Suzu di pinggang nya kemudian langsung menodongkan pistolnya ke kepala Suzu.


“Aku belum pernah membunuh, tapi aku tidak keberatan kalau kamu jadi yang pertama...” Ujar nya sambil menarik pelatuk di belakang pistol untuk membuatnya siap menembak.


Suzu langsung berlutut, dia menatap Kaito yang menodong nya dengan pistol persis di kepalanya.


“Kalau mau tembak aku tidak apa apa onii chan, memang aku bersalah pada mu, aku mengambil uang sekolah mu waktu itu, tapi aku tidak memakainya sepeserpun dan aku kehilangan uangnya sebelum sempat bertemu dengan mu lagi untuk mengembalikan uang nya. Tidak apa apa onii chan, tembak aku, tapi aku mohon, kalahkan sekte golden crow yang sudah membunuh keluarga angkat ku, aku dengar Phantom cat musuh abadi mereka, alasan aku ke kota Kosaka dan menyamar jadi anak sma adalah mencari Phantom cat.”


“Cklek.” Kaito mengembalikan pelatuk nya seperti semula dan langsung berjongkok di depan Suzu setelah mendengar perkataan Suzu,


“Baiklah, aku dengarkan, kita masuk kembali ke dalam gudang...”


Ketika Kaito berjalan ke dalam, “Gusraak..” Suzu terlungkup dan memengang kaki nya. Akhirnya Kaito menggendong nya dan membawanya kembali masuk ke gudang. Di dalam Kaito langsung bertanya siapa sebenarnya Suzu, awalnya Suzu diam dan tidak menceritakan nya, tapi setelah Kaito mendesaknya, akhirnya Suzu mengatakan kalau dia adalah anak angkat seorang jendral yang di bunuh secara diam diam oleh sekte itu karena menentang rencana sekte yang melibatkan kemiliteran dan berniat membongkar rencana nya ke masyarakat, keluarga angkat Suzu di habisi oleh sekte itu tanpa belas kasihan supaya tidak ada lagi yang menentang sekte itu, tapi Suzu berhasil lolos dan umurnya waktu itu 10 tahun. Berbekal pelajaran menembak yang di ajari oleh papa angkatnya waktu dia masih kecil, dia melatih dirinya menjadi penembak jitu dan menggunakan pisau demi membalas dendam.

__ADS_1


“Lalu apa yang kamu tahu soal sekte itu ?” Tanya Kaito.


“Aku sudah menyelidiki sekte itu selama 3 tahun, tapi aku masih tidak mengerti apa apa soal sekte itu, ketika aku tinggal bersama dengan seorang obasan dan keluarganya bernama Igarashi Kanaka selama satu tahun di desa Kamimura, dia menceritakan pada ku soal Phantom Cat yang merupakan musuh sekte itu selama bertahun tahun dan ada di kota Kosaka, dia juga bilang kalau Phantom cat adalah mantan suami nya. Itulah sebabnya aku ke kota Kosaka, karena aku mungkin bisa menemukan petunjuk soal sekte itu jika aku bertemu Phantom Cat.” Jawab Suzu.


[Nekowari Kanaka, istri ke delapan dari Nekowari Kiyotaka dan salah satu dari 10 istri yang di tolong oleh Nekowari Kiyotaka]


“Haaah jadi begitu rupanya, kamu sempat bertemu dengan salah satu mama ku...” Ujar Kaito.


“Eh...maksud onii chan ?” Tanya Suzu.


Akhirnya Kaito menceritakan apa yang dia tahu kepada Suzu dan barulah Suzu mengerti kalau Phantom cat yang dulu sudah meninggal dan Phantom cat di depan nya sekarang adalah anak nya.


“Um...onii chan juga mau balas dendam ?” Tanya Suzu.


“Tidak sekarang......kakak kakak ku masih berjuang...” Jawab Kaito.


“Um...kalau gitu, boleh aku ikut onii chan ?” Tanya Suzu.


“Sebentar, sebelum nya aku tanya dulu, kamu tadi bilang menyamar menjadi anak sma maksudnya apa ?” Tanya Kaito.


“Jadi gini onii chan, sebenarnya aku masih smp kelas 3, sekolah ku sebenarnya bukan di daerah pertokoan, aku kesana karena mendengar Phantom Cat suka muncul di daerah sana 10 tahun lalu, tapi ketika aku disana aku jadi bingung karena menurut obasan, Phantom Cat itu laki laki, tapi di pertokoan katanya wanita, akhirnya aku menyamar menjadi anak sma daerah sana dan berkeliling di sana untuk mencari tahu lebih lagi.”


“Lalu pria pria yang waktu itu memukuliku ?” Tanya Kaito.


“Oh mereka itu tempat aku mencari info, mereka hanya mengaku ngaku jadi pacarku, tapi ketika mereka mau menyentuh ku, aku kubur mereka di lapangan dan aku tidak muncul lagi di sana, karena mereka pasti mencari ku nanti.”


[Dan pria pria itu kemudian muncul di toko, jadi ku kubur di selokan]


“Haaah ternyata mereka toh....aku tidak ingat karena aku di pukuli waktu itu...pantas setelah kejadian di kereta aku tidak melihat dia lagi.” Balas Kaito di kepalanya.


“Onii chan ?” Tanya Suzu yang melihat Kaito termenung.


“Ah...maaf, lalu sekolah mu dimana ?” Tanya Kaito.


“Aku sekolah di Shido public junior school, kelas 3 smp. Aku di biayai ossan dan obasan untuk sekolah di sana. Jadi aku pakai nama belakang mereka yaitu Igarashi.”


“Hadeh....ternyata sama dengan Emi....lalu, kenapa kamu ada di sini sekarang ?” Tanya Kaito.


“Aku dengar ada konser perpisahan idol di kota ini dua hari lagi, sekte itu kemungkinan bergerak karena mereka tidak ingin idol itu pensiun. Aku dengar info nya dari kaki tangan orang yang di tangkap karena kasus pemerasan.”


Kaito langsung berpikir, alasan Airi di peras oleh pemeras yang dia tangkap waktu itu mungkin supaya Airi tidak berhenti menjadi idol atas perintah sekte itu.


“Hmm...apa alasannya mereka tidak ingin idol itu berhenti ?” Gumam Kaito sambil berpikir.


“Karena penggemarnya banyak dan tersebar di negara ini, mereka jadi mudah mengendalikan negara ini kan kalau semua nya terpaku pada idol itu. Jadi kalau idol itu berhenti, mereka rugi. Begitu kata kaki tangan pemeras itu.” Balas Suzu.


“Hmmm menarik, baiklah, kamu mau ikut dengan ku kan ?” Tanya Kaito.


“Iya mau...onii chan mau menghentikan mereka ?” Tanya Suzu.


“Tentu saja, mari kita buat konser itu menjadi meriah....” Jawab Kaito sambil berdiri dan menjulurkan tangannya kepada Suzu.


“Setuju onii chan....um...boleh tanya ? memang onii chan kenal Emi chan ?” Tanya Suzu.


“Dia adik ku......” Jawab Kaito.


[Istri Kaito sama....Istri.]


“Berisik CATS....”


*****


[Quest selesai......Reward : 250.000.000 G, 150.000 XP]


[Open status]


\====================================


Nama             :  Phantom Cat (Nekowari Kaito).


Level             :  76 / 99


EXP               :  151.500 / 210.000


Stats              :  STR -      7.600


                         DEX -    30.400


                         LUK -    15.200


Active skill     : Vanish, Lightning speed, Pick lock, Pick pocket, 1000 face,, Search Area, Step jump.


Passive skill    : Martial arts mastery, Parkour, Appraisal, Hacking, Difuse, Quick hand.


\====================================


Mission CATS :


- Gadis populer seangkatan : (4/4) Cleared


- Senpai populer : (3/3) Cleared


- Kouhai (junior) populer next year : (1/2)


- Imouto (adik angkat) : (1/1) Cleared

__ADS_1


- Unknown


\=============================


__ADS_2