C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 37


__ADS_3

Setelah makan malam, ossan menjelaskan semua tentang reruntuhan yang ada di dekat desa mereka. Menurut kepercayaan mereka, reruntuhan itu adalah bekas kerajaan jaman dahulu yang memiliki peradaban canggih tapi tidak tercatat dalam sejarah dan tidak di ketahui keberadaan nya, sehingga hanya di anggap mitos dan legenda yang di ceritakan turun temurun.


“Hmmm menarik, peradaban yang hilang....” Gumam Kaito.


“Desa ini adalah sisa dari peradaban itu dan memang di tugasi untuk menjaganya, semua gara gara seorang yang mengaku wartawan datang kesini sekitar 2 tahun lalu jadi sekarang banyak sekali pendatang yang menyelidiki reruntuhan itu.” Ujar ossan.


“Wartawan ?” Tanya Kaito.


“Iya, dua tahun lalu, dia di temukan terluka dan pingsan di luar desa, kemudian kita merawatnya sampai sembuh dan dia sempat tinggal disini selama 6 bulan.” Jawab Kayaka.


“Oh berarti sebelum aku datang ke sini ya obasan ?” Tanya Suzu.


“Benar, tidak lama dia pergi, kamu datang...” Jawab Kanaka.


“Tapi kalau baru heboh sekarang, belum tentu dia yang menyebarkan kan...” Gumam Chisato.


“Benar, tapi orang luar pertama yang datang ke sini adalah orang itu....” Balas ossan.


“Hmmm.....boleh tahu namanya siapa ossan ?” Tanya Kaito.


“Kalau tidak salah....namanya Segawa Junko, tapi ketika kita selidiki, tidak ada orang bernama Segawa Junko di kantor berita, bahkan dia tidak tercatat di catatan sipil negara.” Jawab ossan.


Kaito diam dan berpikir, benar seperti yang Chisato katakan, belum tentu Junko yang menyebarkan nya, berita baru heboh setelah kejadian di kapal pesiar waktu itu, ada kemungkinan catatan Junko yang di tangkap di sita oleh sekte atau malah mungkin dia sengaja membeberkan nya pada sekte.


“Apa dia pernah masuk ke reruntuhan ossan ?” Tanya Kaito.


“Ya, alasan dia tinggal di sini selama 6 bulan karena dia keluar masuk ke dalam reruntuhan.” Jawab ossan.


“Apa yang dia kerjakan di dalam reruntuhan ?” Tanya Kaito.


“Aku tidak tahu apa yang dia kerjakan di dalam, tapi dia langsung bertanya pada ku soal legenda yang menyelimuti reruntuhan itu. Setelah di ceritakan, dia bilang sekarang dia mengerti dan dia semakin dekat dengan apa yang di carinya.”


“Wow...kok misterius gitu, pasti dia menemukan sesuatu di dalam reruntuhan.” Ujar Chisato.


“Benar, kalau boleh tahu ossan, legenda apa yang di percaya di desa ini tentang reruntuhan itu ?” Tanya Kaito.


Ossan menceritakan legenda yang ada di desa, dahulu kala ada sebuah kerajaan yang tidak di ketahui namanya, peradaban nya sudah modern melebihi jaman sekarang. Kerajaan itu tentram dan damai tanpa adanya peperangan, seluruh penduduk nya hidup makmur dan tidak kekurangan. Suatu hari, kerajaan itu di serang oleh pendatang yang tidak di ketahui dari mana asalnya, tujuan pendatang itu menyerang karena ingin menguasai teknologi yang dimiliki oleh kerajaan itu.  Setelah perang selama ratusan tahun, kerajaan itu kalah, tapi raja dan seluruh keluarganya tidak di temukan karena di lindungi oleh pelindung kerajaan yang di berikan langsung oleh alam dewa.


Pendatang yang menyerang itu kecewa dan marah, karena selain tidak bisa membunuh keluarga kerajaan, mereka juga tidak bisa mengambil teknologi kerajaan karena kunci untuk mengaktifkan nya di bawa pergi oleh keluarga kerajaan. Penduduk kerajaan yang tersisa bertekad melindungi reruntuhan penting peninggalan kerajaan karena percaya suatu hari nanti keluarga kerajaan akan kembali mengambil nya. Reruntuhan yang ada di dekat desa itu adalah reruntuhan peninggalan kerajaan yang tidak di ketahui namanya itu dan penduduk desa di percaya adalah keturunan dari penduduk kerajaan itu.


“Hmm....memang sepertinya kita harus masuk ke dalam reruntuhan untuk mengetahui apa yang di lihat oleh Segawa Junko.” Ujar Kaito di kepalanya.


[.....................]

__ADS_1


Kemudian Kaito meminta ijin kepada ossan supaya bisa masuk ke dalam reruntuhan besok, ossan mengijinkan nya dan Kanaka akan mengantar mereka. Kemudian mereka menginap di rumah ossan,


“Whoaah...satu kamar ber sebelas ?” Tanya Kaito.


“Hehe tidak apa apa kan ?” Jawab Marin.


“Sepertinya malam ini bakal seru....” Ujar Yuka.


“Yup dan panas.....” Tambah Airi.


“Tch...tunggu apa lagi.....” Tambah Nagisa.


“Ok aku tidur di luar....” Kaito berdiri.


“Jangaaaaaan.....” Teriak ke sepuluh nya langsung mendekap Kaito.


[Semoga....]


“Jangan di teruskan KATS......ugh.” Ujar Kaito di kepalanya.


******


Keesokan harinya, pagi pagi sekali, semuanya bersiap siap menuju ke reruntuhan yang berada di dalam


hutan. Kanan memimpin perjalanan mereka karena dia tahu persis letak reruntuhan nya.


[..........................]


“Oi KATS.......kenapa diam saja ?” Tanya Kaito.


KATS tidak menjawab dan membuat Kaito sedikit bingung, karena baru kali ini KATS benar benar tidak menjawab. Akhirnya setelah berjalan selama 1 jam menelusuri hutan, Kaito melihat sebuah bangunan seperti piramid yang di pangkas atas nya sehingga menjadi rata. Tanaman rambat menutupi dindingnya sehingga jika di lihat dari kejauhan akan tampak seperti bukit yang di tutupi oleh rumput.


“Bagunan yang besar....wooooow benar benar peninggalan jaman dahulu.” Ujar Kaito melihat nya sambil berjalan medekatinya.


“Um...di dalam ada hantunya ga ya.....” Ujar Emi.


“Loh Emi chan, kamu takut hantu ?” Tanya Yuka.


“Um...hantu tidak bisa di pukul dan seram....” Jawab Emi.


“Tenang saja, hantu itu hanyalah khayalan manusia yang di timbulkan oleh perasaan nya, seperti rasa bersalah membunuh orang dan yang dibunuh akan menjadi hantu yang menghantui nya seumur hidup.” Ujar Chisato.


“Ngomong ngomong soal hantu, kalau KATS itu apa ya ?” Tanya Reina.

__ADS_1


“Nah benar juga, kita tidak tahu apa apa soal KATS, dia tahu tahu bicara di kepala kita...benar kan ?” Tanya Marin.


“Ah aku tidak perduli, yang penting selama ini dia melindungi kita bukan menghantui kita.” Jawab Nagisa.


“Kali ini aku sependapat dengan si prince sombong itu...” Tambah Fumiko.


“Ah masa bodoh, hantu atau bukan KATS adalah teman...” Tambah Vinne.


“Sudah ah, sudah dekat reruntuhan malah membicarakan hantu...” Ujar Suzu.


“Hehehe takut juga ya Suzu chan.....” Ledek Airi.


“Lumayan onee chan.....” Balas Suzu.


Akhirnya mereka sampai di depan bangunan besar yang di sebut reruntuhan desa. Begitu melihat bangunan itu dari dekat, wajah Kaito langsung kaget, karena dia melihat tanda lahirnya menjadi lambang di atas pintu masuk reruntuhan itu.


“Selamat datang di sisa sisa kerajaan Nekowari......” Ujar Kayaka di belakang mereka.


“Haaaah...yang benar saja.” Teriak Kaito, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne.


[Inilah alasannya kenapa aku diam, Kaito sama. Mohon maaf sebesar besarnya]


“Grrrrr.......kalau hal sepenting ini jangan diam dong....” Balas Kaito di kepalanya.


\=============================


Mission KATS :


- Mencari dan mengambil artefak kerajaan Nekowari : (1/11)


- Unknown


- Unknown


\=============================


Mission CATS :


- Maid                    : (0/10)


- Nee san               : (2/7)


- Unknown

__ADS_1


- Unknown


\=============================


__ADS_2