C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 26


__ADS_3

Hana yang berubah menjadi Kiyoko mengibaskan rambut silvernya dan dia menoleh melihat Kaito yang sedang tertegun melihat nya,


“Hehe ketahuan ya.....yang keluar negeri kemarin itu bukan aku, tapi Hana. Aku menyamar menjadi dirinya dan dia menyamar menjadi diriku.” Ujar Kiyoko.


“Jadi yang waktu itu di bandara ?” Tanya Kaito.


“Itu aku, tapi kamu ingat kan aku pergi sebentar untuk mengambil kantung ketika kamu sedang di install untuk muntah mu setelah install nya selesai, nah yang memangku kamu setelah itu adalah Hana hehe....tapi kita berjanji untuk bertukar selama 3 bulan, jadi bulan depan Hana akan pulang ke sini  dan aku berangkat ke sana untuk membantu penyelidikan Evan.”


“Kenapa sampai berbuat sejauh itu ? sampai bertukar segala.” Tanya Kaito.


“Alasannya karena kamu muncul di toko malam itu....aku menemukan mu tidak sendiri tapi bersama suami ku Evan, kamu bangun di lantai 2 kan, mana bisa aku mengangkat mu sampai lantai 2 kalau sendirian, lalu kita merancang rencana malam itu bersama Hana ketika kamu tidur.” Jawab Kiyoko.


“Tapi kenapa kalian membohongi ku ? aku tidak mengerti.” Tanya Kaito.


“Semua kita lakukan demi melindungi mu. Sekarang aku beritahu apa yang sedang aku, suami ku Evan dan Hana kerjakan, aku pernah bilang kan kita punya musuh ?” Tanya Kiyoko.


“Ya, nee san bilang keluarga mama mama kita adalah musuh kita....” Jawab Kaito.


“Benar, mama mama kita yang papa lamar secara resmi itu hanya lima, sepuluh dari mereka adalah pelarian dari keluarganya, alasannya karena keluarga mereka tergabung dengan sebuah sekte yang tidak tahu asalnya dari mana dan mengatur semua pemerintahan di negara ini dari belakang layar, papa kita menolong ke 10 mama kita karena ada yang mau di korbankan atau di nikahi paksa dan lain sebagainya, kemudian papa menyembunyikan mereka. Sebelum papa meninggal, dia mengetahui kalau sekte itu sebenarnya sekte yang mendunia dan menguasai dunia dari balik layar. Dan karena papa tahu soal mereka kemudian mengganggu kegiatan mereka, mereka ingin menghabisi keluarga Nekowari....paham ?” Ujar Kiyoko.


“Mama Mai juga bilang soal sekte itu.....” Gumam Kaito.


“Ah mama Mai juga salah satu dari 10 mama yang lari dari keluarganya....itu sebabnya ketika aku memberi kasus pada Chisato, aku mewanti wanti dia untuk menyuruh mu menyamar dan sedikit bilang padanya kalau keluarga itu ada hubungan nya dengan mu....” Ujar Kiyoko.


“Tapi kenapa aku dititipkan padanya dulu ?” Tanya Kaito.


“Karena untuk bersembunyi lebih aman di sarang musuh kan ? lagipula waktu itu mama Mai menikah lagi dengan orang biasa dan hidup terisolasi sampai bercerai.” Jawab Kiyoko.


“Jadi begitu, lalu sekarang aku harus apa ?” Tanya Kaito.


“Diam saja dan jangan berbuat apa apa dulu. Aku, Evan dan Hana sedang menyelidiki sekte itu, alasan Hana menjadi polisi sampai menjadi komisaris seperti sekarang itu adalah ingin menangkap sekte itu, sedangkan suami ku Evan yang keluarganya di rugikan oleh sekte itu menjadi detektif demi membongkar dan membawa sekte itu ke permukaan. Jadi, aku minta kamu diam saja dan percayalah pada kita bertiga. Untuk sementara, aku melarang mu beraksi, aku pun sudah meminta CATS supaya tidak memberikan quest selama aku, Evan dan Hana masih bekerja.” Jawab Kiyoko.


“Tapi kalau sekte itu besar dan mendunia, nee san, Evan nii san dan Hana nee san bisa dalam bahaya dong...”


“Hei, kamu pikir anak papa hanya kamu, aku dan Hana ? kita semua berpencar di negara negara lain demi membongkar sekte itu dan menghabisinya, kita semua dendam dengan sekte yang sudah membunuh papa, itulah alasannya kita bilang ke para mama untuk berpencar kemudian menutup jati diri mereka, kubur semuanya dan hidup baru, kita lakukan itu karena kita sayang kepada mereka dan menyembunyikan mu supaya kamu bisa hidup normal karena sayang kepada mu, jadi tolong kamu mengerti....” Ujar Kiyoko dengan serius.


“Aku tidak mengerti, kalau sampai seperti itu, kenapa kalian tidak mengajak ku ?” Tanya Kaito.


“Haaaah.....kamu tahu ? kamu adalah harapan atau kartu truf kita yang terakhir.....kalau seandainya kita kalah.” Jawab Kiyoko.


“Aku harapan ? kartu truf ?” Tanya Kaito.


“Ya, lihat sekarang di sekeliling mu, semua calon istri mu mempunyai bakat dan kemampuan yang tidak biasa walau mereka hanyalah orang biasa yang wajahnya cantik.”


“Hah....maksud nee san apa ?” Tanya Kaito.


“Maksudku adalah kalian adalah pasukan yang kuat....Reina pintar dan bisa mengatur strategi, Marin berani bertindak duluan dan cepat mengambil keputusan di saat genting, Yuka memiliki kekuatan yang besar dan dia terus melatih dirinya, Airi influencer yang bisa mempengaruhi banyak orang, Nagisa bisa berakting tanpa skrip dan menyamar, Chisato seorang detektif dan memiliki ingatan yang bagus, Fumiko bisa masuk ke kalangan atas dan pintar berkomunikasi, Emi jago beladiri dan juara nasional. Kalian kuat. Itulah sebabnya kamu dan istri istri mu adalah harapan kami semua, jangankan kabur, kalian bisa melawan balik.” Jawab Kiyoko.


Kaito terdiam mendengar ucapan Kiyoko, memang yang di sebutkan Kiyoko itu benar dan dia tahu itu, tapi dia tidak menyangka sama sekali kalau ternyata dia dan pacar pacarnya di jadikan kartu truf atau harapan yang terakhir kalau seandainya Kiyoko kalah. Kaito tidak ingin semua yang bersamanya terlibat,


“Kalau bisa aku tidak ingin melibatkan mereka, semua ini berbahaya....” Gumam Kaito.


“Begitu menurut mu kan, tapi kalau mereka mau terlibat bagaimana ? lagipula kamu belum tahu kemampuan CATS yang sesungguhnya, sayang waktu habis.” Tanya Kiyoko sambil menunjuk kebelakang menggunakan jempol nya.


Kaito menoleh ke belakang dan melihat Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko dan Emi sedang berjalan masuk ke dalam gang. Kaito menoleh dan Kiyoko sudah berubah kembali menjadi Hana.


“Percayalah, mereka pasti mau melibatkan diri, buktinya, karena kamu lama tidak kembali, mereka menyusulmu....” Ujar Hana.


“Haaaah....begitu...baiklah nee san, tolong berhati hati....” Ujar Kaito.


“Ya, kamu juga...” Balas Kiyoko.


“Halooooo....maaf letnan, tapi Kaito kun harus belajar...” Chisato menjulurkan wajahnya ke jendela dan yang lainnya berdiri di belakang Chisato.


“Hehe aku sudah selesai, benar kan Kaito kun....sudah puas kan ?” Tanya Hana.


“Hah...puas ngapain ?” Tanya Marin.


“Kaito kun, jelaskan semuanya cepat....” Tambah Reina.


“Um...kita hanya mengobrol kok, benar kan Hana nee san.....” Ujar Kaito sambil menoleh kepada Hana.


“Iya benar, mengobrol sedikit sambil berpelukan sedikit hehehe...” Ujar Hana.


“Apa ? kamu baru dari rumah ku Kaito kun....kenapa begitu.....” Yuka langsung membuka pintu nya.


“Iya iya...kenapa begitu, aku marah nih....” Tambah Airi.


“Tch....ternyata sama obasan mau juga dia....” Tambah Nagisa.


“Kaito sama......” Tambah Fumiko dengan wajah cemberut.


“Onii chan gawat juga nih....” Tambah Emi cemberut.


“Nee san jelaskan yang benar dong.....” Teriak Kaito sambil menoleh.


“Hahaha tenang, tidak terjadi apa apa.....sudah, kamu keluar, aku harus kembali ke kantor....sampai jumpa lagi.....mwah.” Hana mengecup pipi Kaito dan mendorong nya keluar dari mobil.


Kemudian pintu di tutup dan Hana langsung memundurkan mobil nya dengan kencang sampai keluar gang. Kaito tertegun, tapi banyak tangan mulai memegang dirinya dari belakang.


“Jelaskan.....” Ujar Nagisa di belakang sambil memegang pundak Kaito.

__ADS_1


“Hmm....maaf aku ada urusan....kabuuuur....”


Kaito langsung lari menuju keluar gang, para gadis di belakang nya langsung mengejarnya,


“Tunggu....jangan lari....” Teriak ke delapannya.


Kaito menoleh dan melihat ke delapan nya berlari mengejar dirinya dengan ceria, dia kembali melihat ke depan,


“Aku mengerti nee san....sangat mengerti sekarang.....” Pikir nya dalam hati.


Kaito tersenyum dan berbalik, kemudian dia merentangkan tangan nya dan ke delapan gadis yang mengejarnya langsung menabrak dirinya sampai jatuh, mereka semua tertawa dengan riang.


*****


Libur musim panas akhirnya tiba, Kaito menitipkan kunci toko nya ke toko manju milik keluarga Reina. Mereka langsung menuju stasiun untuk pergi menuju ke kota Kunikawa yang berada di pulau selatan untuk menemui orang tua Airi dengan menggunakan kereta cepat. Setelah sampai di stasiun dan masuk ke dalam kereta,


“Tidak ada yang ketinggalan kan ? semua sudah masuk ke safety box ?” Tanya Kaito.


“Sudah, semua pakaian dan tas besar sudah masuk yang kita bawa hanya keperluan pribadi saja....” Ujar Reina.


“Untuk pakaian renang dan lainnya, kita belanja di sana saja, setelah menemui orang tua ku, kita ke pantai hehehe...” Ujar Airi.


“Lalu menginap nya di mana ?” Tanya Marin.


“Tenang saja.....aku ada villa di sana yang sudah tidak pernah di pakai hohoho...” Jawab Fumiko.


“Tch sebaiknya jangan di villa mu ojousama, kalau ketahuan keluargamu bagaimana....” Balas Nagisa.


“Benar, kita sewa cottage saja, aku sudah mencari beberapa tempat, tinggal kita putuskan yang mana. Tinggal klik saja....” Tambah Chisato.


“Cari yang ada pemandian air panas nya paisen...” Tambah Yuka.


“Wah benar onee chan....setuju...” Tambah Emi.


Akhirnya ke delapan nya berembuk dan langsung berdiskusi cottage mana yang mereka mau ambil untuk menginap selama seminggu.


“Yang bayar siapa ?” Tanya Kaito.


“Kamu lah.....” Teriak ke delapan nya kompak.


“Gah.....ya sudah lah.....(asli ribet punya delapan pacar kayak gini).” Pikir Kaito sambil melihat keluar.


[Istri Kaito sama, bukan pacar]


“Terserahlah....” Ujar Kaito di kepalanya.


Kereta mulai berjalan, Kaito masih melihat keluar dari jendela sementara di sebelah nya masih sibuk berdiskusi. Tiba tiba ada sekitar 10 orang pria melewati mereka untuk pergi ke gerbong di depan, seorang pria berwajah seram menoleh melihat Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko dan Emi sedang sibuk berdiskusi. Kemudian dia langsung membisiki temannya di depan dan tertawa terkekeh kekeh. Kaito melihat nya dari pantulan kaca jendela,


“Aku tahu CATS, bersiaplah....” Ujar Kaito di kepalanya.


Kaito berbalik dan langsung menempelkan pundak nya ke Marin yang duduk di sebelah nya.


“Marin san, jaga jaga ya....kalau situasi gawat pandu yang lain....aku pergi dulu.” Ujar Kaito.


“Eh...ada apa ? tapi aku mengerti....hati hati ya....” Ujar Marin sambil memegang tangan Kaito.


“Ya...pasti....”


Kaito berdiri dan dia pergi ke gerbong di belakang, kemudian dia masuk ke dalam toilet.


[Kaito sama, ada bom yang terpasang di gerbong barang di paling belakang]


“Ok, ayo kita kesana....”


Kaito memakai pakaian nya dan menghilang, kemudian dengan perlahan dia membuka pintu toilet, ketika dia melihat tidak ada siapa siapa, dia langsung menuju ke gerbong barang di paling belakang. Begitu sampai, dia langsung menggunakan search area, dia menemukan ada tiga titik bom yang di pasang di tas, di dalam kantung plastik dan di balik pintu. Kaito menggunakan skill defuse untuk menjinakkan ketiga bom itu dan mengambil bom nya. Karena posisi dia sudah di luar dan  ada seorang petugas baru masuk untuk memeriksa  di dalam, jadi dia tidak mungkin membuka pintu, dia naik ke atas kereta dan berjalan di atas kereta menggunakan rubber boots nya. Dia terus berjalan menuju ke gerbong paling depan.


[Tiarap Kaito sama]


Kaito langsung tiarap dan berbalik, kereta masuk terowongan. Kaito melihat dengan jelas langit langit terowongan ada di depan wajah nya. Ketika keluar terowongan, Kaito langsung ke gerbong sebelum lokomotif dan turun di antaranya. Ternyata di dalam para pria itu memakai topeng dan sedang menodongkan senjatanya ke para penumpang, dia melihat ke dalam lokomotif, ada dua orang pria bertopeng yang sedang menodong masinis dan petugas di dalam yang mengangkat tangan nya.


“CATS bisa buka pintu ini ?” Tanya Kaito di kepalanya sambil menunjuk pintu ke lokomotif.


[Serahkan pada ku]


Pintu tiba tiba terbuka, kedua pria itu langsung berbalik dan menodongkan senjata mereka ke pintu.


“Hei, pintunya terbuka sendiri....” Ujar seorang pria.


“Tidak ada siapa siapa....heh kamu buka pintunya ya....” Ujar seorang pria yang menodongkan senjatanya ke wajah masinis.


“B..bukan aku...kamu lihat sendiri kan tangan ku dua duanya terangkat....mana mungkin aku....” Teriak masinis.


“Berarti kamu....” Ujar pria itu sambil mengalihkan senjatanya menodong petugas kereta.


“Bagaimana bisa....aku jauh dari sana....” Ujar petugas yang berada di dekat pintu dan mengangkat tangannya.


Tiba tiba pintu terbuka lagi dan langsung menutup lagi. Pria yang merasa di permaikan itu langsung mendekati petugas yang ada di dekat pintu.


“Kamu...aku lihat tangan mu bergerak, jangan main main.....” Ujar pria itu sambil menodongkan senjatanya di hidung petugas.


“Jangan sembarang bicara....aku tidak berbuat apa apa..cuih.” Teriak penjaga itu di depan wajah pria yang di tutupi topeng itu dan meludahinya.

__ADS_1


“Mati kamu.....”


Pria itu menekan pelatuk senjatanya, tapi “Cklik...cklik...cklik...” Senjatanya tidak bisa menembak dan pelatuk nya keras, pria itu bingung dan melihat senjatanya. Melihat pria itu lengah, petugas itu langsung menerjang pria itu sampai jatuh dan senjatanya terlempar, kemudian dia membekuknya.


“Kurang ajar.....mati kamu.....”


“Cklik...cklik...cklik...” Seorang pria yang berada di depan masinis juga tidak bisa menembakkan senjatanya. Masinis yang duduk langsung berdiri dan menghantam pria di depan nya dengan kursinya sampai pria itu jatuh dan tidak bergerak lagi.


“Ok sisanya biar mereka....ayo CATS, habisi yang di gerbong....”


[Affirmative]


Kaito langsung keluar dari lokomotif dan mengintip jendela di pintu gerbong penumpang. Dia membuka pintu nya dan pria di depan nya langsung menoleh. Pria itu melihat dua teman nya di lokomotif sudah di bekuk, dia langsung berbalik dan berlari ke lokomotif, Kaito menjulurkan kakinya dan pria itu langsung tersungkur masuk ke lokomotif, senjatanya terlepas dan berhenti persis di depan masinis, kemudian masinis mengambil nya dan menodongkan senjata ke pria yang terjatuh itu. Kaito masuk ke dalam gerbong, dia langsung mengunci senjata semua pria bertopeng dan mengambili senjatanya menggunakan quick hand, para pria bertopeng itu menjadi bingung dan para penumpang bergerak membekuk mereka. Ketika sampai ke gerbong tempat duduk nya, Kaito sedikit kaget dan dia mendekati tempat duduk nya,


“Menyerah ga ?” Tanya Emi.


“A..ampun.....” Ujar seorang pria bertopeng.


Pria itu terlungkup di lantai, Emi duduk di punggung nya sambil memelintir tangannya ke belakang dan Airi berjongkok di depan nya sambil tersenyum. Kaito menoleh kemudian melihat seorang pria bertopeng duduk di kursi dan pundak nya di tekan Yuka dari kursi belakang, kemudian Nagisa menaikkan hak tinggi nya ke dada pria bertopeng itu sambil membungkuk.


“Menyerah ?” Tanya Nagisa.


“Si..siapa kalian.......” Tanya pria itu.


“Mustinya kami kan yang tanya siapa kamu....” Ujar Chisato sambil membuka topeng nya menggunakan laras senjata pria itu.


Kaito melihat ternyata dia adalah pria bertampang seram yang tekekeh tadi ketika melewati kursi mereka. Kaito menoleh dan melihat Marin berdiri di depan Reina dan Fumiko. Tapi tidak ada satu pun yang menunjukkan kalau mereka itu takut,


“Hmmm....mereka tidak perlu bantuan ku rupanya....”


[Seperti yang Kiyoko sama bilang kan]


“Hehe benar....”


[Kaito sama, belum selesai, pemimpin nya ada di belakang]


“Ok...ayo CATS....”


Kaito berjalan melewati mereka menuju gerbong paling belakang, Kaito melihat seorang pria berbadan besar yang sedang menekan nekan sebuah alat peledak. Langsung saja dengan skill quick hand nya dia mengambil alat peledak nya dan menginjak nya sampai hancur. Ketika pria itu bingung, petugas yang ada di depan nya langsung maju menerjang, pria itu mengangkat senjatanya dan siap menembak, tapi tiba tiba senjatanya hilang dan petugas langsung membuatnya jatuh kemudian meringkusnya. Setelah semua selesai, Kaito kembali ke toilet dan membuka pakaian nya.


[Quest selesai......Reward : 150.000.000 G, 85.000 xp]


[Open status]


\====================================


Nama             :  Phantom Cat (Nekowari Kaito).


Level             :  76 / 99


EXP               :  1.500 / 210.000


Stats              :  STR -      7.500   >>>  7.600


                         DEX -    30.000  >>> 30.400


                         LUK -    15.000  >>> 15.200


Active skill     : Vanish, Lightning speed, Pick lock, Pick pocket, 1000 face, Search Area, Step jump.


Passive skill    : Martial arts mastery, Parkour, Appraisal, Hacking, Difuse, Quick hand.


\====================================


“Loh barusan itu quest CATS ?” Tanya Kaito bingung.


[Benar, sebelum aku menampilkan questnya, Kaito sama sudah bergerak duluan]


“Ah...berarti....aku dapat duit dong.....hehehehehehe....thanks CATS.” Ujar Kaito.


[Sama sama Kaito sama]


“Wah naik level juga....asiiik.....kereeen.”


Dengan riang Kaito keluar dari toilet dan berjalan kembali menuju gerbong tempat duduk nya. Tiba tiba,


“Kaito kun....” Teriak Reina, Marin, Yuka, Chisato dan Airi.


“Kaito sama...” Teriak Fumiko.


“Kaito....” Teriak Nagisa.


“Onii chaaaan....” Teriak Emi.


Ke delapan nya langsung menerjang Kaito sampai jatuh dan langsung bercerita kalau mereka semua takut sekali dengan kejadian barusan sampai menitikkan air mata. Melihat ke delapan nya seperti itu, Kaito malah menjadi sedikit takut,


“Halah...bohong....mereka terlihat bersenang senang tadi....nee san, kemampuan mereka hanya satu, pandai acting di depan ku.....aku harus hati hati kedepannya.” Ujar Kaito.


[Semoga mereka bisa melahirkan anak laki laki yang sehat]


“Diam CATS....diam.....”

__ADS_1


__ADS_2