C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 6


__ADS_3

Kaito kembali ke kelasnya karena sebenarnya kelas sudah masuk lagi. Kaito berjalan lemas sambil melirik ke bawah sedikit, Yuka terlihat ceria dan berjalan sambil sedikit melompat lompat.


“Jadi Minami san, apa yang harus ku turu....”


Belum selesai Kaito bicara, mulutnya di tutup oleh jari Yuka yang tersenyum manis di depan nya, kemudian dia terlihat berpikir sedikit dan menoleh.


“Untuk pertama, panggil aku Yuka hehe..... “


“Haaaah....baik Yuka san....”


“Oi...chan bukan san....”


“Iya iya Yuka chan.....”


“Hehe bagus...aku ke kelas dulu ya....oh line mu sini....”


Kaito langsung mengeluarkan smartphone nya dan menempelkannya ke smartphone Yuka. “Dlung.” Yuka mengirim emoticon smile berjempol besar.


“Bye bye Kaito kun....hehehe....” Yuka langsung berlari masuk ke kelasnya.


“Aku cape......” Ujar Kaito.


Kaito melangkah masuk ke dalam kelasnya, sensei menegurnya dan dia minta maaf dengan alasan ke kamar mandi. Dia langsung duduk di kursi nya tanpa menunda lagi dan membuka buku pelajaran nya. “Dlung.” Sebuah pesan masuk ke dalam smartphone nya, setelah di lihat ternyata pesan line dari Yuka yang isinya,


“Pulang sekolah ke lapangan atletik ya....”


“Iya.....” Balas Kaito.


“Sip, ku tunggu.....” Balas Yuka lagi.


“Apa lagi nih....” Pikir Kaito.


****


Pulang sekolah, Kaito langsung menuju ke lapangan atletik, dia melihat Yuka sudah di sana dan sepertinya dia mencari sesuatu di tepi lapangan. Kaito berjalan mendekatinya.


“Ada apa Yuka san ?” Tanya Kaito.


“Chan.....”


“Ah...iya...Yuka...chan....ada apa ?” Tanya Kaito lagi.


“Bantuin aku cari kunci rumah ku ya.....”


“Oh ok...aku bantu...”


Kaito langsung menggunakan skill search area untuk melihat sekitar, pandangan matanya langsung seperti radar dan dia menjadi lebih peka dari biasanya. Dia mulai mencari sekeliling, ternyata banyak benda yang ada di lapangan. Ketika dia melihat ke arah track untuk lari, dia melihat sesuatu yang berkilau, Kaito langsung berlari menghampiri kilauan yang di lihat berada di tengah track untuk lari itu. Ketika sampai ke depan kilau cahaya itu, dia melihat sebuah kunci yang menggunakan gantungan kunci tokoh anime berbentuk robot kucing dari masa depan. Kaito mengambilnya dan menoleh, tapi ketika Kaito menoleh ada sebuah titik merah di rerumputan dekat dinding dan sangat dekat dengan Yuka yang sedang mencari di daerah rerumputan. Kaito menghampiri titik merah itu dan Yuka juga bergeser persis di sebelah titik merah yang dilihatnya, begitu sudah mendekat, ternyata titik merah itu adalah seekor ular yang sudah menganga melihat Yuka berada di dekatnya,


“Yuka chan...awas.....” Teriak Kaito.


Ular itu melompat menerkam Yuka yang kaget, tapi Kaito langsung menangkap ekor ular itu dan melemparnya sejauh mungkin. Kemudian Kaito langsung menghampiri Yuka,


“Kamu ga apa apa kan Yuka chan ?” Tanya Kaito.


“Ti..tidak apa apa....terima kasih Kaito kun....” Jawab Yuka yang masih tertegun dan deg degan karena melihat apa yang baru saja terjadi.


“Oh ini...kunci mu kan ?” Tanya Kaito sambil memberikan kunci ke tangan Yuka.


“I..iya benar....terima kasih Kaito kun...ketemu di mana ?” Tanya Yuka.


“Di tengah lapangan, ok sudah ya....aku mau pulang....sampai besok Yuka chan.”


“I...iya....sampai besok Kaito kun.....” Yuka terbengong melihat Kaito yang berlari pergi dan semakin menjauh.


Setelah Kaito sudah jauh, barulah Yuka sadar, dia melihat sekeliling dan melihat kunci yang sudah ada di tangan nya.


“Ah....aku melepaskan dia....huuuuuh.....”


****


Sementara itu, Kaito berjalan menuju stasiun sendirian, sebab Reina sudah bilang ada rapat dengan student councilnya dan menyuruh Kaito pulang duluan. Kaito melangkah masuk ke dalam stasiun, dia langsung masuk ke dalam kereta, karena berdesakan dia langsung menerobos masuk. Begitu di dalam Kaito langsung bernafas lega dan dia berdiri memegang pegangan di atas nya. Ketika dia menoleh, dia melihat gadis yang pernah mengambil uangnya, dia sedang berusaha mengambil uang dari orang lain yang kebetulan siswa juga.


“Hmmm ga kapok kapok ya tuh orang...”


Akhirnya Kaito bergeser sedikit, dia melihat Suzu berhasil mengambil dompet dari tas siswa di depan nya, kemudian menaruhnya di kantung nya. Kaito langsung menggunakan skill pickpocketnya dan mengambil dompet itu di kantung nya, kemudian dia menyentuh pundak siswa itu,


“Maaf tapi dompetmu jatuh....” Ujar Kaito.


“Oh terima kasih....aku benar benar berterima kasih...” Ujar siswa itu yang langsung memasukkan dompet ke tas dan mendekap tasnya di depan.


Suzu yang di belakang nya tidak menyadari kalau dompet itu berasal dari kantung nya sampai dia meraba kantung nya. Barulah dia menyadari kalau dompet yang di kembalikan Kaito adalah dompet yang sama dengan dompet yang ada di kantung nya. Dia langsung menoleh mencari Kaito, karena Kaito tidak ada, dia langsung berjalan ke gerbong sebelah, padahal Kaito berdiri persis di sebelah nya, menyamar sebagai pria paruh baya yang sedikit gemuk.


“Hehehe...rasain....” Ujar Kaito.

__ADS_1


[Kaito sama\, apa dia mau di tangkap ?] [Yes] [No]


“Jelas No.....jangan macam macam, kalau mau tangkap sesuatu aku kabari, ikan memang enak tapi tidak semuanya bisa di makan, jangan sembarang tangkap, ngerti ?” Balas Kaito di kepalanya.


[Affirmative]


Tiba tiba pundaknya di sentuh pakai jari oleh seseorang, Kaito menoleh dan melihat Suzu menyentuh nya, rupanya Suzu kembali lagi dari gerbong sebelah.


“Ossan, lihat anak muda yang berambut perak panjang tidak ?” Tanya Suzu.


“Maaf aku tadi tidur, jadi tidak lihat....” Jawab Kaito yang menyamar.


“Makasih ossan....” Suzu kembali pergi.


Kaito bernafas lega, dia langsung memperingati CATS, jangan mengeluarkan apa apa, seperti bau atau cara lain nya sebab dia tidak mau. Akhirnya kereta berhenti di stasiun tujuan Kaito, langsung saja Kaito turun dan keluar dari stasiun, setelah dia memastikan Suzu tidak mengikutinya dan bahkan dia sampai menggunakan search area kemudian menginput nama Igarashi Suzuno yang dia baca dari sejarah quest. Ketika dia sudah yakin semua aman, dia langsung berubah ke wujud asli nya, kemudian dia berjalan menelusuri pertokoan untuk kembali ke rumah nya. Tapi ketika dia belok ke jalan depan toko nya, dia melihat Marin ada di depan toko nya.


“Loh kok dia tahu alamat ku ?” Tanya Kaito di kepalanya.


[Karena tadi dia tanya dan ku beritahu.]


“Hah...kamu bisa bicara dengan nya CATS ?” Tanya Kaito.


[Tidak, aku mendengar isi hatinya di kelas dan aku menjatuhkan kartu pelajar baru Kaito sama]


“Gah...sudah kubilang kalau ada apa apa tanya dulu....haduuuuh. Ampun.”


Akhirnya Kaito berjalan menuju tokonya, Marin yang melihat nya langsung menghampiri nya, kemudian dia ikut pulang bersama Kaito. Begitu di depan toko, Kaito mencoba membuka pintu. “Grek.” Pintu nya terkunci, dia melihat kedalam dan di dalam kosong.


“Loh nee san pergi ya ?” Tanya Kaito.


[Aku bilang pada nya akan ada tamu, jadi sekarang dia menginap di rumah teman nya]


“Haaaaaah.....” Balas Kaito.


Kaito mengambil kunci dari tasnya dan masuk ke dalam toko, kemudian dia langsung bersiap membuka toko nya.


“Wow...ini toko mu ya Kaito kun..keren.” Ujar Marin.


“Iya, lalu kamu kesini mau ngapain Marin san....” Ujar Kaito.


“Ah tidak, aku hanya ingin main saja, boleh duduk ?” Tanya Marin.


“Silahkan....” Jawab Kaito.


Kaito dengan gamblang menjelaskan satu persatu barang antik yang ada di sana, sambil menyajikan kopi yang dia ambil dari atas untuk persediaan dia sendiri di bawah. Marin kagum karena Kaito bisa mengerti barang barang yang sudah melebihi umurnya, tapi sebenarnya, yang menjelaskan semua itu adalah CATS yang memberitahu Kaito di kepalanya. Akhirnya Kaito duduk di sofa yang ada di sebrang Marin dan mereka berdua bersama minum kopinya.


“Baiklah aku sudah putuskan.....aku mau kerja part time di sini....”


“Pruuuuuut.....” Kaito menyemburkan kopinya mendengar ucapan Marin. Setelah membersihkan mulut dan menaruh cangkir kopinya. Dia langsung melihat kepada Marin di depan nya yang sedang melihat nya dengan heran.


“Marin san, ini toko barang antik, pelanggan nya saja bisa setahun cuma 1 orang, buat apa di sini punya pekerja part time.” Ujar Kaito.


“Trus kenapa ? aku tidak di gaji tidak apa apa kok, aku masih punya pemasukan dari pemotretan.”


“Duh....coba nanti.....”


“Kenapa tidak, kalau dia mau biarkan saja Kaito, gimana sih kamu.”


Kaito langsung menoleh dan melihat Kiyoko sedang berdiri di depan pintu, Kaito langsung berdiri.


“Katanya nee san menginap ?” Tanya Kaito.


“Iya ada perlu sama kamu sebentar....” Jawab Kiyoko sambil masuk ke dalam.


Marin langsung berdiri di depan Kiyoko dan menunduk sambil menjulurkan tangannya.


“Namaku Shiroko Marin, panggil saja Marin, salam kenal onee sama....”


“Wah Marin chan ya....salam kenal, namaku Nekowari Kiyoko, anee nya Nekowari Kaito, salam kenal Marin chan....” Ujar Kiyoko sambil menjabat tangannya.


Kemudian Kiyoko menoleh melihat Kaito dan langsung menjewernya, Kaito yang bingung langsung bertanya,


“Aduh kenapa nee san......”


“Bukankah aku sudah bilang jangan pakai 1000 face....oi masuklah....” Ujar Kiyoko.


Kaito yang di jewer menoleh dan melihat Yuka masuk ke dalam toko. Ternyata Yuka bisa menyusul Kaito dan mengikutinya tapi kehilangan jejak nya karena Kaito berubah menjadi ossan di dalam kereta tadi. Akhirnya dia bertemu Kiyoko di kereta dan kemudian Kiyoko membawa Yuka ke toko.


“Loh Yuka chan ? kok kesini ?” Tanya Marin.


“Hehe maaf, aku tadi mengikuti Kaito kun dan aku kehilangan dia, untung ketemu anego.” Jawab Yuka.


“Kok nee san bisa......”

__ADS_1


Belum selesai Kaito bicara, Kiyoko menutup mulut nya dan langsung mendekatkan kepalanya ke telinga Kaito.


“CATS yang memberitahuku....payah kamu.” Ujar Kiyoko berbisik.


“Oooooo begitu.......awas kamu CATS.” Balas Kaito.


[Kaito sama tadi bilang jangan mengeluarkan apa apa, jadi aku diam.]


Kaito tidak tahu harus berkata apa lagi, dia menarik nafas panjang, akhirnya dia menyuruh Yuka duduk dan bersiap untuk menghidangkan kopi.


“Sudah ya, aku pergi, oh kalau mau part time boleh, di gaji....” Ujar Kiyoko sambil melangkah keluar.


Mendengar ucapan Kiyoko, Marin langsung berdiri dan menunduk kepada Kiyoko.


“Terima kasih onee sama....” Ujar Marin.


“Hooo rupanya Marin chan mau kerja part time di sini.....hmmm boleh juga. Aku juga deh anego.” Tambah Yuka.


“Ok nanti tinggal bilang saja berapa orang, dah Kaito, jaga toko ya, aku pergi....” Kiyoko langsung pergi.


Kaito tidak sempat bicara apa apa, karena dia sedang menuangkan kopi untuk Yuka, sementara itu, Marin mulai bertanya tanya kepada Yuka sebab dia heran kenapa Yuka bisa kenal dengan Kaito. Yuka mengatakan dia memang sebelum nya sudah kenal Kaito tapi masih dalam wujud sebelum nya yang berambut mangkuk karena teman sekelas waktu smp dan kebetulan bertemu waktu sma.


“Tapi tidak sangka ya, pria yang dulu kecil kurus kalau pakai baju kebesaran jadi seperti itu hehehe...” Ujar Yuka.


“Yah begitulah, jangan jangan Yuka chan.....” Marin mulai curiga.


“Oh tidak, aku hanya teman, tapi kalau bisa lebih apa salah nya hehehe....”


“Yuka chan, kamu kan ada kegiatan club, memang bisa kerja part time di sini ?” Tanya Marin yang mulai ingin mengusir Yuka.


“Tidak masalah, karena aku ace di sekolah, aku latihan hanya hari minggu, sisanya aku bebas.....jadi aku bisa di sini setiap hari, kenapa memang nya Marin chan ?” Tantang Yuka.


Keduanya mulai saling melihat dan memandang dengan tajam. “Cklung.” Tiba tiba pintu di buka, semuanya menoleh kearah pintu.


“Um...permisi, aku mau menjual vas antik peninggalan leluhur bisa ? aku dengar di sini tempatnya.” Seorang nenek masuk ke dalam.


“Silahkan duduk baasan....” Ujar Marin langsung mempersilahkan nenek itu.


“Terima kasih.....wah pekerja di sini cantik cantik ya...” Ujar nenek itu.


“Ah bisa saja baasan.” Balas Yuka.


Kaito keluar dan membawa dua buah cangkir berisi kopi, dia memberikan Yuka secangkir dan menghidangkan kopi kepada nenek di depan nya. Kaito langsung duduk di depan nenek yang membawa sebuah benda yang di tutupi oleh kain kemudian meletakkan nya di meja.


“Ada yang bisa ku bantu baasan ?” Tanya Kaito.


“Aku mau menjual vas antik ini, kira kira bisa dapat berapa ?” Tanya nenek itu.


“Coba ku lihat nek....”


Kaito membuka bungkusan yang di letakkan nenek itu di meja. Ketika di buka, vas itu sangat indah seperti terbuat dari batu giok yang halus dan sudah nampak sangat kuno.


“CATS, gimana cara menilainya ?” Tanya Kaito.


[Belajar skill appraisal level 1\, harga 500.000 G ?] [yes][no]


Kaito langsung menekan yes, uangnya yang berada di dalam safety box menguap sebanyak 500.000 G tapi dia mendapat skill baru appraisal level 1 dan langsung menggunakan nya. Matanya langsung bisa memilah dan menilai harga dari barang antik di depan nya itu.


“Um...baasan, ini bukan barang asli, memang nampak seperti asli, tapi warna hijau yang asli lebih hijau tua dan ulirnya lebih bervariatif karena proses pembuatan nya yang menggunakan tangan, lalu di vas ini juga ada kode produksi di dalam nya dan tidak bisa di lihat hanya dari mata. Jadi mohon maaf kami tidak bisa membelinya.” Ujar Kaito sambil menunduk.


“Aduh sayang sekali, baiklah aku bawa pulang lagi, nanti kalau aku ada barang lain boleh ya aku bawa ke sini.” Ujar nenek itu.


“Boleh baasan, silahkan saja asal jangan melewati waktu tutup ya.”


“Baik, terima kasih ya, permisi....”


Kemudian Kaito mengantar nenek itu ke pintu dan menyalami nya, nenek itu pergi dengan senang walau dia tidak jadi menjual barang nya, ketika Kaito menutup pintu dan menoleh, dia melihat Marin dan Yuka melihatnya dengan mata berbinar dan wajah penuh kekaguman.


“Um....ya kalau mau part time harus bisa seperti barusan hehe.” Ujar Kaito.


Keduanya langsung berlari dan mendekati Kaito, kemudian mereka langsung menggandeng tangan Kaito.


“Ajarin.....” Ujar keduanya.


“Um...di balik meja kasir kan ada meja panjang yang isi nya banyak buku buku, belajar saja dari situ....” Ujar Kaito.


Keduanya langsung ke balik meja kasih dan duduk di sana sambil membaca baca buku di sana.


“Hehe aku pakai cheat kaleeee....maaf.” Ujar Kaito dalam hati.


Kemudian Kaito berjalan kembali ke meja dan membawa kopi bekas nenek tadi ke belakang sekalian mencuci cangkirnya. Tak lama kemudian, “Cklung.” Pintu toko kembali di buka,


“Selamat datang.....” Marin dan Yuka berdiri menyambut tamu.

__ADS_1


“Loh....kenapa kalian berdua ada di sini ?” Tanya Reina yang baru saja datang.


__ADS_2