C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 22


__ADS_3

Dua minggu kemudian, sejak pertemuan itu, Emi terus datang ke toko Kaito sepulang sekolah, dia membantu menjaga toko bersama Reina, Marin, Yuka, Fumiko. Kemudian dia juga membantu Chitose di lantai 2 dan ikut bersama Chitose kalau dia di panggil oleh Hana, bahkan Emi terkadang menjemput Nagisa dan Airi yang sedang latihan atau pentas sekaligus bertindak sebagai pengawal, walau kadang membuat keduanya risih. Emi menjadi akrab kembali dengan Kaito dan sudah menerima wujud asli Kaito serta siapa Kaito sebenarnya, dia berjanji tidak akan membocorkan nya. Sampai hari ini, pas weekend, ada mobil datang dan parkir di depan toko. Seorang wanita paruh baya turun dari mobil dan “Cklung.” Dia membuka pintu toko,


“Selamat datang.” Sambut Reina, Marin dan Yuka.


“Um...maaf mau tanya, Emi ada di sini ga ?” Tanya Mai.


“Sebentar obasan, aku panggilkan, dia sedang di lantai 4 sama Kaito kun....” Jawab Marin yang langsung berdiri.


“Kaito kun ?” Mai mulai curiga, dia langsung mengeluarkan smartphone nya.


“Um...kenapa obasan ?” Tanya Reina yang melihat wajah Mai berubah.


“Kaito kun itu....anak ini bukan ya ?” Tanya nya sambil menunjukkan smartphone nya.


Reina dan Yuka melihat foto Kaito dalam wujud otaku nya di dalam smartphone milik Mai. Reina dan Yuka saling menoleh dan berbisik,


“Um...bukan obasan....” Jawab Yuka.


“Kaito kun yang ini teman seangkatan kami di sekolah...” Ujar Reina sambil menunjuk fotonya.


“Betul, sedangkan Kaito kun yang disini adalah pemilik toko ini....” Tambah Yuka.


“Hmm begitu ya....” Ujar Mai.


Tak lama kemudian, Marin turun bersama Emi dan Kaito ke bawah, begitu sampai di bawah,


“Loh mama, kenapa di sini ?” Tanya Emi.


Mai melihat Emi yang memakai liontin yang baru saja di berikan oleh Kaito, kemudian dia menoleh melihat Reina, Yuka dan Marin yang baru turun memakai liontin yang sama di tambah cincin di jari mereka. Kemudian “Cklung.” Chisato masuk ke dalam toko karena dia baru pulang, Mai menoleh dan melihat Chisato juga memakai liontin dan cincin yang sama.


“Maaf nih, tapi saya jadi penasaran, apa hubungan kalian dengan dia ?” Tanya Mai sambil menunjuk Kaito yang memakai wujud asli nya.


Di tanya seperti itu, tentu saja ke empat nya tidak berani menjawab sembarangan, akhirnya Kaito yang menjawab nya,


“Reina san, Marin san dan Yuka san pegawai paruh waktu ku, sedangkan Chi san, kantornya berada di atas obasan.” Jawab Kaito.


“Saya tidak tanya kamu, saya tanya mereka, pegawai tidak mungkin pakai cincin berlian perkawinan seperti itu kan ? tolong di jawab.” Ujar Mai.


“Mama apa apaan sih, jangan begitu ma....” Balas Emi.


Tak lama kemudian, Fumiko keluar menyediakan teh, kembali Mai melihat Fumiko juga memakai cincin dan liontin.


“Sudahlah, kalau kalian tidak mau menjawab tidak apa apa....ayo Emi, kita pulang.”


Mai langsung berdiri dan menarik lengan Emi untuk keluar dari toko. Emi yang kaget tentu saja beronta,


“Apa apaan sih mama....kenapa kalau aku di sini dengan onii chan....mama saja pulang sendiri...” Teriak Emi sambil menarik lengan nya sendiri dari pegangan Mai.


“Cklung.” Nagisa dan Airi yang baru pulang dari latihan masuk ke dalam toko, Mai kembali melihat jari bercincin dan liontin yang sama. Dia langsung menerobos masuk dan menghampiri Kaito.


“Heh, kamu jangan coba coba merayu Emi anakku untuk di jadikan koleksi mu ya...aku tidak akan terima....” Teriak Mai di depan Kaito.


“Eh...aku.....” Kaito merasa bingung untuk menjawab nya.


“Tch...obasan, kenapa buat keributan di sini...bukan salah dia, kami semua yang mau bersama nya, apa hak obasan melarang kami hah ?” Tanya Nagisa yang memegang pundak Mai.


“Hah...jangan mentang mentang kamu terkenal bisa seenak nya ya, lepas....” Teriak Mai.


“Obasan, kita di sini tidak ada yang main main, jadi tolong hargai kami...” Tambah Airi.


“Diam, kamu idol tahu apa, kerjamu hanya lompat lompat di atas panggung....sudah, aku mau pulang, Emi, kalau kamu masih mau di sini, kamu bukan anak mama lagi.” Teriak Mai.


“Hanya untuk info nih obasan, hari ini aku sudah berhenti jadi idol, hanya tinggal 1 konser terakhir, jadi jangan bicara sembarangan obasan.....” Teriak Airi yang marah dan sudah maju menghanpiri Mai.


“Sudah Airi chan....sudah......” Chisato memegangi Airi yang sudah hampir mengamuk.

__ADS_1


Akhirnya Mai keluar dari toko dan membanting pintunya, Emi juga pamit dan keluar bersama Mai untuk bicara lagi dengan nya. Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko duduk memutari meja, mereka diam saja, Kaito berdiri di dekat register melihat mereka yang sedang melepas emosinya. Akhirnya Kaito menghampiri semuanya,


“Sudahlah tidak usah di pikirkan, karakter mama angkat ku memang seperti itu, sekarang kita mau makan apa ? bagaimana kalau kita ke restoran yakiniku di ujung pertokoan ?” Ajak Kaito.


“Tapi kasihan Emi chan.....selama dia di sini, dia selalu ceria dan bekerja dengan sekuat tenaga.” Ujar Yuka.


“Benar, kadang aku tidak minta di jemput saja, dia sukarela menjemputku takut ada stalker seperti waktu itu katanya....” Tambah Airi.


“Apa yang bisa kita lakukan buat Emi chan ya.....” Tambah Fumiko.


“Saat ini tidak bisa kita tidak bisa berbuat apa apa, semua keputusan ada di tangan Emi chan, sudah yu, kita makan dulu....” Ajak Kaito lagi.


Akhirnya mereka semua keluar dan berjalan menuju restoran yakiniku di ujung jalan pertokoan.


****


Dua hari setelah nya, sepulang sekolah, ketika Kaito, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko pulang dari sekolah, mereka melihat Emi sedang jongkok di depan toko dan membawa koper yang besar. Mereka menjadi sedikit heran melihat nya dan langsung menghampiri nya. Kaito langsung membuka pintu tokonya dan mempersilahkan Emi masuk ke dalam bersama yang lain. Begitu duduk di dalam, Emi langsung menangis, dia bilang dia terpaksa pergi dari rumah, karena mamanya menjodohkan dia dengan anak koleganya walau dia tidak mau, semua langsung menghiburnya, setelah tenang, Emi menoleh pada Kaito,


“Onii chan....kasih aku cincin juga....aku lebih baik di sini bersama para onee chan dan jadi istrimu.....”


“Hah...kamu bicara apa Emi.....mana bisa aku menganggap kamu yang lain selain adik.”


“Onii chan....tidak sayang sama aku ? padahal aku senang loh bersama onii chan yang sudah terpisah dengan ku selama 5 tahun dan aku sudah menganggap onii chan sebagai pria juga.” Ujar Emi.


Nagisa berdiri, dia langsung menghampiri Kaito dan mendorong nya ke dinding, kemudian dia memukul dinding persis di sebelah kepala Kaito.


“Hoi, kamu anggap dia sebagai apa itu tidak penting, yang penting niat dia yang kabur ke sini demi supaya bisa bersama kamu...mana cincin nya, aku yang berikan....” Ujar Nagisa di depan wajah Kaito sambil tersenyum garang.


“Kali ini aku setuju sama prince, Kaito sama, semua yang ada di sini mau bersama dengan mu, termasuk adik angkat mu Emi chan....lagipula kalau saudara angkat, kalian bukan saudara kandung, jadi tidak masalah.” Tambah Fumiko.


“Paisen benar Kaito kun, kamu tidak boleh mundur, lihat, dia menentang keluarganya demi kesini, bersama kita semua.” Tambah Yuka.


“Ayo keluarkan cincin nya, kita tahu kok dia punya dan sudah di namai juga...” Ujar Marin.


“Aku jadi sedikit kecewa dengan mu Kaito kun, kamu jangan mementingkan pendapat mu dalam hal ini.....” Tambah Reina.


“Yap, aku memang tidak ikut menekan mu, tapi aku setuju dengan mereka semua....jadi menyerahlah.” Ujar Chisato sambil menyeruput kopi dan duduk dengan tenang di sofa.


“Haaaaaah....ya sudah, sebentar, aku ambil dulu di basement.....” Ujar Kaito yang langsung berbalik masuk ke dalam.


Karena merasa menang, semuanya langsung bersorak kegirangan. Emi juga menjadi senang melihat nya, kemudian Reina, Marin dan Airi menarik Emi ke lantai 3 untuk memilih kamar dari 3 kamar yang tersisa. Setelah itu, Kaito memberikan cincin pada Emi dan di saksikan semuanya sambil bertepuk tangan. Tapi tiba tiba ada dua mobil berhenti mendadak di depan toko, mobil di depan adalah Mai yang turun dengan garang, di belakang nya turun sepasang suami istri dan seorang anak muda berpakaian bagus dan rapi. “Cklung.” Mereka semua langsung masuk ke toko.


“Emi, kamu benar benar keterlaluan, sudah mama bilang tunggu di rumah nanti di jemput, kamu malah disini....” Teriak Mai.


“Aku tidak mau pulang, aku tetap di sini....lihat mah, aku sudah jadi salah satu dari mereka...” Ujar Emi sambil memperlihatkan cincin nya.


“Apa....hei brengsek, kamu berani sekali merayu anak ku ya.....” Teriak Mai sambil menghampiri Kaito.


“Diam mama.....siapa mereka, kenapa mama bawa mereka ke toko ku ?” Tanya Kaito.


“Apa ? kamu panggil aku apa ? mama ?” Tanya Mai.


“Ya, aku anak mu, anak yang kamu tinggalkan di rumah sendirian....namaku Tanaka Kaito, paham ma ?” Tanya Kaito.


Mai langsung terdiam, dia menoleh melihat Emi yang sudah tahu kalau Kaito adalah onii chan nya. Kemudian dia menoleh melihat sepasang suami istri yang dia bawa masuk. Tapi,


“Ternyata kamu......” Teriak Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko.


“Loh....kenapa kalian semua di sini....siswi siswi terpopuler di sekolah....?” Tanya pemuda yang bersama dengan sepasang suami istri itu.


Chisato, Nagisa dan Fumiko langsung maju menghampiri pemuda itu, mereka menunduk di depan pasangan suami istri itu dan melihat tajam ke pemuda itu.


“Ossan dan obasan papa mamanya Mitsui ? boleh kita bicara ?” Tanya Nagisa.


“Banyak yang kita mau bicarakan kepada kalian tentang kelakuan Mitusi kepada kami, tolong di ijinkan....” Tambah Fumiko.

__ADS_1


“Dan kamu Mitsui, tunggu ya di sini....kami mau bicara dengan papa mama mu...kalian berempat yang juga korban dari Mitsui ayo naik ke kantor ku.” Tambah Chisato.


“Siap....” Teriak Reina, Marin, Yuka dan Airi.


“Jangaaaan.....papa..mama...kita pergi dari sini, aku tidak mau di jodohkan....ayo cepat papa...mama.....”


“Kamu dengar ya Mai san, anak ku rupanya tidak mau, jadi maaf sekali ya....” Pasangan suami istri itu menunduk.


Kemudian mereka keluar dari toko bersamam Mitsui dan pergi. Mai yang melihat nya menjadi lemas dan terduduk di sofa, kemudian Kaito memberi kode pada Reina supaya membawa Emi ke atas bersama yang lain. Akhirnya setelah semua naik ke atas,


“Mama, aku kenal pemuda tadi, dia tidak baik, dia hampir mencelakai Marin, mencuri liontin peninggalan mama nya Reina dan lainnya. Memang dia populer di sekolah tapi sifatnya itu tidak bagus, coba bayangkan kalau dia sampai jadi dengan Emi.....” Ujar Kaito.


“Huh....kamu memang sama seperti papa mu....” Balas Mai.


“Papa sudah pulang di rumah, sekarang rumah tidak jadi di sita....tapi aku sudah tidak tahu kabarnya lagi....” Balas Kaito.


“Hah....bukan dia, yang ku maksud papa mu itu adalah Nekowari Kiyotaka....aku juga salah satu dari istrinya dari total 15 istri, makanya aku tahu kamu itu sama dengan nya. Hanya saja aku tidak punya anak dari nya, Emi itu anak papa angkat mu, jadi tidak ada hubungan sama sekali dengan mu. Waktu itu, Kiyoko menitipkan kamu kepada ku, sekarang kamu sudah paham ?” Tanya Mai.


Kaito langsung memegang kepalanya dengan kedua tangan nya. Tak di sangka, mama angkat nya adalah salah satu istri dari papa sebenarnya.


“Berarti mama kenal dengan mama yang melahirkan aku dong ?” Tanya Kaito.


“Tentu saja kenal, kita semua berpencar ketika Kiyotaka san meninggal dan menempuh hidup masing masing, tapi ada satu gadis di atas yang mirip dengan salah satu istri papa mu, tapi mama yakin bukan anak papa mu.” Ujar Mai.


“Yang mana ma ?” Tanya Kaito.


“Maaf, yang mananya mama tidak bisa memberitahu mu karena ketika kita ber lima belas berpencar, kita berjanji menutup jati diri kita semua sebagai mantan istri dari Kiyotaka san dan tidak saling berhubungan, alasannya karena waktu itu kita di incar oleh sebuah sekte rahasia yang mau membunuh anak laki laki Nekowari yang baru lahir. Demi menyelamatkan kita ber lima belas dan anak anak nya, Kiyotaka san menghadapi organisasi itu sendirian dan terbunuh. Kiyoko tahu soal ini, kamu harus minta penjelasan dari dia, dia anak pertama yang lahir dan dia melihat semuanya. Dan satu lagi, tolong berhati hati, sekarang Emi sudah bersama mu, walau dia bisa bela diri, tapi tetap dia masih kecil, tolong jaga dia.”


“Tapi kata nee san, yang mengincarku adalah keluarga dari mama mama semuanya kan ?” Tanya Kaito.


“Memang benar, keluarga kita semua memang bekerjasama dengan sekte rahasia itu termasuk papa ku, makanya  kita diam dan tidak bergerak, kita hanya bisa bekerja sama untuk melindungi Kiyotaka san, tapi semua berubah ketika beberapa dari kita memiliki anak. Sudahlah, aku harus pergi, aku tidak mau ada yang melihat aku berhubungan dengan mu lagi, aku menghindar supaya kamu, Emi dan yang lainnya aman, tolong mengerti.....” Ujar Mai.


“Sebenarnya aku masih banyak yang mau di tanyakan......tapi aku mengerti ma.” Balas Kaito.


“Baiklah, mama pergi.....tolong jaga Emi ya....bilang sama dia, kalau dia mau pulang silahkan saja, pintu selalu terbuka....mama pergi ya....” Ujar Mai sambil berdiri dan kemudian berjalan keluar toko.


Kaito duduk terdiam dan tidak bergerak di sofa, dia berpikir sebenarnya ada apa di keluarganya, akhirnya dia benar benar bertemu dengan salah satu mama nya. Kemudian dia mengambil smartphone nya dan menelpon Kiyoko, tapi Kiyoko tidak mengangkat telepon nya. Dia mengirim pesan supaya Kiyoko membacanya nanti dan menelpon nya kembali.


“CATS, sebenarnya apa yang terjadi di keluarga ku ini ?” Tanya Kaito di kepala nya.


[Semua yang di katakan barusan benar, aku tidak bisa mengatakan detailnya, karena perintah dari Nekowari Kiyoko untuk tidak boleh mengatakan apapun pada Kaito sama selain untuk membantu]


“Nee san.....kenapa dia merahasiakan hal sepenting ini dari ku.”


[Ada satu orang lagi yang mengetahui semua ini....Urushi Hana yang nama sebenarnya Nekowari Hana, anak kedua dari Nekowari Kiyotaka]


“Apa ? Hana nee san juga anak papa ?” Tanya Kaito.


[Benar, dia lahir hanya berbeda beberapa hari saja setelah Nekowari Kiyoko dari seorang istri Nekowari Kiyotaka]


“Pantas dia bilang dia kenal Kiyoko nee san dari kecil dan juga kenal dengan mu CATS....” Gumam Kaito.


[Temui saja dia, tapi mungkin dia juga sudah di beritahu Nekowari Kiyoko untuk tidak bercerita kepada mu dan melindungi mu dari jauh]


“Aku mengerti, mereka pasti kompak, satu lagi CATS, tadi mama bilang ada salah satu dari gadis di atas yang mirip seperti salah satu mama ku, yang mana ?” Tanya Kaito.


[Maaf aku tidak bisa mengatakan nya, tapi aku bisa memberi petunjuk, dia adalah wanita yang pertama kali menegur mu ketika masuk ke sma]


“Hmm aku tahu...berarti kalau aku menemui orang tuanya semua akan jelas....” Ujar Kaito.


[Affirmative]


Kaito langsung berdiri dan berjalan naik, sebelum menemui Hana, dia berniat menemui salah satu mama nya lagi. Dia langsung menghampiri para gadis yang sedang duduk di kantor Chisato. Kaito membuka pintu nya dan masuk ke dalam,


“Marin san, bisa kita ketemu orang tua mu sekarang ?” Tanya Kaito.

__ADS_1


“Haaaaaaaaah....” Teriak Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko dan sekarang di tambah Emi.


__ADS_2