C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 13


__ADS_3

Kemarin, sewaktu Kaito sedang mengganti sepatunya dan bersiap untuk pulang bersama ke empatnya,


[Dling]


[Quest di terima]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Quest         : Pertujukan harus berlangsung.


Desciption : Membebaskan pemeran Romeo dari penculikan dan antar kemebali ke grup theater nya.


Target        : Grup theater saingan.


Location    : Grand Theater pusat kota.


Reward      : 13.000.000 G | 3.500 xp


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Um...semuanya, aku duluan, barusan ada yang mau jual barang antik tapi dia sakit dan minta aku ke rumah nya. Kalian duluan saja, aku hanya sebentar.” Ujar Kaito.


“Ok..serahkan pada kami....cepat pulang ya.” Ujar Marin.


Kaito langsung berlari keluar, setelah tidak ada siapa siapa, dia langsung menghilang dan berganti pakaian. Dia menembakkan grappler nya untuk naik ke atas gedung, kemudian melakukan parkour di tambah lightning speed sampai tempat tujuan nya. Ketika sampai di atap gedung theater, dia mencari jalan untuk masuk ke dalam, kemudian dia melihat pipa udara dan langsung meluncur masuk ke dalam. Kemudian dia mencari seisi gedung dengan search area selagi di dalam pipa, dia mendeteksi ada seorang yang sedang di ikat di dalam ruang rahasia di dalam theater,


“Hmm berarti tujuan mereka menculik nya hanya supaya pertunjukan malam ini tidak berhasil....” Ujar Kaito di dalam kepalanya.


[Benar sekali, theater pesaing nya memang terkenal suka main kotor]


“Ok, ayo kita gagalkan rencana mereka diam diam.”


[Affirmative]


Kaito merayap di dalam saluran udara sampai ke ruang yang dia rasakan orang yang sedang di ikat tadi. Ketika sampai, dia turun secara diam diam, orang yang di ikat dan di baringkan menyamping di sudut ruangan melihat ke atas karena kisi kisi saluran udara tiba tiba terbuka.


“Ugh....ugh....” Dia berusaha bicara tapi tidak bisa karena mulut nya di ikat.


Kaito menampakkan dirinya dan memberinya kode supaya tidak bersuara, kemudian dengan pick lock dia melepaskan borgol tangan dan kaki nya, setelah itu dia minta orang itu berjanji tidak berteriak, kemudian dia melepaskan ikatan mulut nya.


“Tidak apa apa kan nii san ?” Tanya Kaito.


“Aku tidak apa apa, kamu siapa ?” Tanya pria yang di panggil nii san oleh Kaito.


“Bukan siapa siapa, diam di sini dulu ya....”


Pria itu mengangguk, Kaito mengamatinya, untuk ukuran pria, dia sangat cantik, tapi juga tampan, pikir Kaito. Akhirnya Kaito berdiri dan menggunakan x ray vision nya untuk melihat kondisi di depan ruangan. Ketika sudah di pastikan kosong, dia membawa pria itu keluar dari ruangan. Tapi langkah pria itu berisik, Kaito menoleh dan ternyata dia memakai hak tinggi.


“Um...nii san, lepas dulu sepatunya, soalnya menimbulkan suara.” Ujarnya.


“Ba..baiklah...”


Pria itu melepaskan sepatunya dan menenteng nya. Kemudian Kaito membawa dia keluar dari ruangan dan berjalan mengendap ngendap, tapi tiba tiba,


“Aw...” Teriak pria itu.


“Sssst....kenapa nii san ?”


“Kaki ku, seperti menginjak sesuatu....”


Kaito langsung memeriksanya, ternyata kaki nya tertusuk pecahan kaca dan dia tidak bisa berjalan. Akhirnya Kaito membalikkan badan nya dan jongkok di depan pria itu,


“Cepat naik nii san...” Ujar Kaito.


“I...iya....” Pria itu terlihat ragu ragu mau naik.


Tapi akhirnya dia naik ke punggung Kaito yang langsung berdiri melanjutkan perjalanan keluar dari theater. Tapi Kaito merasakan sesuatu di punggung nya,


“Hmm ? kok rasanya seperti Reina san, Marin san, Yuka san dan Airi san memeluk ku ya, mana mungkin ah, dia pria....” Pikir Kaito.


[.................]


Akhirnya mereka berhasil keluar dari theater dan Kaito langsung mengusap wajahnya menjadi seorang polisi yang sedang membawa pria itu di belakang nya.


“Kantor grup theaternya di mana nii san ?” Tanya Kaito.


“Oh lurus saja di depan....”


Setelah di tunjukkan oleh pria itu, Kaito berhasil mengantar pria itu ke kantor grup theaternya, tapi ketika dia menurunkan pria itu, pria itu langsung jatuh sambil memegang kakinya dengan wajah kesakitan.


“Gawat....aku tidak bisa ikut pertunjukkan dalam keadaan seperti ini...padahal malam ini penting, karena ada pejabat yang hadir dan di tayangkan di televisi. Aku harus bagaimana.” Ujar pria itu dengan sedih.


“Duh gimana ya ? ah.....jam berapa pertunjukkan nya ?” Tanya Kaito.


“Jam 7...kita sudah harus  siap 3 jam lagi.”

__ADS_1


“Aku ada ide....ikut aku nii san...”


Kaito langsung menyebrang jalan dan masuk ke dalam hotel di sebrang gedung kantor. Dia langsung menyewa satu kamar dan membawa pria itu masuk ke dalam kamar.


“Baiklah, nii san tunggu di sini.....” Ujar Kaito sambil meletakkan pria itu di ranjang.


Kemudian Kaito berdiri di depan pria itu dan mengusap wajah nya. Dia langsung berubah menjadi pria yang ada di depan nya, kemudian dia minta pria itu mengajarkan cara memainkan peran nya, Kaito berlatih di pandu oleh pria itu.


“Wow...kamu hebat....berniat jadi aktor theater ga ?” Tanya pria itu.


“Aku hanya membantu nii san....sudah ya aku pergi....” Kaito keluar kamar dengan wujud pria itu.


Tapi ada yang terjatuh dari kantung Kaito tanpa Kaito menyadari nya, pria itu langsung berjalan tertatih tatih mengambil benda yang terjatuh itu. Ternyata benda itu adalah kartu pelajar milik Kaito.


“Loh Fukutoshi private high school, kelas 1-2, Tanaka Kaito....sekolah yang sama dengan ku....hmmmm....aku bisa bertemu lagi dengan nya.” Ujar pria yang sebenarnya di pertanyakan dia pria atau wanita itu sambil tersenyum.


****


Jam 6:30, di belakang panggung. Kaito sudah siap memakai pakaian untuk pertunjukkan nya dengan wajah pria itu.


“Duh grogi....gawat nih kalau sampai keringatan....” Pikir Kaito.


[Serahkan pada ku Kaito sama, biar aku yang mengontrol mu, kamu cukup diam saja dan bersiap jika ada yang menyerang nanti.]


“Hooo baiklah, aku serahkan semuanya pada mu CATS.” Balas Kaito.


Kaito terus menunggu sambil melihat para pengunjung yang berdatangan dari balik tirai panggung. Tiba tiba pundak nya di pegang dari belakang,


“Nagisa, kita sudah siap, sebentar lagi mulai, kamu kesana dulu...”


“Baik pak....” Jawab Kaito menggunakan suara pria yang di panggil Nagisa itu.


Kaito menyingkir dari panggung dan turun melalui tangga. Dia bersiap siap di ruang aktor untuk sentuhan make up terakhir.


Jam 7:00, pertunjukan di mulai, Kaito yang menjadi pemeran utama, yaitu Romeo, berperan sangat baik dan memukau sampai para penonton tertegun melihat akting nya, tapi di akhir pertunjukkan dimana Juliet seharusnya bunuh diri di depan Romeo yang sudah terbaring, dari daerah di bawah panggung naik 2 orang pria berbadan besar yang berjalan ke arahnya seolah olah ikut berperan sebagai pasukan yang menemukan jenasah Romeo dan Juliet di akhir cerita,


[Siap siap Kaito sama, mereka berniat menjatuhkan mu]


Seorang pria besar itu sengaja membuat dirinya seakan akan terjatuh dan menerjang Kaito yang sedang terbaring di tengah panggung. Karena sudah tahu sebelum nya, Kaito bangun kemudian melompat sambil menggendong pemeran Juliet ala princess supaya tidak terkena terjangan pria itu, kemudian kedua pria besar itu mulai menyerang Kaito di tengah panggung walau pertunjukan masih berlangsung, mereka mengeluarkan pisau. Kaito yang tidak ingin menggagalkan pertunjukkan nya, menghindari tusukan pisau dan menyerang dengan kaki nya sebab dia sedang menggendong pemeran Juliet di tangannya. Ketika dia di serang dari kanan dan kiri bersamaan, Kaito melompat dan split di udara menendang wajah kedua orang itu yang membuat keduanya langsung jatuh. Polisi naik ke atas panggung dan mengaman kan keduanya, tapi para penonton langsung memberikan  standing applause karena pertunjukkan Romeo dan Julietnya memiliki ending bahagia, yaitu Romeo hidup lagi dan menggendong Juliet ala princess. Kaito menunduk dan menyapa para penonton sambil menggandeng pemeran Juliet.


Setelah semua selesai, Kaito kembali menuju hotel dan langsung pergi ke kamar pria yang di tolong nya. Kaito masuk ke dalam secara diam diam, tapi begitu dia menoleh,


“Ah.....gimana sukses ga ?” Tanya Nagis.


“Ah....maaaf......” Kaito langsung berbalik.


“Oh ini kartu.....loh dimana dia....tch....besok sajalah di sekolah...”


****


Kembali ke atap di masa sekarang, Kaito selesai bercerita sambil berlutut di hadapan ke empatnya.


“Um...sudah boleh berdiri ?” Tanya Kaito.


“Tetap berlutut, walau kamu tidak tahu awalnya dia wanita, tapi kamu tetap melihat tubuh nya kan.” Jawab Yuka.


“Iya iya...harus di hukum....” Tambah Airi.


Tiba tiba pintu atap di buka kencang, Nagisa berdiri di depan pintu, Kaito melihat kaki Nagisa masih di perban. Kemudian Nagisa berjalan mendekati Kaito yang sedang berlutut, dia langsung jongkok di depan Kaito.


“Hei....ayo lakukan seperti kemarin...” Nagisa mengusap wajahnya memberi isyarat seperti Kaito supaya berubah.


“Eh senpai....jangan seenak nya ya....mana Chisato senpai ?” Tanya Reina.


“Hah...detektif itu sudah kalah....ayo cepat, atau aku tidak mau kembalikan ini...” Nagisa mengeluarkan kartu pelajar milik Kaito.


“Loh...kok...kartuku ada di senpai ?” Tanya Kaito.


“Kemarin ketika kamu keluar dari kamar sewaktu menyamar jadi diriku, kartumu terjatuh....” Jawab Nagisa.


“CATTTTTTSSSSSS  pasti ini ulah mu......” Teriak Kaito di kepalanya.


[Sleep mode on]


“Ah....benar benar...grrrrr....” Ujar Kaito di kepalanya.


“Ayo cepat, aku tidak punya banyak waktu....” Ujar Nagisa.


“Aaaaah....baiklah....”


Kaito berdiri dan mengusap wajahnya, dia kembali ke wujud aslinya. Reina, Marin, Yuka dan Airi langsung mendekap Kaito dan menghalangi Nagisa.


“Wow...ternyata seorang prince beneran.....hmm sesuai dengan yang kemarin, tingginya sama dengan ku...oh lebih tinggi sedikit....baiklah, ini....” Nagisa melemparkan kartu pelajar Kaito kepadanya.


Nagisa berbalik dan berjalan dengan elegan menuju pintu, kemudian dia berhenti dan menoleh,

__ADS_1


“Kaito kun, ku tunggu pulang sekolah di club drama ya, tidak datang seluruh dunia akan tahu wajah asli Phantom Cat.....” Ujar Nagisa.


“Eh kok senpai tahu kalau dia Phantom Cat ?” Tanya Reina.


“Detektif itu keceplosan, mana bisa dia menang dari ku....” Jawab Nagisa.


Ketika Nagisa melangkah kembali, tiba tiba seseorang masuk dan langsung menutup pintu, kemudian dia menghalangi pintu.


“Urusan kita belum selesai prince....lanjut di sini....” Ujar Chisato yang baru saja sampai di atap dan masih terengah engah.


“Benar paisen, jangan seenak nya mengancam Kaito kun...” Teriak Yuka.


“Benar benar...satu lawan lima....” Teriak Airi.


Nagisa langsung melihat sekelilingnya, dia memperhatikan Reina, Marin, Yuka dan Airi yang mengelilingi nya, di tambah Chisato yang menghalanginya masuk ke dalam. Nagisa tersenyum,


“Hahaha kalian benar benar lucu....aku hanya ingin dia masuk club drama, karena peran dia semalam bagus sekali, lihat....”


Nagisa memutar video pertunjukkan semalam yang di khususkan bagi anggota theater. Ke limanya langsung melihat ketika Kaito beraksi menghajar dua orang itu sambil menggendong pemeran Juliet ala princess.


“Wow....” Gumam ke lima nya.


“Bagaimana ? atau aku beritahu indentitas dia kepada wanita yang di gendong nya kemarin, sebab dia tergila gila dengan nya.”


Nagisa menggeser smartphone nya dan memperlihatkan wanita pemeran Juliet yang memiliki paras canti ketika di luar theater.


“Hah....benarkah begitu prince, kalau menurut ku, kamu yang tergila gila dengan nya, sebab wajah di pertunjukkan itu wajah mu, jadi tidak mungkin Juliet itu tahu kamu di gantikan Kaito kun...kalau pun dia tergila gila pasti tergila gila  dengan mu bukan Kaito kun...jangan pura pura prince.....” Ujar Chisato.


“Tch....detektif sial....awas kamu ya....” Wajah Nagisa mulai memerah.


“Tenang prince, aku disini bukan mau melawan mu, kita buat kesepakatan.” Ujar Chisato.


“Tch...kesepakatan apa....” Ujar Nagisa.


“Sini, semua kumpul....” Ajak Chisato kepada Reina, Marin,Yuka dan Airi.


“Was...wes...wos.” Ke enamnya mulai berdiskusi dan berkerumun, sepertinya Chisato memperlihatkan smartphone nya. Kaito yang melihat nya menjadi heran dan bingung. Akhirnya dia berjalan diam diam mendekati semuanya dan melihat mereka sedang melihat apa di smartphone.


“Pokoknya kalau senpai ok, senpai yang terakhir....” Ujar Reina berbisik.


“Tch....aku pikir dulu deh.....tapi ini kesempatan juga ya....” Bisik Nagisa.


“Cepat putuskan senpai jangan lama lama....” Bisik Marin.


“Kalian lihat apa sih ?” Tanya Kaito di belakang ke enam nya.


“Ah...” Ke enam nya menoleh dan Kaito langsung melihat sekilas foto yang ada di smartphone Chisato. Kaito langsung tercengang, karena foto itu hanya ada di dalam basementnya.


“Dapat darimana foto itu ?” Tanya Kaito.


“Eh...ini...hehehe......lari yuk....” Ajak Chisato.


“Yuuuk....senpai juga....” Ujar Reina, Marin, Yuka dan Airi.


“Tch.....ayolah....” Ujar Nagisa.


Tapi ketika mereka mencapai pintu, ternyata pintu terkunci dan hanya bisa di buka dari dalam, ke enam nya berdiri di depan pintu melihat Kaito yang mendekat sambil tersenyum lebar,


“Membuka kunci itu sepele kok hehehe....bisa ceritakan apa yang terjadi ketika aku belum pulang kemarin ?” Tanya Kaito dengan senyum yang lebar sambil berjalan mendekat ke enam gadis yang berusaha kabur.


“Lariiii....” Teriak Chisato.


Akhirnya ke enam nya berpencar dan berlarian di atap, semua lari kecuali Nagisa yang kaki nya sakit dan tidak di hampiri Kaito.


“Tch...aku melibatkan diri ke dalam hal apa ini.....tapi seru juga hahaha.” Ujar Nagisa dalam hati.


“Hei....tunggu.......” Teriak Kaito.


“Weeeeeeeeee.......tangkap kita kalau bisa.” Ledek ke lima gadis yang lari dengan ceria.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mission CATS :


- Gadis populer seangkatan : (4/4) Cleared


- Senpai populer : (2/3)


- Unknown


- Unknown


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Misi Pengerucutan istri : (5/5) >>> (6/5) Failed

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2