C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 7


__ADS_3

Malam nya, di meja makan lantai 2, Kaito duduk di meja makan setelah makan malam bersama dengan Reina, Marin dan Yuka. Tidak ada satu orang pun yang bicara,


“Suasana macam apa ini......” Pikir Kaito dalam hati.


Dia juga merasa aneh, hari sudah malam, kalau Reina dia bisa maklum karena rumah nya hanya berbeda dua toko dari tokonya, tapi Marin dan Yuka rumah nya berlawanan arah dari toko dan harus naik kereta untuk pulang ke rumah mereka.


“Jadi, kalian berdua mulai berkerja part time disini kan.....kalau begitu aku juga...” Reina membuka pembicaraan.


“Tenang saja Reina chan, aku masih belajar, tapi aku serius, iya kan Kaito kun.” Ujar Yuka sambil melirik Kaito.


“Sama aku juga...aku juga serius mau kerja di sini....” Ujar Marin yang juga melirik Kaito.


“Um...Reina san, bukannya kamu harus membantu toko mu sendiri ya ?” Tanya Kaito.


“Tidak masalah....aku juga kerja di sini....kalau perlu aku jual manju di sini....” Jawab Reina.


“Um...apa ga mau tanya ossan dulu ?” Tanya Kaito lagi.


“Tidak perlu, aku yang mutuskan untuk diri ku sendiri dan aku mau kerja di sini, atau kamu tidak mau menerima ku kerja di sini....”


Marin dan Yuka yang sudah mengenal Reina lebih lama dari Kaito langsung menyuruh Kaito menerima nya saja, sebab sifat Reina kalau sudah punya mau sangat keras kepala dan tidak bisa diajak bicara,


“Ya sudah, silahkan, nanti aku bilang nee san tambah satu orang lagi...”


“Asiiik....kita bertiga bisa kerja sama nih...hehehe....” Ujar Reina riang.


[Dling]


[Kaito sama, sebaiknya siap di bawah, sebentar lagi akan ada tamu datang]


“Aku mengerti.” Balas Kaito.


Kaito berdiri dan mengatakan pada ketiganya kalau dia akan berjaga ke bawah karena waktu tutup masih 2 jam lagi. Ketika Kaito baru turun, “Cklung.” Pintu toko di buka, seorang gadis yang memakai mantel dan masker, mengenakan cap dan kacamata hitam masuk ke dalam, sepertinya dia membawa sebuah lukisan yang cukup besar sampai dia agak sempoyongan membawanya. Kaito langsung berlari dan membantunya membawa barang nya.


“Permisi, terima kasih......um...aku mau minta lukisan ini di nilai dan titip jual di sini...boleh ?” Tanya gadis itu.


“Boleh boleh....silahkan masuk....” Ujar Kaito sambil membawa lukisan itu ke meja, kemudian dia membaringkan lukisan itu di meja untuk sementara.


Kaito ke dalam untuk mengambil alat untuk menyangga kanvas. Setelah meletakkan alatnya dia menaruh lukisan yang masih di selimuti kain itu di alat penyangga kanvas itu dan mempersilahkan gadis itu duduk. Kaito merasa heran karena gadis itu tidak melepas masker dan kacamata hitam nya, dia hanya melepas cap nya saja.


“Boleh ku buka pembungkusnya ?” Tanya Kaito.


“Silahkan, tolong di lihat dulu lalu di nilai ya....” Jawab gadis itu.


Kaito membuka kain pembungkusnya, dia melihat sebuah lukisan yang menggambarkan suasana di sebuah istana jaman dulu. Dia melihat bingkai lukisan itu dan bingkai itu tampak baru. Tentu saja dia langsung menggunakan appraisal nya. Ternyata lukisan itu asli dan cukup terkenal, umurnya juga dari abad ke 14 sejaman dengan pelukis nya ketika masih hidup. CATS memperingati Kaito kalau lukisan itu sedikit mencurigakan, Kaito duduk di depan gadis itu dan langsung bertanya,


“Um...begini, lukisan ini asli dan cukup terkenal, seharusnya yang asli berada di museum, untuk harga jelas sangat mahal tapi aku tidak mau menilainya, boleh tanya asal usul nya ?” Tanya Kaito.


“Um....begini...um.....aku bisa jelaskan...um....”


Kaito yang merasa di awasi dari atas menoleh, ternyata Reina, Marin dan Yuka sedang mengintip, kemudian Kaito langsung melambaikan tangannya memberitahu mereka supaya turun dan membantu nya, ketiganya langsung turun dan ke pantry yang berada di bawah untuk membuatkan minuman untuk tamu. Kaito masih menunggu penjelasan dari gadis itu yang sepertinya bingung atas pertanyaan Kaito.


“Um...jadi gimana ? bisa ceritakan ? mohon maaf, sebab aku harus tahu jelas kalau anda mau titip jual di sini.”


“Sebenarnya ini bukan lukisan ku.....tapi punya teman ku yang kolektor, aku hanya di mintai tolong membawanya ke toko barang antik yang ku temui dan kebetulan aku menemukan toko ini.” Ujar gadis itu.


[Kejujuran : 70%]


“Baiklah, jadi pada intinya anda tidak tahu asal usulnya atau mungkin ada surat pengantar resmi atau surat resmi lainnya  ?” Tanya Kaito.


“Um...boleh ku tanyakan dulu ?” Tanya gadis itu.


“Silahkan...” Jawab Kaito.


Gadis itu mengeluarkan smartphone nya dan mulai menelpon, Reina yang melihat Kaito dan gadis itu selesai bicara, langsung keluar dan membawakan minuman untuk gadis itu, ketika Reina menaruh cangkir di meja, gadis yang melihat Reina langsung berdiri dan smartphone nya terjatuh, kemudian Reina yang kaget juga langsung berdiri dan melihat gadis itu sambil mendekap nampan nya. Marin dan Yuka juga menyusul keluar.


“Ka...kalian kenapa di sini....” Ujar gadis itu.


“Eh suara itu.....Airi chan ?” Tanya Marin.


“Per..permisi.....” Gadis itu berbalik dan “Cklung” dia langsung keluar dari toko.


“Loh loh....kok pergi, lukisan berbahaya ini di tinggal di sini lagi....” Ujar Kaito.


“Hah berbahaya ?” Tanya Reina, Marin dan Yuka.


Kaito menjelaskan kepada ketiganya kalau menerima barang antik hati hati contohnya lukisan ini yang seharusnya berada di museum. Berarti yang ada di museum adalah barang palsu dan yang aslinya di depan mata kita. Sementara Kaito menjelaskan kepada ketiganya, CATS menyuruh Kaito menaruh lukisan itu sementara di basement rahasia yang pintu masuk nya di gudang, tapi dia tidak boleh bilang siapa siapa mengenai ruangan itu.


“Baiklah, aku bawa lukisan ini masuk dulu, kalian di sini tolong berjaga ya, kalau kalau tamu tadi kembali....”


Ketiga nya langsung menurut karena di beritahu hal yang tidak menyenangkan oleh Kaito. Kemudian Kaito mengangkat bingkai lukisan itu dan membawanya ke belakang, begitu di belakang dia melihat ada sebuah gudang penyimpanan yang penuh dengan patung patung, tempat lilin, lukisan, vas vas antik dan banyak lainnya. Di dalam juga ada beberapa rak yang berderet dan di setiap jeda dari rak tertempel tempat lilin yang bagus.


“Ini bukan basement CATS.”


[Jalan ke tempat lilin yang menempel di antara dua rak di dinding sebelah kiri, putar tempat lilin itu ke kanan.]


Kaito meletakkan lukisan nya sebentar, kemudian berjalan ke kiri, dia melihat sebuah tempat lilin menempel di dinding di antara dua buah rak di kiri. Kaito memutar tempat lilin itu ke kanan. “Greeeeek....jeglug.” Lantai di tengah ruangan bergeser kemudian terbuka dan ada tangga untuk turun kebawah, lorong tangga itu terang  ketika lantai bergeser. Kaito membawa lukisan nya menuruni tangga, kemudian lantai begeser kembali dan menutup. Kaito terus berjalan menuruni tangga sampai akhirnya dia tiba di dalam sebuah ruangan yang luas dan berisi barang barang mewah dan mahal, juga ada beberapa barang antik yang meragukan dan sepertinya illegal, ada juga beberapa baju zirah dari emas dan betatahkan berlian yang sepertinya memang milik sebuah kerajaan jaman dulu.


“Wow...koleksi yang hebat....” Ujar Kaito yang tertegun melihatnya.


[Semua hasil dari keluarga Nekowari dari generasi ke generasi.]

__ADS_1


“Hasil curian ?” Tanya Kaito.


[50% curian, 50% pemberian]


“Hmm baiklah.....mengagumkan....”


Kaito melihat lihat dan menaruh lukisan tersebut di sebuah alat untuk menaruh kanvas yang kosong. Kemudian dia kembali lagi menaiki tangga, untuk membuka pintunya, Kaito memutar tempat lilin yang menempel di dinding sebelah kanan dan memutarnya ke kiri. “Greeeeeek.....Jeglug.” Lantai kembali bergeser kemudian Kaito keluar mkenaiki tangga. Setelah di atas, pintu otomatis tertutup kemudian Kaito keluar dari gudang untuk kembali ke depan. Ketika dia keluar, dia melihat Reina, Marin dan Yuka sedang duduk di sofa membahas soal Airi chan yang kata mereka adalah gadis yang menitipkan lukisan barusan.


“Um...Airi chan siapa ya ?” Tanya Kaito.


“Ah....” Ketiganya menoleh melihat Kaito yang berdiri di belakang mereka.


Ketiganya malah saling menoleh dan melihat satu sama lain, membuat Kaito semakin bingung. Mereka sepertinya berbisik bisik dan berdiskusi sendiri, akhinya Kaito bertanya lagi,


“Um..sebenarnya ada apa sih ?” Tanya Kaito.


“Um...begini Kaito kun, tapi sebelum nya kami bertiga minta, kamu jangan marah sama Airi chan yang membawa lukisan itu kesini. Kami yakin dia hanya di peralat pacar nya.” Ujar Reina.


“Hmm aku bertanya dulu, Airi chan itu siapa ? aku tidak kenal...” Tanya Kaito.


“Ah masa kamu tidak kenal, dia sekelas kita, tapi memang jarang masuk karena kesibukan nya, Endou Airi....atau nama panggung nya Aririn atau Aripon.” Jawab Marin.


“Hah...idol yang jarang masuk sejak awal tahun pelajaran ? kok kalian bisa kenal ? Yang barusan itu ?” Tanya Kaito heran.


“Um...dia satu smp dengan kita juga Kaito kun....tapi memang beda kelas. Lalu kalau mereka kenal waktu upacara pembukaan kan sempat masuk kelas, Reina kan honor student yang maju pidato waktu itu bersama Airi yang menyanyi menyumbangkan lagu dan kebetulan dia duduk di sebelah Marin.” Jawab Yuka.


“Aku beberapa kali ketemu dia juga waktu pemotretan.” Tambah Marin.


“Hmm berarti dia di perdaya pacarnya ?” Tanya Kaito.


“Aku dan Yuka tidak tahu pasti sebab kita baru mendengarnya dari Marin barusan....” Jawab Reina.


“Aku tidak tahu pasti dia pacarnya atau bukan, sebab kalau menjemput dia setelah pemotretan untuk album nya mereka terlihat mesra. Hanya saja aku tidak suka melihat wajah pria itu.” Tambah Marin.


“Kita diamkan saja dulu, lukisan nya juga aman di sini, tenang saja...” Ujar Kaito.


“Tapi katamu berbahaya kan ?” Tanya Reina.


“Tidak apa apa, asal berita ini jangan menyebar saja, aku hanya memperingati kalian yang mau kerja part time di sini hati hati kalau menerima barang.” Jawab Kaito.


Ketiga nya terdiam, Kaito bingung karena suasana tiba tiba sepi, dia tidak mengerti apa yang ada di pikiran ketiganya.


“Baiklah, sampai aku bisa mengerti, aku hanya melayani pembeli hehe.” Ujar Marin.


“Sama aku juga....” Ujar Reina.


“Ya ya...aku juga...” Tambah Yuka.


Ketiganya langsung menunjuk dirinya tanpa berpikir lagi dan secara otomatis, kemudian Kaito bertanya lagi,


“Kalau aku dan nee san pergi gimana ?” Tanya Kaito.


“Kita minta tamu menunggu kalian pulang atau balik lagi nanti.” Jawab ketiganya kompak.


“Hancurlah masa depan toko ini....” Pikir Kaito di dalam hati.


Karena sudah malam, Marin dan Yuka tidak bisa pulang, akhirnya Reina membawa mereka ke rumah nya untuk menginap, walau mereka mau nya menginap di toko bersama Kaito. Reina marah marah dan menarik keduanya keluar, kemudian menyeret keduanya ke rumah nya yang hanya berbeda dua toko dari toko Kaito. Setelah menutup toko,


[Dling]


[Quest baru di terima]


\===============================


Quest        : Mencuri smartphone dan laptop.


Target .  : Pemilik smartphone dan hard disk Motoya Gudo.


Location   : Apartemen Tower Avenue B lantai 55, unit 2B.


Rec skill    : invisibility, flash step, picklock, grappler, rubber shoes, disarm, laser  finger, smoke bomb.


Reward     : 5.000.000 G | 2.500 skill xp


Auto quest mode ? [yes] [no]


\===============================


Kaito langsung bangkit dari duduk nya, dia mengambil sebuah kerudung bertelinga kucing dan memiliki lambang CATS, setelah memakainya, kerudung itu mengembang dan menyelimuti tubuh Kaito dengan pakaian dari kulit berwarna hitam lengkap dengan sarung tangan, topeng dan boots yang juga berwarna hitam. Setelah memakai pakaian nya, dia langsung menekan yes. Kemudian Kaito naik ke lantai dua, membuka jendela dan menggunakan skill grappler, dia melompat keluar dan menembakkan grappler sehingga dia berayun ke gedung di sebrangnya dan terus melakukan nya. Setelah dia sampai di apartement distrik, dia berlari menaiki gedung menggunakan rubber shoes, begitu sampai atas melompat lagi, menggunakan grappler dan kembali berayun sampai dia tiba di atap sebuah gedung apartemen mewah dan elit bernama Tower Avenue tower B.


“Di sini ya CATS ?” Tanya Kaito di kepalanya.


[Benar, ini tempatnya.]


Kaito mencari pusat alarm yang berada di atas gedung itu, setelah menemukan nya dia menggunakan skill disarm dan mematikan alarm nya. Setelah alarm mati, dia berlari dan melompat terjun ke bawah, kaki nya menapak di dinding gedung karena menggunakan rubber shoes, dia mulai berjalan turun secara vertical dan meniti sampai lantai 55, begitu sampai dia berjalan menyamping secara horisontal mencari unit no 2B, begitu menemukan nya, dia berjongkok dan melihat ke dalam jendela kamar, di dalam kamar, dia melihat seorang pria dewasa muda dan seorang gadis sedang tidur dalam keadaan telanjang. Dia berjalan sedikit menuju ruang sebelah nya dan tiba di ruang kerja, dia langsung jongkok dan memakai skill laser finger kemudian menapakkan seluruh jari di kedua tangan nya di kaca dan memutarnya. Jarinya memotong kaca dan kemudian mengangkatnya, dia masuk bersama kacanya dan meletakkan nya.


Di dalam ruang kerja, Kaito langsung menuju lemari, dia membukanya dan di dalam ada sebuah brankas yang sebesar lemari itu, kemudian dia membuka brankas menggunakan skill pick lock nya. Ketika brankas di buka, sebelum masuk, dia melemparkan smoke bomb dan ternyata banyak laser yang ada di dalam brankas. Kaito menggunakan lagi skill disarm nya dan laser mati. Setelah itu dia masuk kedalam brankas, di dalam ada banyak sekali barang antik, uang, perhiasan, berkas berkas, laptop dan smartphone.


“Orang macam apa yang menyimpan laptop dan smartphone bersama harta lainnya di dalam brankas.” Ujar Kaito di dalam kepalanya.


[Penjahat]

__ADS_1


Kaito mengambil brankas dan smartphone nya yang langsung di simpannya di safety box, kemudian dia keluar dari brankas dan dengan perlahan menutup kembali pintu nya. “Cklek.” Kunci brankas tertutup lagi sepeti semula, tapi bersamaan dengan Kaito menutup brankas, pintu ruang kerja di buka,


“Siapa ?” Terdengar suara seorang gadis di pintu.


Kaito menoleh dan dia melihat gadis setengah telanjang berdiri di depan pintu dalam keaadaan setengah tidur dan menatap dirinya. Kaito langsung menaikkan jarinya ke mulut dan gadis itu mengangguk. Kemudian dia langsung berbalik menuju lubang di kaca, dia keluar dan menutup kembali kacanya, kemudian langsung melompat pergi menggunakan grappler.


“Wow...hebat...rambut itu, seperinya aku tahu.” Gumam gadis yang melihat nya itu.


Kemudian gadis itu menutup pintunya seperti tidak ada kejadian apa apa di depan nya. Sementara itu, Kaito sudah berada di sebuah gedung yang dekat dengan apartemen itu dan naik ke atap.


[Quest selesai......Reward : 5.000.000 G | 2500 skill xp]


[flash step level 5 > flash step level 9]


[invisibility level 6 > invisibility level 10]


[picklock level 3 > picklock level 6]


[smoke bomb level 2 > smoke bomb level 5]


[rubber shoes level 1 > Rubber shoes level 4]


[grapller level 1 > grapller level 4]


[laser finger level 1 >  laser finger level 4]


[disarm level 1 > disarm level 4]


[Skill baru : hacking level 1 – glider level 1]


[Skill upgrade : Invisibility level 10 > Vanish level 1]


“Wow manap 5 jutaaaaa thanks CATS.” Teriak Kaito di kepalanya.


[Tugas belum selesai, gunakan hacking kepada laptop dan smartphone]


Kaito mengambil laptop dan smartphone nya dari safety box, kemudian dia duduk bersila di atap dan menaruh laptop nya. Dia langsung menggunakan skill barunya yaitu hacking, tidak pakai lama, password kedua benda elektronik itu terbuka, Kaito melihat isi folder folder di laptop,


“Geh...tidak salah ini...isinya wanita telanjang semua...semua bintang lagi.” Ujar Kaito.


[Benar, dia gunakan foto foto ini untuk mengancam korban nya]


Kaito melihat foto dan video nya dan kemudian juga melihat foto dan video di smartphone yang isinya kurang lebih sama, selain foto dan video wanita telanjang, di dalam sebuah folder yang ada di laptop juga ada data barang barang antik koleksinya dan cara mendapatkan nya, lukisan yang ada di toko termasuk di dalam nya. Kaito langsung melompat dan terbang menggunakan glider untuk kembali ke tokonya, kemudian dia dengan cepat mengambil lukisan dari basement nya dan membungkusnya, kemudian dia keluar lagi dan menuju kantor polisi. Dia langsung mengirimkan “Paket” berisi laptop dan smartphone yang di sematkan bersama lukisan yang di bungkus. Kaito menghilang dan meletakkan “Paket” nya di atas counter, polisi yang melihatnya bingung karena ada paket mengambang di udara.


“Cepat bawa masuk ke dalam....” Perintah seorang komandan polisi yang melihat anak buahnya tertegun.


Tiba tiba sepucuk surat di lemparkan ke dalam kantor polisi, seorang polisi membawa surat itu dan memberikan nya pada komandan.


“Dear polisi, mohon di tindak lanjuti paket barang buktinya, nama pelaku : Motoya Gudo, alamat : Apartemen Tower Avenue B lantai 55, unit 2B, terima kasih atas kerja sama nya.......Salam sayang Phantom Cat.”


“Phantom Cat.......urban legend itu hidup lagi.....sial.” Ujar komandan polisi yang membaca suratnya dan meremas suratnya.


****


Dua hari setelah nya, pagi pagi, ketika berada di kereta bersama Reina, Kaito membuka smartphone nya dan membaca berita pelaku pemerasan, penyeludupan dan human trafficking di tangkap, pelaku akan di hukum seberat beratnya oleh pihak pengadilan. Kaito membacanya sambil tersenyum.


“Kenapa Kaito kun ?” Tanya Reina yang melihat Kaito senyum senyum sendiri.


"Ah tidak apa apa...." Jawab Kaito santai.


Setelah turun dari kereta dan keluar dari stasiun, seorang gadis ber seragam sekolah yang sama dengan nya langsung menerjang Kaito sampai terjatuh, Reina yang melihat gadis itu,


“Loh....Airi chan ?” Teriak Reina dengan geram.


Airi langsung mendekatkan wajahnya ke telinga Kaito dan berbisik di telinganya,


“Yang malam itu kamu kan......terima kasih banyak ya...aku sekarang bebas, tenang saja aku tidak akan bilang bilang...nurut sama aku ya hehe...muaaah.” Airi mencium pipi Kaito.


“Airi chan.....apa yang kamu lakukan ?” Teriak Reina.


“CATSSSSSSSSSSSSSSS.......................” Teriak Kaito di kepalanya.


[No comment]


[Silent mode : on]


\=============================


Mission CATS :



Gadis populer seangkatan : (4/4) Cleared


Senpai populer : (0/3)


Unknown


Unknown


__ADS_1


\=============================


__ADS_2