
Pulang sekolah, Reina, Marin, Yuka dan Airi berjalan bersama untuk menuju stasiun untuk menuju distrik pertokoan, rumah Reina dan Kaito. Karena besok weekend, Marin, Yuka dan Airi berencana menginap di rumah Reina. Di dalam kereta,
“Sekarang Kaito kun dan Kiyoko nee san pasti sudah pergi...” Ujar Reina.
“Tapi apa tidak apa apa ya, kok aku merasa sedikit tidak enak jadinya.” Tambah Airi.
“Kita pegawai...tidak masalah....” Jawab Yuka.
“Marin chan pulang dulu ya ambil baju, dia pasti nyusul kan ?” Tanya Airi.
“Pasti, dia ambil baju karena mau menginap....sepertinya bakal lama dia di rumah ku...” Jawab Reina.
Kereta sampai di tempat pemberhentian mereka, ketiganya keluar dari stasiun kemudian berjalan menuju toko, ketika sampai di depan jalan, dari kejauhan, ketiganya melihat seorang asing sedang melihat ke dalam toko dan terlihat seperti orang yang panik. Dia mengapit benda yang di bungkus oleh kain sambil terus mengintip dari kaca.
“Um...ada yang kenal pria itu ?” Tanya Airi.
“Dia...pria asing kan....bisa bahasa kita tidak ya ?” Tanya Yuka.
“Yuk kita hampiri dulu....sepertinya dia ada perlu dengan toko kita.”
Akhirnya ketiganya berlari dan langsung menghampiri pria asing yang tampak kebingungan itu.
“Anoo ada yang bisa kami bantu ?” Tanya Reina.
“Oh...kalian siapa ?” Tanya pria asing itu yang sudah fasih berbahasa lokal.
“Um...kita bertiga pegawai di sini....” Ujar Reina.
“Benarkah, bisa bantu aku ? aku perlu menjual ini.....” Balas pria itu.
Pria itu langsung memegang benda yang di apitnya dan membuka kainnya, ternyata benda itu sebuah piring kuno yang berukiran indah dan memiliki list emas.
“Ba...baiklah, masuk dulu ossan....” Ujar Reina sambil membuka pintu toko menggunakan kunci nya.
Reina mempersilahkan pria itu masuk ke dalam dan memintanya duduk di sofa. Yuka dan Airi menyusul masuk ke dalam, setelah menyalakan lampu dan lainnya, Reina dan Airi duduk di depan pria yang terlihat panik itu, sementara Yuka membuatkan minuman untuk tamu.
“Bisa tolong cepat di nilai ? sebab aku sangat butuh biaya nya sekarang, mudah mudahan cukup....” Ujar pria itu.
“Ba..baik....sebentar ossan....” Reina langsung berjalan masuk ke dalam.
“Loh..kok...um...permisi ossan....” Airi langsung menyusul nya.
Di dalam, mereka langsung menemui Yuka yang sedang membuat teh, melihat kedua teman nya datang dengan wajah pucat,
“Yu..Yuka chan...bisa bantu aku di depan.....kamu tolong buat tehnya bisa Airi chan ?” Tanya Reina.
“Serahkan pada ku....kalian cepat keluar.” Ujar Airi.
Akhirnya Yuka dan Reina keluar menemui pria yang kakinya terus mengetuk tanah dan tangan nya mengatup di depan mulutnya, pria itu menoleh dan berdiri,
“Oh anda appraisernya, bisa tolong cepat nilai barang ini ?” Tanya pria itu.
“Oh...um....se..sebentar....oi Reina...kamu panggil aku untuk ini ?” Tanya Yuka berbisik.
“Bukaaan....kamu kan ada nomer Kaito kun...tolong telepon dia, eh video call.” Jawab Reina.
“Oh iya...sebentar...kamu temui dia dulu....” Ujar Yuka sambil menelpon.
Yuka mencoba mengubungi Kaito, tak lama kemudian, Kaito mengangkat telepon nya dan Yuka langsung menjelaskan. Kemudian Kaito memberikan telepon nya ke Kiyoko yang meminta melihat barang nya. Yuka langsung menghampiri meja depan dan memperlihatkan sebuah piring yang ada di meja.
“Hmm coba pegang Yuka chan....kasar ga ?” Tanya Kiyoko terputus putus karena sinyal.
“Um...apanya anego.....umm aku coba ya....”
Yuka memegang sisi pinggir piring dan tengah piring, kemudian dia mengatakan kalau sisi pinggir nya halus dan tengahnya kasar.
“Gimana anego ?” Tanya Yuka.
“Hmm...coba balik...aku mau lihat....” Ujar Kiyoko yang sepertinya sedang berjalan bergeser.
Yuka membalik piring nya dan memperlihatkan kepada Kiyoko, kemudian dia membalik piringnya kembali seperti semula. Setelah itu dia kembali menatap wajah Kiyoko di video call.
“Gimana anego..?” Tanya Yuka lagi.
“Sulit ya kalau lewat video gini, kalau dia tunggu sekitar 3 jam lagi bisa ga ? Kaito nanti pulang.” Ujar Kiyoko.
“Anoo...ossan kalau menunggu 3 jam lagi bisa tidak ?” Tanya Yuka.
“Aduh....aku harus tanya dulu, bisa tunggu sebentar ya, smartphone ku tertinggal di rumah sakit.” Pria itu langsung berdiri dan “Cklung” Dia membuka pintu kemudian lari ke rumah sakit di jalan sebelah.
Yuka mengatakan dia akan tanya dulu dan akan kembali lagi jadi dia memutus dulu telepon nya. Setelah telepon terputus, Airi keluar membawa minuman dan langsung meletakkan nya di meja.
“Loh kemana ossan tadi ?” Tanya Airi.
“Dia tanya dulu, bisa menunggu Kaito kun pulang 3 jam lagi atau tidak.” Jawab Yuka.
“Oh gitu....kok dia panik gitu...jangan jangan barang ini bermasalah lagi...kayak lukisan ku waktu itu...” Ujar Airi walau tidak bermaksud apa apa dan asal bicara.
“Jangan bicara sembarangan.....” Teriak Reina.
“Hehe panik ya...santai aja lagi.” Ledek Airi.
“Cklung.” Pintu di buka, semuanya langsung menoleh ke pintu, ternyata yang datang Marin yang sedang membawa tas.
“Aku datang....kenapa ? kok pada tegang ?” Ujar Marin sambil menaruh tas nya di meja.
“Stoooooop....taruh di tempat lain....” Teriak Reina sambil mengambil piring nya.
“Prrrrk.” Terdengar suara sesuatu di pelukan Reina. Mendadak wajah Reina langsung pucat, dia menaruh kembali piring nya di meja, ternyata ada satu garis halus melintang dari kiri ke kanan. Reina, Yuka dan Airi langsung pucat, melihat ada garis halus melintang di tengah piring. Marin langsung bertanya ada apa, kemudian ketiganya menceritakan nya.
“Aduh.....kalau rusak gawat dong....” Ujar Marin.
__ADS_1
“Duh gimana nih.....udah bisa hubungi Kaito kun belum Yuka chan ?” Tanya Reina sambil menoleh melihat Yuka.
“Tch...tidak nyambung, mereka sepertinya sudah di dalam...aduh gimana dong.” Jawab Yuka yang terus mencoba.
“Kira kira mahal ga ya.....langka ga ya.....kalau ganti berapa....” Ujar Airi.
“Airi chan, tolong...bisa diam tidak....” Balas Reina yang memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
“Cklung.” Pintu di buka, ke empatnya langsung melihat ke arah pintu, pria tadi kembali dengan terengah engah. Dia langsung duduk kembali di sofa dan minum minuman yang sudah di sediakan oleh Airi.
“Maaf, kalau menunggu 3 jam tidak bisa....istri ku sudah di dalam ruang operasi, sedang proses operasi sesar, aku butuh uang nya sebelum operasi selesai, minimal membayar admistrasinya dulu 2,5 juta G, gimana ? sudah tahu nilai nya belum ?” Tanya pria itu.
Wajah ke empatnya langsung berubah menjadi pucat dan tidak bisa menjawab apa apa. Mereka tidak bisa bergerak dan tidak tahu harus berbuat apa.
****
Sementara di bandara, Kaito dan Kiyoko yang sedang duduk di lobby penumpang, mengecek smartphone mereka. Tiba tiba,
[Dling]
[Quest baru di terima]
\===============================
Quest : Jinakkan bom bunuh diri di pesawat penumpang.
Target : Pria stress di kelas ekonomi.
Location : Pesawat boeing di terminal B penerbangan lokal
Rec skill : Vanish, flash step, disarm, fast grab, step jump, search area.
Reward : 12.000.000 G | 4.500 skill xp
Auto quest mode ? [yes] [no]
\===============================
Kaito berdiri, dia menoleh kepada Kiyoko dan memberikan smartphone nya kepada Kiyoko kalau kalau teman temannya telepon.
“Ok...hmm 30 menit lah...cukup. Pokok nya jangan lama lama.” Ujar Kiyoko.
“Sip nee san....aku jalan ya....” Ujar Kaito.
“Ya...hati hati....” Balas Kiyoko.
Kaito langsung menghilang menggunakan vanish dan berlari cepat menuju terminal B. Sambil berlari dia memakai hood nya dan pakaiannya otomatis keluar. Dia langsung naik ke atas dan melompat menuju pesawat di bawahnya, ketika sudah dekat dengan pintu pesawat, dia melompat di udara menggunakan step jump dan masuk ke dalam pesawat, ketika sudah di dalam dia langsung search area dan melihat titik merah kelap kelip yang berada di tempat duduk di depan. Kaito menemukan seorang pria dengan pandangan tidak fokus dan terlihat sangat grogi sambil menggigit kuku ibu jarinya sambil medekap sebuah tas punggung di depan nya. Titik di search area menunjukkan titik merah berkedip di tas punggung tersebut. Kaito menggunakan skill disarm dan mencabuti beberapa kabel yang terlihat di dalam tas nya yang memang sudah terbuka. Kemudian dia langsung menggunakan skill fast grab dan mengambil bom yang sudah mati dari kerangka bomb di dalam tas punggung yang di dekap pria itu tanpa membuat pria itu curiga karena yang dia dekap adalah kerangka nya, dia langsung menyimpan bom nya di safety box.
Seorang pramugari maju ke depan dan memberitahu penumpang pesawat akan segera berangkat, pria itu tiba tiba berdiri dan langsung mendorong pramugari di depan.
“Hahahaha...sekarang kita semua akan mati.....temani aku ke neraka.” Teriak pria itu sambil mengangkat picu nya ke atas.
[Quest selesai......Reward : 12.000.000 G | 4.500 skill xp]
[Vanish level 1 > Vanish level 5]
[flash step level 9 > flash step level 10 >>> Lightning speed level 2]
[disarm level 4 > disarm level 10 >>> defuse level 1]
[step jump level 1 > step jump level 7]
[fast grab level 4 > fast grab level 10 >>> quick hand level 1]
[search area level 1 > search area level 7]
[Skill baru : x ray vision level 1 – night vision level 1]
[Pembagian sisa poin : semua skill naik 1 level ]
“Aku kayaaaaaaaaaaaa........12 jutaaaaa.....yesssss...thanks CATS.” Teriak Kaito di kepalanya.
Kaito melangkah sambil melompat lompat kecil menuju ke tempat Kiyoko menunggu. Setelah sampai dia langsung duduk di sebelah Kiyoko dengan wajah berseri seri,
“Senang ? Tapi kamu terlambat 2 menit.....” Ujar Kiyoko sambil tersenyum.
“Hehehe banget....2 menit jalan dari sana ke sini.” Balas Kaito.
“Hehehe itulah enak nya kerjaan kita....dapet oleh oleh ga ?” Tanya Kiyoko.
“Dapet....bomb....” Ujar Kaito.
“Sip simpen aja, ntar juga perlu....” Balas Kiyoko.
“Ok...trus ada telepon ga nee san ?” Tanya Kaito.
“Tidak ada sih....tapi banyak banget pesan masuk....nih lihat....” Kiyoko mengembalikan smartphone Kaito.
Kaito langsung membuka pesannya yang menumpuk, ternyata yang mengirim pesannya Yuka, dia memfoto semua sisi piring, kemudian dia mengatakan kalau Reina membuat piring nya retak halus.
“Loh dari awal juga memang sudah retak halus, makanya aku suruh dia pegang kasar apa halus....dan minta membalik nya, aku mau lihat tembus apa tidak kan...” Ujar Kiyoko.
“Dah biarin aja nee san, mereka yang mau sendiri, ntar aja pulang baru bantuin.” Ujar Kaito.
“Kamu tidak mau balas ?” Tanya Kiyoko.
“Balas yang mana ? ada lebih dari 50 pesan begini..bacanya bingung.” Jawab Kaito.
Selagi Kaito membaca baca pesan nya dan memilih mana yang mau di balas, tiba tiba sebuah window hologram muncul di depan wajah nya.
[Dling]
__ADS_1
[All skill aquired]
\==========================================================
Vanish level 5 - Lightning speed level 2 - Defuse level 1 - Quick hand level 1 - Martial arts level 3 – 1000 face level 3 – appraisal level 2 – grappler level 5 – glider level 2 – picklock level 7 – pickpocket level 4 – hacking level 2 - search area level 7 – step jump level 7 - parkour level 5 – rubber shoes level 5 – laser finger level 5 – body double level 3 – smoke bomb level 6 - x ray vision level 1 - night vision lv 1
\==========================================================
“Wow berantakan sekali.....” Ujar Kaito sambil melihat window skill nya.
“Sudah dapat semua....tinggal install...dan kamu sudah resmi jadi penerus keluarga.” Balas Kiyoko.
“Maksudnya ? aku tidak mengerti....” Tanya Kaito.
“CATS akan memilah skill mu, alu di masukkan ke dalam tubuh dan pakaian mu, jadi kamu tidak perlu menekan tombol lagi di window, kalau mau pakai skill nya, tinggal di pikirkan saja, nanti keluar sendiri. Tapi setelah ini, tidak ada auto quest mode, terserah kamu sih.” Ujar Kiyoko.
“Gitu ya....ya sudah ga apa apa...berarti aku harus mikir dong habis ini.” Balas Kaito.
“Iya lah, tapi bisa tanya CATS bagaimana selanjutnya hanya saja harus mengandalkan kreatifitas kamu juga. Lebih seru bergerak atas kemauan sendiri kan daripada di setir.” Balas Kiyoko.
“Begitu ya, baiklah nee san, aku siap....”
"Bilang saja pada CATS...."
"Lakukan CATS, aku siap......" Ujar Kaito.
****
[Affirmative]
[Installing to body : Vanish level 5 - Lightning speed level 2 - Quick hand level 1 - Martial arts level 3 – 1000 face level 3 – appraisal level 2 - hacking level 2 - search area level 7 – step jump level 7 - parkour level 5 – difuse level 1 - pickpocket level 4 - picklock level 7]
[Converting all skill level to body level]
[Commencing.....]
****
“Ahhh....kok pusing nee san dan badan ku sakit semua....aaaah.” Ujar Kaito sambil memegang kepalanya.
“Kan lagi di install....sebentar aku ambil kantung, abis ini kamu pasti muntah...jangan teriak malu.” Ujar Kiyoko.
Kiyoko langsung berlari meninggalkan Kaito untuk mengambil kantung yang biasa di gunakan kalau mabuk pesawat. Kaito merebahkan diri dan berbaring kursi dengan tas Kiyoko sebagai bantal kepalanya. Tanpa dia sadari tubuh nya sedikit mengembang akibat martial arts dan banyak sekali informasi masuk ke dalam otak nya, sekarang Kaito mengerti cara appraisal, martial arts, parkour, hacking, quick hand dan difuse semua alarm atau bom. Kiyoko kembali dan langsung memangku kepala Kaito di paha nya. Tak lama kemudian,
****
[Installed completed]
[Open status]
\==============================================================================
Nama : Phantom Cat (Nekowari Kaito).
Level : 75 / 99
EXP : 0 / 200.000
Stats : STR - 7.500
DEX - 30.000
LUK - 15.000
Active skill : Vanish, Lightning speed, Pick lock, Pick pocket, 1000 face, Search Area, Step jump.
Passive skill : Martial arts mastery, Parkour, Appraisal, Hacking, Difuse, Quick hand.
\===============================================================================
[Installing : rubber shoes to boots - laser finger to gloves - body double to suit - x ray vision to mask - night vision to mask - grappler to belt - smoke bomb to belt – glider to robe.]
[All Installation completed]
[Selamat Kaito sama, sekarang anda sudah resmi menjadi Phantom Cat ]
****
“Oeeeeeeeeeeek.......” Kaito langsung mutah di kantung yang di pegang Kiyoko.
“Tuh kan ku bilang juga apa....selamat ya, kamu naik kelas.” Ujar Kiyoko.
“Ugh....badan ku tidak enak.....”
“Nanti juga terbiasa, nah sekarang, aku akan pulang 3 bulan sekali ya, aku punya suami......” Ujar Kiyoko.
“Eh...jadi ini bukan liburan dan terus kembali lagi ?” Tanya Kaito.
“Hehehe maaf membohongi mu, sekarang tugas ku sudah beres, aku mau pulang ke rumah, kamu ngerti kan, kamu kalau mau bisa kunjungi aku juga, sekalian lihat keponakan kamu.”
“Uh...aku baru seminggu bersama nee san.....” Balas Kaito.
“Loh bukannya sudah ada empat orang gantinya hehehe....” Ledek Kiyoko.
“Gah...jangan bahas itu.....tapi aku mengerti nee san....sampai jumpa lagi.”
Kaito langsung memeluk Kiyoko yang juga membalas memeluk nya. Walau sebenarnya Kiyoko sedikit bingung kenapa di peluk.
“Oi...kan aku bilang aku ke sini 3 bulan sekali dan di sini selama seminggu....gimana sih. Kita ga pisah selamanya....dasar...segitunya kamu sama onee san.....” Ujar Kiyoko.
“Kalau gitu kenapa pamit...grrrrrrr.....bikin malu saja....” Balas Kaito.
__ADS_1