
Dua hari setelah mereka pulang dari praktik lapangan, saat makan siang di sekolah, Kaito membuka smartphone nya dan melihat berita, aktor terkenal Junichi menyerahkan diri ke polisi, dia mengakui semua ide pembunuhan itu adalah idenya dan dia menanggung semuanya sendirian tanpa melibatkan Rinne. Kemudian setelah di selidiki, hampir semua novel karya Fujitoshi mencantumkan kasus asli dan tanpa persetujuan atau ijin dari yang bersangkutan, para penerbit menarik semua novel karya Fujitoshi dari peredaran dan produksi drama atau lainnya yang merupakan adaptasi dari novel di hentikan. Sidang pengadilan Junichi akan segera di laksanakan, tapi menurut keterangan pengacara di berita, berdasarkan motif dari Junichi yang pada akhirnya membongkar kecurangan Fujitoshi, kemungkinan besar hukuman yang akan di terima Junichi tidak seberat kasus pembunuhan lainnya, walau kemungkinan besar dia akan mundur dari dunia entertaintment setelah itu.
Setelah membaca beritanya, dia memasukkan lagi smartphone nya kedalam saku dan kembali menikmati bento nya bersama Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chitose dan Fumiko, kali ini mereka sudah tidak menjadi pusat perhatian, karena semua sudah menyerah. Tiba tiba, “Sreeeg” pintu kelas di buka, seorang wanita memakai blazer dan lencana polisi tersemat di pinggang nya, masuk ke dalam kelas mereka.
“Halo semua, di sini ada yang bernama Kururi Chisato ?” Tanya nya.
“Oh letnan Urushi....aku di sini.....duduk dulu sebentar....” Ujar Chisato sambil berdiri.
“Hei jangan panggil nama belakang ku.....” Ujar letnan Urushi sambil melangkah menuju ke tempat duduk.
“Heheh maaf letnan Hana.....”
Setelah duduk, Hana langsung memperhatikan semua yang duduk di sekitar dan dia langsung melihat Fumiko.
“Hooo....semuanya yang di toko antik waktu itu ya, apa kabar Fumiko chan....” Ujar Hana.
“Baik letnan....sekarang aku sudah aman berkat letnan...” Balas Fumiko sedikit tegang.
“Syukurlah kalau begitu....hmmm....cowo ganteng yang yang waktu itu mana ?” Tanya Hana sambil menoleh melihat Kaito yang berwujud otaku kemudian menoleh melihat sekeliling.
“Dia jaga toko letnan...dia kan tidak sekolah.” Jawab Chisato sambil mengedipkan mata ke yang lain supaya kalau di tanya menjawab hal yang sama.
“Oh dia pemilik toko ya.....hmmm menarik....baiklah, silahkan teruskan makan nya, bisa ikut aku Chisato ? aku mau bicara dengan mu mengenai kasus kemarin dan lainnya....” Hana berdiri dan kembali melangkah keluar.
“Sebentar letnan, kenapa letnan bisa masuk ke sekolah kita ?” Tanya Chisato.
“Aku alumni di sini....jadi aku bebas kesini...ayo cepat, aku masih tugas.” Jawab Hana.
“Oh begitu...baik baik.....semuanya, aku pergi dulu...” Ujar Chisato berdiri dan langsung mengikuti Hana keluar.
Ketika keduanya keluar dan menutup kembali pintunya, Nagisa, Fumiko, Reina, Marin, Yuka dan Airi langsung melepas tegang mereka dan bernafas lega.
“Kenapa kalian tegang gitu ? kalian kan ga salah ?” Tanya Kaito sambil memasukkan sumpitnya ke mulut.
“Gara gara melindungi kamu.....” Ujar semuanya kompak.
“Oh...terima kasih....” Ujar Kaito sambil tersenyum.
“Kalau di luar toko, jangan pernah lepas wujud mu itu, mengerti Kaito ?” Tanya Nagisa.
“Iya...iya...aku mengerti Nagisa san.”
“Serius Kaito sama, kita semua disini takut kamu kenapa napa dan berurusan dengan polisi.” Tambah Fumiko.
“Iyaaaa...aku mengerti...” Ujar Kaito sekali lagi.
“Tapi polisi tadi cantik ya....kayaknya masih 20 an umurnya...” Ujar Reina.
“Seumuran dengan anego mungkin....” Tambah Yuka.
“Anego ?” Tanya Nagisa.
“Oh onee san nya Kaito kun yang sekarang sudah keluar negeri, kita berempat kebetulan sudah ketemu.” Jawab Marin.
“Oh begitu ya, nanti aku juga mau ketemu...onee sama.....” Ujar Fumiko.
“Tapi dia kesini mau ngapain ya ? menyelidiki kita atau hanya mau bicara dengan Chisato senpai ?” Tanya Airi.
“Ga tau, yang pasti dia kenal kita semua.....” Jawab Reina.
Tiba tiba “Sreeg.” Pintu kelas di buka, Chisato masuk dengan tergesa gesa, dia langsung menghampiri Kaito dengan wajah panik.
“Kaito kun, gawat, letnan Hana mau ke toko mu, sekarang....”
Langsung saja semua berdiri dan panik, kemudian Kaito berdiri dan dia menekan sebuah tombol di jam tangan nya dan tubuhnya membelah, kemudian salah satu tubuhnya kembali duduk di kursi, Kaito mengusap wajah nya dan kembali ke wujud aslinya kemudian menghilang.
“Baiklah, aku pergi, nanti tolong pindahkan dia ke kursi ya.....” Ujar Kaito yang sudah menghilang.
“Baik, hati hati ya....” Teriak semuanya.
“Sreeeg.” Kaca jendela di buka dan Kaito langsung melompat keluar ke pohon yang berada di depan jendela, kemudian dia melompat ke atas gedung di sebrang nya menggunakan grappler dan berlari dengan kencang. Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Fumiko dan Chisato yang hanya melihat pohon bergoyang, menutup kembali jendelanya dan kembali meneruskan makan mereka.
Sementara Kaito terus berlari dan melompat menggunakan grappler sambil menghilang menuju ke toko nya. Ketika sampai, dia langsung masuk ke dalam tokonya dan bersiap siap mengganti seragam nya seakan akan dia terus menjaga toko dari pagi. Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan yang memiliki sirine polisi di atap nya, berhenti di depan toko, seorang wanita turun dari mobil dan “Cklung.” Dia membuka pintu toko kemudian masuk ke dalam.
“Selamat datang, ada yang bisa ku bantu ?” Sapa Kaito di dalam.
“Oh maaf aku datang mendadak, aku mau bicara sama kamu, bisa temani aku sebentar ?” Tanya Hana.
“Baik, silahkan duduk, maaf, anda polisi yang datang waktu itu ya ?” Tanya Kaito pura pura.
“Nah aku mau bicara sedikit.....mumpung teman teman mu sedang di sekolah.” Jawab Hana sambil duduk di sofa.
“Baik sebentar, aku ambilkan minuman....” Balas Kaito sambil melangkah masuk ke dalam pantry.
“Oh tidak usah repot repot...”
Tapi Kaito tetap masuk ke dalam pantry untuk mengambil minuman bagi Hana, di dalam,
“CATS, tolong berjaga jaga ya....kita tidak tahu dia mau apa kesini.”
__ADS_1
[Tenang saja Kaito sama, kamu pasti akan terkejut sebentar lagi.]
“Apa maksudmu CATS ?” Tanya Kaito.
[Temui saja letnan Hana dulu, nanti kamu mengerti]
Kaito langsung keluar kembali membawa secangkir kopi untuk Hana, setelah menghidangkan nya di meja, dia langsung duduk di sofa yang berada di sebrang Hana.
“Terima kasih ya, sudah ku bilang jangan repot repot.....boleh aku tanya sesuatu ?” Tanya Hana sambil mengambil cangkir nya.
“Silahkan....” Jawab Kaito.
“Kiyoko sekarang dimana ?” Tanya Hana.
“Hah...anda kenal nee san saya ?” Tanya Kaito.
“Tentu saja, aku besar bersama dia dan aku tahu siapa dia....makanya aku ke sini hehe.”
Hana mengambil secarik kertas dari balik blazer nya dan meletakkan nya di meja, Kaito kaget, karena kertas itu adalah surat yang dia tinggalkan di biara waktu itu.
“Hmmm....melihat wajahmu, berarti bukan Kiyoko yang meninggalkan surat ini...kamu ya ?” Tanya Hana langsung.
Kaito langsung berdiri dan bersiap siaga melihat Hana di depan nya yang duduk dengan santai sambil menyeruput kopi.
“Hei tenang saja, aku tidak berniat apa apa...aku hanya mau bertemu Kiyoko.” Balas Hana.
“Um...nee san sekarang di luar negeri, dia punya keluarga di sana...”
“Oh...dia jadi sama Evan toh....hahahaha lucu juga, detektif menikah dengan maling.” Ujar Hana tertawa.
“Maaf, tapi anda sebenarnya siapa ?” Tanya Kaito.
“Baiklah aku jelaskan, aku adalah teman sekolah mereka berdua, aku bahkan sudah berteman dari kecil dengan Kiyoko, aku tahu kok papa nya, Kiyotaka ossan.” Jawab Hana.
Karena masih ragu, Kaito langsung mengambil smartphone nya dan menelpon Kiyoko menggunakan video call. Tak lama kemudian, Kiyoko mengangkat telepon nya sambil menggendong anak nya yang masih kecil.
“Ada apa Kaito ?” Tanya Kiyoko di telepon.
“Nee san...apa nee san kenal onee san di depan ku ?” Tanya Kaito sambil membalikkan telepon nya.
“Oh Hana....kamu mampir ?” Tanya Kiyoko yang melihat Hana.
“Hai Kiyoko, heh itu anak kamu sama Evan ?” Tanya Hana.
“Iya benar....ayo kenalan...namanya Sherry....” Jawab Kiyoko.
“Hah dasar Evan....Sherry dari Sherlock ya hahahaha...” Ujar Hana.
Akhirnya mereka berdua mengobrol seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu menggunakan smartphone Kaito. Keduanya terus berbincang, sampai tangan Kaito pegal karena menyangga smartphone nya. Akhirnya Kiyoko minta kembali bicara dengan Kaito dan mengatakan kalau Hana adalah koneksinya di kepolisian dan bisa membantu nya kalau dia terlibat masalah berat. Kiyoko juga memperkenalkan Kaito kepada Hana dan mengatakan kalau Kaito adalah adik nya. Setelah telepon terputus,
“Nah sekarang ke inti persoalan nya....” Ujar Hana.
“Aku dengarkan Hana nee san....” Ujar Kaito.
Hana langsung menjelaskan, kalau Kaito sudah mulai menyentuh keluarga mafia Doujinki karena tindakan nya di biara kemarin, di tambah Kaito sekarang melindungi putri semata wayang Kumagoro, yaitu Fumiko. Karena semua itu, sekarang mafia sudah tahu kalau Phantom Cat sudah kembali beraksi, mereka pasti akan memburu Phantom Cat dan akan mencari siapa identitas asli Phantom Cat. Hana minta Kaito berhati hati dan untuk sementara jangan beraksi dulu sebab kondisi kota sudah ramai, kalau semakin ramai polisi tidak bisa menangani nya.
“Aku mengerti Hana nee san....” Ujar Kaito.
“Ini demi kebaikan mu, aku tahu kok, Phantom Cat itu hanya mencuri dari orang jahat, menolong orang dan tidak pernah membunuh, hanya saja aku kesal kadang dia suka mencomot oleh oleh. Jadi aku bisa jamin, polisi akan tutup mata soal Phantom Cat, aku berani menjamin nya sebab aku adalah komisaris polisi di kota Kosaka, pangkat ku bukan letnan, tapi semua sudah terbiasa panggil aku letnan hehehe....” Ujar Hana.
“Um....gimana ya.....” Ujar Kaito.
“Oi CATS....kamu dengar, tolong ngerti ya, biarkan Kaito istirahat sebentar.” Teriak Hana.
“Eh...Hana nee san tahu tentang CATS ?” Tanya Kaito heran.
“Sudah ku katakan kan, aku kenal Kiyoko dari kecil, aku pun kenal papamu, aku sudah tahu tentang CATS sudah lama.....mereka alasan ku menjadi polisi.”
[Affirmative]
“Eh....CATS menjawab.....” Ujar Kaito.
“Tentu saja, dia juga kenal aku kok.....” Balas Hana.
“Fiuuuuh.....aku sedikit lega.....” Kaito yang tegang langsung lemas.
“Oh satu lagi, bisa tidak kamu rubah sedikit penampilan Fumiko ? jangan sampai dia kembali ke keluarganya sementara ini.” Tambah Hana.
“Aku akan coba Hana nee san....” Ujar Kaito.
“Baiklah, aku harus kembali ke kantor, thanks kopinya.” Hana langsung berdiri.
“Iya Hana nee san...kalau mau main ke sini main saja....” Ujar Kaito.
“Pasti, lagi pula aku akan sering bertemu dengan salah satu calon istri mu yang berkantor di atas...hehehe....” Balas Hana.
“Hah...kenapa bilang dia calon istri ku ?”
Hana langsung merangkul Kaito, dia melihat wajah Kaito yang menjadi merah dengan senyum lebar.
__ADS_1
“Kan aku sudah bilang tadi, aku kenal keluargamu dari kecil, lagipula aku langsung tahu apa hubungan kalian ketika Fumiko memakai nama Nekowari dan melihat dia bersama yang lain disini, itulah alasannya aku mencari kesempatan untuk bicara langsung dengan mu tanpa ada mereka, hebat ya kamu, semuanya cantik hehehe.....” Ledek Hana.
“Kenapa semua nya seenaknya memutuskan tanpa bertanya kepada diriku.....” Ujar Kaito menunduk sedih.
“Hahahaha....ya sudahlah, terima saja....aku pergi dulu...bye...”
Hana langsung melangkah keluar dari toko dan masuk ke dalam mobil nya, Kaito melambaikan tangan nya dan masuk kembali ke dalam toko.
****
Sore harinya, sebelum semuanya kembali, Kaito mencari cara supaya wajah Fumiko bisa di samarkan, dia menanyakan kepada CATS bagaimana caranya supaya wajah Fumiko bisa di sembunyikan. Tiba tiba di udara, muncul kotak kotak digital dan muncullah sebuah liontin. Setelah Kaito menanyakan apa maksud liontin di tangan nya itu, CATS menjelaskan kalau Fumiko memakainya, wujudnya tetap tapi dia tidak akan di kenali oleh siapapun kecuali yang dekat dengan nya. Jadi Fumiko harus terus memakai nya. Tiba tiba, “Cklung.” Pintu toko di buka.
“Kami pulang....” Teriak Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko yang masuk bersamaan.
“Selamat datang, Fumiko san, bisa bicara dengan mu pribadi ?” Tanya Kaito sambil menyambut mereka.
“Eh...pribadi ? ada apa Kaito sama....” Tanya Fumiko.
Akhirnya Kaito mengajak Fumiko ke pantry sebentar, sedangkan yang lainnya mengintip dari balik pintu. Kaito langsung pada intinya dan menjelaskan kepada Fumiko keadaan nya seperti yang di katakan Hana sebelum nya, kemudian dia memberikan liontin nya.
“Um...ini untuk ku Kaito sama ?” Tanya Fumiko sambil melihat liontin yang indah di tangan Kaito.
“Iya...ambilah Fumiko san....” Jawab Kaito.
Langsung Fumiko melompat dan memeluk Kaito yang jadi sedikit kebingungan, kemudian dia berbalik dan meminta Kaito memasangkan liontin nya dengan mengangkat rambutnya. Kaito mengalungkan liontin nya ke leher Fumiko dan mengaitkan nya di belakang. Setelah itu,
“Terima kasih Kaito sama......mwah.” Fumiko mengecup pipi Kaito.
“Eh....liontin itu untuk perlindungan.....”
“Iya aku tahu dan aku berterima kasih.....” Fumiko menutup mulut Kaito dengan jarinya.
Kemudian dia menoleh dan tersenyum sinis melihat semua gadis yang sedang mengintip di balik pintu.
“Hohoho...maaf aku duluan.....hohohoho (tertawa villainess).” Ujar Fumiko bangga dengan menaikkan tangan ke mulut nya yang tertawa dan bertolak pinggang.
“Grrrrrrrrrr.........” Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa dan Chisato menggeram.
Mereka langsung masuk dan menabrak Kaito sampai Kaito terjatuh di lantai, kemudian,
“Oi Kaito, kalau hanya kasih dia tidak adil....” Ujar Nagisa.
“Tidak boleh begitu Kaito kun.....aku juga jadi sedih nih....” Tambah Chisato.
“Punya ku mana Kaito kun ?” Tanya Airi.
“Aku juga....jangan lupakan aku...” Tambah Marin.
“Kamu harus adil sama semua Kaito kun, aku sedikit kecewa nih sama kamu.” Tambah Reina.
“Mana cepat keluarkan punya kami....” Tambah Yuka.
“Bukan, itu kan ku buat supaya Fumiko san tidak.........” Belum selesai Kaito berbicara.
“Tidak mau tahu....mana....” Teriak semuanya kompak.
[Kaito sama, lain kali tolong pahami sedikit hati wanita, aku buatkan untuk mereka semua sebagai perlindungan dan memiliki fungsi yang sama di basement]
Akhirnya Kaito membawa semuanya ke basement dan kalung berliontin sudah tersedia di meja, kemudian dia memakaikan kepada Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa dan Chisato satu persatu. Barulah semuanya kembali ceria dan bersama sama kembali ke atas. Ketika sampai di atas, beberapa mobil lewat melewati toko dan sebagian berhenti di depan toko Kaito. Lalu terlihat beberapa orang berpakaian gangster turun dari dalam mobil, mereka memasuki toko demi toko dan memperlihatkan foto di smartphone. “Cklung.” Seorang pria kekar yang berwajah seram masuk ke dalam.
“Hei....kalian lihat wanita di foto ini ? dia di sini ? jangan coba coba menyembunyikan nya ya.” Tanya pria itu sambil memperlihatkan fotonya.
Semuanya melihat kalau foto itu adalah foto wajah Fumiko, sepertinya mereka sedang mencari Fumiko. Tidak ada yang bicara sepatah kata pun karena semua tahu Fumiko ada bersama mereka. Akhirnya Kaito maju menemui pria itu,
“Maaf wanita itu tidak ada di sini....” Ujar Kaito.
“Semua orang di toko ini ada di sini semua ?” Tanya pria itu.
“Benar, kita semua adalah yang tinggal di toko ini....” Jawab Kaito sambil menunjuk kebelakang.
Pria itu mengamati semua orang di dalam satu persatu, kemudian dia menyimpan kembali smartphone nya dan “Cklung” dia membuka pintu,
“Baik, terima kasih.....” Pria itu langsung keluar dari toko dan pergi.
Tak lama kemudian, smartphone Reina berbunyi, papanya telepon kalau ada orang mencari Fumiko masuk ke dalam toko nya. Reina juga mengatakan kepada papa nya di sebelah kalau pria itu sudah datang ke toko dan memeriksa toko, dia minta papanya tidak usah khawatir karena Kaito sudah mengusirnya. Kaito tersenyum, karena sebenarnya Fumiko berdiri di belakang nya dan tidak di kenali oleh pria itu, berarti liontin nya bekerja dengan baik.
“Nah sekarang sudah aman, bukan hanya Fumiko san, tapi kalian semua juga aman...” Ujar Kaito.
“Tapi...mereka mencari Fumiko chan...hmmm...” Gumam Chisato.
“Ya, mulai sekarang kita harus hati hati, jangan pernah lepaskan liontin yang aku berikan barusan.” Ujar Kaito.
“Tch...baik...kecuali aku tidur.” Balas Nagisa.
“Aku mengerti Kaito sama....” Ujar Fumiko sambil memegang liontin nya.
“Tentu saja sayang ku....” Teriak Reina, Marin, Yuka dan Airi sambil menerjang Kaito sampai jatuh,
“Aaaaaaah.....kenapa sih kalian.....panas nih...lepas....” Teriak Kaito.
__ADS_1
“Tidak mau.....” Teriak ke empatnya.