
Setelah kembali ke toko sepulang sekolah, Reina, Marin, Yuka, Airi dan Chiato berlutut di depan Kaito yang melipat tangan di dada. Sementara Nagisa yang ikut bersama mereka, duduk di sofa sambil menyeruput teh nya dan menaikkan sebelah kaki nya dengan elegan.
“Jadi, Chisato senpai menemukan keganjilan di dinding dan kemudian membuka lemari ku, lalu Airi san menekan menaruh tangan di papan, lift terbuka dan kalian turun...kemudian keluar lewat basement. Begitu ?” Tanya Kaito.
“Iya.....maaf Kaito kun...” Ujar ke lima nya.
“Haaah...ya sudah lah, tapi tolong jangan beritahu siapa siapa, lalu kenapa kalian beritahu Amane senpai ?” Tanya Kaito.
“Oi Kaito, Nagisa....jangan panggil aku Amane....” Celetuk Nagisa.
“Ok ok....kenapa kalian beritahu Nagisa senpai ?” Tanya Kaito.
“Nah kalau untuk itu kita tidak bisa memberitahu, tapi percayalah, kami beritahu Nagisa senpai karena dia tertarik pada mu...” Ujar Reina.
“Pruuuuuut.....ohok....” Nagisa yang sedang minum mendadak menyemburkan minuman nya.
“Ya sudahlah, aku tidak akan tanya alasannya, tapi tolong, jangan pernah beritahu orang lain tentang vault atau basement ku....bahaya.”
“Kami mengerti....” Ujar ke lima nya.
“Termasuk Nagisa senpai ya....” Tambah Kaito.
“Tch...iya..tenang saja...” Balas Nagisa.
“Kaito kun, kalau aku ke bawah boleh ? banyak yang mau ku pelajari di sana.” Ujar Chisato.
“Ya sudah, ayo, kalau semua mau ikut, tolong tutup toko nya. Ada yang mau aku taruh di bawah.”
Akhirnya ke enam nya ikut Kaito turun ke basement setelah menutup toko. Sampai di bawah, Kaito mengeluarkan patung kuno emas yang di ambil dari brankas waktu itu dan menaruh nya di rak. Chisato memperhatikan patung itu dan dia mengenali nya,
“Ini patung apa Kaito kun....kok kayaknya baru pernah lihat.” Ujar Chisato sambil menaikkan kacamatanya.
“Ini patung kerajaan yang hilang di negara ini, sejarahnya sebelum negara ini berdiri ada sebuah kerajaan yang makmur di tanah ini, tapi tiba tiba kerajaan itu lenyap dalam semalam dan hanya menyisakan patung ini. Harganya miliaran G.” Balas Kaito.
“Wow, kalau di jual kaya dong...tidak, semua yang ada di sini kalau bisa di jual kayanya bisa sampai generasi entah ke berapa.” Ujar Chisato.
“Hehe benar, makanya basement ini harus di rahasiakan supaya apa yang ada di sini tidak akan keluar. Waktu itu aku menyimpan lukisan yang di bawa Airi san juga di sini.”
“Hooo yang kasus pemerasan itu ya...” Balas Chisato.
“Benar sekali....salah satu korban nya Airi san....” Balas Kaito.
“Hum hum hum...pantas saja.....” Balas Chisato.
“Apanya senpai ?” Tanya Kaito.
“Hehehe entahlah, aku ke sana dulu....” Chisato langsung melangkah pergi.
Kaito berbalik, ternyata Reina, Marin, Yuka dan Airi sedang memberi penjelasan pada Nagisa mengenai foto di dinding yang sedang mereka kerubungi.
[Kaito sama, ada yang akan datang ke toko]
Kaito langsung naik ke atas meninggalkan semua nya di bawah, dia keluar melalui gudang dan langsung keluar membuka pintu yang terkunci kemudian menunggu di kursi kasir. Dia mengusap wajah nya dan kembali ke wujud asli nya, tak lama kemudian, “Cklung” seorang pria paruh baya masuk ke dalam dan keadaan nya sangat lusuh, ketika masuk dia terlihat bingung. Kaito kenal dengan pria itu, bahkan sangat kenal,
“Ada yang bisa di bantu ossan ?” Tanya Kaito pura pura.
“Um....maaf, sebenarnya aku hanya mau tanya, apa anda pernah lihat anak ini ?” Tanya pria itu sambil menunjukkan sebuah foto di smartphone nya.
Kaito melihat smartphone nya, foto di dalam smartphone itu adalah foto dirinya dengan penampilan culun nya dan orang yang datang adalah Tanaka Hiroshi, ayah angkat nya.
“Maaf, aku tidak pernah melihat nya....kenapa ossan ?” Tanya Kaito.
“Um...kalau begitu, Kiyoko san ada ? saya harus bicara dengan nya...” Jawab Hiroshi.
“Mau apa lagi orang tua ini......” Pikir Kaito dalam hati.
[Dia sekarang bisa pulang ke rumah karena kasus peminjaman uang illegal sudah selesai dan Kaito sama tidak ada di rumah]
“Maaf Kiyoko nee san sedang berada di luar negeri, kalau tidak ada lagi, saya tinggal dulu, masih banyak pekerjaan di dalam.”
“Oh baiklah, maaf saya mengganggu.....” “Cklung” Hiroshi kembali keluar dari toko.
Kaito duduk di sofa, orang yang selama ini dia anggap sebagai papa kandung nya dan menelantarkan dia sendirian, sekarang mencari dirinya, Kaito menunduk dengan dua tangan nya menopang kening nya. Tak lama kemudian,
[Kaito sama, papa angkat mu sepertinya sedang kesulitan uang, sekarang dia berada di taman]
“Dia tidak pulang ke rumah nya ? bukankah sekarang dia bisa pulang ?” Tanya Kaito.
[Ada dua alasan dia tidak bisa pulang, pertama kunci rumah kamu bawa, kedua dia tidak punya uang untuk pulang]
“Oh benar juga, selain kunci yang di ambil Takamura san, aku pegang 1 set juga ya, pantas dia mencari ku huh....baiklah, dia ada di taman kan ?”
__ADS_1
Kaito berjalan ke kasir untuk mengambil amplop, kemudian dia membuka safety box nya dan mengambil uang sebanyak 1 juta G yang di masukkan ke amplop berserta satu set kunci rumah nya. Kemudian Kaito menghilang dan “Cklung” pintu di buka kemudian tertutup sendiri. Di taman, Kaito melihat Hiroshi sedang duduk di taman dan di ganggu oleh beberapa preman yang sepertinya sedang meminta uang padanya. Kaito muncul dan mengusap wajahnya untuk berubah wujud menjadi polisi dan maju menghampiri Hiroshi yang sedang di ganggu.
“Hei...ada apa ini.....” Teriak Kaito.
“Polisi.....lari....kamu beruntung orang tua....” Ujar preman itu sambil beranjak pergi.
Kaito langsung menghampiri Hiroshi yang masih terduduk di taman dan menunduk,
“Anda tidak apa apa ?” Tanya Kaito pura pura.
“Tidak apa apa petugas....terima kasih.” Balas Hiroshi.
“Anda sedang ada masalah ?” Tanya Kaito lagi.
Kemudian Hiroshi bercerita kalau ketika dia pulang ke rumah anak nya tidak ada, dia sudah mencari anak nya selama beberapa hari ini, dia juga sempat ke sekolah dan menurut pihak sekolah, anak nya tidak pernah absen, tapi ketika pulang sekolah dia tidak pernah melihat nya, dia khawatir dan terus mencari sampai akhirnya dia sampai di toko yang dia tahu milik Kiyoko.
“Oh...apa nama anak mu Kaito ?” Tanya Kaito.
“Iya benar pak, bapak melihatnya...dimana dia pak ?” Tanya Hiroshi yang berbalik langsung memegang kedua lengan Kaito.
“Tenang sebentar, tadi kebetulan aku bertemu dengan nya di jalan, dia bilang dia melihat papanya masuk ke taman dan meminta ku mengantar ini....kemudian dia lari begitu saja setelah menyebutkan namanya. Itu alasan nya aku ke taman ini.” Kaito memberikan amplop berisi uang dan satu set kunci rumah nya.
“Oh....dia pergi....dimana bapak ketemu dia, bisa antar saya pak, tolong pak, saya mau minta maaf pada nya......saya sudah menyakiti nya.....tolong pak.”
“Um..maaf nama anda siapa ?” Tanya Kaito pura pura.
“Hiroshi...Tanaka Hiroshi....” Jawab Hiroshi.
“Tanaka san, kamu tidak usah khawatir, dari yang aku lihat, dia tidak dendam pada mu, aku melihat dia sempat ke atm mengambil uang dan lalu memberikan nya pada ku. Tapi waktu aku tanya dia tinggal di mana, dia tidak mengatakan nya, dia hanya tersenyum dan berkata tolong sampaikan saja, aku tidak marah kepada nya, sekarang aku sudah bahagia. Jadi sekarang anda terima ini dan pulang, suatu saat nanti dia pasti pulang.” Balas Kaito sambil tersenyum.
“Baik pak, terima kasih pak....saya pulang.” Ujar Hiroshi.
Dia mengambil amplop nya dan memeluk nya, kemudian dia menangis dan mulai berjalan menuju stasiun. Kaito berbalik dan berjalan keluar dari taman, ketika keluar dia mengusap wajah nya dan kembali ke wujud semula. Setelah itu dia berjalan kembali ke toko. “Cklung” Kaito masuk ke dalam toko,
“Loh....kenapa kalian ?” Tanya Kaito.
Di depan nya, Reina, Marin, Yuka dan Airi sedang berdiri dan menangis, di belakang mereka Chisato dan Nagisa sedang berdiri dan tersenyum. Tiba tiba, Reina, Marin, Yuka dan Airi langsung menghampiri Kaito dan menerjang nya sampai Kaito jatuh.
“Eh...kenapa ?” Tanya Kaito bingung.
“Kita lihat semua Kaito kun.....tadi itu papa mu kan ?” Tanya Chisato yang jongkok di depan Kaito yang terjatuh.
“I..iya kenapa memang nya....”
“Sebentar....ini aneh, kenapa kalian bisa tahu ?” Tanya Kaito.
“Tadi di basement, tiba tiba saja ada layar hologram mengambang dan memperlihatkan kamu dan pria itu di taman, menurut Nagisa, wujud polisi itu sama dengan yang menolong nya kemarin, jadi kami yakin itu kamu.....”
“Begituuuuu.....yaaaaaaaaaa...........” Ujar Kaito yang sudah tidak bisa bicara apa apa lagi karena sudah tahu semua ini ulah siapa.
[Sama sama Kaito sama, senang bisa membantu]
****
Setelah Kaito di lepaskan, Kaito memesan pizza untuk makan malam bersama, kemudian Nagisa langsung mengatakan niatnya, dia juga mau tinggal di toko itu dan membantu Kaito, setelah melihat basement Kaito. Tapi karena dia sibuk dengan pekerjaan theaternya, dia mungkin hanya bisa membantu mengurus toko pada saat senggang dan tidak ada kegiatan theater. Kaito tidak masalah, dari awal dia juga sebenarnya tidak meminta Nagisa untuk mengurus toko, tapi Nagisa mau karena dia tertarik, apalagi setelah di beritahu oleh Chisato.
“Ok senpai...tidak masalah.....” Ujar Kaito.
“Panggil Nagisa, kamu sudah ku beritahu dari tadi....” Balas Nagisa.
“Baik, Nagisa san.....” Ujar Kaito.
Mereka terus berbincang bincang, tak lama kemudian pesanan pizza Kaito datang, Kaito membawanya ke dalam dan menaruh nya di meja.
Reina, Marin, Yuka, Airi, Chisato dan Nagisa melihat lima tumpukan kotak pizza di meja dan mulai membuka nya,
“Silahkan di makan......” Ujar Kaito.
“Itadakimasu......” Ucap semuanya.
“Cklung” Tiba tiba pintu di buka, Kaito yang sedang makan langsung menoleh ke arah pintu. Seorang pria besar masuk ke dalam, wajah nya terlihat bengis dan menyerigai, di belakang nya, Kaito melihat beberapa orang lain dan salah satu nya pegawai pizza yang mengantar pizza barusan. Pria itu rupanya yang pernah mengeroyok nya di gang dan mengambil uang nya bersama Suzu.
“Lalu, ada perlu apa di sini ?” Tanya Kaito.
“Hehehe....banyak wanita cantik ya di sini....gimana kalau kita bersenang senang.” Ujar nya dengan sangat tidak sopan.
“Maaf, sayang sekali kalian salah sasaran......” Ujar Kaito tersenyum.
“CATS urus....” Ujar Kaito di kepalanya.
[Defense mode on]
__ADS_1
Pintu langsung tertutup dan terkunci, semua yang di luar tidak bisa masuk, tiba tiba mereka yang di luar menghilang, rupanya jalanan terbuka dan mereka semua jatuh ke dalam lubang. Pria yang masih di dalam, melihat nya dengan ketakutan, dia langsung berusaha membuka pintu, tapi Yuka yang bertubuh sedikit kekar dan Nagisa sudah berdiri di belakang nya.
“Hehehe mari bersenang senang....” Yuka langsung memelintir tangan nya kemudian membuatnya berlutut.
“Tch...orang seperti ini mau bersenang senang, mimpi....” Nagisa langsung menaikkan kakinya yang masih di perban dan menekan dada pria itu dengan hak tinggi nya.
“Um...Yuka san...Nagisa san....mundur sedikit....” Kaito menarik keduanya mundur.
Yuka dan Nagisa langsung mundur, tiba tiba, “Klek.” Lantai di bawah pria itu terbuka,
“Waaaaaaaaaaa....” Pria itu jatuh ke dalam lubang yang tidak tahu mengarah kemana.
“Klek.” Lantai di bawah tertutup kembali, Yuka, Nagisa dan lainnya yang melihat nya tertegun.
“Um...toko ini punya keamanan sendiri hehehe. Jangan di pikirkan, ayo makan lagi.” Ujar Kaito.
Walau heran, ke enamnya kembali makan dengan ceria sambil terus memperhatikan Kaito. Keesokan harinya, ketika sedang di kereta bersama sama, Kaito membuka smartphone nya, ada berita kalau beberapa orang terjepit di dalam selokan yang berada di belahan lain kota Kosaka, petugas masih berusaha mengevakuasi mereka karena mereka masih hidup.
“Hehehe....rasain....” Ujar Kaito di kepalanya.
[Senang bisa membantu Kaito sama]
“Kamu sadis juga ya CATS, di masukin ke selokan gitu....” Balas Kaito.
[Aku hanya menyatukan barang kotor bersama sama]
“Hehehe kamu benar...terima kasih ya, sekarang aku lega.” Balas Kaito.
[Sama sama Kaito sama]
Setelah menyimpan smartphone nya, Kaito melihat Reina, Marin, Yuka, Airi, Chisato dan Nagisa yang duduk di kursi di depan nya dengan ceria. Kaito yang menggunakan wujud otaku nya dan berdiri di depan mereka tersenyum. Tapi ketika berjalan menuju gerbang sekolah, tiba tiba sebuah mobil mewah melewati mereka dan berhenti tepat di gerbang sekolah. Seorang siswi yang terlihat seperti anak bangsawan turun dari mobil mewah itu.
“Geh...ojousama......malas banget lihat nya.” Gumam Nagisa.
“Benar, kenapa dia sekarang masuk sekolah....padahal dia tidak pernah masuk sekolah.” Tambah Chisato.
“Um...dia siapa senpai ?” Tanya Reina.
“Anak mafia terkenal di kota ini....clan Kumagoro, Kumagoro Fumiko, sekelas dengan ku.....” Jawab Nagisa.
“Oh dia kesini.....” Ujar Yuka.
Fumiko menoleh dan melihat enam gadis cantik sedang mengerubungi otaku, dia berbalik dan berjalan mendekati kelompok Kaito. Reina, Marin, Yuka dan Airi langsung memagari Kaito, sedangkan Nagisa dan Chisato berjalan mendekati Fumiko.
“Heeee....sejak kapan prince sombong dan detektif dekil bersama.....” Ujar Fumiko.
“Diam ojousama......mau apa kamu kesini ? bukan nya kamu bisa langsung masuk ke dalam hah ?” Tanya Nagisa.
“Ah aku melihat kumpulan para makhluk yang tidak biasa...makanya aku penasaran hohohoho....” Jawab Fumiko.
“Heh...heran ya melihat kita...oh ya di rumah mu hanya ada pria sangar sih ya....tidak ada yang lain...kasihan.” Sindir Chisato.
“Jangan banyak bicara detektif busuk, aku ke sini hanya mau mengurus berkas pindah ku....sudahlah, tidak guna bicara dengan kalian, permisi....” Fumiko berbalik dan berjalan kembali untuk masuk ke dalam gerbang.
“Hmm dia mau pindah rupanya....aneh.” Ujar Nagisa.
“Tumben, biasanya dia senang berdebat dengan ku...ada yang aneh.” Tambah Chisato.
Mereka meneruskan masuk ke dalam gerbang dan masuk ke dalam gedung sekolah. Ketika kelas sudah di mulai, tiba tiba terdengar banyak sekali mobil berhenti di depan gerbang sekolah dan beberapa orang bersenjata turun dari mobil.
[Dling]
[Urgent Quest Di terima]
\===============================
Quest : Keamanan sekolah nomor satu
Desciption : Mencegah terjadi nya perang mafia di sekolah.
Target : Selamatkan Kumagoro Fumiko
Location : Fukutoshi private high school
Reward : 100.000.000 G | 10.000 xp
\===============================
Kaito melihat isi quest nya dan melihat kembali ke luar jendela. Dia langsung berdiri dan permisi kepada sensei untuk keluar kelas.
“Ayo CATS.....” Ujar Kaito.
__ADS_1
[Affirmative]