
Hana membelokkan setir untuk masuk ke dalam gerbang sekolah kemudian parkir di tempat parkir yang di sediakan. Setelah itu mereka turun dan langsung memeriksa tempat jatuhnya Nobu yang di beri pita kuning polisi. Beberapa polisi menghampiri Hana dan langsung berbicara dengan nya. Kemudian beberapa sensei dan kepala sekolah menghampiri Hana dan beberapa polisi yang sedang memeriksa tempat jatuh nya Nobu. Hana memberikan kode kepada Chisato untuk bergerak sendiri menggunakan tangan nya sementara dia membuat sibuk kepala sekolah dan beberapa sensei. Chisato mengerti isyarat yang di berikan Hana,
“Suzu chan, antar aku ke atap.....aku mau lihat gudang dan kebun di atas....cepat.” Ujar Chisato.
“Ayo nee san....” Balas Suzu.
Suzu langsung mengajak Chisato dan Junko berlari ke dalam gedung sekolah kemudian menuju naik ke atap. Begitu sampai di atas, Suzu menunjukkan tempat gudang yang di katakan angker itu berada,
“Um...nee san....apa perlu kita ke sini ?” Tanya Suzu yang merasa sedikit ketakutan.
“Harus, justru kunci nya ada di sini....” Jawab Chisato sambil membuka pintunya.
“Krieeek.” Pintu sudah terbuka lebar, kelembaban dan debu yang ada di dalam menunjukkan ruangan itu jarang sekali di buka, isi gudang itu sudah kosong dan peralatan untuk club berkebun sudah di pindah kan ke gudang yang ada di sisi lain atap. Chisato masuk ke dalam gudang sambil menutupi hidung nya dengan sapu tangan karena terlalu berdebu dan pengap.
“Jadi siswi yang meninggal itu bunuh diri di sini ya ?” Tanya Chisato.
“Um...iya nee san....dia tergantung di ujung ruangan ini.” Jawab Suzu.
Chisato berjalan ke ujung gudang dengan jendela di atas nya, dia mengamati jendela dan langit langit di atas jendela itu. Kemudian dia menghapus debu di dinding yang berada di bawah jendela, terlihat sebuah pola di dinding itu seperti pentagram yang biasa di gunakan sebagai pemanggilan arwah. Chisato langsung mengeluarkan smartphone nya dan memfoto pola di dinding itu.
“Hmmm....begitu ya.....Suzu chan, waktu itu tubuhnya di temukan tergantung di dinding di bawah jendela ya ?” Tanya Chisato.
“Um...aku tidak tahu detail nya, Gina chan yang menemukan nya waktu itu, dia bilang talinya di ikat di luar.” Jawab Suzu.
“Pasti begitu sebab di lis langit langit tidak ada bekas tali....baiklah, yuk kita lihat tempat siswa itu jatuh.” Ujar Chisato.
Kemudian mereka keluar dari gudang dan menuju sisi pinggir atap yang sudah di beri garis kuning polisi tempat jatuh nya siswa bernama Nobu itu. Chisato melihat ke bawah dan di bawah merupakan taman tempat jatuh nya siswa itu, Hana dan lainnya terlihat sedang berbicara di bawah persis di sebelah taman itu.
“Oh dari sini ya jatuh nya....” Ujar Chisato.
Kemudian dia menoleh melihat ke arah pintu untuk naik ke atap yang ternyata segaris dengan tempat jatuhnya Nobu.
“Hum hum begitu rupanya.....Suzu chan, kamu tahu rumah Narumi chan ?” Tanya Chisato.
“Um...aku tidak tahu nee san....” Ujar Suzu.
“Junko san, bisa tolong cari tahu di kantor staff alamat rumah Narumi chan ?” Tanya Chisato sambil melihat Junko.
__ADS_1
“Serahkan pada ku....”
Junko langsung pergi keluar dari atap dan turun ke bawah. Chisato mengajak Suzu turun ke bawah untuk menemui Hana. Selagi jalan ke bawah,
“Terakhir nih Suzu chan, aku mau tanya, apa Gina chan dan siswi yang bunuh diri itu akrab ?” Tanya Chisato.
“Sangat, mereka selalu berdua, alasan aku, Emi chan dan Vinne chan mengajak Gina chan bergabung bersama kita karena waktu itu kita melihat dia sangat berduka dengan kematian Fujiko chan.” Jawab Suzu.
“Sesuai dugaan ku.....baiklah ayo kita ketemu Hana nee sama....” Ujar Chisato.
Setelah sampai di bawah, Chisato menggandeng tangan Suzu untuk kembali ke taman di bawah, mereka langsung bertemu dengan Hana yang masih berbincang bincang dengan petugas polisi dan para sensei. Melihat Chisato mendekat, Hana langsung berbalik menghampiri Chisato.
“Ada perkembangan, barusan anak buah ku di rumah sakit melapor, keterangan dari Nobu kun berubah ubah, sepertinya dia bingung dengan kejadian yang sebenarnya, kamu sudah dapat petunjuk ?” Tanya Hana.
“Sudah, tapi aku mau memastikan sesuatu dulu sebelum nya....” Jawab Chisato.
“Hebat, kamu memang bisa di andalkan....” Balas Hana.
Tak lama kemudian, Junko datang menghampiri Hana, Chisato dan Suzu yang sedang kepinggir untuk berdiskusi dan memberikan secarik kertas kepada Chisato. Setelah itu,
“Hana nee san, bisa antar aku sebentar ke alamat ini ?” Tanya Chisato.
Hana langsung mengatakan kepada anak buahnya untuk terus berjaga di sekolah dan pamit kepada para sensei, setelah itu Hana, Chisato, Suzu dan Junko berjalan ke tempat parkir untuk mengambil mobil dan pergi menuju alamat rumah yang tertulis di secarik kertas dari Junko. Ketika di lihat di peta, ternyata rumah itu sangat dekat dengan sekolah, hanya berbeda beberapa blok saja. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari dan menemukan alamat itu, ketika sampai Chisato meminta Hana dan Junko berjaga di mobil, sedangkan dia dan Suzu turun untuk mengetuk rumah itu. Chisato bersama Suzu masuk ke dalam pagar dan mengetuk pintu rumah nya,
“Sebentar....” Teriak seorang gadis di dalam.
Pintu di buka, seorang gadis cantik yang berpakaian santai karena sedang di rumah membukakan pintu, dia bingung melihat Chisato, tapi dia mengenali Suzu karena memang Suzu termasuk siswi populer di sekolah nya.
“Um...senpai ? ada apa kerumah ku ?” Tanya gadis itu.
“Narumi chan kan, boleh bicara sebentar, nee san ku mau bicara.” Ujar Suzu.
“Um...baiklah, di dalam saja ya....” Narumi membukakan pintu nya.
Suzu mengajak Chisato masuk ke dalam, begitu sampai di dalam Chisato langsung melihat sekeliling, dia menemukan simbol aneh berbentuk lingkaran dengan gambar burung gagak berwarna emas di dalam nya. Ketika Narumi mengajak nya masuk ke ruang tengah, dia melihat sebuah altar abu dengan foto seorang gadis yang mirip sekali dengan Narumi.
“Boleh tanya itu foto siapa Narumi chan ?” Tanya Chisato.
__ADS_1
“Um...foto nee san kembar ku....dia bunuh diri di gudang yang ada di atap setahun lalu.” Jawab Narumi.
“Orang tua mu kemana ?” Tanya Chisato.
“Mereka kerja di luar negeri, aku setiap hari hanya sendirian di rumah, kalau ada nee san biasanya kita hanya berdua.....hik...hik...” Narumi mulai menangis.
Chisato langsung berbisik kepada Suzu dan menyuruh Suzu membujuk Narumi ikut dengan nya keluar dari rumah nya. Suzu sebenarnya merasa heran, tapi karena dia percaya kepada Chisato, akhirnya dia membujuk Narumi untuk ikut dengan nya. Setelah cukup lama membujuk nya, akhirnya Narumi bersedia untuk ikut dengan Suzu, mereka langsung keluar dari rumah dan kembali ke mobil.
“Hana nee san, bisa keluarkan Gina chan dari penjara tidak ?” Tanya Chisato.
“Oh kamu menemukan sesuatu ?” Tanya Hana.
“Aku jelaskan, sekalian kepada Narumi chan. Tidak ada yang bersalah di kasus ini, saat makan siang, Narumi chan naik ke atap dan tujuan nya adalah membantu Nobu kun, benar ?” Tanya Chisato.
“Iya benar, tapi setelah itu dia histeris dan panik sendiri, karena takut melihat nya aku turun lagi, kok tahu nee san tadi aku naik ke atap saat makan siang ?” Tanya Narumi.
“Karena Gina chan makan bersama dengan Suzu chan berarti hanya kamu kan yang membantu di atas, anggota club mu hanya tiga orang kan.” Jawab Chisato.
“Lalu kalau begitu kenapa dia jatuh ?” Tanya Hana.
“Karena dia melihat Narumi chan, yang mengingatkan dirinya pada siswi yang bunuh diri setahun lalu, alasan dia takut, karena yang membunuh siswi itu adalah Nobu kun walau sebenarnya dia tidak mau membunuh siswi itu.” Jawab Chisato.
Hana, Suzu dan Narumi kaget mendengar pernyataan dari Chisato. Kemudian Chisato melanjutkan,
“Alasan Nobu kun membunuhnya bukan karena masalah pribadi, melainkan karena perintah, Hana nee sama bilang orang tuanya terlibat sekte kan, setelah kerumah Narumi chan, ternyata orang tua dari Narumi chan juga terlibat. Sebelum nya maaf Narumi chan, tapi nee san mu sengaja di korbankan dan yang mengeksekusi nya adalah Nobu kun dengan di samarkan sebagai bunuh diri, lihat foto pola yang ada di dinding ini, jelas waktu itu pola ini di gunakan sebagai ritual.” Ujar Chisato sambil memperlihatkan foto nya.
Hana, Suzu, Narumi dan Junko melihat foto sebuah pola di dinding yang sudah tertutup debu, tanda pola itu sudah lama sekali ada di situ. Narumi langsung menutup mulutnya, dia menangis tersedu sedu mendengar analisa dari Chisato.
“Hmmm....lalu apa hubungan nya dengan Gina chan ?” Tanya Hana.
“Gina chan yang menemukan jasad temannya tergantung di dalam gudang dan Nobu kun yang ketakutan karena perbuatan nya, merasa Gina chan mengetahui perbuatan nya, sehingga dia mulai mendekatkan diri ke Gina chan, itulah sebabnya Nobu kun memberikan pernyataan yang meragukan soal Gina chan karena tujuan nya dia ingin melenyapkan saksi perbuatannya dengan memfitnah Gina chan mendorong dirinya jatuh dari atap.” Jawab Chisato.
“Benarkah itu nee san ?” Tanya Narumi sambil terisak.
“Hah pantas saja orang tuanya nafsu sekali ingin menuntut Gina chan....aku mengerti sekarang. Baiklah, kita ke kantor polisi yang menahan Gina chan dan membebaskannya, lalu kita pulang.” Jawab Hana.
“Bagaimana caranya nee sama ?” Tanya Chisato.
__ADS_1
“Serahkan pada ku....” Jawab Hana.
Akhirnya mereka langsung ke kantor polisi tempat Gina di tahan untuk membebaskan nya dan membawanya pulang ke toko.