C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 32


__ADS_3

Setelah berpakaian, ke sepuluh gadis itu duduk melingkari Kaito untuk membahas detail misi, Reina memakai skill strategist nya dan dia mendapat seperti penglihatan dimana letak kapal, bagian dalam nya, berapa jumlah musuh dan lainnya. Setelah semua info masuk, dia menggambarkannya di kertas dan membagi tim.


“Gimana Reina chan ?” Tanya Kaito.


“Musuh ada 30 orang termasuk pemimpin nya, mereka tersebar di dek, aula, lorong lorong, ruang mesin, gudang barang dan penjara di bawah. Untuk bisa menyelamatkan orang orang yang di kurung dan mengambil barang, harus menarik perhatian 30 orang musuh yang berjaga, jadi kita buat pengalihan, bom yang di kereta kemarin kan ada padamu Kaito kun, kita bisa pakai itu supaya mereka semua ke dek, lalu tim serbu, Emi chan, Yuka chan, Suzu chan dan Nagisa senpai yang di pimpin oleh Marin chan menghabisi mereka dari belakang. Aku, Airi chan, Chisato senpai, Fumiko senpai dan Vinne chan membebaskan orang orang di bawah. Kaito kun mengambil barang barang antik. Gimana ?” Tanya Reina.


“Aku sih setuju....gimana yang lain ?” Tanya Marin.


“Tidak ada masalah.....” Jawab Nagisa.


“Aku juga ok....” Tambah Suzu.


“Sama...ok juga...” Tambah Emi.


“Sip....lanjut....” Tambah Yuka.


“Chisato senpai, Airi chan, Fumiko senpai dan Vinne chan ?” Tanya Reina.


“Aku ok....” Jawab Chisato.


“Aku juga ok Reina chan....” Jawab Fumiko.


“Tentu saja ok....” Tambah Airi.


“Aku juga onee chan....” Jawab Vinne.


“Kaito kun ? kamu mungkin harus melawan pemimpin nya...” Ujar Reina.


“Tidak masalah, aku ok....” Jawab Kaito.


 “Kalau begitu, titik temu di gudang kosong yang ada pelabuhan, tempatnya disini...” Reina menunjuk peta.


“Ok...” Teriak semuanya.


“KATS perintah leader, beri  senapan buru, pistol, pisau dan tongkat kejut, skill lightning speed dan vanish untuk Marin chan, Yuka chan, Nagisa san, Emi chan dan Suzu chan di pakaian mereka.”


[Affirmative]


Kotak kotak digital keluar di atas kepala Marin, Yuka, Nagisa, Emi dan Suzu. Semua senjata dan skill lightning speed sudah di berikan di pakaian mereka.


[Marin, Yuka, Nagisa, Emi dan Suzu sudah bisa menggunakan skill lightning speed dan vanish]


“KATS perintah leader, beri senapan buru, pistol, skill lockpick, skill vanish untuk Reina chan, Airi chan, Chi san, Vinne chan dan Fumi san.”


[Affirmative]


Kotak kotak digital kembali keluar di atas kepala Reina, Airi, Chisato, Fumiko dan Vinne. Semua senjata dan skill sudah di berikan di pakaian mereka.


[Reina, Airi, Chisato, Fumiko dan Vinne sudah bisa menggunakan skill picklock dan vanish]


“Baiklah, kita berangkat....pakai pakaian.”


Semuanya menekan tombol pakaian mereka. Kemudian Kaito mendekati Marin dan langsung mengecup keningnya.


“Komando di lapangan ku serahkan pada mu Marin chan.....hubungi aku kalau perlu sesuatu....”


“Hehehe siap....percayakan pada ku....” Balas Marin.


“Huh curang.....” Teriak yang lain.


Akhirnya Kaito mengecup kening semuanya satu persatu. Kemudian dia memberikan empat buah bom kepada Marin yang di ambil dari safety box nya, setelah itu semuanya menghilang dan melompat keluar dari balkon kamar mereka.


*****


Satu jam kemudian, di pelabuhan, sebuah kapal pesiar mewah bernama the king cruiser sedang berlabuh di pelabuhan. Lima bayangan mendekati kapal dari pelabuhan, empat dari lima bayangan itu memasang tiga bom di drum yang mengelilingi kapal di pelabuhan tempat kapal berlabuh. Sebelas grapller di tembakkan ke cerobong kapal pesiar dan sebelas bayangan melesat naik ke atas. Seorang bayangan melemparkan sebuah bom ke dalam kolam renang di dalam dek.


“Baik, sekarang mulai....ledakkan bom pertama....” Ujar Kaito.


“Roger....” Balas Marin.


“Bum.” Sebuah bom di dalam drum yang ada di pelabuhan meledak, para penjaga yang menjaga di sisi dek langsung melihat ke bawah, kemudian bom kedua di ledakkan, beberapa orang yang berada di dalam berlarian keluar membawa senjata mereka. Bom ketiga di ledakkan dan semua orang berlarian ke dek kemudian melihat ke bawah.


“Siap siap...bom terakhir di kolam renang....” Ujar Marin.


“Bruush.” Bom terakhir di kolam renang meledak dan membuat air nya muncrat keluar, semua orang yang ada di atas dek langsung mendekat ke kolam renang dengan perlahan sambil melihat sekeliling dan menodongkan senjata mereka.


“Ok berpencar, aku mengambil harta dan tim b membebaskan semua tahanan. Tim A...bunuh mereka.....” Ujar Kaito.


“Siap....” Teriak semuanya melalui telepati.


Kaito, Reina, Airi, Vinne, Chisato dan Fumiko langsung melompat turun sambil menghilang.


“Baiklah, hmmm....ada 23 orang saja......empat orang bisa lah di atasi mereka. Ayo turun......” Ujar Marin.


“Ok ok....” Ujar Nagisa.


Ke limanya turun dalam keadaan menghilang di belakang semua orang yang sedang mengerumini kolam renang sambil melihat sekeliling. Kelima nya mengangkat senapan mereka,

__ADS_1


“Tembak.....” Teriak Marin melalui telepati.


“Tratat...tratat....tratat....” Semuanya langsung menembak dengan tiba tiba, hampir separuh mereka habisi dengan mendadak, kemudian kelimanya berlindung dan para orang yang selamat mulai menembaki arah mereka di tembak. Karena tidak ada orang dan mereka menembaki udara, para orang itu mulai berjalan perlahan mendekati arah tembakan dengan tetap menodongkan senjatanya dengan waspada. Ketika mereka melewati Marin, Nagisa, Yuka, Emi, Suzu yang bersembunyi, satu persatu mereka habisi dari belakang menggunakan pisau dan tongkat kejut, dari 11 orang yang selamat dari serangan awal, hanya sisa 2 yang selamat karena terkena tongkat kejut. Nagisa menarik pistolnya dan menghabisi kedua nya dengan menembak kepala mereka.


“Wah mudah hehehe.....” Ujar Yuka.


“Aku tidak tahu aku dapat berapa....” Tambah Suzu.


“Tch....buat apa di hitung...” Ujar Nagisa.


“Jangan lengah, masih ada 7 orang lagi....” Ujar Marin.


“Siap onee chan....” Balas Emi.


Sementara tim B yang terdiri dari Reina, Airi, Chisato, Fumiko dan Vinne langsung menuju ruang penjara di bawah atas petunjuk Reina. Ketika sampai di bawah, mereka mengendap ngendap, menelusuri lorong. Tiba tiba mereka melewati sebuah ruangan,


“Ugh.....ugh.....ugh....”


“Hehehe enak kan....” Ujar seorang pria.


Ke limanya mengintip dan darah mereka langsung mendidih, karena ada empat orang di dalam sedang memperkosa seorang gadis yang terlihat cantik sampai gadis itu terlihat sudah tidak berdaya sama sekali.


“Kurang ajar.....”


Fumiko langsung menendang pintu setelah membuka nya menggunakan pick lock dan menembaki semua pria di depan nya dengan membabi buta dan walau sudah mati, dia terus menembakinya sampai di hentikan oleh Reina. Setelah semua pria mati dan Fumiko berhenti menembak, ke limanya masuk ke dalam, Vinne langsung memeriksa gadis itu dan memberinya skill first aid. Reina berjaga di sebelah pintu,


“Hei....siapa kalian ?” Teriak pria yang baru datang dan menodongkan senjatanya.


Chisato, Airi dan Fumiko langsung mengangkat tangan mereka dan berbalik untuk memancing pria itu masuk ke dalam. Reina langsung mencabut pistol dan ketika pria itu melangkah masuk ke dalam, Reina langsung menembak kepalanya. Setelah itu, Chisato dan Airi langsung berjaga di luar sementara Vinne menyembuhkan gadis itu. Setelah itu, mereka membuka semua pintu dan membebaskan semua orang yang di kurung.


“Hmm hanya 11 orang termasuk gadis itu....kurang satu orang...” Ujar Chisato.


“Benar, kalau menurut objective seharusnya ada 12 orang, tapi bawa mereka dulu keluar....” Ujar Airi.


“Ayo cepat kita pergi....” Ujar Reina yang memapah gadis itu bersama dengan Fumiko.


“Ayo ayo.....dia sudah tidak masalah....hanya masih lemas dan telanjang....” Ujar Vinne.


“Aku tutupi dengan kain....” Fumiko menyambar kain dan menutupi tubuh gadis itu.


Kemudian mereka langsung membawa semua orang yang akan di jual keluar dari kapal. Ketika mereka menaiki tangga.


“Berhenti.....” Teriak seorang pria yang langsung menaikkan senjatanya.


Tapi tiba tiba, “Dor.” Airi menembak kepalanya dengan pistol dan pria itu langsung tumbang tanpa sempat menaikkan senjatanya. Sementara itu, di gudang, Kaito sudah berhasil mengambil semua barang nya, tapi ketika dia mau keluar dan melewati sebuah kamar besar di sebelah nya,


“Hah kamu pikir di luar negeri aku tidak bisa membongkar soal kalian.....” Teriak seorang wanita.


Kaito yang mengenali suara pria itu mengintip dengan membuka pintu nya sedikit, dia melihat pria setengah tua yang dia lihat di rumah Airi tadi pagi. Kemudian dia menoleh dan melihat seorang wanita muda yang sedang menutupi tubuh nya dengan tangan. Pria setengah tua itu menodongkan pistol ke wanita muda itu sambil tersenyum bengis. Melihat itu, Kaito langsung menendang pintunya dan masuk ke dalam, pria setengah tua itu menoleh melihat Kaito yang sedang mengenakan pakaian nya.


“Wah...maaf, kupikir di sini toilet....” Ujar Kaito.


“Siapa kamu.....pengawal......pengawal....” Teriak pria setengah tua itu.


“Hah...pengawal ? wah maaf sepertinya mereka tidak akan menjawab mu....oh ya ossan, kamu siapa ya ?” Tanya Kaito sambil berjalan mendekat pada pria itu.


“Jangan mendekat atau aku tembak....” Teriak pria itu.


“Wah aku kan tanya, kamu siapa ossan ? aku perlu tahu nama mu, sebab aku sedang mencari sekte golden crow.” Ujar Kaito.


“A..apa ? siapa kamu ?.....ah aku tahu....Phantom Cat....kurang ajar kalian...berani berani nya menentang sekte agung kami.....” Teriak pria itu sambil mundur.


“KATS....katana ku.....” Ujar Kaito di kepalanya.


[Affirmative]


Kotak kotak digital muncul di tangan Kaito membentuk sebuah pedang katana. Kaito terus melangkah maju mendekati pria setengah tua yang gemetaran. Diam diam dia memberi kode pada wanita muda itu untuk keluar dari kamar. Wanita itu langsung lari keluar karena mengerti kode yang di berikan Kaito.


“Hei ossan, aku butuh petunjuk nih, dimana markas sekte mu ?” Tanya Kaito.


“Kurang ajar....” Pria itu menarik pelatuk nya dan mulai menekan picu nya.


Dengan cepat Kaito menyabetkan katana nya dan memotong tangan pria itu sampai terputus, “Dor.” Pistol yang jatuh ke tanah tertembak dan langsung mengenai kepala pria itu. Pria setengah tua itu mati seketika dan jatuh ke lantai,


“Yaaaah....padahal mau ku tanya....ya sudah lah, lain kali saja....”


Kaito berbalik dan berjalan keluar dari kamar dengan santai, begitu sampai di luar, wanita yang di bebaskan nya masih menunggu dirinya di luar kamar,


“Terima kasih sudah menolong ku....namaku Segawa Junko, aku wartawan, aku mengetahui soal gerakan mereka, tapi ketika aku sedang menyelidiki, aku di tangkap oleh mereka dan sekarang aku mau di jual di luar negeri untuk di jadikan budak.” Ujar Junko.


“Hmm wartawan ya......” Ujar Kaito.


[Kejujuran : 60%, dia tidak terlalu bisa di percaya]


“Bisa tolong cari tahu siapa dia ?” Tanya Kaito.


[Affirmative]

__ADS_1


“Benarkah anda wartawan Junko san ? atau mata mata....” Ujar Kaito.


“Sepertinya susah mengelabui Phantom Cat, tapi maaf aku tidak bisa membongkar identitas ku, tenang saja, sasaran kita sama, tapi berhati hatilah, ada juga yang mengincar kamu di luar dari sekte sesat itu. Bye.....” Ujar Junko.


Junko langsung mengeluarkan bom cahaya dari sepatunya hak tinggi nya. Kaito yang reflek menutup matanya dengan lengan,


“Hei....” Teriak Kaito.


Tapi ketika cahaya menghilang, Junko sudah tidak bisa di temukan dan menghilang.


“Kita punya musuh lain selain sekte itu KATS ?” Tanya Kaito.


[Bukan musuh, mereka ingin menangkap Phantom Cat dan memiliki tujuan sendiri, saat ini musuh kita sekte golden crow]


“Hmm berarti kita harus hati hati.” Gumam Kaito.


[Benar, tapi tidak perlu khawatir, ada aku]


“Hehe aku tahu....kamu memang partner yang bisa di andalkan. Tapi jangan hanya aku, ke sepuluh calon istri ku juga.” Balas Kaito.


[Istri Kaito sama, mereka istri, semua sudah Nekowari dan tentunya aku melindungi semua yang menyandang nama Nekowari]


“Iya...aku tahu....hanya saja aku masih tidak percaya punya istri 10 dan semuanya populer.....” Ujar Kaito.


Tiba tiba terdengar langkah kaki yang banyak di belakang Kaito, ketika menoleh dan berbalik,


“Kaito kun....” Teriak Reina, Marin, Yuka, Airi dan Chisato.


“Kaito....” Teriak Nagisa.


“Kaito sama....” Teriak Fumiko.


“Onii chan....” Teriak Emi, Suzu dan Vinne.


Ke sepuluhnya langsung menabrak Kaito yang masih di depan kamar besar di dalam kapal sampai terjatuh. Ke sepuluhnya langsung mengajukan berbagai pertanyaan seperti “Kamu tidak apa apa ?” “Kamu tidak terluka ?” dan lain sebagainya secara bersamaan.


“Stoooop....jawaban untuk semuanya.....aku tidak apa apa....” Balas Kaito.


“Hehehehe.....” Ujar ke sepuluh nya.


\===============================


Objective :


Korban human trafficking :   (12/12) cleared.


Barang antik                        :     (5/5) cleared.


Musuh                                  : - (0/30) cleared.


\===============================


[Mission cleared : 1.500.000.000 G | 2.500.000 XP]


[Open Status]


\====================================


Nama             :  Shadow Cat (Nekowari Kaito).


Level             :  78 / 99


EXP               :  0 / 230.000


Stats              :  STR -      7.800  >>>  7.800


                         DEX -    30.400 >>> 31.200


                         LUK -    15.200 >>> 15.600


Active skill     : Vanish, Lightning speed, Pick lock, Pick pocket, 1000 face, Search Area, Step jump.


Passive skill    : Martial arts mastery, Parkour, Appraisal, Hacking, Difuse,  Quick hand, Ranged weapon mastery, Melee weapon mastery, Trained body, Fast move, High jump, Endurance. Telepath.


\====================================


All primary squad member level 72 | EXP : 12.150 / 120.000


\====================================


“Horeeeee.....kita kayaaaaaaa.....” Teriak ke sepuluh gadis itu sambil memeluk Kaito.


“Iya...iya....kita masih di sarang musuh nih....keluar dulu.” Ujar Kaito.


Akhirnya semuanya langsung berlari keluar dari kapal dan kembali ke hotel mereka. Di perjalanan, Kaito melihat para istrinya melompat dengan wajah yang riang dan terlihat sangat senang. Melihat semuanya menjadi riang, dia tersenyum, ada perasaan senang yang teramat sangat di hatinya,


“Thanks KATS, selain dapat uang, aku juga senang melihat senyum mereka....” Ujar Kaito.

__ADS_1


[Sama sama Kaito sama]


__ADS_2