
"Cayya apa yang telah terjadi,kenapa pangeran Fath begitu marah pada mu? berkali kali aku bilang jangan pernah menonjolkan diri,walaupun itu bukan salahmu,tapi tetap saja kau harus tau posisimu sekarang Cayya,"Devi memberondong dengan berbagai pertanyaan,Ayya hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal."aku sangat khawatir padamu,sekarang semua nya sudah terjadi kau harus mempertanggung jawabkan nya Cayya,sekarang bawa makan siang untuk pangeran Fath ke ruangan nya,tolong jangan buat dia marah lagi,masih untung kau tidak dipecat.sebaiknya kau segera minta maaf."
"baik lah Devi,tapi aku tidak bersalah,dia Yang harus minta maaf kepada Maria,"
"tetap saja Ayya kita yang harus mengalah,kau tau konsekuensi menjadi pelayan kan?!"
Dengan langkah yang gontai Ayya mengantar makanan ke ruangan pangeran Fath,dia yakin akan segera menghadapi hukuman nya,dia hanya bisa pasrah,ketika sudah di depan pintu kamar,Ayya menarik nafas dan mengucapkan "Bismillah"
"tok tok tok!!"tidak terdengar ada jawaban,Ayya masuk sambil mengucapkan salam "Assalamualaikum"
"ternyata dia sedang fokus dengan laptopnya ."batin Ayya."makan siang anda pangeran"kata Ayya sambil menyodorkan berbagai makanan di meja,pangeran Fath membuka kacamatanya,kemudian ia melirik ke arah makanan yang Ayya bawa."Diam disitu sebelum aku suruh pergi."
"Ayya hanya diam menurut, meskipun dia sangat tidak nyaman karena hanya mereka berdua yang ada diruangan itu,Ayya mundur beberapa langkah"dia hanya berdiri sambil menunduk.Sudah hampir setengah jam,satu jam,waktu terus berlalu,
"ya ampun kenapa lama sekali,pangeran itu makan sambil menatap layar laptop nya terus,kapan selesai nya coba"batin Ayya.
Padahal sesekali pangeran Fath melirik ke arah Ayya yang terlihat sangat canggung, dia menyunggingkan senyuman nya sinis,"rasakan pembalasan ku pelayan kunyuk, he he he,kita lihat berapa lama kau sanggup berdiri seperti itu,"katanya dalam hati
"ehm!!"Ayya berdehem
"pangeran, mohon maaf dengan segala hormat,ini sudah hampir 2 jam,apa boleh saya keluar,saya tidak tahan ingin ke kamar kecil,"
"lakukan saja disitu"jawab sang pangeran acuh,"
"Anda yakin akan tahan dengan baunya?saya sudah benar benar tidak tahan."
pangeran menatap Ayya yang tertunduk sedangkan kakinya berjinjit sebelah menahan ingin buang air kecil.
"kau boleh memakai kamar mandiku"katanya sambil menunjuk pintu di ujung.Tanpa pikir panjang Ayya langsung berlari ke arah pintu yg ditunjuk oleh pangeran Fath.Tanpa Ayya sadari sebenarnya pangeran Fath sudah merencanakan segalanya,dia menaruh jebakan dikamar mandinya,
"kenapa pelayan jelek itu belum berteriak?"gumam sang pangeran.
Tak berapa lama Ayya keluar dari kamar mandi sambil membawa seekor ular yang cukup besar.
__ADS_1
"pangeran apa anda memelihara banyak ular,kenapa bisa lepas dikamar mandi"tanya Ayya sambil mengasongkan ular itu.
"gila ni pelayan jelek,ga ada takut takut nya sama sekali"batin pangeran sambil melongo.
"dia pikir aku bakalan takut,hehe,jebakan yang payah,"batin Ayya pula
"Oh benarkah mungkin itu peliharaan pengawal ku,,,Tomm!!!ambil ular mu kembali"teriak pangeran kepada pengawalnya,menutupi rasa malu nya karena jebakan nya tidak berhasil.
"Apa saya sudah boleh pergi,"tanya Ayya.
pangeran Fath terus mendekati Ayya,Ayya mundur terus dan akhirnya mentok ke dinding.
"Kau pikir kau akan lepas begitu saja dariku,pelayan kecil,kau merasa hebat karena mampu melumpuhkan ku tadi di depan teman teman ku,,hah!!!kau sudah cari mati,tapi aku juga senang karena mulai sekarang aku punya mainan baru,hahaha,kau akan segera tau seberapa menakut kan nya diriku!!!"pangeran Fath mencekik Ayya sampai Ayya kesulitan bernafas,Ayya hanya menepuk nepuk tangan sang pangeran,matanya melotot ke atas,air matanya keluar dari sudut matanya yang coklat.Namun tanpa ampun sang pangeran malah mempererat mencekik leher Ayya,ia merasa kalau harga dirinya sudah ternodai oleh pelayan rendah an ini.
Ayya menurun kan mata nya seperti memelas,ia pasrah jika hari ini adalah hari terakhirnya bernafas.
Sorot mata Ayya yang sayu semakin redup.
Entah kenapa warna bola matanya yang coklat terasa begitu indah,meskipun bulu matanya tak begitu lentik,teduh seakan menyejukan kegarangan hati sang pangeran yang penuh amarah.
Pengawal pribadinya masuk dengan terburu buru,
"mohon maaf pangeran,putra mahkota ingin bertemu anda di ladang bunga sore ini,"
"hemm,baiklah kau urus pelayan ini,jangan biarkan dia keluar dari sini dengan keadaan seperti ini,pastikan dia dalam kondisi normal,,,"
"Kau lolos kali ini!!tunggu lain kali,aku masih belum puas membalas mu!!!"katanya sambil meninggalkan Ayya,dia terburu buru ingin menemui kakanya.
Kemudian Tom memberi Ayya minum.
"tenangkan dirimu,jangan dulu keluar sebelum kau benar benar merasa membaik."
Ayya mengangguk."aku baik baik saja"jawab nya
__ADS_1
Ayya pun berdiri dan segera beranjak dari ruangan itu,dia ingin keluar untuk mencari udara segar barang sebentar saja.Dipekarangan dia bertemu Tuan Abdul,dia seorang tukang kebun.
"kau baik baik saja nak?wajahmu terlihat sakit."
"Ah tidak paman ,aku baik baik saja,aku hanya sedikit rindu keluarga,"jawab Ayya berbohong.
"benarkah??kau sudah menghubungi nya?"
"Ayya menggeleng,,hp ku sinyal nya jelek paman,aku belum sempat beli kartu baru."
"kalau begitu ikut saja dengan ku menyiram bunga,pasti perasaan mu akan lebih baik,nanti biar aku yang minta izin kpd Devi."
Ayya mengangguk senang,ia benar benar butuh refresh saat ini,mengingat tadi ia hampir saja kehilangan nyawanya.
Mungkin dengan mencium wangi bunga bunga akan menyegarkan kembali otak nya.
Setibanya di ladang bunga yang terhampar luas dengan beraneka jenis,Ayya benar benar merasa terhipnotis,untuk saat ini ia benar benar lupa dengan kejadian tadi.
Satu persatu ia cium bunga bunga itu,ingin sekali ia berlama lama disitu,Paman Abdul pun sungguh pengertian,ia membiarkan Ayya seperti itu tanpa membantu nya menyiram bunga.
Aya berjalan perlahan sambil membentangkan kedua tangan nya,terkadang tubuh nya berputar putar,matanya terpejam,menikmati semilir nya angin,menghembuskan wangi wangi bunga aromaterapi,ia begitu rileks.
Tanpa ia sadari, dua pasang mata mengamati nya tak jauh dari tempat ia berdiri.
"Siapa dia??sepertinya aku baru melihatnya,"ternyata sang putra mahkota dan pangeran Fath sedang menikmati pertemuan mereka di ladang itu.
"Dia pelayan baru di istanaku,tingkahnya sungguh menyebalkan,"
"haha,begitu kah?setiap orang selalu kau anggap musuh Fath!!cobalah lihat dia begitu imut dan lucu,sangat menggemaskan"
kata putra mahkota,sambil memotret Ayya dengan hanphone nya dalam berbagai pose.
Entahlah ia merasa gadis kecil bercadar itu menarik perhatiannya,ia tertawa tawa sendiri melihat tingkah Ayya,yang kegirangan berada di ladang bunga itu.
__ADS_1
"Apanya yang lucu kakak?!kau belum tau saja Sifat aslinya,dan ingat kau sudah bertunangan!!dia hanya seorang pelayan kakak!!"
"Haha!!!Fafh apa yang kau pikirkan??dasar otakmu itu!!"pangeran Rasyid memukul kepala pangeran fath dengan gemas.