
Setelah lewat jam makan siang,Ayya baru diperboleh kan keluar oleh pangeran Fath.
Terlihat pangeran menerima panggilan telepon,dan ia pun pergi keluar entah kemana.Ayya pun terbebas dari cengkraman nya.
Segera Ayya membantu pekerjaan yang lain nya,,
Maria terlihat mengawasi Ayya terus dengan tatapan sinis ,usia Maria sekitar 25 tahun dan ia seorang janda.
Maria sudah sekitar satu tahun setengah bekerja di istana, mungkin ia merasa cemburu karena Ayya yang masih muda dan masih baru bekerja disitu tapi hampir semua orang menyukainya.
Waktu menunjukan pukul 4 sore,
"apa kalian melihat Cayya?"
tanya paman Abdul
"Dia sedang menyetrika baju,ada apa paman,apa dia membuat masalah lagi ?"kata Maria
"Tidak,,sekarang ada tugas baru untuknya"
"tugas apa Abdul,sekarang dia adalah pelayan pribadi pangeran,jadi kau tak bisa sembarangan menyuruhnya"jawab Maria
"Tapi dia ditugaskan menyiram bunga di ladang untuk membantuku ,Devi"
"siapa yang memberinya tugas Abdul?"
"Putra Mahkota,,"
"apa?!Putra mahkota!!??memangnya kapan dia bertemu Putra mahkota?dan kenapa harus Cayya?"tanya Maria heran,, Bahkan selama ini dia jarang sekali melihat Putra Mahkota.
"Memangnya kenapa??ya,, mana aku tau Maria,,aku hanya menjalankan tugas!"
"Bukan kah menyiram bunga itu biasa nya tugas laki laki ,Abdul?Cayya sudah banyak pekerjaan disini,"kata Devi
"Mana bisa aku membantah perintah Putra Mahkota,,sudah lah!!panggilkan Cayya sekarang,aku banyak pekerjaan di kebun!"
"Biar aku saja yang menggantikan nya Paman,"pinta Maria,ia tau kalau ladang bunga adalah tempat favorit para pangera n,ia berharap bisa saja Disana ia bertemu dengan para pangeran yang tampan.
"Tidak bisa Maria,,ya ampun kenapa kalian ngeyel sekali sih,,yang aku butuh kan sekarang adalah Cayya!!"
"Ada apa paman? aku disini."
Caya tiba tiba muncul dan menghampiri mereka yang sedang ribut.
"Ah Cayya,ayo ikut paman ke ladang,setiap sore kau punya tugas baru sekarang."
Terlihat Ayya menoleh ke arah Devi,Devi pun hanya mengangguk,akhirnya Ayya pun mengangguk ke arah Abdul lalu mengikutinya.Maria terlihat kesal dan hendak pergi,namun Devi menghentikan nya.
"Kau ada masalah dengan Cayya, Maria,,??kau terlihat tidak menyukainya nya,padahal dia sudah membantumu"
"Aku tidak suka karena dia tukang cari muka,murahan,dan sok pintar!!"
"Maria!!!ingat kita sama sama bekerja jauh dari sanak saudara,begitu pula Cayya,sudah selayak nya kita saling menjaga,dia sudah baik padamu,kenapa kau bersikap seperti itu!!"
"Terserah aku Devi,,kau juga jangan memihak anak itu,lama lama dia akan merebut posisimu sebagai kepala pelayan!!lihat saja nanti,aku akan menyingkirkan nya!!"
kata Maria sambil ber lalu dari hadapan Devi.
"Heyy Maria!!Aku Belum selesai bicara!!!"teriak Devi
**Di Ladang Bunga**
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan Paman?"
tanya Ayya sesampainya di ladang bunga.
"Pegang lah selang ini,dan kau siram lah bunga ke arah bagian barat,aku dan yang lainya akan menyiram ke arah lain"
"Baiklah paman!"
Dengan senang hati Ayya meyiram bunga bunga yang sedang bermekaran itu.penat dan lelahnya seketika seperti hilang tatkala ia melihat bunga bunga yang sangat cantik.
Satu jam berlalu,Ayya tengah duduk beristirahat di hamparan rumput di bawah pepohonan yang rindang di tepi tebing.
Ia terlihat sedang menikmati matahari yang akan segera tenggelam,begitu indah.
"Kau merindukan keluarga mu pelayan kecil?"
putra Mahkota tiba tiba datang menghampiri Ayya dan menyodorkan sebotol minuman rasa buah sambil tersenyum.
Ayya sungguh terkejut melihat kedatangan nya.
"Maaf kan saya Pangeran,,saya tidak melihat anda datang"
Kata Ayya sambil segera berdiri dan membungkuk kan badan nya.
"Kau tidak perlu bersikap seperti itu kalau disini,santai saja,anggap aku teman mu, minum lah ini,kau pasti haus setelah bekerja seharian,ini ambillah!!"katanya memaksa
Ayya terlihat ragu,namun ia pun mengambilnya tapi tidak segera diminum karena malu,ia terus saja nenundukan kepalanya dan sesekali mencuri curi pandang.
"Ayo minumlah!!itu minuman favorit ku.kau juga pasti akan suka,"
katanya lagi sambil mengambil kembali minuman dari tangan Ayya dan membukakan tutup botolnya,dan menyerahkan nya lagi kepada Ayya,
"kau tidak menolak perintah Putra Mahkota, Hemm!!??"Putra Mahkota tersenyum kepada Ayya,hangat sekali.
Pangeran Rasyid pun ikut duduk disebelah Ayya sambil memandang Sunset.
"Hemm,,indah bukan??ini adalah tempat favorit ku ketika aku melepas lelah,dan aku tidak menyangka akan ada orang yang menemukan nya"
kata pangeran sambil melirik ke arah Ayya.
"Maaf kan saya pangeran,,saya tidak tau kalau tempat ini sudah ada yang punya dan terlarang".jawab Ayya polos.
"Haha,,aku bercanda,pelayan kecil,,!!aku bahkan senang sekarang ada teman mengobrol sambil aku melihat keindahan bunga bungaku dan matahari tenggelam "
Ayya tersenyum,meskipun Sang Pangeran tidak bisa melihat senyuman nya,namun ia yakin kalau pelayan kecilnya itu sedang tersenyum.
Suasana hening sejenak,mereka hanya memandang mengikuti matahari yang semakin akan menghilang.
"Apa kau sering rindu keluargamu?aku bisa meminjamkan handphone ku kalau kau ingin menghubungi mereka.apa kau punya nomor mereka??"
Ayya menoleh sejenak lalu menggeleng.
"Tak akan ada yang merindukan ku,pangeran!bahkan jika saya mati disini pun,tak akan ada yang peduli,,"
"Ohh,maafkan aku,,apa kau Seorang yatim piatu?"
"Ibuku menghilang tak ada kabar sampai sekarang,ia pun seorang TKW sejak 5 tahun yang lalu,sedangkan Ayah ku,,, entahlah,,mungkin dia tak menginginkanku lagi,,,"
Ayya pun menceritakan kejadian nya dulu,kenapa ia sampai harus menjadi TKW di usia nya yang masih belia.
Pangeran Rasyid sungguh tersentuh mendengar cerita Ayya,ia merasa iba akan nasib pelayan nya itu.
__ADS_1
"Ah,maaf kan saya pangeran,tidak sepantasnya saya banyak bicara kepada anda,maaf,,,"
Pangeran tersenyum menatap lekat kepada Ayya.ingin rasanya ia memeluk gadis kecil itu untuk sekedar menenangkan nya,ia yakin sekarang ia butuh kehangatan dari seseorang,namun itu sungguh tidak pantas dilakukan oleh seorang pangeran apalagi kepada seorang pelayan,lagipula gadis itu sungguh menjaga dirinya dengan berniqob.
Dengan Ragu ragu ia memegang pucuk kepala Ayya dari belakang,
"Datang lah setiap kau ingin datang ke tempat ini,mungkin disini kau akan melupakan kesedihan mu sejenak."
Ayya menoleh ke arah pangeran,dan kedua mata mereka bertemu,namun dengan segera Ayya menundukan pandangan nya.
"Heyy,kenapa Matamu sedikit membiru,seperti bekas di pukul,apa ada yang menyakitimu??"
"Ti tidak pangeran,saya hanya tidak sengaja kejeduk pintu"
"Apa pelayan yang lain melakukan nya?atau Fath menyakiti mu,,dia memang agak sedikit temperamental?!"
"Tidak pangeran,bukan,saya berani bersumpah tidak ada yang menyakiti ku di istana ini!"
"Kau yakin?!karena aku tidak segan menghukum siapa saja yang melakukan kekerasan di lingkungan istana ataupun di negara ini!!"
"Maaf Pangeran,,bolehkah saya undur diri,,hari semakin gelap,saya takut yang lainnya mencari saya."
"Baiklah ayo kita kembali ke istana,,kau pulanglah duluan!!"
Ayya pun memberi hormat dan segera undur diri.
Setelah Ayya sudah tidak terlihat,,pangeran baru tersadar ada sesuatu yang ia lupakan,
"Ya ampun bukankah ada hal yang penting yang Yang harus aku katakan padanya?!kenapa tadi aku jadi lupa!"gumam nya.
"mungkin besok aku bisa bertemu lagi dengan nya"
ia pun segera kembali ke istana utama.
Rupanya paman Abdul dan yang lainya sudah pulang dari tadi, hanya dia yang mengetahui keberadaan Ayya dan Putra Mahkota.
"Ayya kenapa lama sekali,Pangeran Fath sudah kembali dan mencarimu,cepat kau temui dia,"
"Benarkah??baiklah Devi".
Setelah mengetuk pintu,Aya masuk ke ruangan Pangeran Fath,dan,,
"prang,,,!!!"Pangeran melempar pas bunga sampai pecah berkeping keping.
"Kemana saja kau,aku membutuhkan mu segera dan kau hanya bermain main,,!!kau adalah pelayan ku,dan tugasmu adalah melayani segala keperluanku,kau mengerti!!!"teriak pangeran dan matanya merah padam tanda ia begitu sangat marah.
Ayya sangat terkejut dan hanya melongo,,
ia masih berdiri didekat pintu sambil memegang dadanya,
"Kenapa kau diam saja hah!!jawab!! darimana saja kau!!"
ia pun mengambil gelas didekatnya dan melempar lagi ke dinding dekat tubuh Ayya,,,"prang!!!"gelas itu pun pecah berantakan
Ayya terduduk,tubuhnya lemas,dada nya berdebar,ia menutup telinganya dengan kedua tangan nya.
"Ayo bangun dan lihat aku!!!"teriak sang pangeran.
Ayya pun bangun dan dengan cepat ia mengambil pas bunga lain yang ada didekatnya,,,"prang!!"Ayya pun melempar nya ke dinding ""prang!!"Ayya terus melempar barang barang ke dinding,,
Pangeran terkejut melihat kelakuan Ayya,,
__ADS_1
"apa apaan pelayan gila itu!"gumam nya.
Ayya pun berhenti dan menatap sang pangeran.