
""brengsekk!!
cepat berikan aku kunci cadangan!"
teriak pangeran Fath ..
Dengan segera mereka berhambur menuju kamar yang di booking Rossi lalu mereka buka paksa.
Terlihat Ayya sedang di Ikat kedua tangan nya dengan posisi terlentang masih menggunakan cadar nya dengan berurai air mata,ia seperti sudah lelah berteriak teriak,seorang laki laki warga negara lokal yang hanya memakai celana boxer sedang siap siap naik ke atas ranjang sambil tertawa tawa,sedangkan Rossi memegang handphone nya merekam adegan mereka,dan memasang musik dengan suara yang keras.
Dengan kalap Pangeran Fath menarik tangan pria itu dan menghajarnya bertubi tubi,,kemudian ia berbalik ke arah Rossi dan ia pun tak terhindar dari amukan Pangeran Fath, handphone nya ia ambil paksa kemudian menghancurkan nya,dia ambil memori nya dan memasukan nya ke dalam closet.kemudian mereka diamankan petugas dan menyerahkan nya ke pihak berwajib.
Sedangkan Pangeran Rasyid membuka ikatan di kedua tangan Ayya dan segera menenangkan nya.Ayya yang ketakutan menangis sejadi jadinya dalam pelukan Pangeran Rasyid.
Setelah agak tenang dan semua orang sudah keluar dari kamar itu,Pangeran Rasyid mencoba menanyakan kronologi kejadian nya.
Setelah minum,Aya menarik nafas dalam dalam dan mulai bercerita.
"Setelah saya keluar dari toilet,saya bertemu dengan Rossi di depan toilet,,dia mengeluhkan sakit kepalanya dan meminta saya untuk mengantar dia ke kamarnya, didalam kamar ternyata sudah ada seorang pria mungkin dia adalah teman kencan nya Rossi Karena mereka saling memanggil dengan sebutan sayang,,namun Rossi malah mengunci pintu dan memaksaku melakukan adegan itu,,"katanya lirih.
"Siapa Rossi itu Fath!?"tanya pangeran Rasyid.
"Dia,,Dia salah satu temanku,,"jawabnya ragu
"kalau dia teman mu kenapa dia mengincar Cahaya?!"
"saya memang sempat bermasalah dengan Rossi dan mungkin ia masih menyimpan dendam,,"jawab Ayya
"masalah seperti apa?!"Pangeran Rasyid sangat penasaran.
"Kakak sudah lah,lain kali aku ceritakan,,Ayya masih syok, biarkan lah dia istirahat dulu ,,oke?!"
"Baiklah akan kupastikan mereka dihukum dengan berat dan wanita itu akan dideportasi dari negara kita."
Pangeran Fath mengangguk setuju.
"Ayy,,kau mau di pulang saja atau menginap disini?"tanya Pangeran Fath
"Sebaiknya kita pulang saja,tidak baik jika harus tidur disini,,"
"apa yang kau pikirkan kakak,kita tak akan mungkin tidur sekamar kok,,"
__ADS_1
"Justru itu Fath ,,kalau disini kalian gak mungkin tidur bersama ,dan berbahaya juga kalau Cahaya tidur sendiri,,jadi ayo kita pulang sekarang!"
"Ya baiklah,,Ayo lah Ayy kita pulang sekarang,,!!
kau baik baik saja kan,apa kita perlu mampir ke rumah sakit,,?"
"Tidak usah,,saya ingin pulang saja!"
"hemm ,,baiklah kalau begitu."
Dalam perjalanan pulang Ayya hanya diam saja, Pangeran Fath yang menyetir sendiri tanpa ditemani Tom sesekali melirik ke arah Ayya yang duduk disampingnya,
kedua pergelangan tangan Ayya terlihat memerah bekas ikatan tadi,,
"Maaf,, Maaf kan aku,karena aku selalu menyeret mu ke dalam masalah,," ucap Sang Pangeran.
Ayya masih terdiam.
"Kau marah padaku??"
tanya nya lagi ia khawatir karena Ayya terlihat masih syok.itu wajar memang, namun biasanya Ayya selalu kuat ketika apa pun yang terjadi padanya,,akhir akhir ini dia terlihat agak rapuh.
Ayya menggeleng kan kepalanya sambil menoleh ke arah Pangeran, terlihat matanya yang coklat berkaca kaca menahan air mata nya agar tidak jatuh.
Pangeran menatap Ayya yang tertunduk, tangan nya terlihat gemetar,,ia meraih tangan Ayya,dan melihat luka akibat ikatan tadi,
"apa ini masih sakit?"tanya nya,ia mencoba menenangkan Ayya,ia tau kalau Ayya mungkin masih trauma.
Ayya hanya menggeleng.
"Kau tidak usah berpura pura kuat,kalau sakit,bilang lah sakit,kalau ingin menangis ,tak usah kau tahan,,kau adalah seorang wanita,bukan,, kau bahkan gadis yang masih kecil,jadi suatu hal yang wajar jika seseorang menyakitimu,kau merasa tidak tahan ingin menangis,"
kata sang pangeran sambil memegang pucuk kepala Ayya.
Ayya menatap sang pangeran,matanya yang berwarna coklat itu lagi lagi membuat jantung sang pangeran berdebar,apalagi sekarang bola matanya terlihat nanar menahan kesedihan.
Tak terasa air mata nya pun jatuh tak dapat dibendung lagi,
Sang pangeran meraih kepala Ayya dan menyandarkan di pundaknya,Ayya tak menolak,saat ini ia memang sedang butuh seseorang untuk bersandar.
Ayya pun menangis dengan sejadi jadinya, sebenarnya Pangeran ingin membelai kepala nya,namun ia ragu,
__ADS_1
Tapi ia pun seperti larut dalam kesedihan Ayya,ia pun semakin mendekap tubuh Ayya dan membiarkan nya menangis dalam pelukan nya.
Tanpa mereka sadari, Mobil Pangeran Rasyid melewati mereka,tadinya ia pikir adiknya sedang di cafe untuk istirahat sejenak dan ia ingin bergabung,,namun terlihat sekilas dari kaca mobil adiknya,ia melihat pemandangan berpelukan didalam mobil,hati nya terasa tertegun setiap kali melihat adiknya ketika sedang bersama pelayan nya itu,,
ia pun mengurungkan niatnya dan segera melanjutkan perjalanan.pikiran nya kemana mana,entahlah sejak pertama melihat pelayan kecil itu diladang bunga,ada perasaan aneh di dalam hatinya,,selalu ingin melihatnya,,dan gundah bila melihat ia bersama adiknya.
"Kau pasti lelah,,aku belikan dulu coffe ,ya?!
kata Pangeran Fath setelah Ayya lebih tenang.
Ayya pun mengangguk.
Pangeran Fath pun kembali dengan membawa dua cup coffe,dan memberikan nya kepada Ayya satu.
"Cadar mu basah penuh dengan air mata,kau buka saja,aku tak akan melihat wajahmu,"katanya sambil mematikan lampu didalam mobilnya ,agar gelap dan Ayya lebih leluasa.
Ayya menoleh sekilas dengan ragu,ia melihat pangeran tak menatap nya lagi dan hanya menikmati coffe sambil melihat ke depan saja.
Dengan canggung Ayya pun membuka cadarnya yang basah karena ia menangis tadi.ia membuka sedikit kaca mobil agar ada udara segar yang masuk,,ia pun menyesap coffe hitam kesukaan nya .
"Aku sengaja lari dari negaraku untuk menjadi TKW karena Ayah ku ingin menjual ku untuk menjadi wanita penghibur,,"Ayya mulai bercerita
ia mulai merasa tidak canggung lagi dengan tuan nya itu.
"Makanya aku bisa tahan dengan segala macam siksaan fisik atau hinaan ,tapi aku merasa rapuh jika akan ada yang melecehkan kehormatanku,karena dari sejak ayahku dan penagih hutang itu mengejar ngejar ku,aku selalu berusaha mati matian untuk menjaganya, terkadang aku merasa kenapa hidup ku selalu terus terusan dikejar masalah."
kenang nya
"Tapi aku yakin Tuhan selalu menjagamu,dan aku rasa Tuhan mempunyai rencana lain untukmu,kau tumbuh menjadi gadis kecil yang kuat dan mandiri,di saat yang lain masih asik bermain kau malah kerja jadi pelayanku ,,iya kan??"goda sang pangeran.
"Yaa,,kadang aku pun merasa heran sekarang aku berada di tengah para pangeran,,tapi pangeran yang menyebalkan!!"balas Ayya
"Haha,,itu sudah nasibmu,,kau sudah baikan?kita jalan sekarang,oke?!"
"hemm baiklah,lagipula ini sudah sangat larut malam."
Mereka pun meluncur segera pulang menuju istana.
*********
Mohon dimaklum yaa,,jika masih banyak kekurangan dalam karangan ku ini,,🙏😂
__ADS_1
jika kalian suka mohon tinggalkan jejak 🙏