
"Jika tidak ingin terjadi keributan ,jangan pernah berpaling putera mahkota,bersikap lah dewasa!!tersenyumlah dihadapan para tamu!"
bisik Ibu Suri mengingat kan putra Mahkota yang mulai tak fokus.
Pangeran Rasyid pun berusaha bersikap hangat dan pura pura bahagia diacara pernikahan nya sendiri.
Ia tidak ingin kembali membuat Cahaya menghilang dari pandangan nya,kali ini dia harus membuang ego nya.
Acara berjalan dengan lancar,ditengah acara Ibu Suri Agung naik podium, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu yang penting.
"Para hadirin sekalian! Terimakasih telah hadir dalam acara perhelatan Akbar pernikahan putera mahkota kebanggaan negara kami Pangeran Rasyid dan putri penasehat kerajaan kami yaitu putri Zarra.
Dalam kesempatan ini kami ingin mengumumkan dua kabar bahagia lagi sekaligus,yaitu pertunangan dua pangeran kami, Pangeran William yang akan bertunangan dengan Putri dari Duta Besar negara AS, Miss Carolin,,kemudian Pangeran Al fathurobi yang akan bertunangan dengan Putri dari Menteri pertahanan negara kami yaitu Putri Liana."
Tepuk tangan semua hadirin terdengar bergema di seluruh ruangan.
"Apa apa an ini, kenapa aku tidak diberi tahu sebelumnya!"gumam Pangeran Fath.
Ayya melirik ke arah Tuan nya,dan membisikan sesuatu.
"Anda tidak cerita kalau hari ini anda juga bertunangan."
"Aku pun tidak diberitahu,ini pasti rencana Ibu Suri!"
"Silahkan maju kedepan Yang Mulia mereka sudah menunggu anda!"kata Ayya berusaha tetap tenang, padahal didalam hatinya ada rasa yang bergemuruh hebat.
Pangeran tidak bergeming, seperti nya ia enggan maju ke depan untuk bertukar cincin dengan calon tunangannya itu.
Terlihat Pangeran William sudah berhasil menukar cincin dengan gadis bule asal negara AS,bernama Carolin,tepuk tangan riuh kembali bergema.
Kini giliran Pangeran Fath,namun ia masih duduk di tempat duduk nya dari tadi,sedangkan Menteri pertahanan negara sudah maju ke depan mendampingi puteri nya yang cantik jelita,Liana namanya,dia seorang model internasional terkenal yang sedang naik daun.
"Menurut lah Yang Mulia,jika ingin semua nya baik baik saja!"bisik Ayya mengingatkan Tuan nya,ia pun segera mengapit tangan Pangeran Fath dan menyeret nya ke depan,Ayya pun- mendampinginya bahkan menyodorkan
Cincin pertunangan yang akan di masukan kedalam jari Putri Liana yang diberikan dari Ibu Suri.
"dia benar benar sudah bertekuk lutut dihadapan pelayan nya itu!"batin Ibu Suri.
Kembali para tamu undangan bertepuk tangan apalagi yang dihadapan mereka adalah Seorang model cantik yang sangat terkenal.
Terlihat putri Liana memandangi Pangeran Fath sambil tersenyum,ia berharap Pangeran itu akan menghampirinya dan duduk satu meja dengan keluarga nya.
Namun ternyata tidak, Pangeran Fath hanya ngeloyor begitu saja tanpa menyapa apalagi bergabung dengan para Bangsawan lainnya.
Pangeran Fath meninggal kan tempat itu sebelum acara selesai,diikuti pelayan setia miliknya,ia pergi menuju ruangan privasinya,ia merasa lelah dan kesal atas pertunangan yang tak ia inginkan.
Ternyata diam diam puteri Liana mengikuti nya,ia ingin ngobrol secara pribadi dengan tunangan nya itu.
Putri Liana melihat Pangeran Fath memasuki ruangan bersama Asisten pribadi nya, setidaknya itu yang ia perkirakan.ia menyaksikan tunangannya menarik tangan asisten nya itu hingga mereka masuk ke dalam,mereka terdengar sedang berdebat.karena semua orang masih berada di pesta,ia bebas mengawasi gerak gerik tunangan nya itu dari jarak dekat.ditambah mereka tak menutup pintu dengan benar.
"Kenapa anda begitu marah padaku Yang Mulia?!"kata Ayya,tangan nya sakit diseret seret dari tadi.
"Apa kau sekongkol dengan Ibu Suri?!kenapa kau menyeretku agar aku bertunangan dengan nya?"
"Sekongkol bagaimana??anda tau saya baru kembali,Lalu harus bagaimana lagi yang mulia?!jika itu memang sudah seharusnya,ya terima saja Yang Mulia."
__ADS_1
Mendengar jawaban Ayya Pangeran Fath semakin kesal.ia kesal karena Ayya tidak memperlihatkan sikap cemburu saat mengetahui ia bertunangan,apa benar memang Ayya tidak pernah menyukai nya,tapi Ciuman tadi pagi,akhh!bahkan dia pun menikmati nya.pikir Sang pangeran.
"Jadi kau benar benar tidak masalah bahkan jika Aku dimiliki orang lain?!"
Teriak Pangeran Fath,ia benar benar kesal dengan sikap acuh pelayan kesayangan nya itu.
"Memang nya saya bisa apa Yang Mulia?!saat saya memutuskan untuk terus berada di sisi anda ,saya harus mempersiapkan hati saya untuk menerima hal terburuk apapun,bahkan jika anda membuang Saya,saya pun harus siap untuk itu!"
Jawab Ayya,mata nya berkaca kaca,suara nya semakin sendu.
Memang,bukan nya dia tak ingin menjadi milik Tuan nya selamanya,seutuhnya.Namun Ayya berusaha menepisnya,dia cukup pintar menyembunyikan perasaan nya selama ini,Ayya tak ingin terluka lebih dalam,dia hanya memposisikan dirinya,siapa dia sebenarnya nya,hanya seorang TKW,dan tak mungkin bersanding dengan seorang Pangeran,terlalu jauh berbeda,meskipun mungkin terjadi,segalanya akan lebih sulit dihadapi.
Ayya hanya berharap ia bisa kembali ke Tanah Air dengan kondisi selamat,dia tak ingin hancur.Bukan itu tujuan hidupnya.Saat ini ia hanya terus menjalani takdir yang sudah diguratkan.
Jika harus jujur Ayya memang sangat menyukai Pangeran Fath,meski bukan pada pandangan yang pertama.
Pertama kali ia masuk istana,masih terukir di ingatan nya,bagaimana sifat pangeran nya yang satu ini,sangat menyebalkan, galak bahkan kejam.
Memang Ayya sempat mengagumi Sosok Pangeran Rasyid,saat itu sosoknya yang hangat dan penuh kasih sayang berbanding terbalik dengan sifat adiknya.Namun seiring nya berjalan waktu,mungkin karena terlalu sering bersama,rasa itu tumbuh begitu saja,seperti rumput liar,meskipun sering dipangkas,tumbuh lagi dan terus tumbuh lagi.hingga sampai saat ini ternyata rasa itu terasa begitu nyata,Ia sangat Cemburu saat ternyata Pangeran nya bertunangan dengan wanita cantik yang level nya jauh diatas nya.
"Kau senang Aku bertunangan?"tanya Pangeran Fath masih penasaran dengan perasaan pelayan nya ini yang sangat sulit ditebak.
"Tentu saja Yang Mulia,selamat atas pertunangan Anda!"jawab Ayya dengan senyum terpaksa.
"Lihat mataku Cahaya!!Apa kau benar benar Bahagia denga pertunangan ku!katakan dengan jujur dan Lihat lah Aku!Teriak Pangeran Fath,entah apa yang sebenarnya ia harapkan atas jawab an Ayya.
"Heiii,,Aku bilang Lihat lah Aku!!"Teriak Pangeran Fath sambil menarik batik bahu Ayya.
Perlahan Cahaya memberanikan diri menatap wajah Tuan nya.
Ayya hanya diam tak berani menjawab.
"Ayo katakan Cahaya!!"
Bentak Pangeran Fath membuat Ayya kebingungan.
Ayya malah tertunduk dan menangis.
"Kenapa kau begitu sulit untuk mengatakan nya Cahaya,asal kau katakan jangan menikah dengan orang lain, maka Aku tak akan pernah menerima siapa pun untuk dijodohkan dengan ku ,meskipun itu keputusan ibu Suri sekali pun.Cahaya jika kau tak mau mengatakan apapun pada ku, Aku akan memutuskan pertunangan ku sekarang juga!!"
Seru Pangeran Fath sambil beranjak untuk pergi menemui keluarga putri Liana.
Namun Ayya segera mencegah nya,ia memeluk Pangeran Fath dari belakang sambil terisak memohon,,
"Yang Mulia, tolong jangan lakukan itu,anda tau apa yang akan terjadi jika anda melakukan hal itu,,,,,
jangan pernah tanya perasaan ku Yang Mulia,saya tak akan pernah menjawabnya,saya sudah sangat bahagia bisa terus berada disisi mu,saya tak peduli dengan hal lain,tolong izinkan saja saya terus mendampingimu,itu sudah cukup Yang Mulia!!"
kata Ayya lirih,ia tak sanggup lagi membendung perasaan nya,benteng pertahanan nya mulai runtuh.
Senyum bahagia tersungging dari bibir Pangeran Fath,seperti tanaman kering yang disirami air hujan,perkataan Ayya begitu melambungkan angan nya.Kata kata itu lah yang ia tunggu selama ini.
Pangeran Fath menggenggam tangan Ayya yang melingkar di perutnya,ia membalikan badan nya menghadap wajah Ayya,ia turun kan Cadar Ayya,menguap airmata yang mengalir,mengecup kening nya dan memeluk nya hangat.
"Jangan pernah berpaling dariku,pelayan kecilku!!"ucapnya sambil mengecup ujung kepala Ayya.
__ADS_1
"Jleppp!!"
Drama romantis yang ia tonton seperti menusuk ke ulu hati Puteri Liana,ia tak menyangka pria yang selama ini ia incar dan kini sudah menjadi tunangan nya malah bermain api dengan pelayan nya sendiri.
'Pantas saja pelayan itu terlihat berbeda, lebih berkelas dan penampilannya pun lumayan menarik,dia terlihat pintar dan Fath terlihat begitu dekat dengan nya'batin putri Liana.
Karena tak ingin lebih lama menonton sesuatu yang membuat hatinya sakit, putri Liana pun beranjak dari kediaman Pangeran Fath dan kembali bergabung dengan keluarga nya yang memang masih berada di tengah acara,membicarakan hal hal penting dengan Ibu Suri yang memang mereka sama sama saling mendukung.
Melihat wajah putri nya yang muram,menteri pertahanan yang bernama Tuan Tariqh itu tau kalau anak nya sedang ada masalah.
"Heii,kenapa wajah mu murung begitu Sayang,dimana Pangeran Fath??bukan kah tadi kau sudah bertemu dengannya berdua?"tanya Tuan Tariqh melihat putrinya datang sendirian.
"Puteri Anda sungguh Cantik Tuan Tariqh,Fath sungguh beruntung mendapat kan nya!biasa nya aku hanya melihat nya di TV sesekali,dan aslinya ternyata lebih cantik."Puji Ibu Suri.
"Terimakasih Yang Mulia,namun sepertinya Pangeran Fath masih terkejut dengan pertunangan kami,dia tak ingin menemuiku!"kata putri Liana mengadu.
"Benarkah??dasar bocah nakal,Aku memang sengaja tidak memberitahukan anak itu tentang pertunangan nya hari ini,ahh!anak itu selalu saja menolak saat ditawari wanita wanita cantik,jadi tadinya aku ingin memberi dia kejutan,dia pasti senang mendapat kan gadis cantik dan pintar seperti mu putri Liana,kau jangan khawatir ,nanti akan suruh dia untuk menemui mu secara pribadi."kata Ibu Suri meyakinkan.
"Terimakasih Yang Mulia,kebaikan Anda sungguh tak terhingga."
"Panggil Fath kemari,dia harus menyapa calon mertua nya!"perintah ibu suri berbisik kepada asisten nya.
"Baik Yang Mulia."
****
Diruangan Pangeran Fath,ia masih menikmati momen berdua dengan pelayan kesayangan nya, Cahaya.
Cahaya sedang membukakan Tuxedo yang Tuannya kenakan, Pangeran Fath memintanya menyiapkan air hangat,ia ingin berendam.
Saat Ayya sedang melucuti pakaian nya, otak Pangeran Fath yang mesum muncul begitu saja,ia selalu tak tahan saat tubuhnya berdekatan dengan pelayan nya itu,meski hanya sentuhan sentuhan kecil,tapi selalu berhasil membuat hatinya berdegup kencang,dan ingin melahap pelayan kecilnya itu,namun selalu gagal!
Seperti saat ini,ia sedang iseng menggoda Ayya, menggigit lembut hidungnya yang minimalis,tubuh Ayya yang pendek membuatnya harus membungkuk saat ingin meraih bibirnya yang mungil,Ayya terlihat menghindari godaan godaan dari Tuannya.Saat mulutnya berhasil dipagut, terdengar ditelinga ada suara ,'keresek keresek,Cahaya masuk,ini Tom!!'
Tom memanggilnya lewat earphone yang ia pakai.
"Iya Tom,Cahaya masuk,ada apa!!"jawab Ayya sambil tangan nya diletakan didada bidang Tuan nya,sedangkan tangan Pangeran Fath melingkar manja dipinggang Ayya.Terlihat raut wajah kesal pada diri pangeran Fath,Tom selalu mengganggu aktivitas menyenangkan nya.
"Apa Pangeran ada bersama mu?"tanya Tom.
"Iya,dia bersamaku, seperti nya dia kelelahan dan butuh istirahat!kenapa?"
"Ibu Suri memanggil nya segera,jika tidak turun,Ibu Suri yang akan datang mencarinya!"
"Ya ya aku mengerti!"jawab Ayya sambil memandang wajah Tuannya.
"Apa?benar benar ingin kupenggal itu kepala Si Tom!"oceh Pangeran Fath geram.
Ayya terkekeh,,
"Ibu suri memanggil anda ,cepat lah turun,jika tidak ingin dia yang mendatangi Anda disini,dan memergoki kita sedang berduaan!"kata Ayya.
"Biarlah!!suruh saja dia yang naik,Biar dia melihat kita sedang begini sekalian,dan kita tak akan menyembunyikan status kita terus."
kata Pangeran Fath sambil mengecup bibir Ayya dan terus mencumbunya mesra.
__ADS_1
"Heii hentikan!!status apa,pernikahan kontrak?sudah hentikan ,apa kau ingin aku dipenggal mati!!ayo cepat kembali pakai pakaian mu,dan kita segera turun!"Ayya mulai jengkel dengan tingkat Tuannya yang manja.