
"Fath jagalah dia dengan baik!!"
kata Pangeran Rasyid setelah usai acara.
"Apa maksud anda putra mahkota?! bukankah memang seharusnya pelayan yang menjaga tuannya,itu adalah peraturanya!"
"aku yakin kau tau maksudku tanpa harus aku menjelaskan."
"Aku sudah diperingatkan berkali kali kakak,apalagi dirimu yang seorang putra mahkota,kita tidak selayaknya melibatkan perasaan terhadap para pelayan kita, bukan?"
"Tapi kenyatanya kita hanya manusia biasa Fath, begitu pula para pelayan kita..kau tak akan dapat mengelak ketika tiba tiba datang suatu rasa yang tak biasa"ucap Pangeran Rasyid lirih.
"kau menyukai Cahaya kakak,??"
pangeran Rasyid hanya termangu.
"Aku menjadikan nya pelayan pribadi kerajaan untuk melindungi nya darimu putra mahkota!!"
"apa maksudmu Fath!?"Pangeran Rasyid terlihat marah dengan ucapan adiknya.
"aku tau kau takkan mampu menyembunyikan perasaan mu,aku tau dari cara mata mu memandang Cahaya,rasa ingin memiliki,dan aku sudah dapat menebak kau ingin dia jadi pelayan pribadi mu.kau egois kakak!!apa yang akan dilakukan Zarra jika ia tau kekasih nya malah menyukai seorang pelayan,bukan saja posisi mu yang akan goyah,namun nyawa Cahaya juga taruhannya!!"
pangeran Rasyid mengepalkan kedua tangan nya, dia merasa kesal adiknya mengguruinya.
Dia mencengkram kerah baju Pangeran Fath, matanya penuh dengan amarah.
"Aku tak akan pernah membiarkan siapapun mengatur takdir ku,tidak kau Fath,tidak kerajaan ataupun siapapun yang memanfaatkan ku,jangan kira karena aku gila tahta aku rela mengorbankan kebahagiaan ku,ingat Fath!!jika kau tak mampu melindungi Cahaya,aku akan merebut nya darimu bagaimanapun caranya!!"lalu Pangeran Rasyid meninggalkan Pangeran Fath yang kebingungan.
Pangeran Fath sungguh terkejut melihat sifat kakaknya yang tak biasa ,dia yang biasanya lembut penuh kasih sayang dan selalu mengalah pada nya,tiba tiba matanya penuh ambisi,dia seperti bukan kakaknya yang ia kenal.
"Apa hanya gara gara seorang pelayan kau langsung berubah begitu kakak?!rasanya tidak mungkin,dia paling pandai mengendalikan emosi nya,aku yakin ada sesuatu yang lain yang menggangunya,aku harus cari tau!!"batin Pangeran Fath.
****
""Hey kau!! malam ini kita ada pertemuan dengan klien dari negaramu,persiapkan segala keperluanku dan kau juga harus berpenampilan menarik, jangan membuatku malu!!"
"Tapi saya menolak ikut jika pertemuannya dilakukan lagi di club' malam seperti waktu itu Pangeran!"
"Kali ini kita akan menemuinya di salah satu hotel milikku di luar kota,jadi kita akan berangkat lebih awal untuk mengambil barang transaksi.Dan satu lagi,kau tidak diperkenankan protes!!!jika tidak,,,,kau akan tau akibatnya!!"ancam pangeran Fath sambil membuat isyarat jari memotong leher.
Ayya cemberut sambil menuju lemari pakaian sang pangeran untuk memilih kan baju nya.ia berpikir setelah ia resmi menjadi pelayan pribadinya, Pangeran Fath semakin berbuat semena-mena kepada nya.
Rupanya pangeran Fath mengetahui kalau Ayya sedang menggerutu.
"Kau menyesal bekerja padaku?
dan tak memilih kakak ku?"
tanya nya sambil terus memandang layar ponsel nya.
Ayya hanya diam.
"pergilah jika kau ingin pergi,aku tak akan menahan mu."
Ayya merasa sangat kesal mendengarnya.
__ADS_1
"Saya tak pernah sekalipun menyesali apapun takdir yang di buat Tuhan untuk saya,,,Namun jika anda menyesal memperkerjakan saya, dengan senang hati saya akan pergi.!!!
Brakkk!!"
Ayya membanting pintu dengan keras.dia berlari sambil menangis menuju ke ladang bunga.
Pangeran Fath mengacak rambutnya dengan kasar,
"arghhh!!apa yang sudah aku lakukan?!"
ia mengumpat dirinya sendiri.ia pun segera berlari menyusul Ayya.
Tom memberi tau Kalau Ayya berlari menuju ladang bunga.ia pun bergegas ke sana.
sebenarnya dia sangat khawatir Kalau Ayya benar benar pergi menemui Pangeran Rasyid,kakaknya.
Ia melihat Ayya sedang menyiram bunga,rupanya ia sedang mengalihkan kesedihan di nya.
"Kau sedang menunggu kakakku?"tanya nya kepada Ayya.
Ayya hanya diam tak menyahut dan terus saja menyiram bunga.
Pangeran Fath marah karena Ayya terus saja mengacuhkan Kan dirinya.dia mengambil alat penyiram bunga dari tangan Ayya dan membantingnya nya ke tanah.
"Kau selalu tidak sopan ketika sedang bersamaku,tidak seperti ketika bersama dengan kakak ku,kau selalu bersikap manis dan malu malu,apa kau menyukai kakakku hahh?!"
"Apa hak anda mengatur perasaan saya?!anda tau,,,?!hati saya sudah mati rasa untuk menyukai siapapun!!saya sudah mengubur dalam dalam rasa suka kepada siapapun,bagi saya itu tak berguna,saat yang ini saya terlalu sibuk mempertahankan hidup diri saya sendiri.dan saya cukup tau diri posisi saya disini tuanku.
jika anda bertanya kenapa saya selalu bersikap sopan kepada putra mahkota, tentu saja itu harus saya lakukan karena rasa hormat saya kepada putra mahkota.
Ayya menghentikan ucapannya,ragu,
"karena apa,,jangan bilang karena aku tidak seperti pangeran,itu basi!!"
"karena saya merasa nyaman saja seperti itu,maaf jika saya lancang Pangeran!"
Kata Ayya sambil menunduk.
"Dia nyaman saat bersamaku?"batin sang pangeran.
Ayya mengambil alat menyiram bunga yang tergeletak,ia membungkukkan badannya dan hendak pergi melanjutkan pekerjaannya.Namu Pangeran Fath menarik ujung jilbab nya dan menahan Ayya.
"maaf,,maafkan aku,,mulai saat ini lakukan saja apa yang membuatmu nyaman saat bersama ku,aku tidak masalah,dan aku suka saat kau marah marah,,,tetaplah bersamaku,oke!!aku benar benar membutuhkan mu!!"
Ayya membalikan badannya dan menatap sang pangeran.
"Anda tidak perlu khawatir tuanku,, saya pun masih membutuhkan uang Anda!!"dia tersenyum lebar dibalik cadarnya,dan itu terlihat oleh pangeran lewat mata Ayya yang coklat,yang selalu membuat hatinya luluh lantah saat beradu pandang.
"Dasar kau cewek matrealistis!!"umpat Pangeran Fath sambil menyiram Ayya,
"Heyy,bajuku basah semua Pangeran!!"
seru Ayya sambil membalas menyiram sang pangeran,dan terjadilah aksi kejar-kejaran.
Tanpa mereka sadari Pangeran Rasyid memperhatikan tingkah mereka dari jarak yang agak jauh.
__ADS_1
"Benar apa kataku kan , Fath?!kau tidak akan bisa menahan perasaan mu saat berada didekat Cahaya!"gumam Pangeran Rasyid.
"Ayolah kita akan terlambat dan Bisnisku bisa hancur karena kau terus merajuk pelayan kecilku!!"
kata Pangeran Fath sambil menarik narik ujung jilbab Ayya.
"Ya ya ya,,baik lah,tapi belikan aku ice cream vanila,oke?!"
"Hemm baiklah !!dasar bocah!!aku akan membelikan mu 10 ice cream vanilla."
"Anda tau !?saat kecil saya selalu ingin membeli ice cream rasa vanilla saat teman teman ku jajan tapi saya tidak mampu untuk membeli nya".
"Aduhh kasian,,cup cup cup." goda sang pangeran.
mereka terus bercanda sepanjang perjalan menuju istana,sesekali terlihat Ayya memukul mukul punggung sang pangeran sedang kan sang pangeran hanya tertawa tawa.mereka terlihat sangat akrab seperti bukan tuan dan seorang pelayan nya.
********
Akhirnya Pangeran Fath, Ayya dan Tom sudah tiba di titik pertemuan kedua dengan tuan Bambang.jaraknya lumayan jauh dari istana,memakan waktu berjam jam.
Dan ternyata mereka sudah menunggu di hotel yang sudah di tentukan.
Kemudian mereka langsung bertemu di restoran hotel tersebut.
Mereka terlihat berdiri untuk menyambut kedatangan pangeran,terlihat ada tiga orang yang datang kali ini.
Ayya langsung membungkukan badan nya sedikit dan menundukan pandangannya sebagai tanda penghormatan kepada tamu.Namun,
"Ayya!!!"salah satu dari mereka menyebut namanya,Ayya terkejut lalu menatap asal suara,dan sungguh ia dibuat terkejut.
"Kak Ricko?!kenapa kakak bisa ada disini???"
"Maaf , Tuan, perkenalkan,ini adalah Tuan Ricko,beliau adalah atasan saya!"kata Bambang memperkenalkan Ricko dan diterjemahkan oleh penerjemah sewaan nya.
"oh baiklah! Tuan Ricko,apa kabar?!"
sambut Pangeran Fath.
Yang di sapa malah masih asik memandang Ayya,Ayya pun masih tercengang dibuat nya.
"Ehemm,,biasakan kita fokus dulu dengan pekerjaan kita? "kata sang pangeran lagi.
Bambang terlihat menyikut badan Ricko.
Ricko pun tersentak.
"a a i iya tuan,,maafkan saya, saya ricko dan Saya akan meninjau langsung barang yang akan dikirim ke negara saya."
Mereka pun berbincang cukup lama sambil Ricko sesekali melirik ke arah Ayya.
Setelah selesai,Ricko pun mengajak Ayya untuk mengobrol.
"Ayy bolehkah kita bicara sebentar.?"
Ayya melirik ke arah Pangeran Fath meminta persetujuan.
__ADS_1