
Dua bulan berlalu setelah Status baru Pangeran Fath yang menjadi pemimpin tertinggi di negaranya menggantikan sang kakak yang tengah terbaring sakit.
Semuanya berawal baik baik saja.
Dengan kecerdasan dan kemampuannya yang tinggi, dia menjalankan roda pemerintahan dengan berusaha seadil-adilnya dan bijaksana.
Ayya pun berusaha semampu nya mendukung dan memberikan kontribusi yang baik untuk suaminya.
Namun makin kesini gonjang ganjing politik mulai bergejolak diranah para petinggi kerajaan.
Mereka semua beranggapan bahwa Pangeran Rasyid tidak akan kembali dan mereka mulai rakus dan serakah menginginkan Tahta.
Tentu saja ada yang mendukung Pangeran Fath untuk menjadi Raja yang seutuhnya,melihat dia begitu ia piawai menjalankan tugasnya.
Namun ada pula yang berusaha ingin menggulingkan nya dan ingin mencalonkan Raja yang baru.
Pangeran Fath tidak menyukai semua itu, tentu saja ia sangat ber pengharapan penuh kepada Kakak nya dan ingin agar ia segera kembali memimpin negaranya ini.
Hingga ternyata hari itu benar benar nyata.
Mereka yang beranggapan bahwa Pangeran Rasyid tidak akan pernah kembali ternyata salah besar.
Pangeran Rasyid akhirnya sudah benar-benar pulih dari sakitnya dan kini sudah siap kembali beraktivitas.
Pangeran Fath benar benar bahagia menyambut kembalinya Kakaknya itu.
Ia sampai mengadakan pesta penyambutan yang sangat meriah atas kembali sehat nya pangeran Rasyid.
Dengan begitu ia beranggapan akan segera kembali ke Indonesia karena melihat ke 4 anak anaknya tidak menyukai istana dan selalu meminta segera kembali ke tanah air mereka.
Namun entah apa yang terjadi selama Raja Rasyid sakit,entah siapa yang mempengaruhi nya,dia terlihat berbeda.
Dia seperti bukan Kakak yang adiknya kenal,Ayya pun merasakan hal yang sama,dia seperti ketakutan bahwa akan ada yang merebut Tahta darinya,dia terlihat paranoid dan lebih ekstra dalam bekerja.
Termasuk kepada adiknya sendiri, seperti nya ia tidak percaya lagi,entah apa yang sudah masuk ke dalam otaknya selama masa pengobatan nya.
Pangeran Fath tidak diizinkan kembali,hingga datang sebuah surat tugas bahwa Pangeran Fath sangat kompeten dan sangat layak untuk menjadi utusan Kerajaan yang akan dikirim ke daerah konflik yang dikuasai oleh para tero*is.
Tentu saja Ayya mengajukan keberatan nya dan sudah pasti keberatan Ayya ditolak karena itu sudah menjadi keputusan kerajaan dan tak bisa diganggu gugat lagi.
Ayya pun mengajukan diri untuk mengawal suaminya karena dari apa yang ia dengar daerah itu sangat berbahaya dan tak pernah ada utusan perdamaian yang selamat keluar dari daerah itu.
Namun lagi lagi permintaan nya ditolak kerajaan.
Merasa ada yang salah, Pangeran Fath mengajukan syarat agar istri dan anak anaknya segera dipulangkan ke negara asalnya demi keamanan mereka.
Kali ini ia tahu permainan musuh untuk berusaha menyingkirkan dan mereka memperalat kakak nya.
"Kamu pulanglah Sayang, lindungi anak anak kita,aku berjanji akan segera menemui kalian dengan selamat,kamu jangan khawatir!"Kata Pangeran Fath mencoba menenangkan Ayya.
"Tidak!Aku akan menitipkan anak anak kepada Tom dan aku akan segera menyusul mu!"
"Tidak!Aku tidak ingin anak anak ditinggal oleh kedua orang tua nya,itu tidak boleh terjadi,turuti kata kata ku kali sayang, please!"Pangeran Fath memohon kepada Ayya,ia sangat tahu sifat istrinya yang keras kepala, pasti dia akan benar benar menyusul ke daerah konflik itu.
"Kamu tenang saja Ayya,dia akan dikawal oleh para pengawal kompeten dan aku pun sebenarnya tidak ingin membahayakan nyawa adikku sendiri, sungguh aku tidak tahu menahu tentang ini,dan setelah aku lama cuti aku benar benar sulit memegang kembali kekuasaan."Tiba tiba Raja Rasyid muncul dari pintu kamar mereka.
"Bagaimana bisa begitu Yang Mulia!Anda adalah seorang Raja,dan bukankah titah Raja diatas segala segala nya?!"Kata Ayya setelah memberikan penghormatan kepada Yang Mulia Baginda Raja.
"Aku sungguh minta maaf,ini adalah misi perdamaian,mereka yang meminta Fath untuk datang kesana guna melakukan perjanjian bersama mereka,dan demi keamanan negara kita harus melakukan nya, benar kan Fath?!"
"Tentu saja Yang Mulia,ini adalah tugas mulia ya g harus hamba laksanakan!!"Jawab Pangeran Fath pasrah.
__ADS_1
"Kalau begitu tentu Baginda tahu kemampuan Saya sebagai pengawal, izinkan Saya ikut menyertai tugas ini!"Kata Ayya memohon,ia bersimpuh dihadapan Yang Mulia Raja.
"Demi Anak anak mu aku tidak mengijinkan nya!"Jawab Sang Raja tegas,ia pun berlalu dari ruangan Pangeran Fath, kemudian berhenti dan berbalik lagi,
"Bersiap lah Fath!Besok kau akan berangkat,dan aku sudah menyiapkan keberangkatan keluarga mu ke tanah airnya."
"Baik Yang Mulia!"Kata Pangeran Fath sambil membungkuk kan badannya.
"Dia sudah benar benar berubah Sayang, tidak ada kasih sayang lagi dimatanya."Kata Ayya putus asa.
Pangeran Fath memeluk istri tercinta nya.
Ayya menangis di pelukan Suaminya.
"Sayang, kamu tahu aku tidak akan menyerah begitu saja,tolong berikan izin mu untuk menyertai mu,tentu saja tanpa sepengetahuan kerajaan."untuk kesekian kalinya Ayya membujuk suami nya itu.
Pangeran Fath menarik nafas nya panjang,Ia tahu istrinya akan bersikukuh mengikuti nya.
"Baik, Lakukan apa yang harus dilakukan Ayya,Tapi kamu harus berjanji akan berhati hati!"
Ayya mengangguk senang.
Segera mereka diam diam melakukan strategi.
Ayya Berpura pura pulang bersama putra putri nya ke Indonesia, padahal Tom yang menjemputnya, jauh jauh hari ia sudah berada di negara Pangeran Fath karena Ayya sengaja menghubungi nya setelah dirasa mereka sudah terancam.
Ia memerintahkan Tom untuk menyembunyikan keluarga nya untuk sementara waktu ditempat persembunyian di markas miliknya di Tanah Air.
Ayya menghubungi tim Delta dan memilih pengawal terbaik untuk menemaninya mengikuti Suaminya Bertugas dengan penuh bahaya.
Ayya pun memasangkan alat pelacak di tubuh Suami nya untuk terus memantau posisi nya.
Pangeran Fath dikawal oleh 5 orang pengawal kerajaan kepercayaan Sang Raja.
Mereka meminta pihak kerajaan untuk membawa serta seorang Dokter ahli bedah dan membawa sejumlah uang sebagai tebusan beberapa warga sipil yang mereka sandera.
Ayya sudah bersiap dengan helikopter nya bersama 2 orang rekannya.
Pangeran Fath akhirnya berangkat dan berhenti di satu titik yang mereka perintah kan.
Setelah mengetahui posisi tepatnya dari alat pelacak yang ia pasangkan,Ayya pun segera berangkat mengikuti rombongan suaminya, dia memang dibekali dengan persenjataan lengkap dan baju Anti peluru.
Ayya diam diam sudah membekuk 3 orang pengawal kerajaan yang mengawal Suaminya dan digantikan oleh dirinya dan 2 rekan nya yang menyamar menjadi anggota pengawalan kerajaan itu.
Karena mereka menggunakan perlengkapan yang serba tertutup jadi siapapun tidak menyadari kalau Ayya sudah menyusup diantara mereka, begitu juga Pangeran Fath,ia tidak menyadari kalau Ayya sudah berada didekat nya.
Berarti penyamaran nya berhasil.
Ternyata Pangeran Fath dibawa masuk ke dalam hutan belantara tempat para ******* itu bersembunyi dan menyekap beberapa orang warga sipil yang terdiri dari beberapa orang Ulama, Dokter,wartawan dan beberapa tentara militer.
Mereka berjalan sudah cukup jauh dan masih belum menemukan titik pemberhentian dan tanda tanda keberadaan siapa pun, mereka hanya memberi perintah sesekali lewat tanda yang mereka tempel di sebagian pohon.
Mereka semakin jauh berjalan menuju tengah hutan belantara mengikuti petunjuk demi petunjuk yang mereka temui selama perjalanan.
Hingga Akhirnya mereka menemukan seperti markas persembunyian jauh dibawah lembah dan mereka harus menggunakan tali untuk turun menuju kesana.
"Turunkan Senjata kalian!"Perintah seseorang yang tiba tiba muncul tepat setelah mereka berhasil turun ke lembah tersebut.
Saat mereka membalik badan ternyata mereka sudah dikepung oleh sekelompok orang bersenjata lengkap yang memakai topeng.
"Cepat lucuti semua senjata yang mereka bawa!!"Perintah seorang pria yang berdiri paling depan kepada anak buah nya.
__ADS_1
Mereka pun memeriksa semua rombongan dan mengambil semua persenjataan yang mereka bawa.
"Mana Pangeran itu,majulah ke depan!"Perintah pemimpin mereka lagi.
"Tidak, tunjukan dulu para sandera!"Tolak komandan pasukan kami.
Pemimpin mereka memberi kode kepada anak buahnya untuk membawa para sandera ke hadapan mereka.
Mereka pun menyeret para sandera dan menodongkan senjata ke arah mereka.
"Mana Dokter bedah yang kalian bawa dan sejumlah uang yang aku minta!"
Teriak pemimpin mereka.
Komandan pasukan pun menunjuk dokter bedah yang ia bawa dan menunjukkan sebuah koper yang berisi uang dengan jumlah yang fantastis.
"Bawa maju kemari uang itu oleh sang Pangeran bersama Dokter bedah nya!"
Perintah pemimpin Terori* itu
"Tidak!!bebaskan mereka! ambil uangnya,dan kami akan segera pergi!"
"Kalian pikir aku bodoh?! lakukan perintah ku atau kalian semua akan ku bantai disini sekarang juga!"Teriak pria bersenjata itu.
Pangeran Fath membawa koper berisi uang itu maju mendekati mereka bersama seorang Dokter bedah.
"Lepaskan semua sandera dan segera tangkap sandera baru kita dan uangnya!"perintah pemimpin mereka kepada anak buahnya.
Mereka pun menangkap Pangeran Fath dan dokter bedah nya lalu melepaskan menyerah kan para sandera Kepada pihak pengawal kerajaan.
"Apa maksudmu sandera yang baru?!"Teriak komandan pasukan pengawal.
"Aku akan menyandra Pangeran kalian ini bersama dokter bedah ini,kalian ku lepaskan dan segera hubungi pemimpin kalian kalau aku ingin menukar pemimpin ku dengan Pangeran ini dan dokternya.Jika mereka menolak,aku akan membunuh kedua nya! Kalian mengerti!!segera lepaskan pemimpin kami!!maka kami akan melepaskan Pangeran kalian ini!"
"Ini tidak sesuai kesepakatan!!"
"Kalian pikir aku meminta kalian membawa Pangeran ini untuk apa?! tentu saja untuk sandera yang lebih berharga!!Segera keluar dari hutan ini atau kalian semua akan dibantai!"
"Mundur!"Kata mereka sambil mendesak kami dengan menodongkan senjata.
Terlihat seseorang membakar markas mereka untuk menghilangkan jejak,dan mereka pun segera menghilang di balik rerimbunan pepohonan entah kemana perginya membawa Pangeran Fath dan Dokter bedah.
Komandan pasukan segera menghubungi para petinggi di kerajaan dan menyampaikan pesan para pemberontak tadi.
"Kalian segera saja kembali, tinggal kan saja Pangeran Fath disana kita tidak,akan pernah menukarnya dengan apapun! Helikopter akan segera menjemput kalian di titik penjemputan!"Kata seseorang yang memberi perintah.
Ayya sangat terkejut mendengar perintah dari atasan di kerajaan yang itu entah siapa.
Ayya dan kedua rekannya saling pandang,dia tidak ingin bertindak gegabah dengan mengorbankan para sandera.
"Ini tidak benar komandan!kita harus menyelamatkan Pangeran Fath!"Kata Ayya dengan suara yang disamarkan.
Komandan malah melumpuhkan Ayya dengan memelintir kan tangan nya.
"Kalian ingin kita semua dibiarkan mati disini!ikuti saja perintah atasan, jika tidak kau akan ditinggal kan sendiri disini!"
"Aku memutuskan untuk tinggal!"Sanggah Ayya sambil melepaskan diri.
"Siapa kau sebenarnya?!", Teriak komandan pasukan,ia merasa prajurit nya berbeda.
Namun Ayya dan kedua rekannya segera melompat dan menghilang di balik pepohonan yang rindang.
__ADS_1
"Tidak usah dikejar! mereka akan tertangkap oleh para pemberontak!Kita harus segera keluar dari sini sebelum gelap!"