Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
war


__ADS_3

"Aku bersumpah tak terjadi apa apa semalam dengan Liana.semalam Ayahnya menahanku dengan mengajak ku bermain catur,aku tak enak jika menolaknya.Aku juga tak mengerti kenapa Liana bisa memotret ku lalu mempostingnya,dia yang menciumku,aku tak sempat menghindar!"kata Pangeran Fath menjelaskan.


"Kenapa harus menghindar , bukan kah anda sudah terbiasa berciuman dengan banyak wanita!"kata Ayya sambil memasangkan dasi sang pangeran.


"Tapi sekarang tidak setelah mengenalmu,suer!!Liana dulu memang pernah bersamaku sebentar saja,tapi itu masa lalu,aku hanya ingin kamu sekarang!"kata Pangeran Fath sambil merangkul pinggang Ayya agar lebih mendekat .Deru nafas keduanya bertabrakan saling menghembuskan, terasa menggelitik naluri mereka berdua.


"Kau tau?!hanya kamu yang mampu membuat jantungku berdebar saat berdekatan,rindu saat berjauhan,lelah ku hilang Ayya saat Aku melihatmu tersenyum."kata Pangeran Fath sambil mengusap bibir mungil Ayya,lalu mengecup nya lembut.


Mata Ayya terpejam,ia ikut terhanyut,membuka mulutnya perlahan,sehingga mempermudah lawan nya memainkan lidah didalam mulut nya semakin dalam.


Untuk sesaat mereka saling merengkuh,membiarkan hasrat mereka yang selalu tertahan membuncah,menjalar merambat ke setiap aliran darah.


Semakin lama aksi mereka semakin memanas,Sang Pangeran menikmati setiap inci pergerakan mereka,ia menyandarkan Ayya di dinding,hingga akhirnya Ayya menghempaskan tubuh Tuannya itu ke atas tempat tidur.


Pangeran Fath pikir Ayya akan melancarkan aksinya saat ini.


"Kita harus berangkat sekarang Yang Mulia!"Kata Ayya sambil kembali merapihkan dandanan nya yang berantakan gara gara ulah Pangeran nya.


"Ahh,kamu suka gitu,doyan banget gantungin Aku,tanggung jawab dong!"kata Pangeran sambil Cemberut,ia mengacak rambut nya frustasi.


"jika Anda kayak gini terus,anda bisa kehilangan Client Client anda Yang Mulia!"kata Ayya sambil merapikan rambut Sang pangeran


"Panggil Aku sayang saat kita sedang berdua,hemm,?!Aku ingin kamu jangan terlalu formal saat memanggil ku!"kata Pangeran Sambil menciumi tangan Ayya.


"iya iya,tapi kita berangkat sekarang Ya,nanti kita telat,,,sa sa sayang!"jawab Ayya ragu,ia menggigit bibir bawahnya sendiri,membuat pangeran Fath semakin gemas ingin menggigitnya.


"apa??Aku gak dengar,coba sekali lagi!"Goda Pangeran Fath.


"Ahh apaan siih?!Ayo kita berangkat sekarang Yang Mulia!!"


Namun Pangeran Fath tak bergeming.


'ah sungguh menyebalkan!'batin Ayya.


"Ayo dong Sayang!"kata Ayya semanis mungkin.


Pangeran Fath benar benar gemas saat melihat Ayya malu malu seperti itu.


"Kau harus bertanggung jawab nanti malam Ayya!!"kata Pangeran Fath mencubit hidung Ayya kemudian. membuka pintu dan mereka pun pergi keluar.


***


Pertemuan nya berjalan lancar.


Kini mereka menuju proyek pembangunan area wisata baru untuk meninjau perkembangan nya.


Tom melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,ditengah perjalanan muncul mobil container besar dari arah berlawanan dengan kecepatan penuh.


"Braakkk!"Mobil container itu sengaja menabrak mobil yang mereka tumpangi,belum sempat menghindar,Tom membanting stir ke arah kiri dan menabrak pembatas jalan di pinggir laut.


Bagian depan mobil mereka ringsek dan mengeluarkan asap,


"sepertinya kita diserang.lindungilah Yang Mulia,Ayya!!,bersiaplah,,kita keluar sekarang,ikuti lah Aku."Kata Tom sambil mengeluarkan senjatanya,begitu juga Ayya dan Pangeran Fath.

__ADS_1


"Tom segera hubungi Team Delta!"perintah Pangeran Fath.


Mereka keluar mobil mengendap ngendap, terlihat segerombolan orang turun dari mobil besar tersebut sambil membawa berbagai macam senjata.


"Jika kita berlindung terus di mobil ini berbahaya Yang Mulia,Mobil akan segera meledak!"bisik Tom.


"Tapi jumlah mereka terlalu banyak Tom!!"


Ayya mengeluarkan senjata laras panjang untuk menembak dari jarak jauh.


"Dorr!Dorr!!dorr!!"


Satu persatu musuh tumbang ditangan Ayya.Tembakan nya tidak meleset satu pun.


Pangeran Fath dan Tom terpukau,Tom pun mengikuti Ayya dan mulai menembak satu persatu.


Musuh semakin merangsek mendekat.


Ayya semakin mempercepat gerakan nya.


"Yang Mulia kita harus segera keluar dari mobil,jika tembakan mereka mengenai bahan bakar mobil akan meledak!!"


"Lompat lah Yang Mulia!!kita harus melompat ke dalam air!"Teriak Ayya.


Pangeran terlihat ragu.


Ayya menarik tangan Tuannya.


"Tom lindungi kami,kita harus segera melompat ke laut!"


Ayya menarik tangan Pangeran Fath ke sisi tembok pembatas.Tom terus menembaki musuh yang semakin mendekat meski tinggal sedikit.


"Dor!!aww!!"


Tom tertembak dibagian bahu kirinya.


"Ayya cepat melompatlah!tinggalkan saja Aku!!"teriak Tom.


"Yang Mulia lompatlah segera!Aku akan segera menyusul,kita tak mungkin meninggalkan Tom terluka seperti itu sendiri!"kata Ayya


Ayya kembali maju menghadapi musuh,ia menembak membabi buta.Tanpa ragu ragu ia merangsek maju menghadapi musuh,tangan kaki nya tak berhenti menendang dan memukul lawan.


Ayya segera menarik tubuh Tom,seseorang menembak mobil mereka dan,,


Duarrr!!!


Mobil meledak seiring Ayya dan Tom melompat ke arah laut.


Musuh yang berjumlah 20 orang terkapar dibantai Ayya.


Ayya terus berenang sambil menarik Tom yang terluka.


Pangeran Fath membantu menarik Tom ke tempat yang diaggap aman.

__ADS_1


Sebuah helikopter mengitari Lautan mencari cari mereka.


"Berlindung segera Ayya,itu helikopter musuh!kenapa tim Delta belum juga muncul Tom!?"


"Sepertinya pesan kita tidak terkirim Yang Mulia,ini adalah area tanpa signal!"Jawab Tom sambil meringis menahan rasa sakit.


Setelah dirasa aman,perlahan mereka naik ke datang mencari tempat berlindung.


Pangeran Fath menyandarkan Tom di balik rerumpunan.


Ayya menyobekan pakaian bagian rok nya sedikit untuk menghentikan pendarahan Tom.


"Kita harus mengeluarkan pelurunya Yang Mulia,Ayo kita cari pertolongan ke sebelah sana!"kata Ayya.


Mereka semua yang kelelahan,ditambah baju mereka yang basah kuyup dimalam yang dingin.


Pangeran Fath kembali memapah Tom di bantu Ayya.


"Sebaiknya kita jangan sembunyi ke tempat yang sepi,mereka akan mudah menemukan kita."kata Pangeran Fath.


Mereka berhenti sejenak, melihat sekeliling.


"Kita ke arah sana saja Yang Mulia,kemungkinan itu adalah pemukiman penduduk."Kata Ayya sambil menunjuk ke arah yang yang terlihat ada sedikit penerangan.


"Semoga tidak terlalu jauh!Ayo kita percepat langkah kita Ayya!!Aku rasa mereka belum berhenti mengejar kita!"


kata Pangeran Fath.


Mereka terus berjalan,sesekali berlindung saat lampu sorot sebuah helikopter hampir mengenai mereka.


Akhirnya mereka sampai ke pemukiman penduduk yang hanya terdapat beberapa rumah sederhana terbuat dari batu bata merah yang ditata saja.dan ternyata itu adalah pemukiman yang kosong.


Ayya masuk ke salah satu rumah.


Pangeran Fath membaringkan Tom di atas tempat tidur kecil yang ada disitu.


Ayya segera mencari peralatan yang bisa digunakan untuk mengeluarkan peluru dari bahu Tom.


Segera Ayya menyalakan perapian,memasak air dan merebus alat alat yang akan digunakan untuk operasi darurat Tom.


Segera Ayya membuka baju Tom,namun Pangeran Fath segera mengambil alih.


Pangeran Fath membasuh luka Tom dengan air hangat.


Ayya membasuh tangan nya sendiri dan bersiap mencongkel peluru,semua alat sudah siap dan tanpa ragu Ayya mengeluarkan peluru itu,mulut Tom di sumpal kain agar saat berteriak tidak mengeluarkan suara.


Akhirnya peluru berhasil dikeluarkan,Ayya membungkus bekas luka nya untuk menghentikan pendarahan nya.


Ayya terduduk kelelahan, Pangeran Fath mengusap keringat yang mengucur dari dahinya.Pangeran Fath membuka cadar Ayya karena Tom sedang tertidur.


"Kau sangat hebat!"puji Pangeran Fath sambil mengusap pipi Ayya lembut.Ia mengasongkan air minum kepada Ayya,Ayya pun meminun nya sampai habis,lalu membuang nafas kasar.oa sangat lelah.


Pangeran Fath dan Ayya duduk didepan perapian dibalut selimut tipis berdua.

__ADS_1


Karena lelah Ayya pun tertidur di pelukan Pangeran Fath.


'Siapa yang sudah berani menyerang ku tadi??siapa pun itu dia sengaja ingin melenyapakan ku,kita lihat saja nanti,apa yang akan aku perbuat saat aku menemukan pelakunya!'gumam Pangeran Fath.


__ADS_2