Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Selir


__ADS_3

"Katakan lah,tak usah bertele tele begitu!"


pangeran mulai kesal karena Ayya terlihat ragu ragu.


"eumm,apakah anda seorang muslim?"


tanya Ayya sambil nyengir.


"Ya ampun bertanya seperti itu saja kau seperti mau bertanya apa,ku pikir kau mau bertanya,'apa anda mencintai ku Yang Mulia?'haha haha,kau ini aneh!kenapa kau bertanya tentang itu,tentu saja Aku muslim,Ayah ku seorang Muslim,ibu ku juga! apa yang membuatmu ragu?"


"Saya belum pernah melihat anda sholat soalnya,,hehe,,maaf!aku pikir anda non muslim,saya gak mungkin menikah dengan seorang non muslim bukan!?"


Kata Ayya nyeleneh,,kemudian ia berlari ke arah dapur.


Degg!


Perkataan Ayya benar benar menusuk jantung Pangeran Fath.kalau di pikir pikir,ia pun tak ingat kapan terakhir dia melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


Ia pun segera mandi,dengan ragu tapi naluri nya ingin melakukan sholat kali ini,perkataan Ayya terngiang ngiang ditelinga nya,keraguan akan keyakinan nya membuat hatinya tersentil.


Setelah selesai shalat Pangeran pun menghampiri Ayya di dapur.


"Anda sudah selesai?makan lah ini dulu sebelum makanan utama disiapkan!"


Ayya menyodorkan Mie instan dengan telor ditambah sayuran segar yang baru ia petik.


"Sayuran hasil panen sendiri,rasanya pasti lebih Fresh!"tambah Ayya.


"kau hanya memanen nya saja,yang menanam nya kan Hasan."celetuk pangeran.


"Aku sudah izin kok pada Hasan!"


"Tapi Sayuran ini miliku.!"


"Apa tidak boleh?"


"Tentu saja boleh.dan ini sangat enak,mana punya mu?makan lah bersamaku!"


*****


Sementara itu Hasan datang mengantarkan semua keperluan yang Tuan nya minta.


Ayya pun segera membersihkan diri dan mengganti baju nya.Sementara itu pangeran Fath berbincang dengan Tom di ujung ponsel nya.


"Apa ada masalah Tom?"


"Belum yang mulia,semuanya masih Ter kendali, tapi entah lah dengan besok,mungkin ibu suri akan segera memanggil anda yang mulia,Bukan suatu yang tidak mungkin jika Tuan penasehat akan melaporkan anda macam macam pada yg mulia ibu Suri." kata Tom panjang lebar.


"Hemm,jika tidak ada yang mendesak untuk sementara ini aku tak ingin diganggu dulu Tom,kau handle lah dulu semuanya!"


"Baik Yang Mulia!"


Ayya keluar dari kamar dalam keadaan sudah fresh, aroma shampo masih


Tercium menyeruak terasa begitu menyenangkan di hidung sang pangeran.


"Kau selalu langsung menutup rambut mu yang basah dengan kerudung panjang mu itu?nanti rambutmu rusak!"


kata Pangeran,selama ini ia memang belum pernah melihat rambut Ayya.


"Saya sudah terbiasa,biarkan saja!"


"Sebaiknya kau keringkan dulu."


"Ah hal itu memerlukan waktu yang lama,anda akan marah jika dandan ku lama."jawab Ayya sambil menyiapkan bahan makanan.


"Apa kau akan masak?"


"Ya,,saya rindu makanan rumah,apa tidak masalah,ini tak akan lama,"


"aku selalu suka masakan dari negara mu,akan kucoba juga yang ini,tapi aku belum lapar,temani lah dulu aku jalan jalan,kau pasti akan lebih menyukai tempat ini!"


"Baiklah,,aku hanya akan memasak dulu beras,,"


*******


Ayya mengikuti langkah sang pangeran.

__ADS_1


"Naik lah!!"kata pangeran sambil ia naik lebih dulu ke atas sampan,ia berniat membawa Ayya ke bukit tempat favoritnya yang ada di seberang danau.


Ayya terlihat ragu,


"Apa ini aman?"


"Tentu saja,apa kau takut??bukankah kau tak takut dengan apapun?"sindir Pangeran.


Ia menyodorkan tangan kanan nya untuk membantu Ayya naik,


"Ayolah,,kita akan ketinggalan melihat Sunset kalau kau lelet begitu."


Ayya pun menaiki sampan itu dan mereka mulai mendayung.


Tidak terlalu jauh memang,karena danau itu hanya danau kecil.


Mereka pun turun dan menaiki bukit yang tidak terlalu curam,sungguh indah,mata Ayya kembali terpukau dengan pemandangan luar biasa yang kembali mengingatkan kita ia tentang kampung halamannya.


"Ayolah kau lambat sekali!"


Ayya mendengus,ia kelelahan,tangan nya mamegang dahan pohon untuk menyangga tubuhnya,jalan setapak yang menanjak lumayan menguras tenaga nya.


"Ahh,,kau payah!Ayolah kau akan menyesal jika harus ketinggalan pemandangan inti ."


Pangeran Fath menarik tangan Ayya,dan akhir nya Ayya memaksakan berjalan sambil bergandengan tangan,ia membutuhkan nya untuk berpijak.


Mereka pun sampai di puncak bukit,Ayya tertegun melihat pemandangan dari atas sana.sejenak ia lupa siapa dirinya sebenarnya,dan memori buruknya seperti menghilang begitu saja.


Terlihat dari kejauhan hamparan rerumputan yang hijau,danau yang membentang,burung burung Kecil yang akan pulang beterbangan kesana kemari,capung capung kecil pun betebaran di sekitar mereka.


Rasanya terbayar sudah rasa lelah Ayya menempuh perjalanan tadi.


Ayya melirik ke arah pangeran Fath yang sama sama sedang menikmati suasana indah itu,ia membuka cadarnya untuk menghirup udara pegunungan yang sangat ia sukai,aroma rumput segar terasa menyeruak menusuk hidungnya.


Sepertinya ia sudah terbiasa membuka penutup wajahnya di depan Tuan nya itu yang sekarang berstatus suami kontrak nya, haha,suami?lucu Ayya memikirkan sebutan itu.


"Kau lelah??minumlah!"kata pangeran sambil menyodorkan minuman yang ia sudah buka botol nya


Ayya pun mengambil minuman itu.


Mereka duduk di tapi tebing sambil menunggu sunset datang.


Tiba tiba Pangeran Fath membaring kan tubuh nya diatas rumput dan menjadikan satu tangan nya sebagai bantal.


Lalu dengan sengaja ia menarik tangan Ayya agar berbaring di samping nya.


g di m..


"Kemarilah,kau akan lebih rileks,,!"


"Eh!!"


Ayya mencoba duduk lagi,ia merasa risih harus berbaring dengan Tuan nya itu.


Namun Pangeran menarik nya kembali,hingga Ayya pun akhirnya mengalah,ia ikut berbaring disamping Tuannya.


Matahari pun mulai tenggelam di ufuk Barat,sangat indah memanjakan mata di senja hari.


Sadar Pangeran malah memandangi nya Ayya pun mengingat kan Pangeran .


"Anda akan ketinggalan Sunset nya Yang mulia."


"Ada yang lebih indah dari Sunset itu!"


"Hemm,saya sudah kebal terhadap gombalan!"


Pangeran pun terkekeh,


"Jangan memandangiku terus seperti itu,nanti Anda jatuh cinta!"


Goda Ayya.


"memang nya kenapa kalau jatuh cinta,tak akan ada yang larang!'


"Benarkah tak akan ada yang larang?bukan kah semua orang akan menentang!"


"Tidak!di lingkungan istana sudah biasa, jika seorang pelayan adalah milik Tuan nya!"

__ADS_1


"Benar juga !bahkan Aku sekarang sudah menjadi selir mu!"kata Ayya sambil manyun.


Pangeran semakin mendekatkan tubuh nya dengan Ayya.


"Tuh sadar,jadi harusnya ,,,"


Belum juga pangeran menuntaskan ucapan by,Ayya yang selalu waspada mendorong dada bidang Tuan nya.


"Jangan harap!!jika ingin hubungan kerja kita tetap baik,jangan pernah melibatkan perasaan apapun diantara kita,meskipun sekarang kita sudah menikah dalam masa 2 tahun,tetap tak harus ada yang berubah,Saya tetap pelayan Anda Yang Mulia!"kata Ayya panjang lebar tetap mempertahankan prinsipnya.


kemudian ia bangkit dan mengulurkan tangan nya,membantu Tuan nya untuk bangun juga.


"Hari akan semakin gelap,kita harus segera turun!"kata Ayya


"semakin kau menolak,semakin Aku terus penasaran ingin selalu menggodamu,pelayan kecilku!"Batin pangeran Fath."kita Lihat saja nanti berapa lama gunung es ini akan mencair."


"Baiklah baiklah!kita pulang sekarang!"


kata Pangeran sambil Meraih tangan Ayya dan ia pun berdiri.


Namun bukan nya di lepas,ia malah menarik tubuh Ayya dan memeluk nya dari belakang,kini mereka berdua menghadap ke ufuk Barat,mengantarkan matahari yang kian menghilang ke peraduan nya.


Ayya sempat memberontak ingin melepaskan diri,namun tubuh nya dikunci oleh tangan kekar Tuannya itu.


"Sebentar saja!biarkan tetap seperti ini sebentar saja!Aku suka aroma tubuh mu,mengingatkan ku akan aroma seseorang yang selalu ku rindu kan,ibu ku!meskipun dia adalah ibu tiriku,tapi dia selalu memberikan pelukan hangat nya untuk ku,berbagi kasih sayang dengan Rasyid,makanya Aku selalu ingin kau selalu di dekat ku, Cahaya,,biarkanlah Aku memeluk mu sekali kali,ini nyaman sekali!"kata pangeran dengan manja,sambil menempelkan dagunya di pundak cahaya yang pendek.Nafasnya terdengar jelas ditelilnga Ayya.ia pun bergidik,meskipun pertahanan nya selalu dibentengi,tetap saja ia wanita normal biasa.


Ayya tak berkutik, 'ternyata itu alasan mereka selama ini,kedua pangeran haus kasih sayang seorang ibu,apa hubungan nya denganku,bahkan aku tak ada sifat keibuan,mungkin karena Aku selalu dekat dengan mereka'batin Ayya.


"Tapi hari semakin gelap yang mulia!"bisik Ayya.


Pangeran Fath malah membalikan tubuh Ayya,mereka kini menjadi saling berhadapan,tanpa basa basi,,


"Cup!!"


pangeran Fath mendaratkan ciuman nya di bibir Ayya yang mungil.


Ayya terkejut bukan main,merasa tak direspon, pangeran semakin mencium nya intens,Ciuman nya semakin dalam,Ayya melotot kan matanya,ia berusaha melepaskan mulut nya,dan,,


"Plakk!!"


Ayya menampar wajah Tuan nya.


"Aku bilang jangan melewati batas Tuan!!"


Kata Ayya dengan sorot mata penuh amarah.


Pangeran Fath pun kesal,ia mencengkram tubuh Ayya semakin kuat.


"Kau berani memukul Tuan mu!!pelayan Kecil sok jual mahal,padahal Aku tau kau pun menginginkan nya bukan?!nikmati saja!toh kita sudah sah bukan?!,jadi tak akan berdosa bahkan jika kita melakukan lebih!"


Ayya terus menberontak,ia sangat marah karena ia sudah mempercayai Tuan nya ini,tapi dia ingkar janji,memang tidak salah apa yang dikatakan nya,namun tetap mereka sudah memiliki kesepakatan yang harus ditepati.


Ayya menggigit lengan sang pangeran,kemudian menginjak kaki nya,,


"Awww!!Teriak pangeran Fath,Ayya berhasil di melepaskan diri.


"Dasar otak mesin,semua pria sama saja!!"rutuk Ayya


Kemudian Ayya berlari meninggalkan Pangeran sendiri,namun karena jalanan mulai agak gelap ia kesulitan berjalan,ditambah jalan setapak yang agak curam membuat ya tak bisa berjalan cepat.


Ayya mencari sesuatu untuk dijadikan pegangan, Pangeran yang berjalan dibelakang nya mencoba Meraih tangan Ayya untuk menuntut nya,namun Ayya menepisnya,ia masih marah akan kelakuan nya Tuan nya itu.


"Kau ingin jatuh tergelincir!


Ayo pegang tangan ku,bukankah seharusnya kau yang menjagaku pelayan!!"sindir pangeran sambil memaksa Meraih tangan Ayya.


'Betul juga, Aku kan pelayan nya,'batin Ayya.


Sesampainya dijalani datar,hari semakin gelap,Cuaca pun semakin dingin, Pangeran yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek pun sepertinya sedang kedinginan.


Karena merasa ia harus menjaga Tuan nya,Ayya melepaskan mantel tipis yang ia pakai,meskipun ia masih kesal kepada Tuan nya itu,ia pun memakaikan nya kepada pangeran.


"Tidak usah, kau di juga pasti kedinginan!"kata pangeran Fath.


"Saya sudah cukup hangat dengan kerudung saya yang panjang!"


bantah Ayya sambil menuju sampan yang akan mereka naiki.

__ADS_1


__ADS_2