Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Assisten baru


__ADS_3

"oh iya,,ibu Anda,,saya rasa belum pernah melihat nya,, kemanakah beliau?"tanya Ayya kemudian.


"Dia sudah meninggal saat melahirkan ku,,foto yang waktu itu kau pegang ,,dia adalah ibuku"


"Ohh,benarkah?? beliau cantik sekali,,saya pikir itu adalah foto kekasih anda."


Pangeran pun tersenyum,,manis sekali.


"Baiklah,,sekarang kau istirahatlah,,seminggu ke depan kita akan banyak pekerjaan,,tenang saja kalau berhasil ,,kau akan mendapat kan bonus."


"Tentu saja pangeran,,itu akan sangat menguntungkan."jawab Ayya setengah bercanda.


"Aku cukup tak menyangka,,pelayan kecil sepertimu lumayan berguna juga,,,"jawab pangeran sedikit menggoda.


"Katakan saja kita punya nasib yang sama,tetapi beda kasta."jawab Ayya,mata nya yang coklat terlihat cantik berbinar.


"istirahatlah disini,,aku akan tidur di kamar ku yang lain"


"A ah!!tidak usah pangeran,,itu sungguh tidak pantas,,saya akan kembali ke kamar saya."


"aku tidak suka penolakan,,anggap ini sebagai tanda permintaan maaf ku"


"Tapi saya tidak mau digosipkan oleh pelayan yang lain."


"kenapa harus peduli kan mereka,,mungkin mereka sudah menganggap mu mati,karena aku siksa."


Ayya mengerutkan dahinya.


"Sudahlah!!cepat lah tidur,,!!"


Pangeran pun pergi ke kamar yang biasa ia tiduri.sedangkan kamar yang Ayya gunakan adalah kamar khusus apabila ia sedang suntuk dan rindu ibunya.dan hanya Ayya yang pernah ia bawa kesana,,seorang pelayan kecil yang beruntung.


Sedangkan di ruangan lain yang berantakan dan beberapa pelayan sedang membereskan kekacauan itu.


"Apa yang terjadi Devi??apa pangeran menyakiti Cayya,"


tanya salah satu pelayan,ia melihat darah berceceran dimana mana dan ia pun membersihkan nya.


"Entahlah,,aku pun tidak tau apa yang terjadi,,"


jawab Devi


"Dia pantas mendapatkannya"


kata Maria sinis.


"Apa maksudmu Maria,,dia adalah kawan kita,"kata Devi.


Maria hanya tersenyum sinis penuh kemenangan


"Pasti sekarang jasadnya sudah dibuang oleh Tom atau dikubur entah dimana"


Maria masih berceloteh.


"Maria jaga bicaramu!!"Devi marah,ia memang agak khawatir,dimana Ayya sekarang.


Maria hanya mendengus.


Tanpa mereka sadari,Pangeran sudah ada di belakang nya.


"Jika kalian sudah selesai,segera keluar dari sini!!"


kata pangeran dengan wajah yang datar.


"ahh pa pangeran ,,maafkan kami!"


Kata mereka hampir bersamaan,,mereka sangat terkejut.


Mereka pun segera keluar sambil membawa sampah dan alat alat kebersihan yang sudah mereka gunakan.


"Devi!!kau tunggu sebentar,"


"A i iya pangeran,,!"


"Tolong bawakan baju ganti Cahaya dikamarnya dan berikan kepada Tom,"


Devi sedikit lega mendengar nama Cahaya disebut.


"maafkan saya pangeran,,apakah dia baik baik saja??"tanya Devi ragu ragu.


"Tentu saja dia baik baik saja,memang nya apa yang kau pikirkan Devi,,?aku hanya akan memberi tugas khusus padanya 5 hari ke depan dan dia akan banyak menghabiskan waktu dikantorku.dan jangan banyak bergosip Devi!! untuk saat ini biarlah mereka dengan pikiran mereka masing masing."


Devi mengangguk,,ia senang mendengar Cayyanya baik baik saja.


Ke esokan harinya,,Ayya Disibukan membantu pangeran Fath menyiapkan persentase nya Minggu depan di acara pertemuan negara sahabat.


Pangeran Fath terlihat mengikuti beberapa briefing acara di istana utama bersama para Dewan kerajaan lain nya.


Ayya pun sibuk berkutat dengan layar laptop,menyusun rancangan kerja untuk sang Pangeran.


Pangeran pun mengakui kalau Ayya memang seorang gadis yang pintar.


Sungguh bakat yang terpendam,Ayya mampu memahami dengan cepat suatu ilmu hanya dengan satu kali mendengarkan.

__ADS_1


Siang ini Pangeran Fath akan menghadiri acara makan siang bersama para petinggi kerajaan untuk membicarakan lebih lanjut tentang acara dengan Negara sahabat yang akan segera diselenggarakan.


Ayya pun dibawa serta hadir oleh Pangeran Fath sebagai Asisten pribadinya ,ia bertugas menyiapkan segala keperluan persentase pangeran nanti.


Terlihat putra mahkota duduk di meja paling depan.ia pun agak sedikit heran dengan kehadiran Ayya yang berdiri disampingnya adiknya,


Pangeran William pun hadir duduk bersebelahan dengan pangeran Fath,Ayya tidak menyukai tatapan pangeran William yang seperti merendahkan pangeran Fath,ia terus-menerus mencari muka di depan semuanya,sok pintar,dan selalu memotong pembicaraan pangeran Fath,Ayya gusar melihatnya.


Namun untung saja pangeran Fath mampu mengendalikan keadaan,ia terlihat profesional bagi seorang pemula.


"Kami sangat berharap Anda akan melakukan yang terbaik pangeran Fath dan kami yakin anda mampu melakukan nya,ini adalah kesempatan Anda untuk menunjukan kemampuan anda kepada Dunia,kami faham ini adalah yang pertama bagi anda,dan kami senang anda bersedia berpartisipasi dalam pemerintahan kerajaan kita.semoga berhasil!!"


ucap Putra Mahkota memberi semangat.


semua orang bertepuk tangan dan pangeran Fath pun berdiri memberi hormat kepada semuanya.


"Dan saya berharap semua pihak melaksanakan tugasnya dengan baik dan mohon kerjasama nya agar pelaksanaan acara berjalan dengan baik sehingga terjalin kerjasama yang lebih menguntungkan dengan Negara Negara Sahabat kita."


Dan Menteri luar negeri pun menyampaikan Negara mana saja yang dipastikan akan hadir.


Ternyata Indonesia salah satu Negara yang dipastikan akan hadir.


Akhirnya acara pun selesai dan semua petinggi kerajaan telah kembali ke kantor masing masing,,


Pangeran William mencegat Pangeran Fath dan berbisik,


"Aku berharap kau tidak mempermalukan dirimu sendiri nanti Fath,sebaiknya kau mundur saja,sebelum kau kehilangan muka mu itu."


"kita lihat saja nanti".


balas pangeran Fath santai.


Putra mahkota pun memanggil Pangeran fath ke ruangan nya bersama Ayya.


"Fath apa semuanya sudah kau siapkan dengan baik?"


"kalau anda tidak percaya padaku,kenapa anda menyuruhku ikut serta putra mahkota?!"


"Bukan begitu Fath,aku hanya memastikan penampilanmu sempurna nanti.


dan kau pelayan kecil,,kau sudah naik pangkat sekarang??


terimakasih kau sudah membantu adik ku,aku dengar kau sangat bekerja dengan keras."


"Saya masih pelayan nya pangeran,makanya saya mengikuti nya kemana mana."jawab Ayya ketus.


putra Mahkota pun tertawa tergelak.


Ayya hanya membungkukan badan nya tanda berterima kasih.


"baiklah kembali lah bekerja Fath,nanti sore aku tunggu diladang,kita lupakan sejenak pekerjaan kita dulu nanti."


"apa kau mengajak ku berkencan, putra mahkota?"Pangeran Fath menggoda.


"yaa seperti itu lah!!",katanya sambil menepuk pundak adik kesayangannya itu sambil tersenyum.


Pangeran Fath dan Ayya kembali menyusun bahan persentase nya nanti, Pangeran Fath memang pintar dalam segala hal.ia sengaja memilih sesuatu yang berbeda dan fresh sesuai style nya sebagai perwakilan kaum muda.


Bahkan Ayya tidak menyangka ternyata pangeran Fath bisa sehebat itu.


"Ayy,,Ayo berhentilah dulu,kita ke ladang bunga cari udara segar."ajak pangeran Fath.


"ini sebentar lagi selesai,saya sedang save dulu di dokumen,kalau anda mau jalan lah duluan."


"Baiklah,,kau nanti segeralah menyusul oke,,?!"


"hemm"jawab Ayya pendek


Pangeran Fath menemui Pangeran Rasyid di ladang bunga,,ternyata dia ditemani oleh tunangan nya,,Putri Zarra.dia adalah putri dari Menteri penasehat kerajaan,dan sudah dijodohkan dengan putra mahkota sejak mereka kecil,,dan sebenarnya dia adalah cinta pertama pangeran Fath.


"Hayy,,Fath lama tidak bertemu,,wah kau semakin tampan sekarang!!"sapa Putri Zara.


"Hayy Tuan Putri,apakabar ,kapan kau kembali dari Turki?!kau tak pernah mengabari ku."Jawab Fath dengan tatapan rindu,ia tak menyangka akan bertemu lagi dengan wanita yang sudah susah payah ia lupakan itu


"Kalau aku sering menghubungi mu,aku takut ada yang cemburu Fath,"candanya sambil melirik Putra Mahkota.


Yang dilirik hanya tersenyum sedikit saja.


Pangeran Rasyid memang belum bisa sepenuhnya mencintai putri Zarra,tapi ia tak mampu menolak perjodohan yang di sudah ditentukan kerajaan.


Terbalik dengan pangeran Zarra,ia begitu tergila gila kepada Pangeran Rasyid.


"Ahh,,aku tidak tau kalau kalian sedang melepas rindu disini,,aku tidak mau menjadi pengganggu.kita bicara lain kali kakak,"kata nya sambil menoleh kepada Pangeran Rasyid.


"Ah tidak apa Fath,,aku yang memaksanya untuk ikut kesini,sekarang aku harus menemui ayahku dulu,, Rasyid,,temui aku di rumahku malam ini,,oke?!"


"hemm,,jawabnya pendek.


ternyata pangeran sedang melihat Ayya yang sedang menyiram bunga ,


gadis itu terlihat membungkukan badan nya ,memberi homat Kepada mereka.


Putri Zarra memandang pangeran Rasyid,dia tampak kesal melihat Pujaan hatinya sedang memandang seorang pelayan rendahan.

__ADS_1


"kau tak pernah menatap ku dengan tatapan seperti itu Rasyid,,dan kepada pelayan itu,,ah tidak mungkin,,ini pasti hanya perasaan ku saja,"batin putri Zarra.


"Heyy,,kenapa kau menyiram bunga di area ini?!kau tidak melihat kami disini,aku tidak mau sepatu ku kotor dan baju ku Basah terkena cipratan air."Hardik putri Zarra, ia tampak kesal.


"Maafkan saya,,saya benar benar tidak menyadari kalau saya sudah menyiram bunga sampai area ini,,mohon ampuni saya,,"


"Tuan putri Zarra,,panggil aku seperti itu,,aku tunangan putra mahkota."


"Ah ya,,tuan putri,,mohon ampuni saya,,"


Pangeran Rasyid menoleh ke arah tunangan nya dan mengerutkan dahi,,sedangkan pangeran Fath hanya tersenyum melihat kelakuan putri Zarra yang memang manja dan cemburuan.


"Baiklah Zarra,,aku akan menemui mu nanti malam,sekarang Aku ada yang perlu dibicarakan dengan Fath,,kau akan diantar pulang oleh pengawal ku,,oke?!"


"Aku kurang suka dengan pelayan itu Sayang,,kau harus pecat dia"


"Ya ampun Zarra aku tidak bisa memecatnya hanya karena kau kurang suka dia,,"


"lho,,kenapa?!kau kan putra mahkota, jadi kau punya kewenangan untuk itu kan?!"


"Tentu saja tidak,,Zarra,,!itu adalah kewenangan Aisye,,lagipula dia adalah pelayan pribadi Fath,,!"


"Benarkah Fath??"


Pangeran Fath hanya mengangguk.


"Kalau begitu pecat dia sekarang Fath!!"


Zarra memang selalu memanfaatkan kelemahan pangeran Fath yang suka mengabulkan apapun permintaan nya.


namun berbeda kali ini.


"saat ini aku tidak bisa melakukan nya, putri Zarra,,dia belum menyelesaikan kontrak kerja nya."


"kalian ini kenapa sihh,memang nya apa bagusnya pelayan itu,sampai kalian berdua membelanya!!"katanya manja


"kau yang kenapa Zarra??!!dia hanya pelayan biasa dan dia tidak melakukan apa apa,,kau yang langsung marah marah tak jelas,,!!"


"Ah !!kalian sangat menyebalkan,,!!


aku datang jauh jauh dari Turki karena merindukan mu Rasyid,,dan sekarang aku datang kau malah membuat ku jengkel!!


sudahlah ,,aku pergi dulu,awas saja kalau nanti malam kau tak datang,,aku akan mengadu kepada ayahku!!"


Ancam nya sambil ia beranjak dari situ,,


Fath dan Rasyid saling menatap dan mereka tertawa tergelak.


"Itulah kenapa sampai sekarang aku belum juga mencintainya,,."


"tapi menurutku dia itu lucu ,kak,,hhaa ha!!"


"kalau kau mau ambil lah dia untukmu Fath,,"


"Yah kalau saja dia dijodohkan dengan ku,aku sih mau mau saja,,hha ha ha!!"


Ketika berjalan pulang Putri Zarra berpapasan dengan Ayya yang masih asyik menyiram bunga,,tiba tiba sang putri merebut selang air yang dipegang Ayya dan,,


byurrr!!


ia menyiram tubuh Ayya sampai baju nya basah kuyup semua,,


Ayya gelagapan dan menahan air dengan kedua tangan nya,,


"Tuan putri apa yang anda lakukan!!"


paman Abdul yang melihat kejadian itu mencoba menghentikan nya.


Setelah puas melihat Ayya yang sudah basah kuyup,,ia pun berlalu pergi sambil tersenyum sinis.


"Apa kau membuat marah Putri Zarra ,,Cayya??"tanya paman Abdul


Ayya menggeleng,


"Aku baru saja bertemu dengan nya paman,aku tak tau apa salah ku,,"


"Sudahlah ayo cepat ganti pakaian mu,nanti kau masuk angin!"


"Apa yang terjadi Ayy?kenapa baju mu basah kuyup begitu?kau seperti anak kecil saja,bermain air!"


pangeran Fath dan Pangeran Rasyid yang melewati mereka pun merasa heran.


"Nanti kau masuk angin Nur!" tambah Pangeran Rasyid


"Nur???" batin pangeran Fath" panggilan apalagi itu"


"euh, itu pangeran,,anu,,euh ,putri Zarra,,"


paman Abdul yang menjawab dengan ragu.


"Zarra?!?!ya ampun?!apa apa an dia??"


kata pangeran hampir bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2