Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Ada apa dengan gadis itu?


__ADS_3

Ayya terbangun dan mengerjap ngerjap kan matanya,ia melihat sekeliling,


"ini sudah pagi,dan ini masih didalam mobil."batin nya,ia mengingat ngingat apa yang terjadi semalam,ia memegang bibirnya,,,,"aww!!perih!!"lirih nya,


"Heyy pelayan jelek,berani sekali kau tidur dipangkuan ku!!"


Ayya terkejut,pantas bantalnya terasa empuk dan hangat.ternyata dia tertidur dipangkuan pangeran Fath di dalam mobil.


Semalam yang sudah hampir dini hari,pangeran yang tidak ingin membangun kan Ayya ia pun ikut tertidur di dalam mobil,ketika bangun,tau tau Pelayan nya itu sudah tidur dipangkuan nya.


Ayya tersentak segera bangun dan berjongkok di bawah jok,


"Ampuni saya pangeran,sa saya tidak sengaja!!kenapa semalam anda tidak membangunkan saya??"


"Terus semua nya salahku begitu,salah siapa kau tidur dimobilku,,jelas jelas kau yang tidur seperti kebo!!sana turunn!!"


Ayya hanya mengangguk dan ,,


"Jedukk!!,,aww!!"


kepala bagian belakangnya kejeduk jok depan ketika ia hendak berdiri,ujung cadarnya kejepit sikutnya dan tak sengaja terbuka di depan sang pangeran.


Terlihat banyak luka lebam di bagian pipi dan ujung bibirnya.


"apa kau tidak bisa hati hati?!


ini bagian mu semalam karena kau sudah menjadi penerjemahku,dan obati luka lukamu itu!!"kata sang pangeran sambil menyodorkan amplop berwarna kuning.


Ayya segera membenahi cadarnya dan mengambil amplop itu dan segera membuka pintu mobil,ia keluar dan menuju kamarnya.


Pelayan yang lain rupanya masih sibuk dengan pekerjaan mereka,sehingga tak menyadari kepulangan Ayya.


Ayya segera menutup kamarnya,ia merasa kikuk karena sang pangeran tak sengaja sudah melihat wajahnya.ia duduk di ujung ranjang,melepaskan tas nya,membuka cadar dan jilbab nya,dan membuka amplop yang tadi diberikan oleh sang pangeran.


waww!!sungguh jumlah yang cukup fantastis!ia pun segera menyimpan nya di tumpukan baju miliknya,dan ia pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,kemudian ia turun untuk membantu pekerjaan yang lain nya.


Terlihat Devi dan Maria sedang sibuk di dapur sedangkan tiga pelayan lain masih sibuk membersihkan disekeliling istana.


"Apa yang bisa ku bantu ,Devi,Maria?"


sapa Ayya.


"waw!!tuan putri baru bangun!!"kata Maria sinis,ia tidak tau kalau Ayya baru pulang dan semalam ia harus menerima hukuman akibat sudah membelanya.


"Cayya,pukul be,,,,"Devi hendak bertanya kapan Ayya kapan pulang,namun segera Ayya memotong pembicaraan nya.


"Ah,, Devi,,aku lupa,,tadi pangeran memanggilmu,"sela Ayya berbohong.


"Benarkah,,??baiklah Maria tolong kau teruskan memasak nya ya,aku segera kembali."Maria mengangguk.


Devi segera beranjak dari dapur,namun Ayya mencegatnya di balik tangga,


"suttt!!Devi,tadi aku berbohong,pangeran tidak memanggilmu,aku ingin berbicara dengan mu!"


"memang nya Ada apa Cayya?!"

__ADS_1


"Dev, tolong jangan kasih tau yang lain kalau aku dibawa keluar oleh pangeran semalam,oke?! apalagi kepada Maria,


aku gak mau timbul masalah yang lain nya,dan kelihatannya Maria kurang suka padaku ".


"Baiklah kalo begitu,tapi aku khawatir padamu semalam,apa yang terjadi Cayya,,ya Tuhan !!kenapa dengan matamu ,Cayya???biru begitu!!ini lagi bibir mu,Ya ampun Tangan mu pun penuh Dengan luka!!!Cayya katakan pada ku apa pangeran menyakitimu???"kata Devi sambil membuka cadar Ayya.


"Bukan seperti itu Devi, tenang lah !!aku baik baik saja sekarang,nanti aku ceritakan ,oke!!"


"Baik baik gimana??tubuh mu penuh Dengan luka begitu,aku akan menemui Madam Aisye,dan merekomendasikan mu untuk pindah ke bagian lain!!"kata Devi sambil hendak pergi.


"Devi!! please dengarkan aku,aku benar benar tidak apa,pangeran tidak menyakitiku,maksud ku tidak begitu menyakitiku,selanjutnya ini tak kan terjadi lagi,ini dilakukan oleh teman nya Rossi,yang marah padaku karena aku membela Maria waktu itu,dan semuanya sudah terselesaikan.


lagipula aku sudah berjanji pada Madam Aisye akan menyelesaikan pekerjaan ku apapun itu."


Devi terdiam.


"pukul berapa semalam kau pulang?aku menunggu mu sampai tengah malam."


"entah lah,aku terbangun pagi hari masih di dalam mobil tapi sudah didepan istana."


Devi menghela nafas panjang.


"Aku sungguh menghawatirkan mu,Cayya!!kau mengingatkan ku pada putriku yang sudah lama sekali aku tak bertemu dengan nya,,"katanya sambil terisak.


"Devi,maafkan aku,,,"


Ayya memeluk Devi dan menangis bersama,usia Devi memang terpaut jauh dengan Ayya,ia pantas dipanggil ibu,namun karena kebiasaan sesama pelayan suka memanggil dengan nama masing masing.


"Dimana Devi??"tanya Tom kepada Maria.


"Pangeran meminta makanan nya,"


"Baiklah akan segera ku antar,"


"Biar ku bantu,"kata Ayya.


Mereka pun segera mengantar kan makanan ke ruangan pangeran.


Pangeran Fath melihat mata Ayya yang lebam dan membiru,


"Kenapa kau sudah keluar dari kamarmu? kalau orang lain lihat lukamu itu,mereka akan menyangka kalau aku yang sudah menyiksamu, Tom beri dia obat yang bagus,Devi bantu dia mengobati luka luka nya itu."


"baik pangeran!"jawab Devi


"Tapi putra Mahkota memanggil nya ke istana utama siang nanti,Madam Aisye baru saja memberitahu ku."kata Tom.


"Untuk apa kakaku memanggil nya!katakan padanya dia sibuk,aku tak mengizinkan nya."


"baik pangeran!!"kata Tom kemudian ia pamit keluar.


"Kau boleh keluar Devi,,,dan kau!! aku ingin hari ini kau membereskan baju baju ku,aku ingin membuang nya sebagian."


Ayya hanya mengangguk,sedangkan Devi segera keluar dari ruangan itu.


Devi terus berpikir,ada apa dengan gadis itu,sampai Putra mahkota pun mencarinya,bahkan pangeran Fath pun bertingkah aneh kepadanya.

__ADS_1


Devi khawatir,jika Ayya terlalu dekat dengan para bangsawan,justru itu sangat membahayakan diri Ayya.


"Duduklah!!"kata pangeran fath kepada Ayya


"Bukan kah saya harus membereskan pakaian anda,"


"Lain kali saja,sekarang duduklah dulu!"


Ayya masih berdiri tak bergeming.


Pangeran meletak kan sendok dan garpu nya dengan keras,


"Jangan sampai aku menyuruh mu berkali kali!!kau selalu membuat ku kesal!!"


Ayya segera menghampiri pangeran dan duduk didepan nya.


"Makanlah!!"


"ta,tapi,,ini makanan anda pangeran ,saya tidak pantas makan bersama anda!!"


"makanan ku terlalu banyak,sayang kalau dibuang buang,,lagipula kau pasti belum makan dari semalam,,,makanlah,,!!


aku pun tidak mau kakakku menganggapku selalu menyiksa pelayan,ayo cepat makan!!"


Ayya pun makan dengan perlahan dan kaku,


"jangan katakan kepada siapapun tentang apa yang terjadi semalam,termasuk tentang bisnis ku."


Ayya hanya terdiam,ia masih menikmati makanannya walau sedikit sedikit.


"kau tidak suka makanan nya?bodoh sekali,ini kan makanan bangsawan!"


"saya hanya belum terbiasa dengan makanan disini,"


"kenapa kau makan dengan wajah tertutup,buka saja cadarmu,,,lagian aku sudah pernah melihat wajahmu, biasa biasa saja,aku tak akan tergoda"


"saya memakai cadar bukan karena saya bekerja di negara Muslim,tapi karena saya ingin menutup aurat saya,kejadian kemarin adalah diluar kendali saya,saya pasrahkan semuanya kepada Tuhan."jawab Ayya tegas.


"Terserah!!"jawab pangeran ketus.


Di istana utama***


sepertinya Putra mahkota baru saja selesai makan siang bersama tamu tamu nya.


Terlihat ia sedang duduk di ruangannya sambil melihat layar ponselnya dan tersenyum tipis.Ternyata ia sedang melihat gambar Ayya yang ia potret tempo hari di ladang bunga."Kenapa gadis kecil sepertimu sudah berani pergi jauh dari orangtuamu"gumam nya


Tok tok tok


"Permisi ,putra mahkota,Pangeran Fath tidak mengizinkan pelayan nya untuk menemui anda"kata seorang Assistann nya.


Putra mahkota mengerutkan kening nya.


"Apa yang dipikirkan Fath,berani sekali dia menentang perintah ku."batin nya


"Ya sudah ,lain kali saja,,,lalu apa lagi jadwal ku setelah ini?"

__ADS_1


Ia pun kembali beraktifitas.


__ADS_2