
Sesampainya di villa,Ayya masih tetap cemberut.Ia melihat Hasan sedang di dapur.
"Hasan,,kau kan pria,kau bisa tidur dimana saja,Aku akan gunakan dulu kamar mu!"kata Ayya
Pelayan itu melirik ke arah Tuan nya.
Pangeran menggeleng kan kepala nya memberi tanda agar Hasan jangan setuju.
Namun sebelum Hasan menjawab,Ayya sudah terlebih dahulu masuk ke kamar Hasan dan ,,.Bluggh!! Ayya membanting pintu nya dengan keras.
Ayya melaksanakan shalat magrib di kamar Hasan tanpa mukena,pakaian nya yang terulur panjang masih bisa digunakan untuk shalat memang.
Setengah jam Ayya tak keluar,membuat Pangeran kesal.
"Cahaya !!aku lapar!!"Teriaknya,ia pura pura tak sadar kalau Ayya masih kesal kepadanya.
Ayya keluar dari kamar Hasan,tanpa menoleh ia menyiapkan makanan untuk Tuan nya,lagipula ia pun sudah lapar.
Tak ada Satu kata pun yang terucap dari mulut Ayya.
Ia hendak membuat Ayam goreng,sambal dan lalap, terserah Tuan nya mau suka atau tidak.
Makanan sudah siap,,Ayya pun menyodorkan nya kepada Tuan nya itu,,ia pun tak lupa memberi kan kepada Hasan,ia pun mengambil bagiannya namun tak makan satu meja dengan tuan nya itu seperti biasa,ia malah ngeloyor ke balkon,ia pun makan sambil pergelangan kakinya masuk ke dalam air danau.
"Makanan mu selalu enak, lama lama aku terbiasa dengan makanan asal negaramu."pangeran Fath mengikuti Ayya ke balkon mencoba merayu nya ia pun duduk disebelah Ayya.
Ayya tak menggubrisnya,ia meneruskan makan nya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Tuan nya,ia semakin menjaga jarak.
Setelah keduanya selesai,Ayya bangkit hendak membawa piring kotor ke dapur berniat ingin mencuci nya,namun lengan nya ditahan oleh sang pangeran.
"Heii,ayolah maaf kan Aku,Aku tak akan mengulanginya lagi!"rayu sang pangeran.
Ayya kembali terduduk disamping pangeran.ia masih terdiam.
"Maaf kan Aku,Cahaya!itulah yang paling Aku takutkan selama ini,Aku takut tak mampu menahan diri saat berada dekat dengan mu,tapi sungguh! Aku tak berniat melecehkan mu,Aku ,Aku ,Aku melakukan nya karena aku benar benar,,,"
"Cukup yang mulia!!tidak usah diteruskan,berkali kali saya ingatkan,bila salah satu di antara kita menyadari ada perasaan yang tidak seharusnya di ungkapan,sebaiknya kita kubur dalam dalam perasaan itu,Anda adalah seorang Pangeran,bukan suatu yang mudah bagiku jika harus menjalani hidup lebih dari sekedar seorang pelayan,,saat ini Saya ingin menegas kan sekali lagi,saya tidak akan melayani anda lebih dari tugas seorang pelayan seperti yang lain nya,saya tak akan menjual diri Saya Yang Mulia,,Saya pun tak pernah menganggap serius perkataan atau pun tindakan anda atau pun Putera mahkota kepada saya selama ini,saya tau itu hanya lah ***** sesaat,saya tidak ingin membawa luka jika harus terjerat cerita Cinta atau apalah itu,,Cinta itu sudah tidak ada dalam hidup Saya yang Mulia,dan saya tidak ingin merusak kehormatan Saya hanya karena Cinta sesaat."Potong Ayya panjang lebar.
Pangeran Fath terdiam.ia tak habis pikir dengan cewek yang satu ini ,benteng nya begitu kuat.Walaupun ada yang tulus mencintai nya,sepertinya ia sudah trauma dengan yang namanya Cinta.
"Kau tau Cahaya,,kenapa Aku dan kakak ku tertarik ingin menjadikan mu pelayan pribadi?"
"karena selera kalian Sama,suka ngisengin pelayan yang anggap kalian bodoh dan lugu ."tukas Ayya.
"Bukan Cahaya!!Karena kami sama sama butuh seseorang yang bisa dia andalkan seperti kamu,mungkin pemikiran aku dan kakak ku sama tentang sosok pelayan seperti kamu ini.Hidup keras di istana memang terkadang butuh seseorang bukan hanya sekedar untuk pelampiasan,tapi begitu kau datang,kau seperti memberi energi positif untuk semua orang,kau mampu mengatasi setiap masalah yang datang baik kepada dirimu sendiri atau kepada siapa saja yang kau anggap butuh perlindungan,lalu lama lama kau seperti candu bagi kami,kau ingat bagai mana kakak ku bahkan ingin menjadikan mu Ratunya?!"
"Itu hanya lelucon,omong kosong,dia hanya frustasi karena ingin menghindari putri Zarra."Kata Ayya ,mata nya melihat ke langit,memandang Bintang bintang yang bertaburan indah.menekan egonya yang sebenarnya ingin memaki pria yang sudah menjadi Tuan sekaligus Suami palsu nya itu.
"Kau pikir begitu?,
__ADS_1
padahal dia serius ingin kau menjadi Ratu nya,Aku pun sempat syok mendengar tawarannya padamu waktu itu,Aku takut kau berpaling padanya.kau tau,siapa pun yang akan berdampingan dengan mu kelak,dia adalah pria yang sangat beruntung!"
"Kau berlebihan menilai seorang pelayan rendah seperti ku."kata Ayya merendah,dia merasa semakin Kecil dipuji puji seperti itu.
"Bahkan Aku selalu penasaran tentang perasaan mu,siapa yang sebenarnya ada dalam hati mu,kau selalu mampu menutupi isi hati mu itu,Cahaya,ingatlah!,kau pun berhak untuk bahagia,bukalah Hatimu,dan nikmati lah hidup mu!Aku berusaha memberi kebebasan yang bahkan Aku tak berikan kepada Tom!"
"Setidaknya saya sendiri harus memantapkan hati ini yang mulia, sampai 2 tahun ke depan."jawab Cahaya sambil tersenyum,tak ada lagi gurat kekesalan di wajahnya.
"Katakan saja kalau kau ingin berhenti berada disisiku Cahaya,Aku tak akan menghentikan mimpimu,"
"Terimakasih Yang Mulia,saya beruntung mempunyai Tuan seperti Anda,kebaikan Anda tak terhingga!"jawab Ayya sambil berdiri lalu membungkuk kan badan nya kepada pangeran Fath.
Pangeran malah tertawa geli melihat tingkah Ayya,
"Aku selalu ingin tertawa saat kau mengucapkan kata kata seperti itu,kau dapatkan dari mana!?"
."Drama Kolosal Korea Yang Mulia,aku pikir setiap kerajaan akan menggunakan kata kata yang sama kepada para pangeran atau rajanya!"jawab Ayyaa sambil nyengir kuda.
"Ha ha ha!kau ini!aku malah geli mendengarnya!
Ayolah kita istirahat,,ini sudah malam,,!Heii,Jangan biarkan Hasan tidur di luar, dia pasti akan kedinginan,,kau harus menjagaku 24 jam bukan?!aku janji tak akan macam macam!"kata pangeran sambil menarik tangan Ayya menuju tempat istirahat.
🔥🔥🔥🔥
"Yang Mulia,,Saya ingin meminta sesuatu pada Anda,bolehkah?!"
Kata Ayya sambil duduk di Sofa di kamar Pangeran Fath.
"Saya ingin berlatih bela diri dengan serius,setelah apa yang terjadi,begitu sulit untuk bertahan hidup apalagi saya harus melindungi Anda,Saya rasa saya perlu melatih keterampilan bela diri dan menggunakan senjata agar pekerjaan saya lebih mudah,Yang Mulia."
"Ide bagus!!Kita akan mengisi waktu luang kita dengan melatihmu!"
"Terimakasih Yang Mulia,"
"Hemm,Tidurlah !!besok kita tidak tau apa yang akan kita hadapi lagi."
Ayya pun mengangguk dan membaringkan tubuhnya di sofa.
Begitupun Pangeran Fath,ia berbaring menghadap langit langit,terkadang ia melirik ke arah pelayan kesayangan nya itu,ia sudah tertidur dengan lembut, Pangeran pun akhirnya tertidur dengan lelap.
*****
Trtrt trrtt ttrrt
Suara ponselnya membangunkan tidurnya di pagi ini, Pangeran meraih ponselnya dan mengangkat panggilan dari Ajudan nya,Tom.
"Hemm,ada apa?"
"Yang Mulia,Gawat!!Anda harus segera pulang ke istana,,Ibu suri akan mengerahkan pengawalnya jika anda tak kunjung pulang!!"Jawab Tom di ujung telepon.
__ADS_1
"Apa apaan!aku baru tidak pulang 2 hari itu pun karena ada masalah!"
"itulah sebab nya Yang Mulia,saya kira Ada yang melaporkan macam macam kepada Ibu Suri,mungkin putri Zarra atau Ayah nya.Dia tak akan mungkin menyerah begitu saja kepada Anda!"
"Ahh Sial!!baru saja aku ingin bersantai,Ya sudah kabarkan kepadanya aku pulang hari ini!."
Tut Tut Tut
pangeran Fath pun memutuskan sambungan telepon nya.
Ia melihat Ayya sudah tak ada di kamar nya.
wangi sedap sebuah makanan membuat perutnya keroncongan.
ia pun segera masuk ke kamar mandi,membersihkan diri dan segera menuju dapur.Terlihat Pelayan kecil kesayangan nya sedang sibuk menata meja makan.
Tersedia menu makanan aneh lagi dihidangkan olehnya,namun lidah Pangeran Fath selalu menyukainya.
"Anda sudah bangun Yang Mulia?Ayo coba sarapan nasi goreng buatan saya."
Kata Ayya sambil menyodorkan air hangat kepada Tuannya,sudah menjadi kebiasaan Ayya selalu memberi minum terlebih dahulu sebelum makan.
Memang Bukan yang pertama ia mengenal Nasi goreng,namun semua makanan buatan pelayan nya satu ini selalu istimewa di lidah nya, selalu menggugah selera,padahal makanan nya biasa aja sih sebenarnya.
"Kita akan kembali Siang ini,kau bersiap siaplah!!"
Ayya mengangguk ,padahal ia masih ingin berada ditempat ini,ia malas menghadapi suasana istana yang selalu saja ada masalah.Tapi ada daya,ia hanya seorang pelayan.
Pangeran menyodorkan sebuah amplop besar berwarna coklat kepada Ayya.
"Buka lah!"
Ayya pun mengambil itu dan membukanya,
"apa ini?"tanya nya,ia tidak mengerti dengan isi dokumen yang di dalam nya tertera nama dirinya.
"Kau adalah pemilik Villa dan tanah ini sekarang Cahaya!"
"Apa?!ini berlebihan Yang Mulia!Saya tidak pantas mendapatkan,dan Saya tidak butuh hal seperti ini,Anda tau masa saya disini hanya 2 tahun,untuk apa saya memiliki nya!"Ayya menolak nya mentah mentah.
"Kita tidak akan pernah tau kedepannya Cahaya,anggap saja ini hadiah pernikahan kita!"
Ayya malah terkekeh,
"ya ampun yang mulia ini tidak perlu,bahkan nikah kita hanya nikah sementara,sungguh Yang Mulia!saya mohon maaf tidak bisa menerima semua ini!"
"Aku tidak suka menerima penolakan,Cahaya!tanda tangan dokumen itu,atau aku bumi hanguskan bangunan dan tanah ini!!"
Ayya bergidik ngeri melihat raut wajah Tuan nya itu,'apa ini? pagi pagi sudah urung uringan.'batin nya,
__ADS_1
Tak mau berkepanjangan Ayya pun segera menandatangani Dokumen tanah itu dan menyimpan nya.Bodo amat apa yang terjadi ke depan nya akan menjadi rahasia Tuhan, pikirnya .