Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Semakin terjebak


__ADS_3

"Bagaimana para Saksi??Sah?"


"Sah!"


"Sah!"


Teriak Tom dan 2 pria lainnya yang ditunjuk sebagai Saksi.


"Alhamdulillah,,!!"


Dan penghulu pun memanjatkan doa.


"Silahkan kedua pengantin berhadapan,dan saling nemasangkan cincin."


Sedangkan Ayya masih terdiam kebingungan,


"Apa ini mimpi?atau Aku kena hipnotis?!"gumam nya


"Heyy,Ayya,!! Cahaya!!"


Cahaya terkejut namanya dipanggil,ia menoleh ke arah Pangeran.


"Tangan mu!"kata pangeran sambil mengulurkan tangan nya untuk meraih tangan Ayya.


Ayya masih sangat gugup,tangan nya yang gemetar ia sodorkan kepada sang pangeran, Pangeran pun memakaikan Cincin bertahtakan berlian yang entah kapan ia siapkan.


Setelah semua nya selesai Ayya masuk ke dalam mobil dan masih menunggu pangeran yang masih berbincang di dalam.


"Aku ingin semuanya dirahasiakan,tak boleh ada yang tau tentang ku pada hari ini,apa kalian mengerti!!"kata pangeran Fath kepada petugas yang menikah kan nya barusan.


"Tentu saja yang mulia,kami akan menjamin semuanya akan baik baik saja."


"Bagus!!Tom kau sudah mengurus semua Dokumen nya!"


"Tentu Yang Mulia,mari kita masuk ke mobil.


❤️❤️❤️❤️❤️


Hening.


Suasana didalam mobil terasa begitu kaku.


"Kemana tujuan kita selanjutnya Yang Mulia?"Tanya Tom memecah kesunyian.


"Kita ke tempat persembunyian ,Aku sangat lelah dua hari ini,kita perlu menghilang dulu dari hingar bingar istana!"


"Mana dokumen nya Tom?!"


"Oh iya,ini yang mulia!"Tom menyodorkan dua lembar dokumen.Pqngeran memberikan nya pada Ayya satu.


"bacalah lalu koreksi!!lalu perhatikan kerutan di pelipismu itu, kau terlihat seperti dipaksa menikah oleh om om,bukankah harusnya kau gembira bisa menikah dengan seorang pangeran.Bukan kah itu impian semua wanita?"


Ejek pangeran Fath.


"Semuanya tak ada yang harus berubah kan,Saya tetap pelayan Anda dan Anda adalah Tuan Saya!"


"Apa harus terus di jelas kan?Aku sudah bilang hanya ingin menjaga kehormatan mu saja,jadi kau tak usah berpikir berlebihan,jalani saja seperti biasa nya!"


"Saya hanya tak menyangka akan sampai sejauh ini! terlalu banyak kejutan dalam hidup saya,saya seperti hidup dalam sebuah novel."


Pangeran melirik ke arah Ayya,sebenarnya ia ingin tau bagaimana perasaan Ayya yang sebenarnya saat ini,sampai sekarang hanya Ayya perempuan yang tak mudah di tebak oleh nya.


Mobil memasuki kawasan pedesaan yang masih asri,rerumputan hijau masih banyak terhampar,bunga bunga indah bermekaran dipinggir jalan,rumahnya pun tidak terlalu padat,Ayya seperti berada dikampung halaman nya,Indonesia.


Baru sekarang Ayya merasakan rindu yang begitu hebat,rindu kampung halaman.


ia terus memandangi ke luar kaca jendela.


hingga akhirnya mobil berhenti di pekarangan rumah kayu yang indah yang agak jauh masuk ke dalam bukit.


"Ayo turun kita sudah sampai."

__ADS_1


kata Pangeran Fath.


Mereka pun turun, kecuali Tom,ia kembali menghidupkan mobil lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Apa Tim pulang?"


Tanya Ayya.


"Tidak, dia pun memiliki satu villa disini!"


Ayya mangut mangut sambil melihat sekeliling.


" Suasana disini sangat indah dan nyaman."


kata Suci sambil melihat sekeliling.Rupanya bangunan ini yang paling besar dan paling bagus diantara yang lainnya,tentu saja,pemilik nya adalah seorang Pangeran.


"Masuklah,disini belum seberapa."


kata Pangeran sambil membuka pintu


Ayya pun ikut masuk ke dalam,terlihat biasa saja memang,namun sangat nyaman,tidak terlalu mewah,dan ia merasa di dunia yang berbeda.Dinding nya terbuat dari kayu berkualitas tinggi,terasnya beralaskan papan yang mengkilat,perabotan nya tidak terlalu banyak dan yang paling Ayya suka adalah aroma alam yang natural.


Pangeran Fath terus membawa Ayya ke halaman belakang,dan disana Ayya semakin dibuat takjub,bukan takjub karena kemewahan,karena semua kemewahan itu sudah terbiasa ia rasa kan di istana.Namun ia takjub dengan suasana baru yang ia dambakan selama ia berada di negeri orang sekarang.


Balkon dari kayu yang menghadap ke sebuah danau atau semacam nya,deretan pohon Anggur hijau yang sedang berbuah lebat,dan sayuran segar yang sudah siap panen, sungguh tak mengira Ayya akan menemukan tempat seperti ini setelah selama ini yang ia Lihat hanya hingar bingar di belahan kota yang yang gemerlap.


Tanpa menghiraukan Tuan nya,Ayya berlari menuju Ujung balkon kayu,sambil menghadap ke arah danau ia membuka cadar dan merentangkan kedua tangan nya, Ayya memejamkan matanya dan menghirup udara segar,membiarkan semilir angin menerpa wajahnya yang penat selama ini.


Tak sampai disitu ia berlari menuju kebun Anggur hijau yang memang belum pernah ia temui,ia memetik satu dan memakan nya langsung, kemudian ia memetik nya lagi dan lagi.


"ehmm!"


pangeran Fath berdehem seperti mengingat kan Ayya bahwa ia pun ada disitu,ia yang dari tadi hanya diam bersender dipintu sambil memperhatikan Ayya,ia pun hanya tersenyum dan geleng geleng kepala.


Seperti nya Ayya masih asyik menikmati Anggur anggur yang ranum itu,ia terus saja memetik sambil memakan nya langsung.


Pangeran akhirnya menghampiri Ayya,


"Heii,berhenti memakan anggur itu secara langsung itu kotor dan kau harus mencucinya dahulu."


"Dan kau pun belum meminta izin kepada pemilik kebun ini!"Bisik sang pangeran dari belakang, Ayya tidak langsung berbalik ke arah Pangeran karena ia pun lupa tidak memasangkan nya cadarnya kembali tadi.Ayya ingin memasang cadar nya,tapi tangan nya penuh dengan buah anggur,ia berusaha memasangnya dengan satu tangan.namun ia kesulitan.


"Kau tidak perlu khawatir,semua pegawai pria sudah ku suruh pergi,agar kau leluasa disini.jadi kau bebas tanpa cadar mu."kata pangeran.


"Tapi saya lupa kalau anda pun disini."


"Dan kau lupa kalau kita sudah menikah,,??walaupun hanya nikah kontrak,Aku rasa tidak masalah kalau Aku bebas hanya melihat wajahmu saja."


Ayya menggigit bibir bawah nya,ia tidak setuju.


"Kita sudah sepakat agar tidak ada yang berubah diantara kita yang mulia."


Pangeran Fath membalikan tubuh Ayya agar menghadap ke arahnya.


"Kau jangan terlalu banyak berpikir,lupakan segala nya saat disini.bukankah seperti nya kau sangat menyukai tempat ini?"


Ayya mengangguk sambil terus menunduk.


"Ayo kita petik anggur itu lalu kita cuci dan kau boleh makan sepuasnya."


"Saya rasa ini sudah cukup yang mulia!"


kata Ayya sambil memperlihatkan anggur ditangan nya.


"Baiklah,kau duduk dulu dibangku itu,Aku akan mencucikan anggur ini untukmu,dan satu lagi,disini kau bebas memanggil ku apa saja,tidak usah terlalu formal,anggap saja Aku adalah teman mu ,oke?"


Ayya kembali hanya mengangguk saja."Terserah,"batin Ayya.


Bukan nya duduk Ayya malah melihat hasil kebun yang lainnyaBeraneka sayuran terdapat disitu,ia jadi memikirkan menu makanan khas negeri tercinta dari daerah asalnya,nasi pakai ikan asin,sambil dan lalapan ,sudah sangat cukup membuat perutnya keroncongan.


"Heiii Ayya kemarilah!"panggil pangeran Fath.

__ADS_1


Ayya pun berjalan menghampirinya.


Mereka pun duduk di bangku taman sambil menikmati buah anggur.


"Apa kau lapar?kau ingin makan apa?Aku akan memesan nya."


"Apa disini tersedia bahan makanan?lebih baik Aku memasak saja!"


kata Ayya,ups!dalam hatinya ia berpikir,'kenapa ia jadi berani bebicara tidak formal kepada Tuannya.ah sudah lah,sekali kali terbawa suasana tak apa'tepis nya lagi dalam hati.


"Tulisan saja segala keperluan mu,Aku akan menyuruh pelayan disini untuk Belanja."kata pangeran santai.


Ayya pun mengeluarkan note book dan pulpen dari tas Kecil yang selalu ia bawa.


"Berapa lama kita akan disini?"tanya Ayya sambil terus mencatat.


"Aku tidak tau,Tom sudah mengurus semua pekerjaan ku dan menyatakan kepada orang orang di istana kalau Aku sedang ada perjalanan bisnis di luar kota,mungkin jika ada sesuatu yang mendesak , baru kita kembali,nikmati saja saat saat disini."


Kata pangeran sambil memasukan sebutir buah anggur ke mulut Ayya,Ayya yang agak merasa aneh berusaha mengunyah nya saja.


"Apa ada yang anda butuhkan yang mulia,saya akan mencatat nya sekalian."


"Semua keperluan ku sudah tersedia disini,kau beli lah beberapa pakaian ganti, karena Aku belum pernah membawa siapa pun kesini,jadi disini Aku tak menyediakan baju ganti perempuan ."


'jadi Aku yang pertama?'batin Ayya,'ah sungguh inilah sisi menyenangkan jadi seorang pelayan.kemana mana selalu dibawa.'


Ayya pun tersenyum kegirangan.


"Apa yang kau pikirkan?!"tanya Pangeran sambil memajukan wajahnya menjadi semakin dekat dengan wajah Ayya.


Ayya menggeleng lalu menghindari, Pangeran malah semakin gemas ingin menggoda Ayya.


"ini adalah tempat rahasiaku,hanya kau dan Tom yang sudah mengetahui nya."


"Tentu Yang Mulia,karena saya dan Tom adalah pelayan pribadi anda.kami pasti akan mengikuti anda kemanapun."


Ayya masih tau diri, posisi dia sudah menikah dengan seorang pelayan bukan lah suatu hal yang istimewa,mengingat pernikahan mereka hanyalah pernikahan kontrak belaka.


Terdengar suara Adzan Ashar bergema.


"Kamar saya di sebelah mana yang mulia,saya akan bersih bersih dahulu lalu sholat setelah itu saya akan menyiapkan kan dulu makan seadanya sebelum bahan bahan ini datang,anda tak keberatan kan kalau saya buatkan mie instan?"kata Ayya sambil menyodorkan kertas berisi pesanan nya kepada Pangeran,mengingat mereka sering menikmati mie instan disaat darurat.


"Terserah kau saja.Kamar disini hanya ada satu,bukan kah kita sudah terbiasa berbagi kamar?"goda Pangeran lagi.


"Saya Akan tidur dikamar pelayan yang mulia."


"Baiklah,kalau kau tak keberatan tidur dengan pelayan pria, silahkan saja!"kata Pangeran sambil melangkah pergi.


Ayya yang sedikit kesal akhirnya mengikuti langkah Tuan nya,sambil mencebikan bibirnya.


Terlihat Pangeran Fath sedang berbicara dengan pelayan pria yang biasa mengurus tempat itu,ia menyodorkan kertas yang ditulis Ayya dan satu gepok uang tunai.


Setelah selesai ia menghampiri Ayya,


"Kamarnya ada disebelah sini,baju ganti dan peralatan sholat mu sedang di sediakan ,apa sebaiknya kita makan dulu,kau tak mungkin shalat dengan baju mu yang itu kan,?"tanya Pangeran.


Ayya berpikir sejenak, Pangeran benar juga,dan perutnya sudah keroncong an.


"Baiklah,Anda mandilah duluan,saya akan buatkan mie instan istimewa.!"kata Ayya yang ditangan nya sambil membawa sayuran segar yang ia petik tadi.


"Baiklah kalau begitu,aku duluan!"


"emmm,Yang mulia,bolehkah saya bertanya memastikan sesuatu,?"


tanya Ayya ragu.


"apa??"kata pangeran menghentikan langkah nya kembali.


Ayya malah terlihat salah tingkah.


"Apa ??kataka saja,?kau mau meminta sesuatu?"

__ADS_1


"ah tidak ,bukan bukan!emm,saya hanya ingin memastikan ini dari dulu tapi selalu lupa,setelah apa yang terjadi kemarin saya ingat ingin bertanya masalah ini."


........


__ADS_2