Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Teror duet Pangeran


__ADS_3

"Kau dipanggil Madam Aisye,Cahaya!"


kata Tom


"Aku harus minta izin dulu kepada pangeran."kata Ayya yang sedang menyiapkan makanan untuk tuan nya.


Tom mengangguk,Ayya masuk ke ruangan tuannya dan meletakan makanan dimeja.


"Anda sudah bersiap?"


"hemm,Aku akan pergi meninjau Mall Baru,apa kau sudah siap untuk pergi?"


"Ya,,,tapi Madam Aisye memanggil saya dulu,,apa kita tak akan terlambat?"


"Aku akan sarapan dahulu,kau pergilah dulu ke sana, jika kau lama Tom akan menyusul mu!"


Baiklah,saya permisi dulu Yang Mulia!"


"Hemm!"


*****


"Kenapa Arsen yang mengawalku,bukankah yang memanggilku Madam Aisye bukan pangeran Rasyid"


Arsen mengawal Ayya masuk ke ruangan Aisye.


Ayya tertegun,disana Ayya tidak mendapati Aisye,tapi Pangeran Rasyid yang sedang menunggu nya.


Ayya membungkuk memberi hormat.


"Kenapa anda disini?Dimana Madam Aisye?"


"Duduklah!!Aku yang memanggilku.apa kau baik baik saja?"


Ayya membungkuk kan lagi badan nya sedikit,kemudian duduk.


"Kenapa anda memanggil Saya dengan sembunyi sembunyi putera mahkota?" tanya Ayya sambil terus menunduk.


"Angkat wajahmu saat bicara dengan ku Nur, aku tidak suka kau terlihat terintimidasi,lihat lah wajahku saat kau berbicara denganku,atau kau takut jatuh cinta padaku ,,ya?!"Pangeran Rasyid malah menggoda.


Ayya hanya terdiam dan sedikit mengangkat wajahnya,dia sudah terbiasa dengan lelucon para pangeran Disini.Baik pangeran Fath atau Pangeran Rasyid memang sering menggoda Ayya,semakin hari mereka semakin berani dan nakal,namun Ayya cukup tau diri menempatkan situasi nya,tak pernah menganggap mereka serius,itu hanya lelucon baginya.


"Maaf kan saya putra Mahkota,saya sedang terburu terburu."


"Aku tau Fath menyuruhmu pergi,kenapa kau tak lari saja padaku!?"


Ayya masih saja diam,ia heran kenapa Pangeran yang ini selalu tau segalanya.oh!!ia lupa ia seorang putera mahkota,wajar saja,mata matanypasti dimana mana.


"Apa ada hal yang penting yang mulia?"


"Apa harus ada yang penting jika memanggil mu?aku rindu padamu Cahaya ku!"


Gila!! pangeran ini semakin berani.


Batin Ayya.


"Hentikan lelucon anda Yang Mulia,Saya yakin anda tau kejadian terakhir yang menimpa saya,gara gara anda terus bermain main dengan seorang pelayan!"


"Maafkan aku,,,aku tau itu salahku,makanya Aku menemuimu atas nama Aisye,Aku tak mau ada yang tau kita bertemu,termasuk Fath!"


"Anda tau ini pun tak boleh kita lakukan pangeran!"


"Aku tak bisa menahan diriku Cahaya,Aku bisa gila bila tak melihatmu!!"


kata Pangeran Rasyid sambil berusaha Meraih tangan Ayya.


Ayya mundur dan menepis tangan putra mahkota dengan santai,ia masih menghormati nya


"Hentikan Yang Mulia!!anda tau saya milik siapa?!"


Pangeran Rasyid tersentak diam seketika.


"Kau sudah merasa menjadi milik adiku?kau sudah menyerah kan dirimu padanya?"


"Saya sudah bersumpah setia pada adik Yang Mulia dihadapan anda sendiri,dan peraturan nya adalah Saya tidak boleh berkhianat ,anda tau bukan?!"


"Tapi Aku tetap putera mahkota yang paling berkuasa,Aku lebih mampu melindungi mu,bahka jika kau ingin menjadi Ratu Aku mampu mewujudkannya,Ayolah Cahaya buka pertahanan dirimu untuk ku!"


Gila!!


Ratu?!


Busyett!


"Saya merasa tersanjung yang mulia,tapi mohon maaf,memimpikan nya pun saya tak layak!Saya tidak pernah berhayal setinggi itu".


"Tapi Aku menginginkanmu Cahaya!sangat sangat menginginkanmu mendampingiku,seumur hidupku,tak bisakah kau memberi harapan padaku Cahaya?mungkin sampai kontrak mu berakhir dengan Fath ,setelah itu Aku bukan lagi akan membuatmu sebagai pelayan lagi tapi sebagai Ratu ku ,Cahaya,"


Ayya masih tetap tenang,ia malah terkekeh pelan dan menggelengkan kepala.


"Apa yang membuat anda yakin Saya menginginkan hal seperti itu, pangeran?Saya bukan dayang dayang seperti di kerajaan drama Korea yang menginginkan jadi Ratu,itu hanya ada dalam dongeng yang mulia!"


"Kau tidak mempercayaiku Cahaya?selama ini kau menganggap perasaan ku hanya lelucon?!"

__ADS_1


Pangeran Rasyid terlihat sangat kesal,raut mukanya berubah serius dan agak menakutkan.


Ia Meraih tangan Ayya mencengkramnya dengan kuat dan berusaha memeluknya.Ayya tersentak dengan gerakan Tiba tiba sang pangeran,Ayya meronta, berusaha melepaskan diri.


"Hentikan Yang Mulia!lepaskan Aku!!"Teriak Ayya.


Sementara ditempat Lain pangeran Fath yang sudah menunggu Ayya lama semakin gusar.Ternyata ia memasang alat penyadap canggih di jam tangan yang ia berikan nya tempo hari kepada Ayya,semenjak banyak kejadian yang menimpa pelayan kesayangan nya itu, pangeran Fath semakin memperketat perlindungan nya.Jadi ia bisa mendengarkan semua percakapan Ayya dengan siapa pun,termasuk kali ini dengan putera di mahkota.


"Gila!!kakakku benar benar berubah Tom,hanya karena seorang Cahaya."


Ia berdiri dari tempat nya duduk ingin segera menghampiri pelayannya, apalagi setelah mendengar Ayya berteriak menghalau kakaknya.


Namun kakinya terhenti,


Awww!!


Terdengar putera mahkota berteriak seperti Kesaktian.


"Maaf,,maaf kan saya yang mulia!!saya sudah lancang,tapi saya tidak punya pilihan lain."


terdengar suara Ayya kembali.


Pangeran Fath tersenyum,ia yakin kakaknya sudah dihajar oleh pelayan kesayangan nya itu.


"kendalikan diri anda yang mulia,saya sangat menghormati anda,jangan sampai saya bertindak kurang ajar dan saya bisa dihukum mati."


Ayya tau jika ia melukai Putera mahkota sama saja ia mengantarkan nyawanya.


"Semakin kau kurang ajar kepadaku kau semakin menggemaskan Cahaya.!!"


Pangeran Rasyid masih enggan berhenti meneror Ayya.


"Pangeran Fath pasti sedang menunggu Yang Mulia,saya sudah sangat terlambat,Tom akan segera menjemput saya."ucap Ayya berusaha melepaskan diri.Dia menuju pintu dan ingin segera keluar.


"Apa kau menyukai adiku?"


"pertanyaan macam apa itu?"batin Ayya


Ayya hanya terdiam,


"Heyy,aku bertanya padamu Cahaya,kau menyukai Fath?"


Ayya menarik nafas dalam.


"Saya cukup tau diri Yang Mulia,saya tidak mungkin jatuh cinta pada pangeran seperti kalian."jawab Ayya sambil hendak memegang gagang pintu.


"Aku menemukan jejak Ibu mu!"


kata pangeran Rasyid setengah berteriak.


Ayya menghentikan langkah nya dan berbalik,matanya berbinar melihat ke arah sang Putera Mahkota,namun kemudian mata ya kembali sayu,


"Benarkah?? Saya senang mendengarnya,,tapi,,"


ia menghentikan ucapan nya


"Saya sangat berterimakasih Yang Mulia, tapi saya benar benar tidak bisa memberi apapun untuk membalas kebaikan anda yang tak terhingga,,"


"Kau pikir aku seburuk itu??kemarilah!!aku tulus membantumu,,!"


Ayya masih terdiam dekat pintu.


"Ayo lihat lah apa yang kudapatkan Cahaya!kenapa masih berdiri disitu,aku tak akan memakan mu!"


Dengan ragu Ayya mendekat kembali.


"Lihatlah ini,apakah dia benar ibumu?"


Pangeran Rasyid memperlihatkan Foto seseorang dari layar tabletnya.


"Haaa!!! ibu!!??"


Ayya terlihat sangat terkejut melihat foto itu,ia menutup mulutnya dengan tangan kanan nya,mata nya membulat saking ia kagetnya,,senang,sedih,campur aduk perasaan nya.


"Ini adalah Foto Sekitar 4 tahun lalu Ayya,Foto ini diambil saat ibumu bekerja di tempat pertama,Aku sudah cek kesana namun sayang nihil,,kata penjaga disana ibumu kabur dari rumah majikan nya karena akan dilecehkan,sampai sekarang belum ada kabar lagi,aku sudah menyuruh seseorang untuk terus mencarinya,kau jangan khawatir,pasti akan segera ada kabar baik, cahaya,percaya padaku!"


Air mata Ayya mengalir seketika,dada nya terasa sesak,


,"ibuuu,,"


lirihnya sambil mengusap foto ibunya dilayar tablet.


Pangeran Rasyid ingin sekali menenangkan nya,sekedar memberi pelukan hangat, tangannya menyentuh pucuk kepala Ayya yang sedang rapuh.


Ayya meletakan Tablet itu,bukan berbalik ke dalam pelukan sang Putra Mahkota,ia malah berlari keluar pintu,


Pangeran Fath yang gusar mendengar drama kakak dan pelayan nya itu yang sangat lama,hendak menyusul Ayya,namun berpapasan dengan Ayya di depan pintu yang hampir menubruknya.


Pangeran Fath kemudian ikut berlari menyusul Cahaya.Pangeran Rasyid yang tadinya ingin mengejar cahaya akhirnya hanya terdiam nanar.


Pangeran Fath menangkap Cahaya di depan pintu ruangan nya.kemudian menarik nya masuk kesana.


"kau baik baik saja?"tanya nya khawatir.

__ADS_1


Ayya malah menangis semakin keras, Pangeran membiarkan nya,ia meraih kepala Ayya dan menyandarkan di dadanya.


"Ibuku,,,"kata Ayya lirih sambil terus menangis segukan


"Aku tau ,,,"


Ayya mundur dan mencoba berhenti menangis.


"Apa yang anda tau Yabg Mulia?"


"Aku tau kau bertemu kakak ku bukan Aisye."


"Bagaimana anda tau?"


"Maaf aku baru bilang,demi keamanan mu aku memasang alat pelacak dan penyadap di jam tangan itu."


Ayya menengok jam tangan ya g ia pakai.


"Apakah harus??jadi anda akan selalu tau keberadaan saya dan apa yang saya bicarakan?"


Pangeran Fath mengangguk ragu.


"Apa juga dipasang camera pengintai??Anda bisa melihat tubuh ku dengan alat ini?"tanya Ayya sambil melotot.


"tiidakk,hanya pelacak dan penyadap saja Cahaya,tidak ada Camera,belum!"jawab nya gugup


"Apa?? anda juga akan memasang Camera pada tubuhku!!"teriak Ayya marah.dia melayangkan tangan nya memukul pundak Pangeran Fath.


"oke oke tidak akan Cahaya!!"katanya sambil meringis.


"kau juga menghajar kakak ku tadi?"


"Apa saya akan dihukum?"


"mungkin,, tapi hanya aku dan Tom yang tau"


"Anda akan melaporkan ku?"


"emmm ,,entahlah,tergantung!!"


"Ahh kalian Sama saja,aku yang hampir menjadi korban perkosaan tak ada sedikit pun proses hukum,tapi aku yang menghajar sedikit putera mahkota karena membela diri langsung akan dihukum,sungguh tidak adil!!"


"Memang tak akan pernah adil hidup ini Cahaya,aku sudah pernah menyuruhmu pergi,kau malah ingin tinggal".kata pangeran Fath sambil tersenyum.


Aku benci kalian para Pangeran Yang selalu sok tau tentang kehidupan ku!"


kata Ayya kesal.


pangeran Fath terkekeh mendengarnya.


"Kenapa kau meminta kakakku untuk mencari ibumu,aku pun sanggup melakukan nya."


"Dia yang menawarkan diri,saya tidak dapat menolak!"


"Jangan pernah meminta apa apa padanya,itu akan menjadi balas Budi Cahaya,kau tidak merasa kakak ku sudah berubah?"


"Iya aku pun merasa begitu,dia menjadi sedikit liar!"


"Kau takut padanya?"


"Tidak,anda pasti tak akan membiarkan apapun terjadi pada ku bukan,?!"


Pangeran Fath tersenyum manis pada Aya ,ia membelai kepala Ayya lembut.


"Anak baik,menurut saja pada ku,carilah aku jika kau sedang ada masalah,aku akan berusaha menemukan ibumu sebelum kakak ku,banyak kenalan ku yang tinggal disana."


Ayya mengangguk senang,matanya berbinar.


"Kau Yakin tidak tertarik menjadi seorang Ratu?"tanyanya sedikit menggoda namun bermakna ingin tau jawaban Ayya sesungguhnya.


"Saya tak pernah bermimpi setinggi itu,Yang Mulia!"


"Tapi ku rasa kakak ku serius!"


Ayya mengangkat kedua bahunya ke atas,


"Itu hanya ada dalam drama kolosal Korea ,Yang mulia,saya hanya ingin hidup tenang tanpa gangguan,menjadi seorang Ratu sama saja mengantarkan nyawaku pada putri Zarra,bukan?!"


"Hahaha,kau takut pada Zarra?"


"Bukan takut,tapi saya tidak ingin bunuh diri,,,hah!!Ratu,,Ratu apaan,, !?Gila!!membayangkan nya saja saya tak pernah!"


"kalau menjadi Ratu ku apa kau mau?"tanya Pangeran Fath Sambil memandang Ayya polos.


"Apa pula ini?!mimpi apa aku semalam Ya Tuhan,!?aku beruntung sekali !!hari ini aku dilamar dua pangeran tampan sekaligus,, haha!"kata Ayya sambil menutup mulutnya dengan tangan nya,pura pura terkejut.


"Aku serius Cahaya,apa kau mau menikah dengan ku,maksudku menikah kontrak juga tidak apa apa selama kita masih bekerja sama."


Ayya mendelik tanda kesal dan tak percaya.


"jangan salah faham!!Aku tau kau tidak nyaman dan risih saat bersamaku,jadi aku pikir kenapa kita tidak menikah saja sampai kontrak kita selesai,tak akan ada yang berubah Cahaya,seperti katamu kau tetap pelayanku dan aku tetap Tuanmu,aku hanya ingin menjaga apa yang sudah kau pertahankan,keyakinanmu dan ketaatan mu pada Agama, bagai mana menurut mu??"


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Maaf ya man teman ,aku up nya lama banget,soalnya aku lagi ribet banget ngurusin anak sekolah onlen,jam satu masih ada tugas ngajar ngaji,aduhh,Me Time ku pokok nya dikitt bangettt,,ini juga curi curi waktu,yang sabar aja yah,,mohon maklum,, Author


__ADS_2