
"Dimana dia?", Tanya Pangeran Fath kepada Pangeran MaliQ yang sedang duduk di lobi hotel.Nafasnya terlihat terengah engah, seperti nya ia sangat terburu buru tadi.
"Kamar 215,,ayo ku antar"jawab Pangeran MaliQ,sambil beranjak menuju lift.
"Kapan kalian akan berangkat?"tanya Pangeran Fath didalam lift.
"Selesai kan lah dulu masalah kalian ,aku gak mau pusing jika harus membawa konflik asmara ke negara ku!"jawab Pangeran MaliQ asal.
"Apa menurutmu dia masih marah?"Tanya Pangeran Fath lagi meminta pendapat.
"Tentu saja! Wajarlah! Perkataanmu keterlaluan tadi!jika menyangkut wanita kau masih belum bisa menahan amarahmu, apa benar kau sangat mencintainya?!"Pangeran MaliQ balik bertanya.
"Aku belum pernah merasakan jatuh cinta seperti ini selain kepada Ayya,kau tau? bahkan kakak ku Rasyid pun sangat menyukai nya!"
"Benarkah?apa dia seistimewa itu?"
pangeran MaliQ penasaran tentang Ayya.
"Dia unik, sangat istimewa!kau jangan coba coba jatuh cinta padanya!"
"Kita lihat saja nanti,kalau dia memang begitu istimewa, seharusnya kau memperlakukan dia seperti itu, perbedaan kasta membuat dia sensitif dan kau jangan pernah mengungkit hal itu sedikit pun!jika benar kau sangat mencintainya!"
"Kau benar! aku sungguh bodoh memang!"Pangeran Fath sangat frustasi.
"Kita sudah sampai! Berdoa lah semoga dia sudah memaafkan mu!"
Pangeran MaliQ pun mengetuk pintu kamar Ayya.
"Siapa?"Tanya Ayya,
"Fath ingin bicara dulu denganmu!"Jawab Pangeran MaliQ.
Karena merasa ada yang ingin disampaikan pula akhirnya Ayya pun membuka pintunya.
Pangeran MaliQ dan Pangeran Fath pun masuk ke dalam.
Mata Ayya terlihat sembab, seperti nya ia tak berhenti menangis,ia pasti sudah sangat ingin bertemu dengan ibunya.Batin Pangeran Fath.
"Ayya,aku tak bisa membawamu tanpa seizin dia!"kata Pangeran MaliQ membuka percakapan, karena sudah hampir 5 menit suasana masih saja hening.
"Aku tak ada masalah,aku akan menemanimu untuk bertemu dengan ibumu!"Kata Pangeran Fath.
"Aku ingin pergi sendiri,ceraikan Aku Yang Mulia,ibu ku sakit, kemungkinan aku akan pergi lama untuk merawatnya!"Jawab Ayya tanpa sedikitpun memandang Pangeran nya.
"Apa maksudmu! Tidak Ayya!Kau tau aku tak bisa hidup tanpa mu!"Kata Pangeran Fath,ia terlihat sangat Frustasi,ia sangat takut hal ini akan terjadi.
__ADS_1
"Pergilah!Aku tak masalah jika kau ingin merawat ibu mu!Aku bisa menemui sesekali, jika memang kamu ingin pergi tanpa ku!jangan siksa aku seperti ini!Ayya tolong lah!"
Pangeran fath menggenggam tangan Ayya,dia memohon dengan sangat.
Ayya terus menunduk, matanya tak berhenti mengucur kan air mata.
"Ayya tolong lihat Aku!Aku tau kamu sangat marah dengan perkataan ku tadi,aku sangat menyesal Ayya,,,kau segalanya bagiku,tolong maafkanlah Aku!"
Ayya masih tak bergeming.
"Aku tau ini akan terjadi Yang Mulia!Aku tau posisi ku dan siapa aku sebenarnya.Seharusnya dari awal kita tidak saling jatuh cinta,aku yang salah,aku bodoh dan dengan mudah menyerah kan diriku yang rendah ini kepada Bangsawan seperti Anda!"
"Ayya hentikan!Bagiku kamu lebih berharga dari apapun,Aku akan melepaskan nama Bangsawan ku dan akan memulai hidup yang baru denganmu!"kata Pangeran Fath sambil bersimpuh dibawah kaki Ayya.
"Itu tidak perlu Yang Mulia!Beri aku waktu,dan biarkan aku pergi, selanjutnya biar Tuhan yang menuntun kita,jika memang jodoh pasti kita akan dipertemukan kembali.Jangan khawatir!Aku sudah memaafkan mu Yang Mulia! Bangunlah!ini sungguh tidak pantas!"Ayya membantu Pangeran Fath untuk berdiri.matanya merah menahan tangis.
Pangeran fath berhambur memeluk Ayya.
"Maaf!!Maaf!Maaf!!"
Dia tak berhenti mengatakan kata maaf.
"Izinkan Aku mengantar mu ke bandara!"
Ayya pun mengangguk, mereka tak berhenti saling berpelukan.Dan akhirnya tangis mereka pun semakin pecah.
"Aku tunggu dibawah, kita harus segera berangkat,Ibu mu sudah menunggu Ayya!"
Kata Pangeran MaliQ mengingat kan Ayya.Dari tadi ia menonton drama menyedihkan, hampir saja airmatanya ikut jatuh,lebay.
Pangeran MaliQ pun meninggalkan mereka berdua untuk saling melepas perpisahan.
"Bolehkan kalau sesekali aku berkunjung?"tanya Pangeran Fath,ia membuka cadar Ayya yang sudah basah oleh air mata.
Ayya mengangguk pelan.
"Tapi maaf!!Aku tetap pada keputusanku,aku ingin kita tetap bercerai dulu,aku tak ingin hubungan jarak jauh kita saling membebankan!"Kata Ayya.
"Kamu masih marah?Aku memang keterlaluan Ayya! tolong katakan apa yang harus Aku lakukan agar dapat menebus kesalahanku!Asal kan kita tidak bercerai,bagiku jarak sejauh apapun tidak masalah bagiku!"Pangeran Fath mengelus pipi Ayya lembut yang sedang duduk di pangkuannya.
"Tidak Yang Mulia, perkataan mu tidak ada yang salah, justru menyadarkan ku bahwa kita memang terlalu jauh berbeda."
"Ayya tolong jangan siksa aku seperti ini!Aku akan terus menanggung rasa bersalah seumur hidupku!"
"Aku harus segera berangkat, Pangeran MaliQ sudah menunggu terlalu lama,aku tak sabar ingin bertemu ibuku!"
__ADS_1
Dengan terpaksa Pangeran fath melepaskan pelukannya nya.
"Ayolah!kamu ingin membeli oleh oleh dulu untuk ibu mu?"
"Pangeran MaliQ sudah mempersiapkan segalanya,jadi tidak usah repot."Jawab Ayya.
" Baiklah,aku punya hadiah untuk mu!"Pangeran Fath mengeluarkan sebuah kotak berisi dua gelang couple berbahan batu giok berwarna hijau.Sangat indah!ditengahnya bertaburan permata kecil kecil berbentuk hati.
"Aku akan memakai nya satu yang terukir namamu didalam nya, begitupun kamu,Aku berharap kamu tak akan pernah melepaskan gelang ini, didalamnya nya sudah terukir namaku, lihat lah!indah bukan?!AlFathurabby!" Pangeran fath memperlihatkan ukiran didalam gelang itu yang terlihat bercahaya.
Ayya mengangguk sambil tersenyum,memang sangat indah, Pangeran Fath memakai kan gelang itu di tangan kanan Ayya, lalu ia menggenggam kedua tangannya dan mencium keduanya dengan penuh perasaan,untuk sementara Ayya melupakan kemarahan nya.Ayya memejamkan mata nya dan muncullah kenangan indah yang mereka lalui bersama.
"Aku akan selalu mengejarmu mu!" Bisik Pangeran Fath.
Mereka segera turun ke lobi dimana Pangeran MaliQ sudah menunggu mereka.
"Aku akan antar kalian ke bandara!"
kata Pangeran Fath.
Pangeran MaliQ hanya mengangguk dan mengikuti Pangeran Fath untuk masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan, tangan Pangeran Fath menggenggam terus tangan Ayya tak pernah lepas sedetik pun, sesekali ia mencium tangan nya itu,merangkul pinggang nya,dan menyenderkan kepala Ayya di dada bidang nya.
Sesampainya di bandara, pesawat pribadi Pangeran MaliQ sudah bersiap untuk terbang.
"Baiklah Ayya, sekali lagi Aku minta maaf atas segala kesalahanku,semoga Tuhan segera menyatukan kita kembali.
Cahaya!aku Muhammad AlFathurabby men talak satu engkau mulai saat ini!"
Pangeran fath sungguh bergetar mengatakan nya,sungguh terasa mimpi ia dan Ayya akhirnya harus berpisah.
Tapi ia tak ingin egois, Ayya selalu bilang'bukan cinta jika masih egois!'
"Semoga kebahagiaan selalu bersamamu, Ayya!Aku akan selalu mencintaimu!"
"Aku pergi dulu Yang Mulia,,selamat tinggal!"Kata Ayya melepaskan genggaman tangan Pangeran Fath.
Ayya pun masuk ke dalam pesawat.Dan ia pun tak berhenti menangis.
Sedangkan Pangeran Fath masih bergeming ditempat nya berdiri,tak terasa air mata nya menitik, sungguh ia tak ingin ini terjadi.
Pesawat Yang Ayya tumpangi sudah lepas landas setengah jam lalu.
Pangeran fath masih tak beranjak dari bandara.Ia masih berharap Ayya kembali pada nya,ia termenung dan sungguh menyesali semua perkataan yang tak pantas yang ia ucapkan.
__ADS_1
'Ayya kemana pun kamu pergi,aku akan mengejar mu, tunggu saja aku!'
Batinnya.