Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Ambigu


__ADS_3

"Kenapa anda berhenti pangeran,,ayo kita lanjutkan ,mana barang barang mewahmu yang lain,saya akan bantu melemparkan nya!!"kata Ayya sambil terus melemparkan barang barang ke dinding.


"Heyy hentikan!!!apa yang kau lakukan!?!?apa kau sudah gila?!"


Ayya pun berhenti dan menatap tajam sang pangeran,


"Aku sudah muak dengan semuanya!!aku lari dari negaraku berharap mendapatkan kehidupan lebih baik disini,dan apa yang terjadi?!semua orang memperlakukan ku dengan kasar,,!!dan ingat pangeran yang terhormat!!aku tidak pernah takut oleh siapa pun,karena kalau pun aku mati disini,tak akan ada yang menangisi jasadku,,jadi lakukan kan lah apa yang ingin anda lakukan,,!!ayoo!!kau ingin menyakitiku,lakukan lah sepuas anda!!"


Teriak Ayya,entah apa yang merasukinya,hingga ia bisa seberani itu!


Diluar pintu Tom dan Devi mendengarkan semuanya.


Sang pangeran berdiri mematung tak berani berkutik,ia tak menyangka malah pelayan nya yang berbalik mengamuk.


Terlihat darah mengucur dari tangan Ayya,mungkin tergores oleh pecahan kaca, ruangan itu pun sudah sangat berantakan.


"Tangan mu terluka,,"pangeran berusaha meraih tangan Ayya yang berdarah


namun Ayya menepisnya.


"Apa peduli anda,bukan kah anda puas melihat orang lain terluka??!!atau ini masih kurang,,??jangan khawatir pangeran,dari kecil aku sudah terbiasa disakiti,jadi aku tidak peduli jika seluruh tubuhku penuh dengan luka,,,ayo lampiaskan terus amarah mu kepadaku,aku tidak apa apa,,ayo lah!!!"teriak Ayya sambil menyodorkan pecahan kaca dan mendekatkan tubuhnya kepada pangeran.


Pangeran Fath memegang pergelangan tangan Ayya,lalu mengambil pecahan kaca dari tangannya dan melemparkan nya entah kemana.


"Maaf ,,maaf kan aku!!"


ucap pangeran,entah mengapa kata itu terucap begitu saja dari mulutnya,selama ini ia jarang sekali mengucapkan kata kata seperti itu,apalagi kepada seorang pelayan,hatinya luluh melihat mata coklat Ayya yang penuh amarah saat ini entah kepada siapa.


Sang pangeran berusaha memeluk tubuh Ayya ingin mencoba menenangkan nya.


Ayya berteriak histeris sambil memukul mukul dada pangeran.pangeran diam saja membiarkan Ayya menumpahkan semua nya.


"Aku seorang piatu,Ayahku pun tak pernah menginginkan ku,aku bukan siapa siapa,aku memang seorang pelayan,lalu kenapa ,,?aku berusaha menerima takdirku!!lalu kenapa semua orang bahkan terus mengejar ku seperti belum puas menyakitiku,bahkan disini!!belum lama jadi pelayan,tapi aku sudah banyak mendapat perlakuan buruk,bahkan dari kalian yang katanya Seorang Bangsawan!!"


Teriak Ayya sambil terisak dan terus memukul mukul tangan dan dada pangeran.


Sang pangeran berusaha mendekap tubuh Ayya,tubuhnya yang kekar membuat Ayya tak bisa menghindar,tangisnya pecah di pelukan sang pangeran.


Pangeran Fath berusaha mencerna perkataan Ayya,yaa memang dari awal ia suka memperlakukan pelayan nya dengan buruk, namun baru pelayan ini yang berani melawan nya.Dan entah kenapa hatinya selalu luluh saat melihat bola mata Ayya yang berwarna coklat itu.


Hati Ayya terasa menghangat didalam pelukan ini,pelukan yang belum pernah ia rasakan bahkan dari seorang Ayah atau ibunya.Dan saat ini ia lupa bahwa pelukan itu dilarang!!


Setelah agak tenang pangeran pun melepas kan pelukan nya dan meraih jari tangan Ayya yang terluka,darah segar masih keluar dari luka nya yang lumayan dalam.


Ia pun membuka dasinya dan mengikatkannya pada tangan Ayya yang terluka, untuk menghentikan pendarahan.


"Tomm!!"teriaknya


Tom segera masuk dan memberi hormat.


"iya pangeran!"


"Ambilkan aku kotak obat lalu antarkan ke ruangan rahasiaku,dan suruh para pelayan untuk membereskan ruanganku yang ini."


"Baik pangeran!!"


Pangeran Fath menarik tangan Ayya untuk mengikutinya,ia menekan beberapa tombol dengan kode rahasia,lalu tiba tiba dinding pun terbuka seperti ada pintunya,ia menarik tangan Ayya untuk masuk,kemudian Tom datang memberikan kotak obat,lalu ia pergi lagi, dan dinding itu pun tertutup kembali.


Sepertinya ini adalah ruangan rahasia pangeran, terlihat Atapnya terbuat dari kaca,sehingga langit terlihat langsung,, betapa indah menampak kan pemandangan bintang bintang.

__ADS_1


"Duduklah,aku akan mengobati luka mu!"


kata pangeran sambil mendudukkan Ayya di sisi ranjang yang begitu mewah.


Ayya hanya menurut,entah apa yang ada dipikiran nya,biasanya ia akan menolak diperlakukan begitu oleh pria manapun,mungkin karena ia masih syok dengan emosinya.


Pangeran mulai membersihkan luka Ayya dengan membasuhnya dengan air hangat,kemudian memberinya obat luka dan membungkusnya dengan kain kasa.


lalu ia menyodorkan kan sebotol minuman kepada Ayya.


"Minumlah,,!!"


Ayya pun mengambilnya,minuman yang sama yang diberikan oleh Putra Mahkota tadi."Apa minuman favorit mereka sama?"batin Ayya.ia pun meminumnya menggunakan sedotan.segar sekali rasanya.


Mereka masih terdiam,Ambigu,bingung apa yang harus dikatakan,,


"Jadi sebenarnya apa yang membuat kau begitu marah tadi?"pancing Pangeran membuka pembicaraan.


"Saya yang seharusnya bertanya ,kenapa anda begitu marah pada saya tadi,?!"Ayya malah balik bertanya.


"Entahlah!!aku tadi sedang membutuhkanmu dan mendapati mu tak ada,kau bahkan lama sekali tak muncul,itu membuatku kesal,dan aku tak menyangka reaksi mu akan seperti itu,,"


Pangeran Fath berbohong,sebenarnya ia marah karena kata Maria Ayya sedang di ladang bunga karena disuruh oleh kakak nya,ditambah ia bertemu dengan Abdul dan mengatakan Ayya sedang bersama Putra Mahkota,entah mengapa ia begitu marah mengetahui hal itu.


"Memangnya tadi anda membutuhkan apa pangeran??"


"Aku sudah lupa".jawabnya ketus.


"Maaf,,,tidak sepantasnya tadi saya bereaksi seperti itu,saya tidak bisa mengendalikan diri,dan,,,,"


"Mengamuk,,"potong sang pangeran


"Sudahlah,,,kalau aku menghukum mu,kau nanti malah balik ngamuk lagi,,"katanya meledek Ayya.


Ayya pun hanya cengengesan,,ia pun tak habis pikir kenapa ia bisa bertindak seperti tadi,malu sekali rasa nya!!


"Kau tadi bertemu kakak ku??"Tanya pangeran ingin tau.


"Hanya sebentar,,itu pun tak sengaja,saya sedang menyiram bunga dan beliau sedang menikmati sunset.Tenang saja saya tidak melaporkan anda yang tidak tidak".


"Apa dia melihat luka mu?"


"Yaa,saya bilang ini hanya kejeduk pintu,,dan dia percaya,,,aku katakan kalau anda baikkk sekaliii."kata Ayya seperti menyindir.


"Sepertinya kau lama mengobrol dengan kakak ku"


"emmh,,tidak juga,,bukan kah itu tidak mungkin terjadi,,apalagi saya hanya seorang pelayan."


Pangeran menaikan kedua bahunya.


"Ya,,kakakku memang selalu ramah kepadal semua orang,termasuk kepada para pelayan.jadi tidak heran kalau dia pun menyapamu."


katanya lagi,padahal entah perasan apa ini,dia merasa kesal Ayya bertemu dengan kakaknya,,


"ahh terserah lah!!"ucapnya tiba tiba.


"Sebenarnya tadi aku mencarimu karena aku ada masalah pekerjaan,,"kata pangeran Fath sambil menyeduh 2 mie cup siap saji.


Ayya hanya menoleh dan mendengarkan.

__ADS_1


"Entahlah,setiap ada masalah aku merasa kau mampu membantuku,makanya aku langsung mencarimu,,padahal aku tidak tau apa kau bisa atau tidak. mungkin aku hanya mau menumpahkannya kepadamu,,"katanya ragu.


"Ceritakan saja,walaupun saya tak berpendidikan tinggi,tapi saya bisa jadi pendengar yang baik."jawab Ayya,ia faham arah pembicaraan sang pangeran,sepertinya ia sedang banyak masalah.


"ini tentang posisiku di kerajaan"


katanya sambil menyodorkan satu mie cup kepada Ayya.


Ayya pun mengambilnya.


ternyata kejadian tadi membuat mereka jadi lebih dekat.


"Habiskan dulu makanan mu!"


"tapi ini masih panas"


jawab Ayya sambil mengaduk ngaduk mie nya.


"Dari awal bertemu kau selalu berbicara santai padaku,tapi ketika bertemu dengan kakak ku kau langsung berbicara formal,,kenapa begitu?"


tanya sang pangeran sambil menunggu mie nya agak dingin.


"Mungkin karena kelakuan Anda tidak seperti seorang pangeran,,"


jawab Ayya ketus.sambil terus mengaduk mie.


"Apaa??!!memang aku seburuk itu,,??!!"


"Entahlah pangeran ,,,dari awal bertemu kita memang tidak akur bukan,,?!"


Mereka terdiam,,,sama sama sedang menikmati mie masing masing.


"Dewan kerajaan memaksaku untuk ikut berpartisipasi dalam promosi pariwisata dan kebudayaan negara kami ke seluruh negara dalam acara pertemuan persahabatan antar negara Minggu depan .Biasanya aku selalu menolak dan selalu dilakukan oleh Kakak tiriku , William.


Namun kali ini mereka memaksa,karena mereka bilang ini sudah waktunya bagiku,,jika tidak,,aku akan dicoret dari daftar keluarga kerajaan."


Pangeran Fath bercerita sambil menikmati kopi nya.


Ayya hanya mendengarkan sambil mangut mangut.


"Sebenarnya aku tidak masalah jika harus melepaskan gelar bangsawan ku,tapi ini menyangkut kehormatan ibuku,,karena sebenarnya dari awal aku tidak suka menjalani hidup menjadi seorang pangeran,terlalu banyak aturan."


"Lalu apa masalah nya pangeran,anda tinggal coba saja ikuti keinginan kerajaan saat ini,tidak ada ruginya kan?!" sela Ayya.


"Tidak semudah itu cahaya!!"


baru kali ini pangeran menyebut nama Ayya,,dan itu terdengar sangat menggelikan.


"Ayya ,,panggil saja Ayya,!"potong Ayya


"Itu diluar kemampuanku Ayya,,,,selama ini aku hanya a menjalankan bisnis yang aku sukai,, walaupun dulu aku lulus kuliah di bidang pemerintahan,tapi aku tidak terlalu serius menjalaninya,,karena itu bukan bidang yang aku sukai,dan sekarang aku hanya bingung harus mulai dari mana,,dan pesaingku cukup berat,,yaitu kakak tiriku sendiri ,William,dia lebih berpengalaman.


"Saya yakin Anda pasti mampu pangeran,,


saya akan mencoba membantu dengan sekuat tenaga,,,saya rasa kita ada sedikit kesamaan,yaitu mampu menyerap ilmu dalam waktu yang cepat,kita akan coba searching di internet sebagai contoh,dan mulai menerapkan ilmu anda semasa kuliah,,kita coba saja,masih ada waktu bukan,,?"


Jawab Ayya meyakinkan.


Pangeran hanya terdiam sambil mengusap rambutnya kasar.

__ADS_1


__ADS_2