
"Yang Mulia sebenarnya untuk apa putri Ibu kembali ke sana?apa benar kontrak kerjanya belum selesai?"Tanya Bu Yati kepada Pangeran MaliQ,ia sengaja menelpon Pangeran MaliQ yang sedang berada di Brunei karena ia penasaran tentang putri nya.
Sejak Ayya pamit Kepadanya untuk menyelesaikan kontrak kerja nya yang tertunda ,Bu Yati merasa ada yang aneh dengan putri nya,dia terlihat panik dan gelisah.Sejak kepergian Ayya perasaan nya jadi tak enak,dia yakin putri nya menyembunyikan sesuatu darinya.
"Iya Bu ,Ayya bilang begitu, jangan khawatir, dia pasti kembali untuk menjemput ibu!doakan saja agar dia kembali secepatnya dalam keadaan baik baik saja, oke?!ibu jangan banyak pikiran!nanti ibu balik lagi ke rumah sakit,mau?!nanti lama lagi dong balik ke Indonesia nya!"Jawab Pangeran MaliQ mencoba menenangkan Bu Yati, padahal ia sudah tau bahwa Ayya sedang terbaring di rumah sakit.
"Baiklah kalau Pangeran bilang seperti itu,ibu percaya,maaf ibu mengganggu waktu nya Yang Mulia, Assalamualaikum!"
Kata Ibu Ayya sambil menutup telepon nya.Bu Yati mencoba menepis prasangka buruk tentang putrinya.
Akhirnya ia memutuskan untuk video Call dengan Ayya, karena ia tak sabar Ayya tak kunjung memberi nya kabar.
****
"Ibu?!aduh ibu ku Vidio call lagi, bagaimana ini?!dia bisa drop lagi kalau tau keadaanku yang seperti ini!"kata Ayya panik.
Pangeran Fath ikut panik dan bingung,apa yang harus mereka lakukan.
"Jangan diangkat dulu saja Ayya!nanti kamu yang balik telpon, katakan saja saat ini kamu sedang sibuk."Saran Pangeran Fath.
Ayya mengikuti saran Pangeran Fath,dia mendiamkan dulu panggilan Video call dari ibunya yang berkali kali, meskipun ia merasa berdosa sudah berbohong kepada ibunya.
Setelah beberapa lama Ayya pun menelepon ibunya dan mengatakan kalau saat ini ia masih sibuk dan dia baik baik saja,Ayya berjanji akan segera menyelesaikan urusan nya dan menjemput ibunya untuk segera pulang ke negara asal mereka.
Ibunya akhirnya nya bisa bernafas lega mendengar kabar dari putri nya.
Ia semangat lagi beraktivitas dan membereskan pakaian Ayya.
Ibu Ayya tertarik dengan sebuah kotak persegi berwarna emas gemerlapan yang begitu indah yang terselip di antara tumpukan baju Ayya di dalam koper,terlihat sangat mewah dan mahal.
Kotak itu tidak dikunci, karena penasaran Ibu Ayya pun membuka kotak tersebut,ia membuka satu persatu barang barang yang ada didalam nya,ternyata berisi dokumen penting milik Ayya.Terdapat juga foto foto Ayya yang terlihat cantik dalam berbagai pose.
Namun Bu Yati sangat terkejut melihat sebagian foto Ayya ada yang sedang bersama seorang pria tampan,mereka terlihat begitu dekat dan mesra.Tak ada jarak diantara mereka,bahkan ayya disana ada yang tidak memakai cadar sedang berfoto bersama pria yang sama dalam keadaan bermesraan.
Ibu Yati semakin penasaran dengan apa yang ia temukan,ia membuka satu persatu surat surat dokumen yang ada didalam kotak itu.
Ia menemukan surat kontrak kerja dan ternyata sudah berakhir bulan ini.
Ia membaca nya dengan teliti isi surat kontrak tersebut,dan dari sana ia mengetahui bahwa Ayya adalah seorang pelayan pribadi dari Tuannya dan disana tertera gajinya sangat tinggi.
Ia berpikir apa mungkin pria itu adalah majikan dari Ayya?tapi mengapa mereka begitu dekat dan begitu mesra.
Segala pikiran buruk tentang putrinya muncul dipikiran Bu Yati,
Bu Yati kemudian terus membuka buka semua barang yang ada dalam kotak tersebut, beberapa perhiasan mahal ia temukan, kartu ATM gold yang sudah pasti isinya tak sedikit,beberapa bukti transfer uang yang jumlah nya bukan main besarnya untuk ukuran seorang TKW biasa.
"Apa putri ku sudah menjual dirinya?!"Batin Bu Yati pikiran nya sudah kacau dan tak dapat lagi berpikir jernih.
"Lalu untuk apa Ayya kembali kesana jika kontrak nya sudah berakhir dan Ayya pun sudah tanda tangan pemutusan kontrak kerja,Ya Allah gustiii?!Ayya?!Kunaon maneh teh make Jeung kikituan sagala(kenapa kamu melakukan itu) Cahaya,,Hu huhu hu!!!"Tangis Bu Yati pecah,ia berpikir kalau Ayya sudah menjual dirinya di sana dengan bayaran sangat tinggi.
__ADS_1
Bu Yati segera menelepon Pangeran MaliQ majikan nya.
"Den, pokok nya Ibu mau menyusul Ayya ke Dubai,Kalau Aden sedang sibuk,gak apa apa ibu pergi sendiri saja,beri saja ibu alamat rumah majikan Ayya!"Kata Ibu Yati kepadanya bahwa Pangeran MaliQ,Bu Yati memang sering gonta-ganti saat memanggil majikan nya.
Pangeran MaliQ terkejut dengan permintaan Bu Yati kali ini, Pangeran MaliQ memang sudah menganggap Bu Yati seperti ibu nya sendiri, hubungan mereka tidak kaku tidak seperti majikan dan pelayan nya,saat Bu Yati sakit sakitan Pangeran MaliQ segera merawatnya dan membawa ke rumah sakit terbaik di Singapura.
"Memang nya ada Bu, kenapa ibu tiba tiba ingin menyusul Ayya?!"Tanya Pangeran MaliQ heran.
"Pokoknya Ibu yakin putri ibu itu menyembunyikan sesuatu dari ibu dan sepertinya Ayya sedang ada dalam masalah.Makanya ibu harus segera menyusulnya kesana dan Pangeran harus membantu Ibu!"
"Oke oke kita bicarakan dulu ini sama Ayya ya,Aku yakin Ayya akan segera pulang,dia baik baik saja kok disana!"
"Bagaimana Pangeran bisa tau Ayya baik baik saja?apa Pangeran sering kesana?"
"Aku tadi menelpon nya dan Ayya mengatakan akan segera pulang,Bu!"
"Baiklah!!Kalau begitu ibu akan berangkat sendiri kesana!"Bu Yati tetap pada pendiriannya.
Pangeran MaliQ bingung harus bagaimana mana lagi,
"Baiklah,Bu!!tunggulah sampai aku menjemputmu kesana!"
Kata Pangeran MaliQ akhirnya mengalah.Ia mengusap wajah nya frustasi.
"Habislah kau Fath!"
gumam nya.
Bu Yati tak mempercayai orang orang kaya yang berpura pura baik kepada nya,bahkan selama ini,Bu Yati tak pernah mau dianggap keluarga oleh Pangeran MaliQ,baginya orang kaya dan orang miskin tak akan pernah bisa bersatu.Dia lebih menyukai status majikan dan pelayan.
***
Akhirnya karena Pangeran MaliQ tak mampu mencegah Bu Yati untuk pergi menyusul Ayya,ia pun dengan terpaksa mengantar pengasuh putra nya itu untuk berangkat ke negara tempat Ayya bekerja.
Harun ia tinggalkan dengan orang kepercayaan nya.
Sepanjang perjalanan,Bu Yati tak banyak bicara dan bertanya,ia tak ingin majikan nya tau kalau putri nya sudah berbuat hal yang tak baik, setidaknya begitulah menurut pemikiran nya.
****
Hari ini Kondisi Ayya sudah membaik.
Kondisi di istana pun sudah kembali aman, Pangeran Rasyid kini sudah resmi menjadi Raja baru.
Pangeran Rasyid menjenguk Ayya siang ini, kerajaan hendak memberikan penghargaan kepada Ayya karena Ayya dianggap orang yang paling berjasa dalam mengalahkan pemberontakan yang terjadi.
"Ayya aku sangat berterima kasih,kamu sangat berjasa selama ini, Terimalah ini sebagai tanda jasa untuk mu,,"kata Pangeran Rasyid sambil menyodorkan kan sebuah kotak dan sebuah dokumen.
"Sebenarnya aku ingin membuat acara khusus pemberian penghargaan untuk mu, tapi keadaan mu seperti ini,jadi maaf aku memberimu hadiah ini alakadarnya."
__ADS_1
"Tidak perlu seperti ini Yang Mulia,saya benar-benar ikhlas membantu tanpa mengharapkan imbalan apapun!"tolak Ayya,ia merasa tak enak.
Mereka berbincang di ruang tamu kamar perawatan Ayya,sebenarnya kondisi Ayya benar benar sudah membaik,namun dokter masih harus memeriksa beberapa bagian tubuhnya, untuk memastikan racun nya sudah keluar semua.
"Kau tak boleh menolak Ayya! karena penghargaan ini diberikan langsung oleh pihak kerajaan,bukan dari diriku pribadi!"Kata Pangeran Rasyid memaksa.
Ayya terus menunduk dengan sopan, mengingat yang dihadapannya kini adalah seorang Raja.
"Terimakasih Yang Mulia! kebaikan Anda tak terbatas!"Kata Ayya sambil berdiri dan membungkuk kan badan nya.
"Aku dengar kau akan kembali ke negara mu?apa kau yakin tak ingin jadi Ratu ku saja!?"goda Pangeran Rasyid sambil melirik ke arah Adiknya, Pangeran Fath yang dari tadi terus saja memandang Ayya.
Ayya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.
"Aku serius Ayya!Aku dengar kau sudah lepas dari Fath,jadi kau bebas sekarang bukan,aku tak akan menjadi kan mu Pelayan lagi,tapi seorang Ratu,apa kau masih tidak percaya?!"
Pangeran fath tak bergeming menunggu jawaban Ayya.
Sedangkan Ayya menganggap ucapan Pangeran Rasyid adalah lelucon.
Untuk sesaat suasana didalam begitu hening.lalu Ayya memandang ke arah dua Pangeran dihadapan nya bergantian.
"Haha,Saya juga serius Yang Mulia!Saya sudah merencanakan masa depan saya bersama keluarga saya di Tanah Air,jadi mohon maaf, mungkin hari ini adalah hati terakhir saya berada disini,,saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan kalian,juga,,,,!
"Braakkk!!"
Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka tanpa ada yang mengetuk pintu dahulu.
"Ibu!!!?? kenapa ibu ada disini!?"
Ternyata Ibu nya Ayya datang menyusul putri nya, Pangeran MaliQ pun muncul dibelakangnya Ibu nya Ayya.
"Maaf dia bersikukuh untuk datang!"Kata Pangeran MaliQ.
"Apa yang sedang kau lakukan Cahaya!!??"
Bu Yati berhambur ke arah Ayya,dia melihat putrinya sedang di kerubuti para pria disana,dan dia sudah salah paham.
"Kenapa kamu malah ada di rumah sakit, hah??apa kau hamil??!dan kamu bingung siapa Bapak dari anak mu itu,,!?apa Kamu sudah gila Ayya?!kau sudah bikin Ibu malu!!"Bu Yati memukuli Ayya tanpa ampun.
"Aww,sakit ibu,ibu apa apaan sih!!ibu hentikann!!"Teriak Ayya,Ibunya terus memukulinya dengan membabi buta.
"Hamil?!"
Pangeran fath dan pangeran Rasyid berteriak bersamaan.
"Apa itu benar Ayya?!kamu hamil?!"
*****
__ADS_1
Selamat ber malam Jumat Suyang suyangQ
Jangan lupa baca Surat Al Kahfi Yaa❤️😘😘💋