Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Siapa Yusuf?!


__ADS_3

"Kenapa masih disini?!"Tanya Yusuf kepada Pangeran Fath,dia heran kenapa pria Arab itu shalat subuh masih di mesjid pesantren.


"Apa ada masalah?!"Pangeran Fath balik bertanya dengan ketusnya.


"Semalam tidur dimana memang nya?!"Tanya Yusuf lagi,ia khawatir bisa Saja ia tidur di rumah Ayya.


"Dia tidur di pesantren,Yusuf!saat dia datang kau sudah tidur semalam,Abang bertemu dia di area mesjid sedang melaksanakan shalat malam ,ya sudah Abang ajak dia tidur di pesantren kita."


Pak Ustadz membantu menjawab pertanyaan adik iparnya itu.


"Ayya wanita baik baik Tuan Yusuf,jangan pernah berpikiran buruk tentang nya!"Kata Pangeran Fath.


"Aku heran saja,kamu sudah ditolak ibunya tapi masih tetap berada disini, seharusnya kamu malu!"Kata Yusuf dengan sinis.


"Aku dan Ayya sepakat untuk terus maju,dia berhak bahagia!"Jawab Pangeran Fath tidak mau kalah.


"Tapi bukan dengan mu! Dia sangat mencintai ibunya,jadi dia tidak mungkin kawin lari dengan mu!"


"Ayo kita sarapan, Abang rasa Ayya sudah menunggu di pesantren."Kata Pak ustadz sengaja melerai mereka.


Yusuf pun bergegas kembali ke pesantren,


"Mari Mr.Fath,kita sarapan bersama!"Ajak Pak ustadz dengan senyuman ramahnya yang khas,dijawab dengan anggukan dari Pangeran Fath.


Dan benar saja dugaan Pak ustadz,Ayya sudah terlihat duduk di meja makan bersama Tom yang baru bangun,semalam mereka begadang sambil berkemah di gunung tempat Ayya mendaki, menjelang subuh mereka baru kembali.


"Ibu gak ikut sarapan disini dek Cahaya?"Tanya Yusuf sok perhatian.


"Ayya!panggil saja Ayya!"Kata Ayya, telinga nya terasa geli dipanggil adek Cahaya.


"Ibu masih ada tamu, keluarga dari bapak ku datang!"Jawab Ayya.


"Bicaranya pakai bahasa inggris dong,biar aku mengerti!"Sindir Pangeran Fath.


Ayya tersenyum,dia lupa ada orang asing diantara mereka.


"Dia menanyakan ibuku!!"jawab Ayya.


"Ohh!apa dia baik baik saja!?"Pangeran Fath ikut bertanya.


"Ya,ada tamu dirumah,umi kulsum menyuruh ku datang,jadi aku ikut sarapan disini.Apa kamu ingin nasi goreng?!"


"Ah ya,tentu saja,apa kamu yang buat!"


kata Pangeran Fath.


"Bukan ,Umi Kulsum yang bikin!"Kata Ayya sambil mengambil nasi goreng untuk Pangeran Fath.


"Aku juga mau!"Sela Yusuf dengan kesal melihat Ayya mengambil kan makanan untuk pria Arab itu, sedangkan dirinya tidak ditawari.


Ayya pun mengambilkan makanan yang sama untuk Yusuf.


"Apa itu enak?!"Tanya pak Ustad,dia khawatir tamunya tidak menyukai masakan Indonesia.


"Enak!!tapi lebih enak masakan Ayya, Tapi Aku suka, Terimakasih makanan nya!"Jawab Pangeran Fath sambil mengangguk kan kepalanya ke arah Pak Ustadz.


Yusuf semakin gusar mendengar perkataan Pangeran Fath yang sedang mengenang masa masa nya bersama Ayya,sepertinya Pangeran Fath sengaja pamer bahwa ia lebih dekat dengan Ayya.


Pak ustadz tersenyum melihat tingkah adik iparnya itu.


"Ayya,hari ini kan hari Minggu,aku ingin mengajak mu ke suatu tempat,aku sudah izin kok sama ibumu,dan boleh katanya!"


"Tapi semalam dia sudah ada janji denganku,mau mengajak ku mencari villa di sekitaran sini untuk aku beli."Jawab Pangeran Fath sambil menyimpan sendok bekas makan nya di atas piring,dia sudah selesai sarapan nya.

__ADS_1


"Semalam??memang nya kalian semalaman bersama?"


"Uhuk !!!uhuk!!"


Ayya sampai tersedak,ucapan Pangeran Fath bisa saja membuat orang lain salah faham.


"Kami hanya mendaki gunung!!"Jawab Pangeran Fath.


Yusuf terlihat marah,ia menyimpan sendok dengan keras sampai mengeluarkan suara keras.


"Wanita baik baik tak akan mau pergi berdua bukan dengan mahram nya."Celetuk Yusuf.


Ayya tersinggung,dia terlihat marah.


"Aku tidak pergi berdua dengan nya,tapi juga dengan dia dan dua asisten ku,jika kamu menganggap ku wanita murahan,berhentilah mencari muka dihadapan ibuku!"Kata Ayya sambil berdiri,ucapan nya begitu tegas,Yusuf dan Pak Ustadz sangat terkejut dibuatnya.


"Pak ustadz terima kasih sarapan nya,,Umii!!Ayya pergi dulu!"Teriak Ayya kepada umi kulsum yang berada di dapur dan mendengarkan percakapan mereka.


Ayya pun segera pergi dari pesantren di ikuti Pangeran Fath dan Tom.


"Yusuf apa yang kau lakukan?!Apa begitu caramu memperlakukan wanita,kakak sungguh malu Yusuf!!Kau sudah merendahkan Ayya,segera minta maaf padanya!"Kata Umi kulsum yang segera menghampiri adik nya itu.


"Iya ,,,maaf,Yusuf sangat kesal tadi!"


"Seharusnya kamu memperlihatkan niat baik mu,bukan malah membuatnya semakin tidak menyukaimu,Ayya itu wanita baik,meskipun dia sering keluar rumah,tapi dia sangat mampu menjaga harga dirinya,begitu yang Abang tau,Suf!!"


"Iya, Bang,Yusuf juga menyesal sudah mengatakan seperti itu tadi.


Ya sudah,Yusuf mau mencari Ayya dulu.


Assalamu'alaikum!"


"Waalaikum salam!!Suf,Suf,dia masih belum berpengalaman kalau menyangkut masalah wanita!"Kata umi kulsum sambil geleng geleng kepala.


"Ayya!!Tunggu!!"Teriak Yusuf melihat Ayya hendak naik motor gede nya,di ikuti Tom yang membonceng Pangeran Fath sama sama naik motor.


"Kalian mau kemana?!"


Tanya Yusuf kepada Pangeran Fath,karena ia yakin Ayya masih marah kepadanya karena ucapan nya tadi.


"Aku mau mencari Villa dan Ayya tau tempatnya!"Jawab Pangeran Fath


"Teman ku mau menjual Villa nya di daerah sini,jika kamu berminat,ayo ku antar untuk melihat lihat!"


Pangeran Fath melihat ke arah Ayya meminta pendapat.


Ayya hanya menaikkan bahu nya sambil berkata terserah.


"Baiklah kalau begitu!siapa tau aku menyukainya."Jawab Pangeran Fath.


Yusuf pun menghidupkan motornya dan memakai helm,ia pun menjalankan motor gedenya di ikuti Ayya dan Pangeran Fath yang dibonceng Tom.


Mereka pun berhenti di sebuah Villa mewah yang luas tak jauh dari kawasan pesantren.


"Ini adalah villa milik teman ku,dia menetap di kota Jakarta dan jarang datang kesini, tadinya dia sering berkunjung ke pesantren menjadi donatur,tapi akhir akhir ini usahanya sedang menurun dan ia berniat menjual Villa ini!"Jelas Yusuf sambil membuka pintu gerbang nya.


Mereka pun masuk ke dalam dan melihat lihat kondisi Villa itu,sangat mewah dan nyaman.


"Bagaimana menurut mu Ayya?!"


"Terserah kamu saja,kamu yang akan menempati nya, bukan aku!"


Yusuf tersenyum puas mendengar Jawaban Ayya.

__ADS_1


"Baiklah Aku ambil yang ini!"Kata Pangeran Fath tanpa menawar lagi.


Selain dia menyukai tempatnya karena nyaman, tapi juga karena lokasinya yang berada di lereng gunung tempat mendaki favorit Ayya.


"Oke ,deal ya,Aku akan segera mengurus dokumen perpindahan namanya besok!"jawab Yusuf.


"Baiklah!!Besok aku juga harus kembali ke Jakarta untuk memulai pekerjaan ku! Ayya sampai kan pamit ku kepada Ibumu ya!"


"Aku juga ada pekerjaan besok di Jakarta,aku harus melatih menembak di markas Paspampres."tutur Ayya.


"Oh ya?!Kalau begitu kita berangkat bersama,aku akan naik helikopter!"Kata Pangeran Fath sumringah.


"Bareng aku saja Ayya,apa kau akan naik pesawat!?"Timpal Yusuf.


"Denganku saja!!"Kata Pangeran Fath lagi.


"Denganku saja Ayya!"Yusuf tak mau kalah.


Mereka kembali saling merebut kan Ayya.


Ayya mulai kembali kesal.


"Kita pergi masing masing!"Jawab Ayya dengan wajah cemberut.


"Kalian seperti anak kecil saja! menyebalkan!!"


Kata Ayya sambil pergi menaiki motornya,memakai helm.


"Jangan ada yang mengikuti ku!"Teriaknya.


Lalu ia pergi meninggalkan mereka begitu saja.


Yusuf dan Pangeran Fath akhirnya hanya terdiam.


Terdengar suara ponsel berdering.


Yusuf mengeluarkan ponsel nya dari saku jaket nya.Dia melangkah keluar Villa dan menerima panggilan telepon nya di teras, sedangkan Pangeran Fath melihat lihat lagi isi dari Villa yang ingin ia beli.


Setelah puas berkeliling, Pangeran Fath pun keluar dan menghampiri Yusuf.


Yusuf yang tidak menyadari kehadiran Pangeran Fath dibelakangnya karena ia kira Pria Arab saingan nya itu masih asyik berkeliling melihat lihat kondisi Villa tersebut.


Ternyata Yusuf sedang melakukan Video Call dengan perempuan cantik berjilbab yang sedang berbaring, mereka terlihat akrab.


"Ya sudah,Dadah,, Assalamu'alaikum!"Kata Yusuf dengan mesra sambil mematikan ponselnya,ketika ia membalikkan badan nya, terlihat Pangeran Fath sedang menatap nya tajam di ambang pintu.


Pangeran Fath memang tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan,tapi dari gaya bicaranya, Pangeran Fath yakin ada sesuatu yang disembunyikan Yusuf.


"Oh,hai,eumh,dia adalah pemilik Villa,aku sudah katakan padanya, kalau kamu akan membelinya."Kata Yusuf sedikit gugup.


"Segera urus dokumen dokumen nya,aku akan segera menempati nya!"Kaya Pangeran Fath dingin.


Lalu dia pun pergi menaiki motornya bersama Tom.


"Aku pikir kau yang terbaik untuk Ayya,tapi aku semakin yakin,hanya aku yang pantas mendampingi nya!"Kata Pangeran Fath sebelum Tom melajukan sepeda motornya meninggal kan Yusuf sendiri.


Yusuf terdiam lalu mengusap rambutnya dengan kasar.


Ia pun menaiki motornya dan pergi menuju pesantren kakak nya kembali.


Lalu siapa sebenarnya perempuan cantik berhijab yang menghubungi Yusuf???


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


Hayoooo!!Ramaikan dong kawan,Aku tambahin up nanti malam๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜˜


__ADS_2