Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
inilah Takdirku


__ADS_3

Hari itu juga Ayya segera diberangkat kan ke bandara diantar oleh Bu Ida dan Doni.


Sedangkan di kantor Ricko terlihat sangat marah kpd Ayahnya,setelah mengetahui Ayya telah pergi mendadak tanpa ia mengetahuinya.


"papah tuh apa-apa an sih,kenapa ga ngasih tau Ricko kalau Ayya hari ini harus berangkat,papah sengaja ya mau jauhin Ayya dari Ricko,Ricko kan udah mohon berkali kali sama papah kalo Ayya gak usah pergi ke luar negeri segala,Ricko udah dapat pekerjaan bagus disini buat dia!! cepat batalkan penerbangan nya pah!!"


"Ricko!!!Apa hak kamu melarang Cahaya pergi,hahhh!!!dia pergi atas kemauan nya sendiri,emang kamu sanggup menyelesaikan masalah dia,hahh!!lihat diri kamu,kerjaanya tiap hari Hura Hura terus!!sok sok an kamu!!!"teriak pak beni sambil menggebrak meja,dia sungguh kesal dengan kelakuan anaknya.


"apa maksud papah,emang ada apa dgn Ayya pah?!?kenapa Bu Ida begitu mendadak ingin Ayya segera berangkat??"


Dan pak Beni pun menceritakan permasalahan Ayya hingga ia harus berlari ke luar negeri.


Ricko mengepalkan tangan nya menahan amarah,ia mengusap rambut nya kasar"arghhh!!!ia bisa bersembunyi dimana saja kan!!tanpa harus pergi jauh!!!ricko memukul tembok dan segera berlalu,ia ingin menyusul Ayya ke bandara.Namun ketika Ricko hendak keluar dari kantor papah nya,terlihat segerombolan orang memaksa masuk sambil berteriak teriak,"cayaha,cahaya,keluar nak ini Bapak!!"


"Heyy !!siapa kalian?!apa keperluan kalian?!"teriak Ricko.


"Hey anak muda!!cepat suruh keluar si Cahaya,aku punya perhitungan dengan gadis itu",ternyata Iding dan Agus sudah menemukan alamat kemana Ayya kabur.dia mengancam keluarga Bu Ida dikampung.

__ADS_1


"Oh ternyata kalian yg membuat Ayya pergi jadi TKW !!kalian sungguh keterlaluan,Ayya sudah berangkat ke..."


"Cahaya sudah berangkat ke Dubay dua hari yang lalu."Beni memotong perkataan Ricko.Beni sengaja berbohong,karena takut mereka mengejar ke Cahaya ke bandara.


"Bagaimana bisa Cahaya pergi tanpa seizinku sebagai orang tuanya?"tanya Agus,


"ya,kalian bisa dituntut!!".tambah Iding


"coba saja kalau bisa,"kata Beni sambil menunjukan surat ijin wali yang sudah ditandatangani oleh Agus.


"Dasar kau g*b**k!!pasti kau menandatanganinya ketika mabok kan!!b**o Lo!!! umpat Iding sambil memukul kepala Agus


"Cepat kalian pergi dari sini sebelum kami panggil Polisi!!"gertak Beni


"Ada bagus nya juga lah si Cahaya jadi TKW,ia bisa membayar hutang hutang mu padaku,Gus,dan bunga nya akan semakin bertambah wha ha ha!!"tawa Iding menyabalkan,sambil berlalu menuju mobilnya,meninggalkan Agus.


"Aku akan buat perhitungan dengan mu tua bangka!!"teriak Ricko

__ADS_1


kalau saja Ricko tidak takut pesawat yg ditumpangi Ayya segera lepas landas,ia ingin sekali menghajar habis habisan orang orang tadi,ia segera masuk ke mobil nya dan melaju dgn kecepatan tinggi menuju bandara.ia berharap bisa menghentikan Ayya.


Sesampai nya disana,mata Rikco mencari cari sosok Ayya,ia berlari terus masuk hingga ia melihat Bu Ida yang sedang memeluk seorang wanita bercadar yg sepertinya akan segera pergi.


"Ayy,Ayya!!"seru Ricko melambaykan tangan nya,ia segera berhambur menhampiri Ayya."Ayy!!,please Ayy!!jangan pergi,aku sudah menemukan pekerjaan buat kamu,aku juga akan membantu melunasi semua hutang hutang kamu,Ayy!!aku akan melindungi mu,kamu gak usah takut lagi Ayy!!"kata Ricko sambil menarik narik tangan Ayya,Ayya berusaha melepaskan tangan nya,


"maaf ka Ricko,Ayya harus segera naik pesawat!"


"Ayy please!!aku sungguh menyukaimu!!dan aku sangat berharap kita bisa bersama,aku akan berubah demi kamu Ayy,jadi please,aku mohon jangan pergi ,ok?!kata Ricko dengan wajah memelas


"Jangan menyukai Ayya ka,itu akan membuat Kaka lelah dan terluka,Ayya sungguh senang sudah mengenal kak Ricko,maaf!!Ayya benar benar harus pergi sekarang.Assalamualaikum!!"Ayya segera pergi untuk menaiki pesawatnya.


"Ayy,Ayya,!!"teriak Ricko,namun Doni segera mencekal tangan Ricko sambil menggelengkan kepala.Bu Ida mencoba menenangkan Ricko,ia mengelus ngelus punggung anak boss nya itu."Nak Ricko harus merelakan Cahaya pergi,kalau kalian jodoh,pasti akan dipertemukan lagi, sekarang buktikan saja kalau nak Ricko mampu melindungi Cahaya,maafkan kan Bu Ida ya,ibu pun sesungguhnya gak mau Cahaya pergi,tapi ini sudah Takdir dia ,nak!!kalo begitu ibu dan pa Doni pulang duluan yah!!??segeralah pulang,papah mu pasti sangat khawatir."


Ricko hanya tertunduk sambil duduk di kursi tunggu penumpang,ia sungguh frustasi,dia tak bisa lagi melihat Ayya dalam waktu yg lama,apa yg harus ia lakukan?!ia mencerna perkataan Bu Ida,,,ya! dia akan berusaha agar secepatnya bisa bertemu lagi dgn Ayya.Ricko bertekad akan melakukan apapun agar Ayya menjadi miliknya,Ricko pun segera pulang dengan langkah yang gontai,ia tak bersemangat lagi pergi hangout dengan teman teman nya,ia sangat patah hati dan butuh waktu untuk sendiri.


Sedangkan Ayya,sepanjang perjalanan ia pun memikirkan perkataan Ricko,perasaan nya sungguh campur aduk,antara senang dan sedih,senang karena hatinya berbunga bunga ketika Ricko mengungkapkan perasaan nya, namun ia pun sedih,ia dan Ricko memang tak bisa bertemu lagi.Kalau ditanya apakah Ayya pun punya perasaan yg sama,Ayya pun tak tau,pertemuan nya memang sangat singkat dengan Ricko,namun Ricko sudah membuat Ayya banyak tersenyum dan tertawa di kala Ayya dikejar kejar masalah,Ricko sifatnya memang tengil,humoris,dan sangat menyenangkan kalau ngobrol dengan dia,Ricko memang suka sekali menggoda Ayya,kenangan itu masih terngiang ngiang hangat dipikiran Ayya saat ini.

__ADS_1


"Tapi inilah takdir ku!!dan entah apa lagi yg harus aku hadapi,aku hanya berpasrah kepadamu ya Robb!! lindungi lah aku dimanapun aku berada,dan berilah Hidayah kepada Bapak ku"batin Ayya,tak terasa air mata nya mengalir,entah apa yg Ayya tangisi,selama ini ia sudah berusaha kuat,ia pun begitu rindu kepada ibunya,


"Ayya selalu berharap dapat bertemu lagi denganmu,ibu"lirih Ayya


__ADS_2