
Pangeran fath tiba tiba menodongkan senjata ke arah Ratu Ester,semua orang terbelalak terkejut,
"Fath turunkan senjatamu!!apa yang kau lakukan!!"teriak Pangeran Rasyid panik.
Namun pangeran fath tidak mengindahkannya.
"Aku sudah muak denganmu Nenek sihir!!Kau lihat apa yang sudah dia lakukan kepada Ayya, kakak?oh tidak bukan hanya pada Ayya,dia sering melampiaskan sifat psiko nya kepada pelayan yang lain juga,kau pikir aku tak tau hah?!jika kau merasa kebal hukum,maka kau pantas mati ditangan ku ,tua bangka!"Teriak Pangeran fath.
"Coba saja jika kau berani bocah tengik!kau akan dihukum gantung jika berani melakukan kan nya!"Ancam Ratu Ester.
"Kau pikir aku takut,kau pikir kau banyak pendukung!?hahaha semua orang membencimu,aku tak habis pikir kenapa dulu Ayahku mau menikahimu!aku yakin dia pun dijebak oleh mu!"Kata pangeran fath sambil bersiap menarik pelatuk.
"Turunkan senjatamu,Fath!Atau aku tidak akan segan menghabisi pelayan kesayanganmu ini!!"Pangeran William tiba tiba datang dan menodongkan senjata ke kepala Ayya.
Pangeran fath melirik ke arah Ayya yang sudah penuh dengan luka,dia mengalah dan mulai menurunkan senjatanya.
"Urus ibu mu yang gila ini William,atau aku yang akan mengurusnya!!"Kata pangeran fath setelah menurunkan senjatanya dan menggandeng Ayya keluar dari ruangan itu.
Satu persatu orang orang keluar dari ruangan penyiksaan itu,tinggal lah Ibu Suri , William dan Ratu Ester.
"Apa ibunda Ratu tidak apa apa?"Tanya pangeran William sambil menggandeng ibunya.
Ratu Ester hanya mengangguk.
"Sebenarnya apa masalah mu dengan pelayan itu Ester?"Tanya ibu suri menahan amarahnya.
"Biarkan ibuku tenang Dulu Yang Mulia Ibu Suri!"Bela pangeran William kepada ibunya.
"Anda juga sudah mulai terpengaruh dan membela pelayan sialan itu Yang Mulia?"
Tuduh Ratu Ester kepada ibu suri.
"Kau terlalu agresif Ester,saat kau kesal kau akan menghabisi para pelayan,kau tau dia itu pelayan milik Pangeran,jika kau menghabisi nya kau akan berurusan dengan Tuannya,apalagi Fath,kau tau sifat dia,dia tak pandang bulu dan itu akan membahayakan posisimu juga posisi William."Nasihat ibu suri.
"Ibu suri benar ibunda Ratu,,ibunda harus bisa lebih menahan diri,jangan gegabah,itu kan yang selalu ibunda katakan kepada William, tapi lihat lah sekarang, ibunda hampir menghancurkan kita!"tambah William.
"Entah lah,saat aku melihat nya,aku langsung ingin menghabisi nya tadi.aku sedang banyak pikiran Will,maafkan ibunda Will,Ibu Suri tolong ampuni Ester!"
"Itu kewenangan Fath da Putra mahkota Ester,kau minta ampun lah pada nya!"Kata Ibu Suri sambil pergi dari ruangan itu.
********
"Aku akan membawa mu ke Rumah sakit,sepertinya luka luka mu cukup serius Ay!"Kata pangeran fath sambil membasuh luka Ayya di wajahnya.
"Saya tidak suka dirawat oleh Dokter laki laki Pangeran."elak Ayya,dia malas dirawat di rumah sakit,ribet soalnya,dia suka gak betah dan gak bisa tidur.
"Tapi kalau dirawat cowok seganteng aku mau kan?"goda Sang Pangeran.
__ADS_1
"Apaan sih, suruh saja Devi merawatku,kamu pasti sibuk banget kan?!"
"Biar aku saja,aku ingin merawatmu!Ayo buka baju mu!"Kata pangeran fath.
Ayya langsung melotot,
"aku hanya ingin melihat luka di punggung dan betismu!Ayo buka!kau jangan berpikiran macam macam makanya!dasar mesum!"kata pangeran fath sambil menjitak kepala Ayya pelan.
Ayya nyengir saja,
Pangeran membuka resleting baju Ayya dengan pelan.
"Aw aw aw!! sakit,pelan dong ah!"teriak Ayya,
"ini juga udah pelan kok,,ya ampun banyak sekali lukamu disini !aku benar benar harus buat perhitungan dengan tuh nenek sihir!"Kata pangeran fath sambil membasuh luka Ayya yang terdapat di punggungnya banyak sekali dan mengoleskan salep.
"Aduh pelan dong! itu perih banget!!kamu kasih obat apa sih?!"rengek Ayya.
"Tahan dong,ini aku kasih salep biar lukanya cepet kering!Sabar dong Sayang!"Kata pangeran fath sambil meniup niup luka Ayya.dan, "cup cup ?"
Pangeran fath malah mengecup punggung Ayya yang telanjang.
"ihh,geli tau!!"Kata Ayya sambil mengkerling kan matanya ke arah Sang pangeran.
""Aku gereget kalau liat tubuh kamu kayak gini,pengen kusel kusel kamu dehh!!" Pangeran fath malah menciumi pundak Ayya dan leher jenjang Ayya.
"Aku tuh lagi sakit,jadi pleace deh,,jaga otak mesum kamu itu!"kata Ayya sambil meringis menahan kegeliannya juga.
kata Ayya sambil beringsut dari tempat duduknya.
"Kenapa harus malu sih,kamu tambah **** kok dengan luka lukamu ini!"Hibur pangeran fath.
"**** dari Hongkong!!jelek yang ada!udah ah,,ini kakiku juga pada perih nih!!,mana salep nya ?!sini aku sendiri aja yang obati!kamu kebanyakan drama ah!!"Kaya Ayya sambil mencallri-cari salepnya.
"Sini biar aku saja,kamu diam saja!"
Dengan telaten pangeran fath mengobati luka luka Ayya, sebenarnya pangeran fath mengusulkan agar Ayya dibawa ke rumah sakit saja,namun Ayya selalu menolak.
****
Pangeran fath mencari cari keberadaan Ayya,
"Luka nya masih belum sembuh,dia sudah kelayapan saja,,Deviiii,Devv!!kau tau dimana Cahaya?"
"Tadi dia minta disiapkan beberapa bahan bahan tradisional,katanya dia mandi uap Yang Mulia!"jawab Devi.
"oh baiklah!"
__ADS_1
kata pangeran fath sambil pergi menuju tempat berendam miliknya,ia yakin Ayya ada disitu.
Ternyata benar saja,dilihat nya Ayya sedang berendam dikolam air hangat,sepertinya dia sedang melakukan pemulihan.
Pangeran menghampiri Ayya yang matanya sedang terpejam, seperti nya dia begitu menikmati momen nemanjakan tubuhnya.
Tercium semerbak harum bunga mawar,terlihat indah dipandang,rambut Ayya yang tergerai indah,dia seperti bidadari yang turun dari kayangan dan sedang ikut mandi di kolam miliknya.
Pangeran mengecup pucuk kepala Ayya dari atas kolam,dan mengusap ngusap pipinya.
"kau sudah baikan?"
Netra Ayya terbuka dan mendongak kan wajahnya ke atas,lalu mentup matanya kembali dan memiringkan kepalanya menikmati belayan lembut sang pangeran.
"Byurr!!"
Pangeran ikut turun ke dalam air.
"Apa yang anda lakukan?"tanya Ayya pura pura
"Aku pun ingin berendam bersamamu,"kata pangeran fath sambil tersenyum menggoda.
"Ahhh,tak bisakah kau membiarkanku menikmati me time ku!kau selalu saja mengikutiku!"gerutu Ayya.
"Heiii,biasanya para wanita yang selalu mengikutiku,kau malah mengeluh diikuti seorang pangeran sepertiku!"kata pangeran fath sambil mencubit hidung Ayya.
"Oh aku sungguh tersanjung Pangeran Yang Mulia!"cibir Ayya.
"Kau berani meledek ku?!"kata
pangeran fath sambil mencipratkan air ke wajah Ayya,lalu Ayya pun membalasnya pula seperti itu,dan akhir ya terjadilah aksi saling ciprat menciprat,selanjutnya berarah ke aksi yang lebih panas,mereka kembali malakukan pergumulan hebat didalam kolam air hangat.
Diluar,Putri Liana datang ingin bertemu Pangeran Fath untuk membicarakan tentang pernikahan mereka.Namun Tom menghalanginya agar ia tak masuk ke kamar pangeran fath,Tom tau pasti apa yang sedang dilakukan Tuannya di dalam.
"Maaf Tuan putri,, Yang Mulia pangeran sedang beristirahat dan beliau tidak bisa duganggu saat ini!"Kata Tom sambil berdiri didepan pintu.
"Minggir kau!!ini hal penting ,Fath pun tak akan masalah jika aku masuk langsung ke kamarnya!"kata putri Liana sambil mendorong Tom ke samping pintu,ia pun langsung menerobos masuk ke dalam kamar Pangeran Fath.
Namun ia tak menemukan tunangan nya disitu,
"Fath,,Sayang!!kau dimana?!"putri Liana berteriak teriak mencari kekasih nya itu,ia yakin Pangeran Fath ada disitu, soalnya pengawal pribadi nya pun ada didepan pintu.
Putri Liana membuka buka pintu yang ada di ruangan itu,tapi pangutak ada dimana pun,sampai pintu kamar mandi pun ia buka dan samar samar terdengar suara tawa dan kekehan pria dan wanita dari dalam.
Putri Liana penasaran,ternyata didalam kamar mandi milik Pangeran Fath terdapat pintu lagi yang menuju kolam pribadinya.
Putri Liana pun membuka pintu tersebut dan masuk menyusuri lorong yang disinari obor obor cantik,manik manik indah menghiasi tirai tirai yang terpasang disetiap dinding,seperti kamar pengantin,dari kejauhan tercium aroma ekstrak bunga bunga.
__ADS_1
Tak begitu jauh dari daun pintu,ia melihat pemandangan yang sangat menjijikan baginya.
Dua insan pria dan wanita sedang bermesraan didalam kolam tanpa memakai busana sehelai pun, mereka sedang asyik bergumul tanpa beban, yang ak pernah ia melihat Sang Pangeran sebahagia itu.