Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Meeting di club'


__ADS_3

Ayya tak menyadari kalau ada yang memperhatikan nya.


"Jangan kau sentuh foto itu!!"


seru pangeran Fath sambil merebut foto itu dari tangan Ayya.


Ayya sungguh terkejut.


"Astagfirullah!!ma maaf!!"


ia pun berlari menuju pintu.


"Heyy!!!mana baju ganti ku?!"


"oh iya,itu ,emh,saya sudah siapkan, tapi saya tidak tau anda akan pergi ke acara apa?"


"Bisnis!!tapi tidak usah terlalu resmi!!"


"Bagaimana dengan ini??"


tanya Ayya sambil menyodorkan satu stel pakaian lengkap casual yang sudah dipadupadankan dengan jam tangan beserta sepatu nya"hemm,,pelayan ini lumayan juga selera fashion nya,ia mampu memadupadankan gayaku dengan sempurna, meskipun gayanya sendiri amburadul"batin sang pangeran


"ahh!! terserah saja lah,aku sudah terburu buru,cepat serahkan baju itu padaku."perintahnya


"Kau sendiri bersiap siaplah,kuberi waktu 10 menit!!"katanya lagi


"untuk apa pangeran??"tanya Ayya heran


"kau harus ikut dengan ku malam ini,aku akan melakukan bisnis dengan orang Indonesia,kau akan menjadi penerjemahnya."


"apakah dia tidak bisa berbahasa Inggris,"


"hemm,, kurasa begitu,dia cukup andal dalam berbisnis ,tapi dia juga cukup bodoh dalam berbahasa asing,dia juga memiliki seorang translate pribadi,tapi aku hanya bersiap siap saja bila ada kesalahan,,cepatlah bersiap,nanti ku jelaskan tugasmu di perjalanan!!!"


"ah ,i iya,ba baiklah,"jawab Ayya sambil beranjak dan ia masih belum mengerti.


Setelah membersihkan diri dan melaksanakan sholat Maghrib, Ayya pun mengganti pakaian dan jilbab serta niqobnya seadanya, karena memang ia tidak memiliki banyak ganti pakaian,


"kemana dia akan membawaku pergi,aku harus bersiap jika saja dia hanya akan menjebak ku"gumamnya sambil membereskan isi tas kecilnya,ia membawa beberapa alat perlindungan diri seadanya,gunting kecil,pisau lipat kecil,dan alat penyemprot yang berisi bubuk merica.


"kau hendak pergi kemana Cayya??" tanya Devi yang melihat Ayya sepertinya mau pergi,


"Entahlah Devi,katanya pangeran Fath membutuhkan ku sebagai translate untuk rekan nya dari indonesia.tapi aku ragu dengan itu.aku minta alamat lengkap istana ini Devi,untuk berjaga jaga"


"hemm,benarkah??aneh memang,tapi kita pun tidak bisa menolak,berhati hati Cayya,baiklah bawa ini dan ada nomor telepon Jon disitu,oke!!bawa lah juga sedikit uang ini mungkin kau akan membutuhkan nya."kata Devi yang menyodorkan kertas dan beberapa helai uang.


"terimakasih Devi,doakan aku baik baik saja."


"tentu Cayya,jaga dirimu"sesungguhnya Devi sangat khawatir ,untuk apa pangeran mengajak pelayan nya keluar,sungguh anehh!!


"Anda sudah ditunggu di dalam mobil,kita akan segera berangkat!!"


kata Tom yang menyusul Ayya,Ayya pun mengangguk dan pergi mengikuti Tom.


"Jon aku khawatir dengan Cayya, setelah apa yang terjadi,kau tau sendiri kan sifat pangeran kita itu."bisik Devi kepada Jon


"apa aku harus mengikuti mereka?"


"apa itu tidak apa apa?lalu apa yang kau lakukan Jon,apapun yang terjadi kita tidak mampu melakukan apa apa kan?"


mereka berdua termenung.


"kita berdoa saja semoga Ayya baik baik saja."


Jon pun hanya mengangguk cemas.


Sedangkan di dalam Mobil mewah yang dikendarai Tom,pangeran duduk dibelakang bersama Ayya.


"kau tidak memiliki baju yang lain???Kumal sekali!! kau jangan mempermalukan ku ya!!!Tom kita mampir dulu ke boutique!!"


,"baik pangeran!"


Tom pun menepi di depan sebuah boutique baju muslimah yang sangat besar,tidak sulit memang mencari toko baju di tengah kota yang gemerlap walau pun di malam hari.


"Ayo turun!!!menyusahkan sekali"

__ADS_1


kata pangeran yang melihat Ayya hanya berdiam diri saja


"kalau saja hari ini aku gak butuh dia,malas sekali aku bawa bawa dia kesini,!!"batin sang pangeran


"Tom urus dia!!dan jangan pake lama kita bisa terlambat!!"


"Baik pangeran!!!"


Tom pun keluar dari mobil menuju boutique itu di ikuti Ayya.


Mereka memilih beberapa pakaian ,jilbab, niqob dan sepatu ,Ayya pun segera ganti baju di bantu oleh para pegawai toko,sulit sekali mencari ukuran yang pas,karena badan Ayya yang kecil.


Setelah dirasa cukup Ayya dan Tom segera kembali ke dalam mobil,Tom pun memesan beberapa pakaian untuk dibungkus.


"Kenapa kalian lama sekali!!"


"Maaf pangeran,sulit sekali mencari ukuran yang pas,karena badan nona Cahaya yang kecil,"


Pangeran hanya mendesah dan menggelengkan kepalanya.Dia pun melirik ke arah Ayya yang baru masuk ke dalam mobil,tubuh nya yang kecil memang, dibalut oleh pakaian bermerk berwarna Hitam tapi terlihat sangat elegan.


"ukuran baju mu pasti sama dengan ukuran anak SD disini"sang pangeran meledeknya,sambil tersenyum sinis.Ayya hanya mendelik dan melengos kan pandangan nya ke luar jendela mobil,dia tengah menikmati suasana kota di malam hari.


"nanti Kau hanya perlu diam mendengar saja,katakan padaku apa yang ia katakan secara rinci.kau mengerti?!"


Ayya pun mengangguk.


Mobil pun berhenti didepan sebuah club'.


"kenapa berhenti di tempat seperti ini?"tanya Ayya heran


"Ya karena memang disini kliennya mengajak bertemu"


"Anda yakin saya harus masuk ke tempat seperti ini,maksud saya,anda tidak risih membawa saya masuk kesana dengan pakaian seperti ini??"Ayya terlihat ragu.


"memang nya kau mau berganti pakaian seperti mereka??"kata sang pangeran sambil menunjuk ke arah perempuan berpakaian sexi yang hendak masuk pula ke club' itu.


Ayya bergidik.ia menggelengkan kepalanya,terlihat matanya yang berwarna coklat memandang sang pangeran sambil memelas.


"Degg,,,"


Entah kenapa setiap melihat mata Ayya hati sang pangeran seperti luluh lantah,tidak karuan.ia segera melengos.


keluar dari mobil.


"Tom apa kau juga ikut masuk?"tanya Ayya mencari perlindungan.


Tom mengangguk"ayo turunlah,jangan khawatir."


Ayya pun segera turun dan berlari kecil mengikuti langkah sang pangeran yang sudah di depan pintu club'.


Mereka pun masuk bersama,Tom entah kemana,ia terlihat menghilang di tengah kerumunan.


Terdengar dentuman musik yang menggema memekakan telinga,hingar bingar lautan Manusia yang sedang Hura hura,berjingkrak jingkrak seperti orang gila.


Ayya terus mengikuti langkah sang pangeran yang terus berjalan menaiki lift menuju lantai atas,sesekali ia melirik Ayya yang terlihat gugup.


Setiap mereka lewat terlihat para penjaga membungkuk kan badan nya terlihat memberi hormat.


Dan sampai lah mereka dilantai 2 club' tersebut,pangeran membuka sebuah pintu yang bertulis kan VVIP,terlihat Disana sudah duduk dua orang pria ditemani tiga wanita cantik berbaju sexi.


Mereka segera berdiri menyambut kedatangan pangeran Fath dan Ayya.


"Aku merahasiakan identitas ku sebagai pangeran,panggil saja aku Tuan."bisik nya kpd Ayya,Ayya hanya mengangguk.


"Santai saja,kau hanya perlu tulis apa saja yang ia katakan."


"Hallo Mr.Bambang,maaf saya datang terlambat."


Sapa pangeran Fath sambil memberi aba aba kepada para tiga wanita tadi untuk segera keluar.Kemudian ia mengeluarkan laptop dan menyalakannya, kemudian menyerahkannya kepada Ayya.Ayya mengerti dan segera ia menulis apa yang di ucapkan oleh klien pangeran nya itu yang orang Indonesia.


"Dia adalah Assistenku jadi kalian tidak usah canggung,mari kita mulai meeting kita malam ini."katanya lagi sambil menoleh kepada Ayya.


Tuan Bambang dari tadi hanya mengangguk ngangguk saja,ketika translate nya menyampaikan apa yang dikatakan pangeran Fath.


Setelah perbincangan memakan waktu hampir satu jam,akhirnya mereka pun menyelesaikan kesepakatan bisnis antar negara tersebut.Ayya Faham sekarang,setelah ia sempat curiga bisnis apa yang digeluti pangeran Fath,ternyata dia adalah pemasok barang barang mewah yang berasal dari negaranya yang berkualitas tinggi,kemudian dijual ke berbagai Negara termasuk Indonesia, Pa Bambang adalah salah satu Distributornya dan biasanya Pa Bambang menjual nya lagi kepada kalangan atas,para sosialita atau artis artis di tanah air.

__ADS_1


Sebelum mereka tanda tangan kontrak,Ayya menyerahkan laptop kepada pangeran Fath,dan ia pun segera memeriksanya,setelah dirasa baik baik saja, akhirnya meeting pun selesai.


Mereka pun segera pamit dan tinggal lah Pangeran dan Ayya di ruang itu.


"Bagaimana menurut mu pria tadi,kau pasti bisa sedikit menebak nya,karena kalian dari negara yang sama."


"cukup baik untuk kesan pertama"jawab Ayya simple karena dia sedang cari aman,takut salah bicara.


"apa sekarang kita bisa pulang?"tanya Ayya.


"Sebentar lagi,aku masih ada sedikit urusan"


"Kalau begitu saya bisa pulang sendiri naik Taxi."


"Tom bisa mengantar mu"


"Tidak usah,saya pulang saja sendiri,pangeran"


"kau jangan keras kepala,tunggu lah sebentar,aku panggil kan Tom."


Ayya menurut,dia kembali duduk.


"Saya ingin ke kamar kecil,bisa anda tunjukan tempatnya?"


"lurus saja ke kiri,"


Jawabnya datar sambil mengutak ngatik laptopnya.


Ayya segera keluar,dia tak tahan ingin buang air kecil.


Setelah selesai, segera kembali ke ruangan yang tadi,namun tiba tiba,


"Brukk!!"seorang wanita bule menabraknya,sepertinya ia sedang dalam pengaruh alkohol.


"Heyy,kau tak punya mata ya??"bentak wanita itu


"Maaf saya tidak sengaja"Ayya malas menanggapi wanita yang sedang mabuk itu.


"heyy !!ada apa dengan penampilan mu,kenapa wanita bercadar berada ditempat seperti ini??ohh,tunggu, tunggu, aku tau,aku tau,kau sedang menyamar yaa,,padahal Lo mau jual diri,iyaaa kann?? dasar Lo,wanita munafik!!


eh ,atau Lo ******* ya,Lo Bawa Bom ya di balik jilbab Lo itu!!sini gue liat,pasti Lo sembunyiin disini!!"kata perempuan itu terus meracau sambil menarik jilbab Ayya .


Ayya terkejut


"apa apa an ini,hentikan heyy, hentikan,aku bukan *******!!!"


Namun wanita itu tidak berhenti,ia menyeret Ayya turun ke lantai bawah dan membawanya ke atas panggung tempat para DJ memainkan Musik.


kemudian ia mengambil mikrofon sambil terus memegangi tangan Ayya.


"Perhatian semuanya!!!"wanita itu memberi aba aba agar DJ menghentikan musik nya.musik pun berhenti.


"Perhatian semuanya,ini sangat darurat"katanya lagi.Sontak semua orang yang ada disitu segera fokus memperhatikan nya sambil berbisik bisik bertanya tanya apa yang sedang terjadi.


"Aku menemukan wanita ini dilantai atas seorang diri,aku curiga dia seorang *******,menurut kalian sedang apa wanita bercadar ini berada ditempat seperti ini,kalau bukan ia hendak mem bom tempat ini!!!"


para hadirin seketika riuh


Seorang DJ yang sedang atas panggung pun mendekati mereka.


"Beri dia waktu untuk bicara."katanya sambil mengambil mikrofon dari tangan wanita itu.


"sedang apa anda disini nona,"


"sa saya diajak oleh seseorang"jawab Ayya bingung,"dan saya bukan *******."


"Alah kau pasti berbohong!!mana ada maling ngaku,mana teman kamu itu hah,atau kau buktikan sekarang juga kalau kau bukan seorang ******* ,,ayo buka jilbab mu sekarang juga!!"teriak wanita itu lagi,"kau pasti menyembunyikan nya di balik jilbab mu itu kan,"


katanya lagi sambil menarik narik kasar jilbal Ayya.


"Ayo buka!!"teriak salah seorang di bawah panggung,


"buka!!buka!!buka!"seru yang lain.


Ayya memegang erat jilbalnya sambil menggeleng kan kepalanya,air matanya mengalir,dalam hatinya ia berdoa meminta perlindungan kepada Allah SWT.

__ADS_1


Ayya terduduk bersimpuh,dengan sekuat tenaga ia mempertahan kan agar cadar dan jilbabnya tidak terbuka didepan umum.


Tiba tiba...


__ADS_2