
"Kemasi barang barang mu,kau boleh pergi besok,aku akan menggajimu Full sesuai kontrak.terimakasih makanan nya!!"
Kata pangeran Fath sambil pergi dari dapur.
Ayya tercengang mendengar perkataan tuannya.
ia segera mengejar Pangeran dan menahan pintu ruangan nya yang akan segera ditutup.
"Yang Mulia, Yang Mulia,tolong dengarkan saya dulu!!"teriak Ayya.
" aku ngantuk,besok saja kita bicara nya!"jawab Pangeran sambil menutup pintu, namun Ayya menahan nya kembali.
"Yang mulia!!"teriak Ayya sambil mendorong pintu dengan paksa dan ia pun berhasil masuk .
Ayya langsung memeluk kaki sang pangeran, Pangeran pun terkejut
"Tolong biar kan saya menyelesaikan pekerjaan ini dengan anda yang mulia."
"kau bukan seperti dirimu,kemana cahaya yang biasa sok jaga gengsi?!,apa karena kecelakaan kemarin kau jadi hilang ingatan?"pangeran Fath mengejek Ayya.
"Sudah lah!!keputusan ku sudah bulat,pulang lah ke negara mu atau carilah kerja di tempat lain!!"
"kenapa Tiba Tiba pangeran ingin memecat saya,apa salah saya yang mulia?!"
"Aku hanya tidak ingin menempatkan mu dalam bahaya !"
"Itu sudah menjadi takdir saya yang mulia,kemana pun saya pergi saya selalu diburu masalah,,,Anda tidak perlu merasa bersalah,Tuhan akan selalu menjaga ku,maka izinkanlah saya menyelesaikan tugasku bersama anda,saya sudah bersumpah setia pada anda bukan?!"
"Tapi Aku takut juga jika terus didekatmu!"
Ayya terdiam sejenak.
"Apa maksud anda?!"
Mereka terdiam ambigu.
"Kau akan terus ada dalam masalah jika terus berurusan disini,"
Pangeran bingung mencari alasan lagi,dia keceplosan bicara.
"Tapi,,,,"Ayya terus mendekat,tapi Pangeran terus mundur menjauh.
"Ayya pergilah!!"
"Tapi kenapa yang mulia?"
kata Ayya sambil terus maju,ia hanya heran dengan sikap Tuan nya kali ini.
"Stop disitu Cahaya!keluar dari kamarku!!
__ADS_1
kau sendiri kenapa ngotot ingin terus kerja denganku,hah??"
"Karena sikap yang mulia yang tiba-tiba ingin memecatku dengan alasan tak jelas,yang mulia!!jika saya bersalah saya mohon ampun dan saya siap dihukum!jika ingin memecat saya,beri saya alasan yang masuk akal!"
"semua nya sudah jelas Cahaya,kemarin kau hampir kehilangan kehormatan dan nyawa mu, seharusnya kau metengek minta dipulangkan!!"
"Tapi itu bukan salah anda yang mulia,dan seperti yang anda Lihat saya masih baik baik saja,dan sejak kapan anda peduli pada para pelayan seperti saya, bukan kah seharusnya saya siap mati demi anda Yang Mulia?!"
"Bukan nya Aku peduli,Bodoh,Aku hanya,hanya,,,ah sudah lah,keluar dan kemasi barang barang mu!!"
"sekarang kau masih bisa selamat Cahaya,tapi ke depannya kau akan terus menghadapi perang dengan siapa pun disini,hidup mendampingiku bukan sesuatu yang mudah,seharusnya dari awal kita tidak harus bertemu."
"Tapi inilah takdir yang harus kita jalani yang mulia,apapun kehendak Tuhan pasti kita bisa melewatinya,saya sadar dimana saya tinggal!"
"Tidak semudah itu Cahaya!!kau sudah menjadi incaran para pangeran,dan sebelum mereka mendapatkan mu mereka akan terus penasaran,!"
"kenapa bisa begitu, bahkan saya merasa diri saya tidak istimewa ?!"
"Istimewa atau tidak ,tapi jiwa para penguasa memang seperti itu Cahaya!
otak dan jiwa para penguasa sudah terbiasa dengan kebiasaan yang mungkin kau anggap tidak patut."
"jiwa seperti apa contoh nya yang mulia?!"
desak Ayya minta penjelasan
"Misalnya,,menganggap pelayan adalah milik Tuan nya,,"jawab nya ragu.
"Dan apakah anda juga begitu yang mulia??"tanya Ayya menyelidik.
"hah,eh,?! tentu saja tidak,,Aku hanya takut tak bisa melindungi mu."Jawab pangeran Fath dengan suara melemah sambil membuka lemari bajunya,entah apa yang dicarinya,ia terlihat kikuk.
Ayya memperhatikan gerakan pangeran Fath.
"Saya akan tetap tinggal Yang Mulia!"kata nya mantap.
Pangeran Fath berhenti dari aktivitas nya mengubrak ngabrik baju nya tak jelas.ia membalikan badan nya dan memandang Ayya dengan tajam.
"Kau tak takut pada kami,bahkan padaku??"
"saya hanya takut pada Tuhan ku,dan anda orang yang baik pangeran,selama ini anda selalu memperlakukan saya dengan baik bukan,apa yang harus saya takutkan?"
"kau yakin aku orang baik??berarti kau tidak mengenalku dengan baik,Cahaya!!"
Sekarang keluar dari kamarku Dan segera lah pergi dari hadapanku!!!"
"Saya tidak akan pergi!!"
"kenapa??"Tanya pangeran sambil maju mendekati Ayya
__ADS_1
"Ada yang harus saya selesai kan disini pangeran dan saya ,saya ,senang bekerja disini!"jawab Ayya dengan sedikit ketakutan karena pangeran seperti mengintimidasi nya.
"Senang???kau hampir mati bodoh!!
Dan kau tau alasan sesungguhnya nya aku ingin kau pergi?!"
wajah pangeran Fath semakin mendekati wajah Ayya.
"a a apa??"
Ayya mulai ketakutan dan menundukan kepalanya.
"Aku menyukaimu dan jika kau terus didekatku,aku takut aku tak bisa menahan diri,sampai saat ini aku terus berusaha untuk menahan perasaanku dan kau tau apa yang selanjutnya akan terjadi jika kita terus berdekatan Cahaya?!"
Deghh!!jantung Ayya seperti berhenti berdetak.ia mengangkat wajahnya dan memberanikan diri menatap mata sang pangeran.
"kau menantangku?Jangan pernah berani kau memandang ku Cahaya,matamu yang coklat itu sungguh selalu membuat hatiku berdebar dan aku semakin takut tak bisa menahan diriku lagi!"
Ayya yang masih terkejut tak me dengarkan perkataan pangeran dan masih menatap wajah sang Pangeran dengan keheranan.tubuhnya terpojok di daun pintu,perlahan pangeran membuka cadar Cahaya.Cahaya yang masih bingung dengan sekejap menundukan wajah nya ,dan memejamkan matanya,dalam hatinya ia yakin pangeran yang ini tak kan mampu berbuat macam macam padanya.ini hanya gertakan nya agar Ayya memutuskan untuk pulang.
"kau masih yakin ingin disini?"
"Saya yakin anda Tak akan menyakiti saya."
Tangan pangeran Fath memegang dagu Ayya dan hendak mengangkat wajah Ayya,namun dengan sigap tangan Ayya menepisnya,Ayya segera bergeser menjauh dan memasang kembali cadarnya.
"Anda tidak usah menggertak saya dan jangan coba coba melakukan hal seperti itu,anda orang terhormat dan anda tau saya sangat menjaga diri saya dengan baik."
"itulah yang sesungguhnya aku takutkan Cahaya,aku takut justru akulah yang akan menyakitimu.jika pelayan nya orang lain mereka akan dengan senang hati menyerah kan diri mereka demi bersama seorang pangeran,dan itu akan terjadi biasa saja Cahaya,tapi kau begitu berbeda, kau begitu menjaga kehormatan mu bahkan sampai mengorbankan nyawamu untuk itu.Aku sangat suka dengan pelayanan mu,aku nyaman kau bekerja dengan ku,tapi aku sendiri takut tak mampu menahan diriku,,bahkan kakakku pun menyukaimu, entahlah sulit untuk menjelaskan nya!maka aku putuskan sebaiknya kau jangan berada diantara kami."
Hening.
"Saya akan tetap disini Yang Mulia,saya akan pura pura tak mendengar apapun yang anda katakan barusan,dan mulai saat ini sebaiknya jangan pernah hiraukan perasaan apapun diantara kita,dan jangan pernah tanyakan tentang perasaan kita masing masing,,kita jalani saja sampai 2 tahun lagi ke depan.ingat selalu satu hal, Saya adalah pelayan anda dan Anda adalah Tuan Saya!!"
"jika itu memang keputusan mu,baiklah!!bersiaplah menghadapi segala sesuatu mulai saat ini bersamaku Cahaya!"
Ayya mengangguk pasti.
"Tidurlah,,ini sudah sangat malam!"
"tapi,,,Saya bingung harus tidur dimana,saya tidak nyaman jika terus tidur bersama Devi,terkadang Jon suka ada Disana .ups!
kata Ayya sambil memukul mulutnya ,dia keceplosan bicara,"aduh dasar mulut ku ini,sejak kapan mulai comel."batin nya
"Kau masih takut tidur sendiri?"
"bukan takut yang mulia,hanya cemas saja ,sejak kejadian waktu itu masih ada yang sering mencari saya,anda benar, mereka belum berhenti,mungkin mereka takut saya buka mulut!itulah mengapa saya selalu menguntit anda kemana mana,saya hanya merasa aman saja jika didekat anda atau Tom."kata Ayya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Tidurlah ditempat tidurku aku akan tidur dikamar yang lain.!"
__ADS_1
"Ah tidak usah yang mulia, saya akan tidur ditempat Tom saja.!"
"kau sudah gila ya!!sembarangan tidur dengan siapa saja!!cepatlah !!kau tidur disana,Aku tak akan macam macam!"