
""Kamu teh keterlaluan Ayya!!kamu teh sengaja ya datang kesini untuk menjual diri kamu, iyeuh dengerin Ayya,!!walau pun kita orang miskin,kita teh tetep harus bisa mempertahankan kehormatan kita sebagai perempuan!ibu gak mau punya anak seperti kamu!Aduhh Gusti nu agung,,Ayyaaa,!!"Teriak Bu Yati dengan logat Sunda nya yang kental sambil tak berhenti memukuli Ayya.
Ayya hanya melindungi dirinya dengan tangan nya yang dilipatkan di telinga nya.
Pangeran fath mencoba melerai mereka.
Tapi ibunya Ayya malah balik memarahi Pangeran Fath.
"Heh,siapa kamu??kamu pasti pria hidung belang yang sudah merusak putri ku ya!?ngaku saja kamu!!kamu gak lihat kalau putri ku ini masih kecil?!",Bu Yati benar benar kesal entah kepada siapa.
Pengawal kerajaan berniat untuk menghentikan sikap Ibunya Ayya itu.
Namu dihentikan di oleh Pangeran Rasyid.
"Ibu! Siapa yang bilang kalau Ayya sudah menjual diri,Ibu pikir Ayya serendah itu?! Ayya benar benar bekerja ibu, meskipun menjadi seorang pelayan!"Kata Ayya,ia heran kenapa ibunya bisa mempunyai pikiran seperti itu.
"Pelayan dengan gaji yang sebanyak itu?Ibu menemukan perhiasan perhiasan mahal yang tak mungkin seorang pelayan mampu untuk membeli nya,dan ibu menemukan Foto foto mesra mu dengan pria itu?kau masih saja mengelak?!"Teriak Bu Yati sambil menunjuk ke arah Pangeran fath.
"Nyonya!!tolong jaga sikap Anda!!ini dirumah sakit dan anda sedang berhadapan dengan Raja dan Pangeran negeri ini!"
"Aku tidak peduli,, Ayo kita pergi dari sini Cahaya!"Kata Bu Yati sambil menarik tangan Ayya.
"Tunggu Ayya,apa benar kamu hamil!!?" Tanya Pangeran Fath sambil menahan tangan Ayya.
"Memang nya kenapa kalau dia hamil?kamu mau menikahinya?itu tak akan pernah terjadi!! Ayo Ayya cepat!!kita pergi dari sini segera!"
"Tunggu!! biar kan dokter memeriksa nya dahulu!"Teriak Pangeran Fath,
"Kalian tidak boleh pergi sebelum Ayya diperiksa!"Pangeran Fath terpaksa mengancam mereka karena Bu Yati sangat keras kepala.
Para pengawal kerajaan berjejer menghalangi pintu keluar.
Bu Yati akhirnya menyerah dan membiarkan Ayya diperiksa dulu oleh Dokter.
"Bagaimana keadaan nya dok?apa dia baik baik saja?"Tanya Pangeran Fath penasaran.
"kondisi nya sudah stabil,Nona Cahaya sudah bisa pulang hari ini."Jawab dokter setelah selesai memeriksa keseluruhan kondisi Ayya.
"Apa dia hamil Dokter?"Tanya Bu Yati penasaran.
"Tidak ada tanda tanda kehamilan dalam tubuhnya!"Jawab dokter lagi.
"Alhamdulillah,ya Allah Gustiii!"kata Bu Yati berteriak kegirangan, sedangkan wajah Pangeran Fath terlihat murung,ia berharap Ayya benar benar hamil, dengan begitu mungkin mereka bisa bersatu kembali.
"Sudah selesai sekarang,puas kalian?!Ayo Ayya kita pulang sekarang!"
"Iya Bu baik lah, Ayo kita pergi sekarang! semuanya!Ayya pamit dulu ya, terimaksih atas segala nya?"Kata Ayya pamit,dia membungkuk kan badan,ia melirik ke arah Pangeran Fath lalu mengangguk dan ia pun berlalu pergi.
Pangeran Fath ingin sekali mengejar Ayya,namun Pangeran Rasyid mencegah nya.
"Aku heran dengan pemikiran Ayya dan ibunya,orang lain pasti akan senang bisa dekat dengan para pangeran, mereka malah sebaliknya,,"Kata Pangeran Rasyid.
"Dia melupakannya sesuatu!!"Seru Pangeran Fath sambil berlari mengejar Ayya.
"Ayya ,,Ayya ,,Tunggu!!Kau melupakan sesuatu!"Teriak Pangeran Fath kepada Ayya yang hampir memasuki mobil.
Ayya berhenti dan menoleh.
"Ayya?!cepat masuk mobil!"Perintah Ibu nya.
__ADS_1
"5 menit saja Bu!"Kata Ayya memohon.
"Biarkan saja Bu,beri dia waktu sebentar!"bela Pangeran MaliQ.
Ibu Ayya pun mengiyakan,Ayya pun berlari menghampiri Pangeran Fath.
Begitu jelas terlihat dari gesture tubuh mereka,bahkan dari tatapan mereka,bahwa mereka masih saling mencintai,tapi untuk saat ini sulit bagi mereka untuk bersatu.
Ibu nya Ayya tak akan membiarkan itu terjadi, dia tidak menyukai kaum bangsawan karena rasa trauma yang ia alami.Ia hanya tidak ingin putri nya terluka ,Karena cinta bisa saja berubah, setidaknya itulah yang Ibunya Ayya pikirkan.
"Kamu melupakan ini!"Kata Pangeran Fath sambil menyodorkan penghargaan yang diberikan kerajaan sebagai hadiah untuk Ayya.
"Terimakasih!"Ayya tak banyak mengeluarkan kata kata karena ia sedang menahan tangis nya agar tak pecah.
"Ayya aku minta maaf!"
"Untuk apa?"Ayya baru berani menatap Pangeran dengan nanar.
"Everything!Aku belum bisa membahagiakan mu,apa tidak ada kesempatan lagi untuk ku?"
"Aku tidak tahu,,!!"Jawab Ayya sambil membuang wajahnya karena tak tahan airmata nya akhirnya jatuh juga.
"Baiklah,,heiii, jangan menangis begitu!ibu mu akan berpikir aku menyakitimu, Kemarilah!"Kata Pangeran Fath sambil memeluk Ayya.
"Izinkan tetap seperti ini sekali ini saja Ayya!"Pangeran Fath memejamkan matanya,dan membuang nafasnya kasar,ia menahan kesedihannya karena akan berjauhan dengan Ayya,hal yang paling ia takutkan selama ini.Entah akan seperti apa ia menjalani hidup nya kini.
"Ibuku sudah menunggu!"
"Baiklah ayo aku antar!"
Pangeran fath akhirnya harus benar benar merelakan kepergian Ayya kali ini,tapi ia tetap bertekad untuk tetap mengejar nya sampai benar benar Tuhan mengizinkan mereka untuk menua bersama.
"Jangan lupa hubungi aku Ya!Selamat jalan Nyonya!"Kata Pangeran Fath kepada Bu Yati.
Dalam hati nya Bu Yati bertanya tanya,siapa sebenarnya pria itu,dia begitu dekat dengan putrinya.
Ayya pun Akhirnya nya pergi,dan Pangeran Fath tak melepaskan pandangannya sampai mobil yang ditumpangi Ayya tidak terlihat lagi.
"Kalau masih saling cinta kenapa harus begitu sulit Ayya, seharusnya kalian saling memperjuangkan agar kalian tetap bersama."Kata Pangeran MaliQ,ia melihat Ayya begitu sedih sepanjang perjalanan,tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.
"Memang nya seperti apa hubungan kalian?"Tanya Bu Yati kepada putri nya.
Ayya masih terdiam.
"Bu,,Aya dan Pangeran Fath itu sudah menikah,namun Ayya memutuskan untuk bercerai karena ingin kembali ke negara kalian bersama mu!"Pangeran MaliQ yang menjawab.
"Dia majikan Ayya?Sampai menikah segala,gampangan banget jadi perempuan,ibu tuh sampai harus kabur karena nggak mau dinikahi oleh majikan ibu dulu!"kata Bu Yati lagi,ia mulai penasaran dengan kehidupan putri nya selama ini di negara orang.Ia tetep keukeuh pada pendiriannya yang tak percaya dengan janji manis para bangsawan.
"Ya beda lah Bu! majikan ibu dulu jelek kali,sudah beristri lagi,beda sama Ayya,suaminya seorang pangeran, tampan lagi dan masih muda gitu,sama kayak aku Bu!!masa sih ibu gak mau punya menantu seperti Aku!"Goda Pangeran MaliQ kepada Bu Yati.
Ayya masih terdiam dan terus mengeluarkan air matanya.
"Kalau merasa menyesal berpisah dengan Pangeran nya,kembali saja sana!gak usah maksain pulang sama ibu!!ibu gak apa apa kok sendirian gak ada yang urus!"Kata Bu Yati menyindir Ayya.
Pangeran MaliQ pun hanya terdiam sambil tersenyum,Bu Yati benar benar keras kepala.
"Ayya gak apa apa kok Bu,Ayya membuat keputusan ini bukan karena ibu kok,tapi karena Ayya ingin,Ibu betul,kita tak akan pernah bisa bersatu dengan mereka, seperti bumi dan langit, terlalu jauh berbeda!Ayya Sayang sama ibu,jadi Ayya gak mau berpisah lagi dengan ibu, masalah jodoh,biar Gusti Allah saja yang atur."Jawab Ayya sambil memaksa kan diri untuk tersenyum.
Bu Ayya pun tersenyum sambil membelai kepala putri nya itu.
__ADS_1
"Dengan berjalannya waktu,kamu pun pasti akan bisa melupakan nya nak,Kamu pasti akan bertemu dengan jodoh mu dengan orang dekat,jangan dengan orang jauh,ibu takut kehilanganmu mu lagi nak!"
Kata Bu Yati mengungkapkan kekhawatirannya.
"Ayya tak akan pernah meninggalkan ibu kok,Ayya janji!"
Pangeran MaliQ membuang nafasnya kasar sambil geleng geleng kepala.
"Cinta yang rumit!"gumam nya.
***
sesampainya di Singapura:
"Oh iya !! Bagaimana dengan Den Harun, Pangeran?"Tanya Bu Ayya kepada Pangeran MaliQ,ia mengkhawatirkan Harun yang telah ia asuh selama ini.
"Dia sudah mengerti kalau ibu harus pulang,dan dia tidak ingin pengasuh lagi,dia akan menetap di Brunei bersama ku, mungkin sekali kali dia akan datang ke berkunjung ke untuk menengok mu,apa itu tidak apa-apa?"Kata Pangeran MaliQ sambil menoleh ke arah Bu Yati yang sudah seperti Ibu nya sendiri itu.
"Tentu saja Yang Mulia!dengan senang hati, kalian harus sering menengok Ibu,Ibu pasti akan merindukan kalian!"Jawab Bu Yati,ia tersenyum sumringah.
"Maliq ikut bahagia Ibu bisa bersama lagi dengan putri ibu,bahagia selalu,ya,,Ayya jaga dia untukku!"Kata Pangeran MaliQ kepada Ayya.
Ayya pun mengangguk.
"Ayya ucapkan banyak terima kasih karena Yang Mulia sudah baik sama Ibuku selama ini,, hanya Tuhan yang akan membalas kebaikan Anda Yang Mulia!"Kata Ayya dengan tulus.
Pangeran MaliQ tersenyum,
"Kejarlah kebahagiaan mu Ayya, terkadang cinta juga butuh keegoisan,bahagiakan dirimu juga,oke!!"
Kata Pangeran MaliQ memberi semangat.
"Ini adalah pesangon untuk ibumu, lumayan untuk modal kalian buka usaha,ini untuk bekal masa tua ibumu,aku yakin Pangeran fath dan Yang Mulia Raja Rasyid lebih besar memberi mu penghargaan, gunakanlah sebaik baik nya!"
"Terimakasih Yang Mulia, Kebaikan Anda begitu besar!"Kata Ayya sambil membungkuk kan badan nya dan menerima amplop yang diberikan Pangeran MaliQ untuk ibunya.
"Sebenarnya aku ingin mengantar kalian,tapi aku yakin ibumu akan menolak!"
"Itu tidak perlu Yang Mulia,jarak Singapura-Indonesia tidak terlalu jauh.
Kami pamit Yang Mulia! sampaikan salam ku kepada Harun,maaf kita tidak bisa menemui nya langsung!
Assalamualaikum!"
"Baiklah, Waalaikum salam!nanti aku akan ajak Harun ke sana untuk menemui kalan jika ujian Harun sudah selesai."
Ayya pun mengangguk dan ia dan ibunya pun segera menuju Bandara untuk kembali ke tanah Air.
Ayya pulang dengan membawa sejuta Cinta yang tidak bisa ia bawa ke tanah air.
Harapan nya masih sama,semoga Pangeran tampan nya akan datang dengan kuda putih untuk menyusulnya..
"Ya,,Mungkin Saja,!!!"
🤴🤴🤴🤴🤴
**Maafkan keterlambatan Up nya Author yaa suyang suyangQ🙏 author lagi banyak bgt urusan niww,,duh susah bgt bagi otak nya😪energinya terkuras kesana kemari😬Love you all pokoknya, Tqyu ya udah pada setia nungguin💖💖💋
O iya lupa!!mungkin ada yang mau kasih referensi tentang Visual para tokoh??
__ADS_1
Silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar yaa😅😗**