
Akhirnya Ayya tiba di Singapura,ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan ibunya.
Pangeran MaliQ langsung membawa Ayya ke rumah sakit dimana Bu Yati rawat.
Pangeran MaliQ menunjukkan sosok Bu Yati yang sedang duduk diatas kursi roda ditemani seorang anak laki laki berusia sekitar 7 tahun di taman rumah sakit mewah di Singapura.
Pangeran MaliQ menghampiri Bu Yati yang sedang bercengkrama dengan putra angkat nya yang sudah lama diasuh oleh Bu Yati, sehingga mereka terlihat begitu dekat.
"Assalamualaikum! Bagaimana kabar ibu saat ini?Hai jagoan Daddy!Kamu menjaga Ibu dengan baik kan selama Daddy pergi?!"
Sapa pangeran MaliQ mengejutkan mereka.
"Daddy?!kapan Daddy datang?"Kata Putra pangeran MaliQ yang tampan dan menggemaskan.
"Waalaikum salam, Alhamdulillah Yang Mulia, keadaan ibu semakin membaik,Den Harun menjaga Ibu dengan telaten iya kan Den?!"Kata Bu Yati,dengan penuh kasih sayang ia membelai rambut anak asuhnya yang bernama Harun itu.
"Wahh bagus dong kalau begitu!itu baru jagoannya Daddy!"puji Pangeran MaliQ, sedangkan Ayya masih berdiri agak jauh memperhatikan dan meyakinkan bahwa dia benar benar ibunya.
"Oleh oleh nya mana,Dad?!"Tanya Harun sambil bergelayut manja di pangkuannya Daddy nya.
"Ada dong! tapi ini buat ibu dulu yah,punya Harun masih di dalam mobil.Bu ,tolong tutup mata ibu dulu, Aku punya kejutan untuk ibu!"Kata Pangeran MaliQ,dia begitu baik memperlakukan Bu Yati,seperti kepada keluarga saja.
"Memang nya ada apa Yang Mulia?pake harus tutup mata segala!"Bu Yati begitu penasaran.
"Ayolah tutup mata saja!ada kejutan besar untuk ibu!"Kata Pangeran MaliQ.
"Baiklah,ibu sudah menutup mata!"Kata Bu Yati sambil memejamkan mata nya.
Pangeran MaliQ memanggil Ayya dengan tangan nya agar Ayya mendekat.
Ayya berjalan perlahan menahan air mata nya agar tak terjatuh, perempuan paruh baya itu ternyata benar benar Ibunya,ia masih ingat betul sosok ibu nya meski sudah sekian tahun tidak bertemu Meskipun wajahnya agak kirut karena dia menyiram wajah nya sendiri dengan air keras agar tak dijual ke rumah bordir saat ia kerja dulu.Namun kini badan nya agak sedikit berisi,tak kurus kering seperti saat terakhir ia meninggal kan Ayya untuk menjadi TKW.
Ayya berjongkok dihadapan ibunya hingga badan mereka sejajar,ia pun membuka cadarnya membelakang Pangeran MaliQ,lalu ia memegang pipi ibu nya dengan lembut,air mata nya mengalir tanpa suara.
Bu Yati membuka mata nya perlahan karena sentuhan hangat di pipinya,untuk sejenak mata mereka bertemu tanpa bersuara.
"Deghh!"
__ADS_1
Dadanya serasa akan meledak,Bu Yati setengahnya tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya kini,serasa mimpi, Putri yang ia rindukan selama ini berdiri tepat didepan matanya.
"Ayya?!apa ini benar kamu nak?!Cahaya putri ku?!Yang Mulia apa dia benar Cahaya putri ku?!"Bu Yati yang masih tak percaya bertanya kepada Tuan nya yang berdiri dibelakangnya Ayya sambil menggendong Harun yang melongo melihat momen itu.
Pangeran MaliQ mengangguk sambil tersenyum,air matanya ikut menetes ikut terhanyut momen membahagiakan itu,tangan nya memegang ponsel ,ia sedang video call dengan Pangeran Fath,ia sengaja ingin membagi kebahagiaan Ayya dan ibunya yang sudah sekian lama terpisah kini berjumpa lagi.
Lagi pula Pangeran Fath begitu bawel menanyakan kondisi Ayya.
"Ibu,ini Ayya Bu!ibuuuu!hiks hiks hiks!"Tangis Ayya pecah sambil berhambur di pelukan ibunya yang sangat ia rindukan.
"Ayya,anak ku,kamu baik baik saja nak?kamu sudah sangat dewasa dan cantik!"Kata Bu Yati sambil tak berhenti memegang wajah Ayya dan menciuminya.
"Ibu kemana saja?Ayya hampir putus asa mencari ibu? kenapa ibu tak memberi kabar kepada Ayya?!"
"Maaf nak,maaf kan ibu!Ibu Malu dan takut bertemu kalian , apalagi Bapak mu!tubuh ibu sudah kotor dan wajah ibu seperti monster,ibu takut kalian tak mau menerima ibu lagi!"
"Ibu,, kenapa ibu berpikir seperti itu?kamu tetap lah ibuku,apa pun kondisimu!andai saja ibu memberi kabar kepada Ayya mungkin Ayya tak akan berangkat ke Dubai untuk menyusul ibu!Ayya berharap dapat menemukan ibu disana!"Kata Ayya sambil terus terisak.
"Apaa?! Kamu pun pergi menjadi TKW nak?!bagaimana ceritanya,terus bagaimana sekarang,bagaimana kamu bisa berrtemu Pangeran MaliQ, majikan ibu??"
Ayya menghela nafas panjang,ia pun menceritakan Perjalanan hidupnya,tentunya tidak dengan kisah cintanya.
"Harun ,Daddy tinggal lagi gak apa apa ya?!Kamu disini dulu sama Tante Ayya dan jaga ibu dengan baik! Daddy akan segera jemput kalian!"Kata Pangeran MaliQ kepada putra nya.
"Iya,gak apa apa Dad, Daddy gak usah khawatir,Tante cantik ini siapa?dia anak nya ibu?"tanya Harun dengan wajah nya lucu.
"Iya sayang,kenalin,Aku Ayya,nama kamu Harun kan,Kita sama sama rawat ibu ya?!"Kata Ayya menyapa Harun.
"Iya Tante,Tante cantik banget sih!"Kata Harun sambil mencium tangan Ayya.
Mereka semua tergelak melihat kelakuan Harun.
Pangeran MaliQ sengaja tidak mematikan ponsel nya dari tadi, Pangeran Fath yang meminta,ia ingin melihat, mendengar dan memantau terus Ayya.
"Ayya bisa kita bicara sebentar?"kata Pangeran MaliQ.
Ayya pun mengangguk.
__ADS_1
"Harun bawa ibu ke kamar duluan gih! Daddy mau bicara dulu sama Tante Ayya."
"Siap dad!"
Harun dan ibu Yati masuk kembali ke ruang inap tempat Bu Yati dirawat.
Sedangkan Pangeran MaliQ dan Ayya duduk di bangku taman untuk bicara.
"Rawat lah dulu ibu mu sampai benar benar sembuh disini! Setelah itu terserah kalian apa rencana kalian selanjutnya.aku sarankan tetaplah berhubungan baik dengan Fath meskipun kalian telah berpisah,dia begitu hancur sepeninggal nya kamu,dia butuh kamu meskipun hanya sebatas bertegur sapa."kata Pangeran MaliQ.
"Tentu saja, saya tak berniat memutuskan silaturahmi dengan nya, hanya saja saat ini saya hanya ingin Fokus merawat ibu!"Tutur Ayya, Pangeran Fath begitu senang mendengar perkataan Ayya dari balik ponsel nya, sedangkan Ayya tidak sadar kalau dari tadi Pangeran Fath melihat dan mendengar kan segala percakapan mereka lewat ponsel nya.
"Baguslah kalau begitu!aku khawatir dia berbuat yang tidak tidak karena terus merengek ingin bertemu dengan mu!Aku pergi dulu ya,titip Harun,dia gak rewel kok,setelah urusan ku beres aku akan segera mengunjungi kalian."
"Anda tidak usah khawatir,Saya akan menjaga nya! terimakasih sudah membantu ibu ku selama ini Yang Mulia!Saya tidak akan sanggup membalas kebaikan Anda!"Kata Ayya sambil membungkuk kan badan nya sebagai tanda penghormatan yang tinggi kepada Pangeran MaliQ.
Pangeran MaliQ menatap Ayya sejenak.
"Kau tidak usah sungkan!aku memang Pangeran yang baik,tampan dan tidak sombong dan rendah hati!"jawab Pangeran MaliQ narsis.
Ayya terkekeh,
"Harun memegang Kartu kredit,gunakan saja untuk segala keperluan kalian, anything!jangan sungkan sungkan,belilah apa pun yang kalian inginkan,Fath bilang gunakan juga uang yang kamu miliki,jangan membuat dia frustasi Ayya,aku kasihan melihat nya terus merengek rengek padaku menanyakan mu,hubungi lah dia sekali kali,oke!"
"iya iya,baiklah!aku mengerti! pergilah,katanya ada urusan penting!"
"oke Ayya,sampai jumpa lagi,by!!"
Pangeran MaliQ pun pergi untuk mengurus urusan negara nya.
Sedangkan Ayya menemani ibunya dirawat di rumah sakit bersama Harun.
***
Sedangkan nasib Pangeran Fath,setelah kepergian Ayya,ia tak kunjung kembali ke istana,dimana dia sebenarnya?
Putri Liana,Ibu Suri dan kakaknya Pangeran Rasyid khawatir dengan keberadaan Pangeran Fath yang tak kunjung ditemukan.
__ADS_1
Sudah hampir satu bulan,mereka bertanya kepada Pangeran MaliQ,mungkin saja ia menyusul Ayya kesana,namun tetap Pangeran Fath tidak ada kabar berita.