Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Bertemu sang idola


__ADS_3

"Hallo!Dengan Livia NurHavidza?!"


Siang itu seperti biasa


nya Via sedang menjaga mini market di dekat rumahnya.


Tiba tiba dia dihubungi seseorang yang mengatakan jika novelnya terpilih untuk dijadikan sebuah film dan dia harus berangkat ke Jakarta untuk mengikuti penggarapan Film tersebut.


Pucuk dicinta ulam pun tiba.


Via merasa jika ini adalah jalan dari Tuhan agar dia dapat bertemu lagi dengan Erick.


Selain ia merasa sangat senang karena karya nya ada yang melirik dan merupakan suatu kebanggan besar tentunya bagi diri Via,


ia juga berharap disana akan bertemu dengan Erick,Suami satu harinya dan jika bertemu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan.


Dia menghubungi Harun yang bekerja di Jakarta,dia adalah seorang ustadz di sebuah mesjid di komplek perumahan mewah,dan sering mengisi pengajian pengajian di berbagai tempat juga seorang guru les pelajaran agama Islam.


"Kamu yakin akan berangkat ke Jakarta Vi,kamu tuh anak gadis,Ayah takut kamu kenapa kenapa!"Kata Ayah Via,dia merasa cemas untuk melepas putrinya pergi jauh.


"Kalau Ayah kaya gini terus,Via gak akan maju maju dong yah,ini adalah impian Via selama ini, Bayangkan yah,Novel Via akan dijadikan Film, harus nya Ayah bangga punya anak sehebat Via!"


"Novel?novel apa?!Ayah gak ngerti!!"


Selama ini tak banyak yang tau kalau Ayya suka iseng iseng menulis, tapi dia tak pernah menyangka jika karyanya kali ini akan bisa membawanya pergi ke Jakarta.


"Ayah pernah nonton Film gak?!"


"Ya pernah lah,itu yang Film azab itu ayah suka nonton!"Jawab Ayah Via ketus.


"Nah,,Via itu yang bikin ceritanya yah, lalu ditayang kan di televisi, tapi cerita nya bukan yang azab azab yang kaya gitu,ngerti gak sih Ayah?!"


Ayah Via hanya manggut-manggut,entah mengerti atau tidak dia tuh.


"Kak Harun udah cariin kos kosa n untuk Via kok yah,jadi ayah gak usah khawatir,Via udah gede , pasti bisa jaga diri!"Bujuk Via,agar diizinkan oleh Ayahnya.


"Kalau sama intan baru boleh!"


"Ayah!Intan itu yang gantiin Via di mini market,lagian intan mau ngapain ke Jakarta, kalau Via kan emang ada kerjaan disana, Yah!!Ayah tenang saja,Kak Harun juga pasti jagain Via kok!!"


"Via!!Harun itu laki laki,awas saja yah,kalau kamu macam macam sama dia, meskipun Ayah menyukai nya tapi tetap saja dia bukan muhrim kamu!Dan bagaimana kalau disana kamu bertemu dengan Si Erick itu lagi,kamu pasti mau mau aja dibodohi sama dia!"


Bentak Pak Beni.


"Ya udah kalau Ayah takut Via kenapa kenapa,Ayah ikut Via saja atuh ke Jakarta!Hayuk?!"


Pak Beni terlihat bingung,dia menggaruk garuk kepala nya meskipun tidak gatal.


"Ya sudah,Ayah antar!nanti kalau sudah jelas kamu aman Ayah akan kembali!Ayah sedang banyak pekerjaan!"


"Ya sudah,Hayuk!besok Via udah harus berangkat yah!"


"Iya, iya! siapkan dulu semua keperluan mu disana!"


"Makasih udah ngizinin Via pergi, Ayah!"Katanya sambil memeluk Ayah tercinta nya.


****


Sesampainya di Jakarta,Harun menjemput Via dan Ayah nya di terminal.


Harun langsung membawa mereka ke kos kosan Putri yang tempat nya dekat dengan tempat ia tinggal,agar mudah memantau Via.


"Nak Harun emangnya tinggi di mana?!"Tanya pak Beni heran yang melihat semua penghuni kos-kosan itu ternyata perempuan semua.


"Ohh,tempat tinggal saya sudah disediakan di area mesjid oleh pengelola kompleks Pak!"Jawab Harun begitu sopan.


Meskipun usianya 5 tahun lebih tua dari Via,tetapi Harun,via dan Intan adalah teman bermain sejak kecil, sampai sekarang Harun adalah idola di kampung mereka,Harun mengenyam pendidikan pesantren namun hubungan ketiga nya selalu baik.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya Harun selalu mencintai Via,tapi Via tak pernah membalas cinta Harun dan Via hanya menganggap Harun sebagai Kakak sekaligus sahabatnya.


Hingga akhirnya mereka tumbuh dewasa,


Harun mendapat kan rekomendasi bekerja di Ibukota,hanya sesekali dia pulang ke Bandung.


Sosok ustadz muda yang tampan dan gajinya yang cukup tinggi begitu melekat pada diri Harun dan menjadi rebutan para gadis di kampung.


Harun sempat kecewa mendengar Via akan menikah,namun ia ikut sedih mengetahui nasib yang menimpa sahabatnya itu kini.


******


Hari ini Via diminta datang ke kantor untuk membicarakan tentang kelanjutan tentang penggarapan Film, tanda tangan kontrak dan casting para pemain.


Saat tiba dilobi kantor Via sungguh tercengang dan takjub,ia tidak percaya dirinya bisa menjadi bagian dari perusahaan produksi Film besar ditanah air.


"Nah ini dia pak kantornya,Via langsung masuk ya!?"


"Ya sudah Vi,Ayah balik ke Bandung lagi ya?!Hati hati kamu disini, jaga diri baik baik, awas jangan macem macem! Jangan lupa tiap hari telepon!"Kata Ayah Via dengan logat Sunda yang kental.


"Iya Ayah!Via tahu,Via janji akan terus ngabarin Ayah,oke?!"Kata Via sambil memeluk Ayah nya.


Seorang Artis terkenal yang paling bersinar,Ken Sulthan terlihat masuk ke kantor itu melewati Via, sekilas pria tampan itu memperlihatkan Via dan Ayah nya yang sedang berpelukan.


"Dasar norak!"Gumam Ken sambil geleng geleng kepala.


Ayah Via pun akhirnya pulang meninggalkan Via di ibukota,dia mempercayakan nya kepada Harun.


Dia juga banyak sedang pekerjaan di kampung.


Pekerjaan sebagai Tukang bangunan memang tidak seberapa,tapi karena pekerjaan nya bagus,banyak tetangga atau pun dari luar daerah yang sering memanggilnya untuk merenovasi rumah mereka.


Via pun masuk ke kantor itu dengan bingung,ia celingak celinguk tak tahu harus masuk ruangan mana.


Dia pun mendekati meja resepsionis untuk menanyakan ruangan Bu Mitha,orang yang selalu menghubungi nya .


Namun saat ia berjalan menuju meja resepsionis,Ken yang sedang duduk bersantai di Sofa tamu memanggil Via.


"Kamu memanggilku?!"Tanya Via ragu.


"Siapa lagi!Kamu office girl kan disini!?"


Via hanya diam masih kebingungan.


"Kok diam sih?!bisakan?!oh kamu Pegawai baru ya?!magang!?"


Tanya Ken lagi sambil melepas kaca mata hitam nya.


"Wow ganteng banget,,dia kan Ken Sulthan yang itu!"Gumam Via sambil melongo, terpesona dengan ketampanan Artis idolanya.


Namun dengan cepat ia tersadar,


"Sadar Via! jangan malu maluin!jaga image!"batinnya, mengingat kan diri sendiri.


"Eh iya,eh Bu bukan Kak,aku,,eh!"Jawab Via mendadak gagap.


"Oh kamu bukan OG ya,jadi kamu siapa,ngapain berdiri disitu kayak orang kebingungan?!"Kata Ken sambil mendekati Via.


Ken memang terkenal Seorang artist yang ramah, suka iseng dan pecicilan, siapapun suka ia godain.


Via semakin grogi di dekati pria sekelas Ken.


"Atau Nyai Iteung mencari Kabayan ya disini?!"Goda nya lagi.


"Namaku Via kak,bukan nyai iteung!"Jawab Via memberanikan diri menjawab Ken yang bikin jantung nya dag dig dug serr!


"Tapi kamu kayak Nyi Iteung!Kamu lagi ngapain disini Iteung?! ngelamar kerja ya?!"Tanya nya lagi,iseng.

__ADS_1


"I iya,,!Eh bukan kok!"Via malah semakin grogi, sebetulnya ia sedang terburu buru,tapi Akang Ken yang ganteng ini malah ngajakin dia ngobrol terus,kan ini sebuah kejadian yang langka.


Kalau Intan tahu,pasti dia akan iri banget dan bakalan guling guling saking kesel nya karena dia juga pasti pengen ketemu Akang ganteng yang pake super ini.


"Sis!Kalau ada yang namanya Livia dan nyariin Aku,suruh langsung masuk ke ruangan ku yah!"Kata seorang perempuan berambut pendek,yang nongol dari sebuah ruangan Kepada petugas resepsionis yang bernama Siska.


"Siap Mbak Mit!"Jawab Resepsionis itu.


"Eh!!Saya Livia Mbak!!"Seru Via sambil berlari menghampiri Mbak Mitha,dia gak mau terlambat di hari pertama nya bekerja.


"Kamu Livia?!aku sudah nunggu kamu dari tadi!ayo sini masuk!


Hai Ken!Kamu bisa langsung masuk ke ruang meeting!"


"Aku mau ngopi dulu mbak!Boby udah masuk kesana!"Jawab Ken asal.


"Oke,, jangan lama lama ya!Kita harus segera mulai meeting nya!yang lain sudah pada nunggu soalnya!"Kata Mbak Mitha mengingat kan.


Karena sudah menjadi kebiasaan kalau para artis papan atas biasanya jarang yang on time.


"Kalian bisa mulai tanpa Aku,maneger ku sudah mewakili ku!"Jawabnya enteng.


"Please Ken! Kamu harus ikut casting dulu,bukan manager kamu! cepat bawa kopinya ke ruang rapat!"Kata Mbak Mitha lagi,dia memang terkenal tegas kepada siapapun.


"Livia Ayo ikut Saya!"


"Baik Mbak!"Jawab Via,


Dia terlihat tegang, tak berani menatap Mbak Mitha, kepada orang sekelas Ken aja Mbak Mitha berani,apalagi kepada dirinya,pikir Via.


"Silahkan duduk!"


Via pun duduk dan berusaha setenang mungkin.


"Apa kamu sudah membaca kontrak kerja kita?!"


"Iya, sudah mbak?!"


"Apa itu sudah jelas?!Apa kamu setuju?!kita akan membenahi beberapa bagian cerita agar lebih greget dan menarik,ini adalah kelas layar lebar,kamu beruntung Cerita kamu yang terpilih dan Artis sekelas Ken langsung tertarik dengan isi naskah nya!"


"Iya mbak Saya setuju!"


"Baik kalau begitu kamu tanda tangan disini!dan kamu harus terlibat selama proses pembuatan Film ini untuk penghayatan peran,Honor kamu akan segera ditransfer,sisanya jika pekerjaan mu sudah selesai,jika ternyata Film ini rating nya bagus,kamu akan dapat bonus."


"Baik Mbak, terimaksih!"


Via pun segera menandatangani kontrak kerjanya yang sudah dia baca sebelum nya.


"Kita harus segera mengikuti meeting dengan para kru dan para pemain yang mungkin sudah dimulai!Ayo ikuti aku!"


Via pun segera mengikuti langkah Mbak Mitha.


Dan benar saja meeting baru saja akan dimulai, terlihat Ken pun sudah berada disitu.


"Apa dia yang akan membintangi peran utama nya dari novelku? semoga saja"Batin Ayya.


Dia berharap seperti itu,karena dia ingin terus memandangi wajah ganteng idola nya itu.


"Selamat pagi semuanya! Perkenalkan,Dia adalah penulis Novel yang terpilih untuk dijadikan Film yang akan kita garap kali ini!"Sapa Mbak Mitha memperkenalkan Via.


"Halo Semuanya,mohon bimbingannya!"Sapa Via sambil membungkuk kan badan nya.


"Ternyata dia penulis?!aku pikir dia Office girl tadi!"Celetuk Ken.


"What?!Kalian gak salah?!gak mungkin kan aku main Film dengan penulis cerita amatir dan gak jelas kayak dia?!"Kata Serena, aktris yang akan membintangi sebagai pemeran perempuan nya.


*****

__ADS_1


Happy reading guys💖


Jangan lupa like, vote and comen ya 🤗💋


__ADS_2