
"Aku senang sekarang kau sudah baik baik saja adik ku!aku akan segera mencari tau siapa dalang yang sudah menyerang mu,Aku masih ada rapat pekerjaan dan harus segera kembali!"
kata Pangeran Rasyid.
"Baiklah kak,terimakasih sudah datang!"
jawab Pangeran Fath.
"Aku tidak bisa pulang dengan mu Zarra,aku ada masih ada pertemuan di luar."kata Pangeran Rasyid kepada istrinya.
"Tidak apa suamiku,aku akan pulang bersama Ibu Suri!"jawab Zarra sambil menggandeng tangan nenek mertuanya nya,dia sengaja sedang cari muka.
"Baiklah,,Saya permisi dulu!"kata Pangeran Rasyid membungkuk badan nya ke arah neneknya dan Ayah puteri Liana.
"Berhati-hatilah Yang Mulia!"kata menteri pertahanan.
Pangeran Rasyid pun keluar dari ruang rawat adiknya.
Saat ia sudah menaiki mobilnya,ia melihat Ayya sedang menaiki taksi.
"Ikuti taksi itu,dan segera cegat setelah agak jauh dari sini!"
perintah Pangeran Rasyid kepada supirnya.
"Baik Yang Mulia!!"
Setelah mengikuti mobil taksi yang Ayya tumpangi,mobil putra Mahkota pun memepet taksi tersebut sampai berhenti.
Seorang pengawal pribadi turun dari mobil pangeran Rasyid dan menyeret Ayya keluar dari taksi dan dipindahkan kedalam mobil putra mahkota itu.
Ayya yang terkejut tak sempat melawan.
Ia semakin terkejut setelah melihat orang yang berada di dalam mobil itu.
"Yang Mulia!?Apa maksud semua ini?!".
Tanya Ayya,ia kaget ternyata putra mahkota yang sudah mencegatnya.
"Tenang lah Ayya aku tak akan memakan mu,aku hanya ingin bicara dengan mu tanpa ada yang tau kalau kita bertemu,itu akan berbahaya untuk kita!"kata Pangeran Rasyid.
"Sudah tau berbahaya kenapa anda menemui saya!"kata Ayya ketus,ia sudah bosan menghadapi berbagai masalah hanya karena hal hal yang bahkan tidak pernah ia lakukan.
Pangeran Rasyid tersenyum.
"Maafkan Aku Ayya, tapi aku tak bisa menahan diri saat ingin menemui mu!"Kata Pangeran Rasyid tak tau malu.
"Saya yakin anda sudah tau posisi saya bersama adik anda yang mulia,dan saya harap siapa pun tidak melewati batas yang sewajarnya termasuk anda!"
Kata Ayya, dia memang selalu berani mengatakan apa kata hatinya.
"Kau sudah benar benar jatuh cinta kepada adiku?"tanya Pangeran Rasyid.
"itu bukan urusan anda!"
jawab Ayya ketus.
"Saat pertama kali bertemu dengan mu,aku yakin bahwa saat itu kau menyukaiku Ayya!"
kata Pangeran Rasyid mulai ngawur.
__ADS_1
Ayya diam saja,ia malas meladeni ocehan Pangeran yang satu ini.
"Aku tak menyangka kau bisa sehebat itu,sejak kapan kau jadi jagoan?"Kata Pangeran Rasyid lagi.
"Apa maksud Anda?"Ayya malah balik bertanya,ia heran darimana Pangeran Rasyid nengetahui kalau dirinya yang sudah beraksi.
"Heii,santai saja!jangan pikir kalau aku yang sudah berusaha mencelakai kalian!Aku dengar dari Fath kau yang menghabisi mereka semua.kata Pangeran Rasyid setelah melihat mata Ayya yang mendelik seperti menyelidik.
"Aku harap seperti itu yang mulia, pangeran Fath sangat mempercayai kakaknya!" kata Ayya.
"Aku memang mencintaimu Ayya,tapi aku lebih menyayangi Adiku itu,jika saja pemilik mu bukanlah dia,Aku akan dengan mudah merebutmu dari siapa pun!jadi Aku tidak mungkin mencelakai kalian berdua, dua orang yang paling ku sayangi."kata Pangeran Rasyid begitu lugas.
Ayya membuang nafas nya kasar.
"Lalu untuk apa anda mencegat saya yang mulia?"tanya Ayya,jika Pangeran Fath dan Zarra tau bahwa mereka bertemu,habislah Ayya.
"Hanya ingin tau saja kalau kau benar benar baik baik saja!!Maaf kan Aku Ayya!!"
kata Pangeran Rasyid .
"Turun kan saya disini saja Yang Mulia!biar saya naik taksi kembali!"kata Ayya sambil menunjuk ke arah jalan.
Namun tak disangka Mobil putera Mahkota dicegat dua mobil tak dikenal,mereka mengepung mobil Yang Ayya tumpangi sambil menodongkan senjata memaksa Ayya untuk keluar.
Ternyata mereka adalah para pengawal Pangeran Fath,setelah Ayya keluar dari mobil Putera Mahkota, Ayya pun digiring untuk masuk ke dalam mobil yang mereka sediakan.
Terlihat mereka membungkukan badan ke arah Putera Mahkota dan membiarkan mobilnya melewati mereka.
Setelah masuk ke dalam mobil, seorang pengawal mengasongkan ponsel ke tangan Ayya.Ayya pun mendekat kan ponsel tersebut ke telinganya.
"Hallo,,Ayya apa kau baik baik saja?"Kata Pangeran Fath diseberang telepon.
"Saya baik baik saja Yang Mulia!anda tidak usah khawatir,jangan berburuk sangka kepada Pangeran Rasyid,dia hanya khawatir kepada saya dan berniat mengawal saya juga."kata Ayya mencoba meredam emosi Tuannya itu,ia takut terjadi perang saudara lagi.
ia tau kakaknya begitu terobsesi Kepada pelayan kesayangan nya itu.
"Percaya lah Yang Mulia,,tidak terjadi apapun tadi!"kata Ayya meyakinkan Tuannya.
"Baiklah!! kamu tidak perlu kembali ke rumah sakit,hari ini juga aku akan pulang,siapkan saja kamarku,kau beristirahat lah!"kata Pangeran Fath.
"Sayang ,,Ayo makan lagi,aku suapin ya?!" tiba tiba terdengar jelas oleh Ayya suara puteri Liana di ujung telepon,
Tut Tut Tut,,
Ayya pun memutuskan sambungan telepon nya.ia menghela nafas berat,ada rasa cemburu melanda,tapi ia harus membuang nya.
******
"Aku akan mengurus Fath mulai saat ini,tugasmu hanya melindungi dia,dan kau tidak perlu repot lagi mengurusi segala keperluan nya!"Kata puteri Liana saat mereka sudah sampai pulang dari rumah sakit."Aku sangat berterimakasih karena kau sudah melindungi calon suamiku,dan aku mohon maaf sudah berbuat kasar padamu tadi!" kata puteri Liana dengan nada datar,entah benar benar atau hanya pura pura saja permintaan maaf dia itu.
"Tidak masalah Tuan Puteri!"Kata Ayya sambil membungkuk kan badan nya.
"Apa apaan kau Liana,aku butuh dia sekarang!!kau tidak perlu repot,Ayya lebih mengerti kebutuhan ku,,Ayya!!siapkan air hangat aku ingin berendam!"Kata Pangeran Fath kesal Liana terus mengekornya dari tadi.
"Baik Yang Mulia!"kata Ayya,segera ia menyiapkan apa yang Tuan nya minta.
"Kau pulanglah,aku ingin beristirahat!"kata Pangeran Fath kepada Tunangannya.
"Aku akan merawat mu Fath,kakimu kan masih sakit!"Puteri Liana tidak ingin membiarkan tunangan nya terus bersama pelayan nya itu.
__ADS_1
"Tolonglah Liana,jangan membuat ku menyuruh mu pergi berkali kali!"
"Baiklah,,tapi besok Aku akan akan kembali lagi!"kata puteri Liana menyerah.
"Terserah kau saja!"kata Pangeran Fath.
Puteri Liana mencium Pipi Pangeran Fath,lalu ia pun pergi.
"Airnya sudah siap Yang Mulia,Ayo saya antarkan!"kata Ayya.
Pangeran Fath pun tersenyum sambil mengangguk.
'ini yang Aku tunggu tunggu akhirnya'batin Sang Pangeran, otaknya mulai nakal.
Ayya mendorong kursi roda yang dipakai Tuannya untuk masuk ke ruangan khusus yang biasa digunakan Pangeran untuk berendam air hangat.
Wangi aroma lavender menyeruak menyegarkan pikiran nya.
Ayya membantu memapah Tuannya turun dari kursi roda dan perlahan masuk ke dalam kolam persegi yang berisi air hangat bertabur aneka kelopak bunga.
Sang Pangeran dengan rileks bersandar di dinding kolam dan merentangkan tangan nya di ujung tembok.
Dengan perlahan Ayya memijit kepala Tuan nya,membuat Pangeran Fath merasa nyaman dan memejamkan matanya.
Dengan lembut Ayya memijit turun ke bahu dan lengan nya,bergantian kanan kiri.
"Turun lah,Aku ingin kaki ku pun di pijit seperti itu!"perintah Pangeran Fath mulai modus.
Ayya terlihat ragu, kemudian tangannya ditarik untuk segera masuk ke kolam bersama Tuan nya itu.
Pangeran Fath melepaskan jilbab Ayya dan membuangnya sembarangan,melepaskan ikat rambut nya hingga rambut panjang nya tergerai indah. Ia menarik pinggang Ayya agar mendekat,
"Kau masih saja suka jual mahal!"katanya sambil berbisik di telinga Ayya,terasa begitu menggoda.
"Hati-hati kaki Anda Yang Mulia!"kata Ayya mengingat kan agar Tuan nya itu tak macam macam.
"Kalau begitu kau saja yang bergerak,Aku yang akan diam!"goda sang pangeran sambil terus merangkul pinggang Ayya.
Tangan nya mulai bergerak membuka risleting baju Ayya dan membiarkan nya jatuh di lantai kolam,kini Ayya hanya tinggal memakai kaos dalam ketat dan memperlihatkan lakukan tubuhnya,dua gunung kembar nya terlihat begitu nyata terkena air,kini sang pangeran tidak ingin menunda lagi momen yang selalu ia nantikan.
Pangeran mengusap lembut rambut Ayya,perlahan ia mengecup bibir ranum milik Ayya,bibir nya kini turun ke leher nya,deru nafasnya begitu terasa di telinga Ayya membuat ia tak dapat menolak setiap sentuhan yang Tuannya lakukan.Mata Ayya terpejam,menikmati sentuhan sentuhan di setiap inci tubuhnya.
Ciuman Pangeran Fath kini semakin panas,Ayya seperti sudah lihai lagi mengimbangi permainan lidah Tuannya itu.Tangan sang Pangeran pun nakal menggerayangi bagian bagian intim milik Ayya yang kini tanpa sehelai benang pun.
Deru nafas keduanya terdengar saling bersahutan,******* ******* Ayya yang manja terdengar memanggil Tuannya membuat Pangeran Fath semakin bergairah,pelayan Kecil nya yang kini sudah menjadi selirnya itu selalu membuatnya terus ketagihan dan tak ingin kegiatan mereka cepat berakhir.
"Akhhh,,Yang Muliaaa!"Teriak Ayya begitu mendesah Ketika ia mencapai puncak kenikmatan dunia berkali kali.
Pangeran Fath menarik rambut Ayya kasar,ia mulai lagi melancarkan aksinya tanpa ampun,,
"Akhh,,! akhh!"Meski sakit namun Ayya pun sangat menikmati nya.
Berjam jam mereka terus bergumul dikolam air hangat tersebut sampai kelelahan.
"Naiklah,nanti kau malah kedinginan,kita sudah terlalu lama didalam air!"Ucap Pangeran Fath sambil mengecup hangat kening Ayya yang terkulai lemas di dada bidang nya.
Dengan malas mereka naik dari air lalu Ayya memakai jubah mandi dan memakaikan nya pula kepada Tuan Suaminya itu.
***
__ADS_1
"Kenapa kau bisa bertindak gegabah seperti itu William!"Teriak Ratu Ester membentuk putera nya.
"Rencana itu Tiba Tiba saja datang ibunda!! proyek dari Inggris yang Aku incar pun lagi lagi jatuh ke tangan bocah sialan itu!!Ibu pikir Aku harus diam saja melihat dia semakin meroket!!"Jawab Pangeran William.