Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
wanita lain


__ADS_3

Ayya mengeringkan rambut Tuannya sambil duduk diatas tempat tidur.


Mereka berdua masih sama sama menggunakan jubah mandi.


Pangeran Fath senyum senyum sendiri melihat banyak nya tanda merah yang ia tinggal kan di leher Ayya,belum lagi yang tak terlihat dibagian dadanya.'Sungguh luar biasa pergumulan yang mereka lakukan tadi di kolam air hangat'


Melihat Sesosok makhluk cantik yang meliuk liuk didepan nya membuat otak mesum nya kembali meronta ronta.


Rambut Ayya yang basah terlihat begitu seksi,wajah Ayya yang polos natural tanpa sentuhan make-up selalu membuat nya gemas,ingin melahap habis wanita ini dan mencecarnya habis habisan.


Ayya membuka jubah mandi Tuan nya itu, maksud hatinya sih ingin memakaikan baju tidur agar ia tak kedinginan,namun apa daya pasangan yang lagi bucin itu pun malah kembali terjebak dalam suasana pergumulan panas sampai dini hari,mereka melakukan nya lagi dan lagi saat mereka terbangun dan bersentuhan.


Hingga menjelang dini hari akhirnya mereka kelelahan dan tertidur begitu lelap.


Ayya segera bangun dan membersihkan dirinya. Setelah melaksanakan kewajiban nya,Ia pun segera membereskan ruangan Tuan nya itu yang berantakan akibat ulah mereka semalam,bahaya kalau Puteri Liana tiba tiba datang dan melihat kekacauan ini,bisa terjadi lagi perang dunia,pikir Ayya.Setelah itu ia segera turun ke dapur untuk mengambil sarapan.


"Gundik Pangeran sudah bangun?!ups maaf ya Aku keceplosan,,,aduh jangan jangan Aku nanti diaduin lagi,maaf ya Yang Mulia gundik jangan pecat saya!"Sindir Maria.


Ayya yang sekarang memang jarang bertemu orang orang di istana karena selalu ikut kemanapun Tuan nya pergi.


"Maria !!jaga ucapan mu itu,atau Aku yang akan memecatmua!!"Teriak Devi.


"Aduh !!Aku takut sekali!!antek antek gundik bertebaran di mana mana."Jawab Maria semakin ngacapruk.haha (bahasa apa ya)


"Sudah lah dev,biarkan saja!!"kata Ayya.


"Apa sarapan nya sudah siap?"


"Ya,sebentar lagi siap,bagaimana keadaan pangeran , Ayya?"tanya Devi sambil tangan nya tak henti beraktivitas.


"Dia sudah lebih baik,untung nya peluru yang bersarang dikakinya tidak terlalu dalam,Tom lebih parah,ia terkena tembak dibahunya.tapi dia pun sudah baikan kok!"


jawab Ayya sambil mengunyah pastel buatan Devi.


"Syukurlah kalo begitu,,


Ayya mengantarkan sarapan ke kamar Pangeran Fath, ternyata didalam kamar sudah ada ibu Suri yang datang menjenguk cuci kesayangan nya.


Ayya berniat mengetuk pintu, namun telinga nya tak sengaja menangkap pembicaraan mereka,


"pernikahan mu dengan Liana akan berlangsung bulan depan,kau harus segera pulih!"


"Aku ingin membatalkan pertunangan nenek,maafkan aku!aku tak bisa hidup dengan orang yang tak aku cintai!"


kata Pangeran Fath tiba tiba.


"Kau jangan gila Fath!!Kau ingin menghancurkan dirimu sendiri dan kredibilitas kerajaan?kau pikir bisnis mu dan kehidupan mu selama ini aman karena siapa?karena Menteri pertahanan turut campur membantumu,jadi jika kau ingin posisi mu aman,kau harus menuruti apa kata kataku!"kata ibu suri tegas.

__ADS_1


"Aku tidak peduli nenek!!aku akan mengundurkan diri menjadi Pangeran dan meletakan gelar kebangsawanan!!"jawab Pangeran Fath serius.


"jangan coba coba Fath atau aku akan mengirim khodimah kesayangan mu itu ketempat yang tak pernah kau ketahui,dan kau akan menyesal nantinya!"l


"Aku tidak suka dipaksa paksa!dan sudah berkali kali aku bilang jangan pernah sentuh wanita ku!!"


"kalau begitu menurut saja Fath!kau tidak tau seperti apa aku sebenarnya!"teriak ibu suri!"


Ayya yang mendengar kan percakapan mereka dari luar pintu terkejut mendengarnya.'pangeran akan segera menikah??'


"Apa yang sedang kau lakukan??"Tiba tiba putri Liana muncul dibelakang nya.


Ayya terkejut karena kepergok menguping.


"Saya akan mengantar sarapan untuk Yang Mulia,Tuan putri!"


"Sini biar aku yang berikan,,kau pergilah!!"kata Putri Liana.


"Baik yang mulia!"kata Ayya,lalu memberikan nampan nya kepada putri Liana dan ia pergi lagi ke arah dapur.


"Salam ibu Suri Agung!"Sapa Putri Liana memberi hormat.


"Bagaimana keadaan mu sayang??sudah lebih baik?"


Pangeran Fath tidak menjawab.melihat Liana datang ia hanya melengos.


"Kau pasti lapar,aku suapain ya?!"kata Liana dengan senyuman nya yang manis.


"Aku tidak lapar,,!! Ayyaaa!!"teriaknya kencang.


Namu Ayya tak kunjung datang,,


"kemana sih dia?Ayyaa!"teiaknya lagi.


"Kamu butuh apa sih sayang?!biar Aku yang urus!"


"Gak usah lah nanti saja,Ayo kita bicara,bawa Aku ke balkon!"kata Pangeran Fath dingin.


Liana membantu Pangeran Fath naik ke atas kursi roda dan mendorong nya menuju balkon.Sebenarnya kakinya itu sudah tidak terlalu sakit,tapi ia masih malas berjalan saja.


"Pernikahan kita akan segera berlangsung,Ayah ku ingin bulan depan kita harus sudah menikah!"Kata Liana memulai pembicaraan.


"Kita batalkan saja perjodohan kita,Li,,kau tau Aku tak mencintai mu!"kata Pangeran Fath tanpa basa basi.


"Tapi Aku menginginkanmu Fath,dan keputusan kerajaan tak bisa diganggu gugat, kau tau itu,, mau tidak mau kita akan tetap menikah,,kau suka atau pun tidak!"


"Terserah kalau itu mau mu!! tapi jangan harap kau akan mendapatkan apa yang kalian inginkan dariku,kau tau Aku tak mudah di atur atur!!"

__ADS_1


"Cinta akan datang dengan sendiri ya Fath,waktu itu pun kau sangat menikmati nya!kenapa kita tidak mengulangi nya lagi sekarang,,hemm,,kau jangan munafik!Aku yakin kau akan bertekuk lutut dihadapanku!"kata Liana sambil mendekat kan mulut nya ke telinga Pangeran,lalu nenjilatnya menggoda, Pangeran Fath bergidik dibuatnya,bagaimanapun ia lelaki normal.


Tiba tiba putri Liana mencium bibir sang pangeran dengan cepat,,Aya yang sedang menyiram bunga di depan balkon terpaku melihat nya,ia melengos di lalu pergi.


"Menyingkir lah , Liana!!apa apa an kau ini,sungguh tak tau malu!!"Pangeran Fath kesal dan mendorong tubuh putri Liana hingga terjatuh.


Pangeran Fath bangkit dari kursi roda dan mencoba berjalan di menuju pintu dengan terpincang-pincang.


Puteri Liana kesal,"Awas kau fath,akan ku buat kau menyesal karena sudah berani menghinaku.!"


"Ayyaaa,, Ayyaaa,,!kau dimana!!Devi dimana Ayya?!"teriak Pangeran Fath.


"akan saya panggilkan Yang Mulia!dia sedang di halaman depan tadi!"


kata Devi sambil berlalu pergi.


"Dihalaman depan?jangan jangan dia melihat saat Liana mencium ku??pantas saja dia tak menyahut nyahut ku dari tadi"pikir Pangeran Fath.


"Ada apa yang Mulia?"kata Ayya


"Kau darimana saja?aku lapar dari tadi!"kata Pangeran manja.


" Bukan nya tadi sarapan bersama putri Liana?"tanya Ayya.


"Belum!aku belum sarapan,aku ingin sarapan nya sama kamu!"celoteh Pangeran merajuk.


"Ya sudah , ingin sarapan apa?"tanya Ayya acuh.


"Yang ada saja deh aku sudah sangat kelaparan!"


Ayya pun mengambil makanan dan menyuapi pangerannya di dapur.


Putri Liana melihatnya dari luar dibalik jendela,ia nampak kesal kemudian pergi menemui ibu Suri.


Ayya terlihat pendiam.


"Apa kau marah?kau mendengar percakaapan ku dengan Liana tadi?"


"hah,euh tidak eh iya sedikit,tapi itu tidak sengaja!"kata Ayya gugup.


"Kau cemburu karena Aku akan menikah dengan Liana?"tanya Pangeran Fath sambil menatap Ayya tajam.


"Sedikit,,tapi saya tidak apa, menikah lah dengan nya,lagipula saya tetap yang akan terus ada didekat anda bukan?"kata Ayya berusaha menyembunyikan perasaannya.


Pangeran Meraih tangan Ayya,Meraihnya kemudian mencium tangan nya dengan lembut,


"Kau yang selalu ada dihatiku!tolong apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan ku!"kata Pangeran Fath.

__ADS_1


Seseorang sedang memperhatikan dan menguping pembicaraan mereka untuk kemudian disampaikan kepada sekutunya.Seorang mata mata sedang mengintai dan akan segera melancarkan aksinya.


__ADS_2