
Ayya pun sampai ke rumah ibunya dan disambut oleh banyak tamu yang sudah menunggu nya seharian katanya.
Terlihat Umi kulsum dan Suaminya mendampingi seorang pria dan beberapa anggota keluarga nya yang lain.
Ibu Ayya sangat terkejut melihat Ayya datang bersama mantan suaminya,yaitu Pangeran Fath,dia hanya menyambut nya dengan dingin dan mengacuhkan nya.
Seperti nya Pak Ustad mengerti kedatangan Pangeran dari Dubai itu ke rumah Ayya,dia juga Faham perasaan Ayya sesungguhnya masih mencintai mantan suaminya itu,tapi Ayya begitu patuh dan tidak ingin menyakiti perasaan Ibunya.
"Nak perkenalkan ini adalah keponakan Umi yang baru pulang dari Yaman menuntut ilmu sebulan yang lalu.
Nama nya Yusuf, sekarang dia tinggal di sini karena sudah menjadi Dosen di salah satu universitas di kota kita,dan diaaa,,"
Pak ustad menghentikan ucapan nya dan melirik ke arah Pangeran Fath yang terlihat gelisah.
"Dia ingin ta'aruf dengan mu,nak!"Ibu Ayya menerus kan ucapan Pak Ustad yang terlihat ragu.
"Deghh!"
Perasaan Ayya dan Pangeran Fath sama sama tertegun saat itu.
Untuk kesekian kalinya mereka dilanda kekecewaan, rasanya sungguh sulit ingin mereka bersatu dan meyakinkan ibunya.
"Eumh,Umi mengerti perasaan mu nak,kami tidak ingin memaksa mu,kamu berhak mengutarakan keinginanmu!"Kata Umi Kulsum sangat berhati hati, karena ada dua pria sekaligus yang akan meminang Ayya.
"Lantas, Siapa kah pria ini?!"Tanya Yusuf membuka rasa penasaran nya,ia agak sedikit kecewa,wanita yang akan ia lamar datang bersama pria lain.
"Dia tidak bisa berbahasa Indonesia,,,"kata Ayya ragu.
"Bicara lah,aku fasih berbahasa Inggris dan Arab!"Tegas Yusuf ingin membanggakan diri.Yusuf sudah bisa menebak pria ini pasti berasal dari Timur Tengah,melihat wajah Pangeran Fath yang ke Arab Arab an meski tak memakai jubah Arab dan sorban.
Ayya memberi kode agar Pangeran nya berbicara dengan bahasa Inggris saja.
"Perkenalkan nama saya Muhamed AlFathurabby,saya berasal dari Dubai, maksud kedatangan saya adalah saya ingin meminta izin kepada Ibu,agar saya bisa menikahi lagi putri Ibu dan membahagiakannya, Alhamdulillah Saat ini saya sudah tinggal di Jakarta, karena saya baru saja ditugaskan menjadi Kedubes oleh negara saya disini."Kata Pangeran Fath,dia agak sedikit gugup.
Ia sengaja menjelaskan kalau sekarang dia sudah menetap di Indonesia agar ibu Ayya mengetahui nya.
Para gadis yang hadir disitu terlihat heboh melihat kedatangan Pangeran Fath yang sangat tampan, Yusuf juga memang tampan,Soleh dan mapan,tapi Ayya tidak mencintai nya,ia berharap ibunya bisa memilih Pangeran pujaan sebagai menantu.
"Bagaimana tanggapan Ibu sebagai orang tua nak Cahaya?!"Tanya pak Ustad menengahi kedua belah pihak.
"Saya selalu berharap putri saya satu satunya ini bisa menikah dengan laki laki yang baik, Soleh,dan dengan orang dekat saja!"Jawaban Ibunya sangat menohok dan menghujam jantung Pangeran Fath,itu tandanya Ibu Yati memilih Yusuf sebagai pendamping putri nya kelak.
"Lalu bagaimana dengan nak Cahaya?!"
Tanya pak Ustad bertanya kepada Ayya yang terlihat serba salah.
Ayya menghela nafas panjang.
"Saya tidak ingin menyakiti siapapun,,,Kepada Mas Yusuf, saya belum mengenal Anda tentunya karena kita baru saja saling bertemu, meskipun ibu saya menyukai Anda, begitu pun Anda belum mengenal Saya.
__ADS_1
Saya tak ingin mengawali sesuatu dengan kebohongan,Pak Ustadz,,,
Saya sudah pernah menikah mas,dan pria ini adalah mantan suami saya."Kata Ayya sambil menunjuk ke arah Pangeran Fath dengan kepala nya.
"Saya juga memiliki pekerjaan tak lazim yang saya sembunyi kan bahkan dari ibu saya,,maaf Bu,Ayya tidak maksud membohongi ibu,tapi Ayya tak ingin membuat ibu khawatir.
Saya adalah seorang pengawal pribadi bayaran,dan saya berharap siapa pun suami saya kelak, dia bisa mendukung profesi saya ini!"
Semua yang hadir disitu terkejut dengan pernyataan Ayya, termasuk ibunya sendiri, mengapa Ayya mengatakan kalau ia seorang janda dihadapan semua orang,dan apa, pengawal pribadi? pekerjaan apa itu?ia sama sekali tidak mengerti,ia hanya berpikir Ayya sengaja mencari alasan untuk menolak Yusuf.
"Untuk itu lah saya datang untuk ta'aruf dulu dek,agar kita bisa saling mengenal lebih jauh,,!"Jawab Yusuf,ia tak mau kalah dengan pria Arab itu.
"Kalau begitu begini saja, Nak,Berilah kesempatan untuk Yusuf agar bisa mengambil hatimu selama satu bulan,Jika kalian merasa cocok,maka Alhamdulillah, silahkan teruskan,jika tidak pun tidak apa apa,kalian masih bisa berteman bukan,nantinya keputusan ada di tangan kalian masing-masing,Bagaimana?!"Kata Pak Ustadz berusaha bijaksana.
Ayya terdiam,ia melirik ke arah Pangeran Fath yang memandangnya dengan tatapan sendu.
Ia pun melirik ke arah ibunya yang mengangguk kan kepalanya tanda Ayya harus menyetujui usulan Suami umi kulsum yang tak lain adalah guru nya di pesantren.
"Baiklah,hanya satu bulan ibu, setelah itu berilah kesempatan Ayya untuk menentukan kebahagiaan Ayya sendiri!"Jawab Ayya tegas kepada ibunya.
"Lalu bagaimana denganku Ayya?!"Pangeran Fath bertanya kepada Ayya seperti putus pengharapan.
"Maaf Yang Mulia!!Aku tak bisa bahagia sendiri tanpa restu dari ibuku,ada waktu satu bulan untukmu agar bisa meyakinkan Ibuku,,maaf!!"Kata Ayya sambil berdiri membungkuk ke arah semuanya lalu ia berlari keluar,ia ingin menyendiri.
"Ayya ,tunggu!!"Teriak kedua pria yang sedang memperebutkan Ayya itu,mereka berdua berniat mengejar Ayya,namun dicegah oleh pak Ustadz,
"Beri waktu dulu dia untuk sendiri,,!"Kata pak ustadz.
Diluar mereka berpapasan dan saling menatap tajam.
"Mundurlah jika tak ingin Cahaya terluka!"
Kata Yusuf dengan tatapan yang tajam.
"Aku adalah kebahagiaan Ayya!!Aku tidak akan pernah mundur apapun yang terjadi!"Jawab Pangeran Fath tak mau kalah.
Mereka saling berhadapan dan membuat Umi kulsum dan suaminya tertawa cekikikan.
"Suf,,!!Sudah waktunya shalat Magrib!!"Teriak Pak ustadz,ia khawatir mereka saling adu jotos.
Pangeran Fath dan Yusuf pun sama sama pergi ke mesjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.
Dengan bangga Yusuf memamerkan kebolehan nya menjadi imam mesjid,dia ingin menunjukkan bahwa dialah yang lebih pantas menjadi imam bagi Ayya.
***
Ayya tak menepis rasa lelahnya.
Ia mengambil peralatan camping nya dan bersiap naik gunung malam itu juga,ia butuh refreshing saat ini.
__ADS_1
Bukan ingin lari dari masalah,ia hanya butuh waktu untuk mencerna semuanya.
Ia sedang bergelayut di atas ayunan menikmati suasana malam di atas gunung seorang diri.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Baru saja ia hendak memejamkan matanya,tiba tiba Ayunannya terasa cepat berayun kesana kemari seperti ada yang menggerak gerak kan.
Sontak Ayya terbangun, ternyata Pangeran Fath sudah berdiri tepat dihadapan nya membuat Ayya terkejut bukan main.
"Astagfirullah!!Ku pikir hantu,Bagaimana kamu tau aku ada disini?!"Kata Ayya sambil duduk.
"Kemana pun kamu pergi,aku pasti akan menemukan mu Ayya, karena kamu adalah belahan jiwaku,separuh nafasku!"Kata Pangeran Fath sambil memandang Ayya penuh kerinduan.
Ayya mendelik mendengar gombalan Pangeran nya itu, meskipun hatinya terasa berbunga bunga,bibirnya mengulas senyum yang disembunyikan.
"Dia pria baik Ayya,Sholeh dan tampan, meskipun aku tetap yang paling tampan!"Katanya lagi,ia membicarakan Yusuf, terlihat guratan kekhawatiran diwajahnya.
"Kurasa sainganku kali ini sangat berat, apalagi Ibumu sangat menyukai nya!"
"Apa kamu ingin menyerah?"Tanya Ayya sambil berbalik memandang nya.
Dia menggeleng kan kepalanya,
"Sampai Tuhan yang mengatakan berhenti,aku tak akan lelah menunggu restu dari Ibumu,akan ku tunjukan bahwa akulah satu satu nya kebahagiaan putrinya."Jawab nya bersungguh sungguh.
"Kamu pasti lapar, makanlah!!Aku membawa persediaan makanan,,,Tom!!kemarilah, apa kau ingin sosis panggang!!?"Teriak Ayya sambil melambaikan tangan nya ke arah Tom,ia mengeluarkan beberapa makanan instan, sosis untuk di panggang,dan beberapa makanan dan minuman ringan.
Tom terlihat mendekat,dari tadi perutnya terasa keroncongan.
Mereka bercengkrama bersama,untuk sejenak Ayya dan Pangeran Fath lupa bahwa perjuangan mereka masih panjang untuk bisa menyatukan kembali cinta mereka dan kebahagiaan yang tertunda.
Di Pesantren,Yusuf terlihat gelisah,ia belum sempat melihat wajah Ayya,tapi pesonanya sudah terlanjur membuat ia ingin segera memiliki perempuan mungil itu.
Sesekali ia tersenyum sendiri,meskipun Pria dari Arab itu sangat tampan dan kaya raya,tapi dia sudah lebih dulu mampu mengambil hati ibunya Ayya,dan kata kakaknya,Ayya sangat patuh kepada Ibu nya itu.
Yusuf pun bertekad akan mengambil hati Ayya dan mengisi hari harinya kelak bersama perempuan misterius yang membuat nya sangat penasaran itu.
ππππππ
***Semangati aQ terus yaaπππJangan lupa tinggalkan jejak,Like,vote And ditunggu comenan nya yang ciamikβ¨β¨
Biasanya Author semangat nulis nya nunggu comen comen kalian rame duyu ,Suyang Suyang author please bantu aQ ngencerin otak yaaππ*Q
Pangeran FathQππ
__ADS_1
Ayya tanpa cadar π