
Menjelang malam Menteri pertahanan menurunkan Ayya di rumah sakit.
Ayya tidak banyak bertanya kenapa dia dibawa ke rumah sakit ini.Ia hanya berpikir mungkin dia akan dirawat.
Namun Ayya malah dibawa ke sebuah ruang rawat inap VIP dan Ayya sangat terkejut dengan sosok yang sedang terbaring di atas kasur rumah sakit.
Ayya berdiri didekat orang yang Terbaring itu, kemudian ia memandang Tuan Menteri pertahanan sebagai tanda ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Namun Tuan menteri pertahanan malah menangis.Tiba tiba ia bersimpuh dikaki Ayya.
"Tolong lah aku nona!!aku mohon buat lah Pangeran Fath menikahi Puteri ku segera!hanya itu keinginan terakhir nya,mungkin umurnya hanya tinggal beberapa bulan lagi!!hu hu hu!"kata nya sambil berlutut dibawah kaki Ayya.
"Tuan tolong jangan begini!bangunlah,,saya berjanji akan membantu mewujudkan keinginan Puteri Liana!"
kata Ayya sambil membangun kan Tuan Menteri pertahanan agar berdiri lagi.
"Sebenarnya apa yang terjadi Tuan,tadi pagi saya melihat putri masih baik baik saja!"Kata Ayya keheranan.
"Dia shock mendengar Pangeran Fath akan membatalkan pernikahan nya,ia sudah lama mengidap penyakit Leukimia,ia tidak boleh stres dan harus bahagia terus, kata dokter umurnya tidak akan lama lagi, jadi aku berharap bisa mewujudkan keinginan nya.Hanya kamu lah harapan ku Nona Ayya,aku tau Pangeran Fath hanya mencintai mu,tapi tolong beri kesempatan putri ku untuk bahagia sekali saja!tolong bujuk lah dia,aku tau kau orang baik!"
"Tanpa Anda memohon pun saya akan membujuk nya untuk melanjutkan pernikahan itu,saya tau itu yang terbaik,jadi katakan pada Tuan putri jika ia terbangun,agar dia tidak usah khawatir, pernikahan itu akan tetap terjadi apapun yang terjadi."kata Ayya penuh keyakinan.
"Sungguh?! terimakasih Tuhan!"katanya sambil menengadah kan kedua tangannya.
"Nona sebaiknya obati dulu luka luka anda!maaf kan saya karena malah langsung membawa anda kesini!silahkan ikuti suster ini,dia akan merawat lukanya!"
"Baik terimakasih!"jawab Ayya.
Setelah Ayya keluar, putri Liana terbangun lalu ia duduk.
"Bagaimana sayang,ide papah hebat kan?!"Kata Menteri pertahanan kepada putri nya.
Putri Liana malah memeluk papahnya,
"Makasih pah, papah udah bantuin Liana untuk mendapatkan Fath, papah benar benar hebat pokoknya!"
"Hahaha ternyata dia tidak sepintar yang aku kira! kita hanya tinggal memanfaatkan keluguan nya!"
tiba tiba ponsel milik Tuan Menteri berbunyi.
Pangeran fath memanggi.
"Kemana kau bawa Ayya?!"Pangeran Fath marah luar biasa.
"Maafkan kelancangan saya Yang Mulia!Saya menemukan nona Ayya terluka parah dan tanpa meminta izin darimu saya bawa dia langsung ke rumah sakit!"
"Kenapa kau tidak memberitahu ku!"
"Saya panik Yang Mulia,Nona Ayya sekarang sedang dirawat disini!"
Pangeran fath pun menutup panggilan ya dengan kesal.Ia pun segera menuju rumah sakit.
Sesampainya disana ia segera menuju ruangan dimana Ayya sedang dirawat.
Terlihat ia tengah duduk diatas kasur dengan beberapa tubuhnya nya yang di balut kain kassa.
__ADS_1
Pangeran fath segera menghambur memeluk pelayan kesayangan nya itu.
"Maaf!!selalu membuatmu dalam bahaya!"kata Pangeran lirih.
"Aku tidak apa apa!maaf sudah membuat mu khawatir.bagaima dengan pria Rusia itu?"Ayya balik bertanya.
"Dia sudah dibawa oleh interpol!"
"jadi dia selamat?!"
"Ya,meskipun kondisi nya mengenaskan.berkat kamu buronan interpol kelas kakap,aku yakin kamu akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah!"
"Sungguh?apa darimu juga akan mendapatkan hadiah?"tanya nya manja sambil menggelayuti leher Tuannya sekaligus suami nya itu.
"Kau mau hadiah?!"tanya Pangeran Fath heran,Ayya tak pernah sekali pun meminta apa apa darinya selama ini.
"Hemm,kau yakin akan mengabulkan nya?"Tanya Ayya meyakinkan.
"Anything!"kata Pangeran sambil tak berhenti mengecup ngecup bagian wajah Ayya.
"Emm,apa yah,?"Kata Ayya sambil menaikkan bola mata nya keatas tanda berpikir.
Pangeran fath malah memandang nya dengan gemas.
"Emas? permata?mobil?rumah?"Tanya sang pangeran memberi saran.
Ayya menggelengkan kepalanya.
"Kamu tau aku tak begitu tertarik dengan kemewahan seperti itu!"kata Ayya.
"Jangan batalkan pernikahan mu dengan putri Liana!"
Wajah Pangeran fath tiba tiba berubah,ia melepaskan pelukannya dari tubuh Ayya.
"Apa apa an ini!?kau berkonspirasi untuk melawanku sejak kapan kau menjadi penghianat?!"kata nya sambil berdiri dan menatap tajam kearah Ayya.
"Apa maksudmu berkhianat?"tanya Ayya heran.Tuannya sudah salah paham.
"Apa sekarang kau sudah bersekutu dengan ibu suri untuk terus mengaturku?kau adalah pelayan pribadiku seharusnya kau selalu mendukung apapun keputusan ku!Aku tidak ingin membahas ini!lupakan saja,ayo kita pulang!"kata Pangeran Fath setengah berteriak sambil menuju pintu keluar.
"Tunggu Pangeran!Baiklah!!ikuti aku sekarang!aku akan menunjukan mu sesuatu!"Kata Ayya sambil keluar dari ruang rawat dan menuju kamar rawat Putri Liana.
Karena tau Pangeran fath akan datang, Putri Liana dan Ayahnya yang sudah menipu Ayya untuk berpura pura sakit, mereka sudah mempersiapkan diri dengan kebohongan mereka.
Ayya masuk ke kamar rawat Putri Liana diikuti Pangeran Fath,Tom hanya menunggu di luar pintu.
Mereka disambut oleh Ayahnya putri Liana.
"Putri Liana sakit leukemia Yang Mulia, dokter bilang umurnya tidak akan lama lagi."Kata Ayya menjelaskan tanpa Pangeran bertanya.
"Dokter bukan Tuhan Ayya."kata Pangeran Fath datar.
"Aku tau,apa kau tidak punya hati?"kata Ayya.
"Apa hubungannya dengan ku!aku akan pulang sekarang!"Pangeran sedikit pun tidak tersentuh rupanya.
__ADS_1
"Aku berhenti bekerja padamu kalau begitu!"Ancam Ayya.
"Kau tak akan pergi kemanapun!aku tau itu!"balas Pangeran Fath,ia yakin Ayya hanya menggertak.
"Aku tidak mau hidup dengan pria egois seperti mu!kau tau aku mampu melakukan apapun!kau sudah berjanji akan mengabulkan permintaan an ku tadi,kau harus menepati janji mu Yang Mulia!"
Pangeran fath memandang Ayya keheranan, sepertinya Ayya serius dengan ucapan nya.
"Saya mohon Yang Mulia, tolong aku kali saja!"Tambah Menteri pertahanan,ia memasang muka memelas.
"Kau tau betul perasaan ku!aku tak bisa membahagiakan putri mu!"Kata Pangeran Fath masih bersikukuh.
"Aku hanya ingin melihat Nya bahagia meskipun haya sebentar,dan kau lah kebahagiaan nya Yang Mulia! buatlah dia bahagian a diakhir hayatnya!Aku mohon!"Menteri pertahanan belum menyerah.
Pangeran fath malah melihat ke arah Ayya.
Ayya meraih tangan Pangeran Fath,
"Lakukanlah demi aku Yang Mulia!"kata Ayya dengan sorot mata harapan.Sorot mata yang selalu Pangeran sukai sejak pertama kali melihat Ayya,ia tak mampu menolak apapun perkataan istri kesayangan nya itu jika mengeluarkan jurus mata nya yang sendu menyejukan.
"Terserah kau saja!"kata nya sambil keluar dari ruangan itu.
"Terimakasih Nona?Aku sangat berhutang padamu!"kata Menteri pertahanan kepada Ayya.
Ayya hanya mengangguk lalu mengikuti Pangeran nya yang pergi ke luar menuju mobilnya.
Sepanjang perjalanan menuju istana Pangeran Fath dan Ayya hanya saling diam.Mereka sama sama larut dengan pikiran mereka.
Pangeran fath tidak habis pikir dengan Ayya yang sampai berani mengancam akan meninggalkan kan nya demi menuiruhnya untuk menikah lagi dengan putri bangsawan.
Sedangkan Ayya bukan nya ia tak cembur atau sakit hati,tapi ia tak ingin egois.
"Apa kamu marah Pangeran?"kata Ayya sambil melirik ke arah Pangeran nya ya g sedang asyik melihat ke arah luar lewat jendela mobil.
"Apa kau tidak mencintai ku?"Pangeran malah balik bertanya.
"bukan cinta namanya jika masih egois!"jawab Ayya.
"Tapi kau tidak cemburuan sama sekali,aku takut jika kau tidak mencintai ku!
"Kenapa harus cemburu,aku tau kamu hanya mencintai ku bukan,kamu adalah milikku seutuhnya,dan meskipun hanya seorang selir,tapi aku yang akan mendampingi mu kemana pun,iya kan?!"
Fath meraih tangan Ayay lalu menciuminya.
"Terkadang aku tak suka sifat mu yang terlalu baik, Sayang!kau mudah dimanfaatkan orang.
"Jadi kamu akan tetap menikahi putri Liana!?"
"Bukankah aku harus mengabulkan permintaan mu?"
Ayya mengangukan kepalanya senang.
"Tapi ada syaratnya!"
"Syarat apa?"
__ADS_1
"Aku ingin dengar kau mengatakan cinta kepada ku!"