Cahaya Dari Asia

Cahaya Dari Asia
Romanticism in Bali


__ADS_3

"Bugh!!"Pukulan Pangeran Fath mendarat diwajah Ricko yang tampan.Ricko memegang ujung bibirnya yang berdarah,dari hidung nya pun mengeluarkan darah segar.


Ricko bangkit dan berniat membalas,namun,,,"bugh!!"


kembali Pangeran Fath melayangkan tinjunya.


"Berani nya kau menyentuh dia!!"


Kata Pangeran Fath sambil mencoba untuk menyerang Ricko kembali,namun Ayya segera mencegahnya.


"Ya ampun!!Yang Mulia hentikan!!


apa yang Anda lakukan disini??"


"Kau bertanya apa yang kau lakukan ku disini?tentu saja aku mencarimu,Tiga hari aku mencarimu kesana kemari kau malah bermesraan dengan pria lain?!apa kau lupa status mu sekarang ,,hah!!kau sengaja mau kabur dariku Cahaya??!!"


Kata Pangeran Fath dengan menggunakan bahasa Inggris sehingga orang orang yang menyaksikan adegan mereka tak mengerti apa yang sebenarnya yang mereka ributkan.


"Saya tidak kabur yang mulia,,apa anda lupa anda telah memberi saya cuti?"jawab Ayya.


"Lalu kenapa kau pergi tanpa minta izin dariku!!"


Ayya tertunduk ia mengaku bersalah.


"maaf,,,!"ucapnya dengan lirih


"Aku sudah berkali kali bilang jangan pernah menghilang dari pandangan ku tanpa izin ku Ayya!!"


"Aku hanya ingin memberi ruang untuk kalian Yang Mulia!"jawab Ayya lagi.


"Kalian siapa maksud mu??apa dia punya selingkuhan Ayy!!katakan padaku atau aku akan membuatnya menyesal karena sudah menyia nyiakan dirimu!!"sela Ricko.


"Kau jangan ikut campur kalau tidak tau masalahnya,pergi dari sini atau aku hancurkan hidup mu!!"Timpal Pangeran Fath,mereka terlihat bersitegang dan saling menatap tajam.


"Stop!! please!!jika kalian terus begini,aku yang akan pergi dan tak akan pernah muncul dihadapan kalian lagi!!"Teriak Ayya sambil beranjak pergi.


"Ayy,,tunggu Ayya!!"seru Ricko sambil menarik tangan Ayya.


"Lepaskan tangan mu darinya,atau kupotong tangan mu itu!"teriak Pangeran Fath kepada Ricko.


Ayya menangis histeris,ia frustasi melihat kelakuan 2:pria dihadapan nya,ia malu menjadi tontonan warga dikampung nya itu,mereka terlihat berbisik bertanya tanya siapa nya Ayya mereka itu sebenarnya.


Melihat Ayya menangis seperti itu pangeran Fath akhirnya bersikap tenang dan mencoba menenangkan Ayya.


"Oke Ayya,maafkan aku, please!! berhentilah menangis,kalau kau ingin aku pergi aku pergi sekarang,oke?! tapi tolong jangan seperti ini,aku tak bisa melihatmu menangis seperti ini!"kata Pangeran Fath.


Ayya pun menghentikan tangisan nya dan memandang Pangeran Fath.


Lalu ia berbalik menghadap Ricko,


"Kak Ricko maaf kan Ayya ya ,dan Terimakasih atas bantuan kakak selama ini ,,Ayya pergi dulu sekarang ya?!"


Kata Ayya sambil beranjak meninggalkan Ricko dan Pangeran Fath.

__ADS_1


Pangeran Fath tersenyum penuh kemenangan dan segera mengikuti langkah pelayan kesayangan nya itu.


Sedangkan Ricko hanya diam saja dan memandangi punggung Ayya yang meninggalkan nya,Ayya menuju ke dalam pesantren,ia berniat akan berpamitan kepada guru dan teman teman nya juga Bu Ida yang terpaku melihat kejadian itu.


"Ayya pamit ya ummi,Doa kan Ayya selalu ya,Pa ustadz Ayya ada rezeki sedikit silahkan gunakan untuk kepentingan Agama."kata Ayya sambil mencium tangan umi kulsum dan menyodorkan amplop tebal kepada Gurunya itu.


"Semoga kamu senantiasa ada dalam lindungan Allah nak,pintu pondok kami selalu Terbuka untukmu,jaga dirimu baik baik ya?!"Kata Umi kulsum melepas kepergian Ayya.


Mereka semua menangisi kepergian Ayya.


Tak lupa Ayya memberi santunan kepada warga dikampung nya.


Melihat tindakan Ayya, Pangeran memerintahkan Tom untuk ikut menggelontorkan dananya.


*******


Ayya pun pergi bersama pangeran Fath.


"Jika kau ingin tetap disini selama liburan kita,aku tak keberatan!"


Kata Pangeran Fath.


"Saya pun belum pernah ke Bali,kapan lagi kalau tak sekarang!"jawab Ayya.


"Baiklah ayo kita senang senang Disana dan jangan hiraukan yang lainnya,oke?!"


Ayya pun mengangguk.Mereka kembali terbang ke Bali tapi ke tempat terpisah dari putri Liana, putri Zarra dan Pangeran Rasyid.


"Kenapa kita tak bergabung bersama mereka?"tanya Ayya.


"Aku lelah jika harus terus mengejar mu Ayya,kau pasti akan lebih mementingkan Liana daripada dirimu sendiri dan perasaanku."jawab Pangeran Fath merengek seperti memohon agar Ayya tidak protes.


Ayya tertawa renyah,manis sekali,membuat Pangeran Fath greget ingin memakan nya.


"Tapi kita jalan jalan nya dibayarin Ayahnya Putri Liana,kita malah ninggalin dia,gimana sih!!"Kata Ayya mulai protes.


"Bodo amat!!aku bisa mengganti kerugian dia berlipat lipat,,!"Kata Pangeran Fath sombong.


"Bukan masalah uang nya Yang Mulia,,pasti dia keberatan jika putri yang model cantik paling terkenal sejagat raya disia siakan oleh Orang lain, apalagi jika tau penyebabnya adalah aku,,pasti...."


"suttt,, please!!Aku bilang lupakanlah segalanya,saat ini aku hanya ingin kamu!!"


kata Pangeran Fath sambil merangkul pinggang Ayya dari belakang,mereka berdiri dibalkon sambil menikmati suasana malam di tepi lautan.


"Please jangan menolak ku Ayya,,tetap lah seperti ini!"


Ayya yang tadinya ingin menghindar,akhirnya menyerah, untuk kali ini dia pun ingin egois.


"Aku ingin bertanya sesuatu?"


kata Pangeran Fath sambil berbisik.


"Hemm,,apa?"jawab Ayya pelan.

__ADS_1


",Memangnya kenapa Kalau kita saling mencintai,apa itu salah?!"


Ayya diam tak menjawab,ia memang tak punya jawaban.


"Apa yang akan membuatmu percaya jika aku benar benar mencintaimu!?"


Ayya melepaskan diri dari pelukan sang pangeran,lalu ia membalikkan badannya dan membuat jarak.


Ayya memandang pria dihadapan nya,seorang pria dari negeri dongeng.


"Saya tidak tahu yang mulia,,"


"Kata kan dengan jujur kepadaku Ayya,apa kau mencintaiku?"


Ayya malah menundukan wajahnya, ia sungguh tak ingin menjawab pertanyaan semacam itu.


"Heii, lihatlah aku,Ayya!!dan jawablah pertanyaan ku!"kata pangeran Fath sambil mengangkat dagu Ayya lembut.kini jarak wajah mereka sangat dekat.


Pangeran mengecup bibir Ayya,manis sekali rasanya.Rasa lelah akibat kekacauan selama ini rasanya hilang seketika.Ia tak ingin Ayya lepas lagi kali ini.


Mereka saling memagut satu sama lain.


Pangeran melepaskan ciuman nya, lalu memandang Ayya dibawah sinar rembulan,begitu bercahaya,wajah yang selalu ia rindukan,namun begitu mahal bahkan hanya sekedar ingin memandanginya lebih dalam.


Ia hanya ingin,malam ini jangan pernah berakhir.


..."I Love you ,my little servant!!"...


Bisik Pangeran Fath begitu hangat menjalar ke seluruh tubuh Cahaya.


Ia tak kuasa lagi menahan gejolak rasa yang sama, bibirnya pun terucap tanpa ia mampu mengontrolnya.


..."I love you too, my naughty prince!"...


Jawaban Ayya begitu melambungkan angan sang pangeran.


Kata kata termahal yang selalu ia ingin dengar,bukan dari seorang Tuan putri seorang Bangsawan,namun dari pelayan kecilnya yang dengan kurang ajar mampu membuat perasaan nya membuncah tak karuan.


Entahlah,saat ini mereka tak peduli lagi apa yang akan terjadi esok.


Sebenarnya tidak ada yang salah tentang Cinta.


Tidak ada yang salah jika dua insan berbeda kasta memiliki rasa yang sama.


Saat ini mereka hanya ingin menikmati Rasa yang sama sama ada,


Meskipun Ayya sadar dia sudah tenggelam dalam mimpi nya, biarlah!! meski saat bangun kenyataan akan kembali ke tempat semula,, biarkan lah!!


Pangeran Menarik tangan Ayya untuk masuk ke dalam kamarnya yang memang terletak dekat balkon yang langsung menghadap ke laut lepas.


Ayya tak dapat berontak kali ini,hatinya pun menginginkan mengikuti nalurinya.


Sepasang mata yang menangkap aksi romantisme itu pun tak berani mengganggu mereka kali ini,padahal ada hal penting yang ingin ia laporkan,tapi biarkanlah mereka tetap seperti itu,ia pun ikut lelah saat Ayya hilang dari pandangan Tuan nya,Tom pun akhirnya memilih tidur untuk sekedar melepaskan kepenatan nya akhir akhir ini.

__ADS_1


__ADS_2