CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 10-Mimpi Yasmine


__ADS_3

Saat Yasmine sedang fokus dengan laptop nya dan mengecek kembali map yang berisikan perjanjian antar perusahaan dan keuangan yang dibahas besok.


Namun tiba-tiba fokusnya menjadi kacau saat sesuatu mengagetkannya, saat dimana tengkuknya ada yang meniupnya secara halus hingga menyebabkan Yasmine sedikit merinding.


"Sky sayang" Panggil Raditya yang berada ditelinga Yasmine.


Nafas Yasmine dibuat naik turun"Rr-raditya, aa-apa yang K-kau lakukan" Ucap Yasmine dengan takut, badannya seakan membeku dan tidak bisa melakukan apapun.


Raditya tersenyum licik, kemudian satu tangannya yang jahil itu mengusap lembut tengkuk milik Yasmine, hingga menyebabkan pemiliknya dibuat menutup mata.


"Sayang, aku merindukanmu" Ucap Raditya dengan suara yang serak, kemudian memeluk Yasmine dari belakang, dan mencium leher jenjang milik Yasmine hingga menyebabkan pemilik leher itu mengerang dan menciptakan warna yang pink disitu.


"Apa kau mau melakukannya"


Yasmine membuka matanya dan menatap Raditya, jujur saja ia menikmati sentuhan yang Raditya berikan, sentuhannya masih sama seperti yang dahulu waktu pertama dan terakhir kali Raditya menciumi nya, dan rasanya enak. Yasmine kemudian mengangguk "Emm"


Raditya tersenyum senang, tanpa menunggu lama, ia segera menggendong Yasmine menuju kamar pribadinya.


Yasmine memandang Raditya tanpa berkedip, sungguh sempurna cintaan tuhan, orang yang pernah menjadi miliknya dulu itu.


Raditya pun sama, ia mengelus kepala Yasmine dengan sayang, posisi mereka saat ini benar-benar intim, Yasmine yang berada dibawah kekangan Raditya sementara Raditya berada diatas tubuh Yasmine.


Lama memandang, kemudian Raditya mulai mendekatkan wajahnya pada Yasmine, memulai ciuman panas dengan sang mantan yang dirindukannya itu.


Beberapa menit kemudian


"Ah" Desah Yasmine saat barang pusaka milik Raditya memasuki miliknya."Radit pelan, ini sakit" Erang Yasmine yang malah dipercepat temponya oleh Raditya.


"ini nikmat sayang.."


Bruk!


"Astaga!" Yasmine mengusap pantatnya yang terasa sakit dan nyeri karena terjatuh dari kursinya "Shhh, astaga ternyata mimpi, Yasmine kenapa mimpimu bisa se-jorok itu???" Tanya Yasmine pada dirinya sendiri, kemudian ia berdiri dan melihat sekitarnya dimana Raditya sudah ada ditempat kebesarannya.

__ADS_1


Raditya melirik Yasmine"Apa kau ingin dipecat? Ini hari pertamamu bekerja tapi kau berani memancing emosikku! Bukannya bekerja malah enak tidur?!"


Yasmine kemudian menundukkan kepalanya "M-maaf tuan, saya bersalah, saya berjanji tidak akan mengulanginya"


"Aku pegang janjimu, sekarang ambil semua map dimejaku ini, kerjakan semuanya, giliran aku yang akan tidur dikamar" Perintah Raditya tanpa rasa bersalah, lalu kemudian ia segera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar pribadinya yang ia buat khusus agar bisa leluasa tidur disaat jam kerja, dan kadang juga jika Raditya malas pulang kerumah ia akan tidur dikamar pribadinya ini.


Yasmine melototkan matanya "Apa?!! Mana bis~ ah shapp tuan, shapp!" Ucap Yasmine saat melihat Raditya menatapnya dengan tajam.


Saat melihat Raditya sudah tidak ada dipandangan matanya, Yasmine kemudian duduk di kursinya, menjambak rambutnya dengan frustasi "Arghhh!!"


Beberapa saat ia terdiam, lalu kemudian Yasmine memegang roknya"Astaga, apa CD ku basah?" Gumam Yasmine yang merasa tidak nyaman dengan CD yang ia gunakan.


"Sial sekali nasibku dihari pertama kerja ini, dan lagi. Arghhh....astaga Yasmine bisa-bisanya kau mimpi seperti itu?" Yasmine segera berdiri dan berjalan menuju meja kebesaran milik Raditya untuk mengambil semua berkas yang harus ia kerjakan semuanya.


"Bos macam apa dia? Kenapa harus semua aku? Seperti tidak ada beban" gerutu Yasmine saat mengambil semua map yang ada dimeja."memang arrogant sekali"


Bruk!


Yasmine duduk di kursinya dengan kesal, tanpa menunggu lama ia segera mengerjakannya, mengecek semua data dan penghasilan, untuk saja ia diberi otak yang cerdas jadi tidak pusing dengan semuanya.


Yasmine melirik siapa yang membuka pintu itu"Siapa dia?" gumam Yasmine saat melihat ada seorang anak kecil yang sepertinya sedang memasang wajah marah.


"AYAHHHHH!!!!!!" Teriak Abi yang membuat ruangan itu menggema hingga Yasmine menutup kedua telinganya dengan tangan.


Mata Abi mengamati sekeliling ruangan sang ayah dan kemudian tertuju pada satu wanita, Abi berjalan mendekati Yasmine"Dimana ayah!" teriak Abi dengan kesal pada Yasmine.


Yasmine menatap sekeliling, kemudian menunjuk dirinya sendiri"Kau bertanya padaku?"


Abi melipat kedua tangannya"Wanita bodoh! Tentu saja, memang ada orang selain dirimu?" Ucap Abi dengan angkuhnya, dan sifatnya yang seperti itu pada orang yang tak ia kenal itu karena menurun dari Raditya.


Yasmine terbengong mendengar apa yang bocah kecil itu katakan"Astaga, kau mengataiku bodoh?! Berani sekali bocah kecil yang tingginya kurang dari satu meter" Yasmine kemudian berdiri dan mendekati anak yang tidak ia kenal, yang tingginya hanya sepinggang nya.


Abi mendongakkan wajahnya"Dimana ayah?" Tanya Abi dengan ketus.

__ADS_1


Yasmine menatap heran pada anak kecil didepannya"Mana ku tahu, kau fikir aku ini ibunya?"


"Apa kau adalah selingkuhan ayahku?" Tanya Abi yang menunduk Yasmine.


Yasmine melototkan matanya "Hey, dijaga anak kecil omonganmu-"


"Ayah hanya milik bunda! Jangan coba-coba merebut ayahku!" Ancam Abi, kemudian kakinya ia langkahkan menuju meja kerja sang ayah, menaiki kursi kebesarannya.


Yasmine yang melihat anak kecil itu menaiki kursi pun sedikit cemas dan menduga-duga apa yang akan dilakukan bocah itu"Hey apa yang mau kau lakukan? Apa! Hey jangan!!" Teriak Yasmine saat melihat anak itu yang melempar semua barang yang ada dimeja.


Bruk!


Bruk!


Bruk!


"AYAH!!!!" Teriak Abi sembari terus melempar barang milik ayahnya.


Yasmine pun mencoba untuk menghentikan semuanya dengan memegangi tangan Abi"Hey plise jangan diacak-acak" Ucap Yasmine dengan memohon.


Abi kemudian melempar map tebal itu ke wajah Yasmine.


Bruk!


"Astaga!" Yasmine pun segera memundurkan tubuhnya karena wajahnya sedikit sakit."Apa dia anak Raditya?" Gumam Yasmine.


"Hey anak kecil!"


Abi tidak menghiraukan panggilan dari Yasmine dan terus melempar semua barang yang ada dimeja disertai teriakan yang memanggil nama ayahnya.


"Baiklah aku akan memanggil ayahmu, apa kau anak dari tuan Raditya?"


Abi kemudian menghentakkan aktivitasnya ia kemudian duduk di kursi ayahnya dengan satu kaki ia silangkan tangannya ia lipat"Ya, cepat panggil ayah"

__ADS_1


"Ternyata benar, tidak ayahnya tidak anaknya memang sama-sama arrogant, menyusahkan dan menyebalkan! Huftt..."


__ADS_2