CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 23-Pusing


__ADS_3

Yasmine melirik Raditya sembari tangannya juga mengetik di keyboard laptop, sebenarnya Yasmine ini punya kekuatan rahasia yang mungkin tidak orang ketahui. Yak, benar sekali... Yasmine bisa mengetik di keyboard tanpa melihat.


"Apa semalam itu benar darinya?" Gumam Yasmine yang memang sedari tadi ia memikirkan itu, tidak ada lagi manusia yang ia kenal di negara ini yang berinisial huruf R, kecuali Robert. Namun, menurutnya tidak mungkin pria itu, secara merek baju itu mahal dari yang termahal dikota ini.


Ah sudahlah memikirkan itu membuat otak dan pikirannya jadi tidak karuan.


Waktu istirahat telah tiba, itu artinya semua karyawan berbondong-bondong menuju restoran yang berada disalah satu lantai.


Yasmine pergi dengan tergesa gesa setelah ia melakukan sesuatu untuk keluar dari ruangan boss arrogant nya itu"Ah akhirnya" Ucap Yasmine dengan lega setelah memasuki lift, dengan segera ia memencet tombolnya.


Sementara itu didalam ruangan...


"Bagaimana apakah rambutku sudah ra-" Ucap Raditya terhenti ketika melihat ruangannya sudah kosong.


Raditya menendang udara"Sial! Berani sekali dia kabur, awas saj-"


Drttt!! Drttt!


Dengan segera Raditya mengangkat telepon tersebut "Mom, Ada apa?,"


"Maksud mu apa Radit, kau menggugat cerai Kelly?!" Bentak Fillia. berita itu baru saja ia peroleh dari penjaga Mension yang sudah diperintahkan olehnya untuk selalu mengawasi apa yang terjadi di Mension selama ia tidak ada. Namun, betapa terkejutnya dia setelah mendengar berita itu, ia fikir Raditya menyuruhnya keluar dari Mension bersama Abi agar nanti pulang hubungan mereka menjadi lebih baik, namun nyatanya ia salah besar.

__ADS_1


Raditya menghela nafasnya"Stop ikut campur rumah tanggaku mom, aku sedari dulu ingin sekali bercerai dengan wanita itu"


"Tidak bisa!" Ucap Fillia."Apa kau tidak memikirkan bagaimana nasib Abi?"


"Aku sudah memikirkannya, sebentar lagi ia akan memiliki seorang ibu pengganti yang jauh lebih baik dan pantas untuk menjadi seorang ibu sungguhan " Jawab Raditya, dengan segera ia mematikan teleponnya.


"Apa? Siapa, jangan membuat mom marah Raditya! Raditya.." panggilan Fillia saat ia sudah tidak mendengar suara lagi diponselnya."Anak kurang ajar, aku akan mencari tau perempuan mana yang akan Raditya nikahi, jangan sampai cucuku akan memiliki ibu sambung yang jahat" dengan segera Fillia menelpon anak buahnya yang berada di negara J. Ingin rasanya ia pulang dan menampar wajah anaknya, namun karena akhir-akhir ini cuaca sedang buruk maka bandara pun tutup.


.


.


.


.


"Sama, mana acaranya nanti malam. Masa ia cuman pake BH" Ucap Niluh dengan pasrah mau memakai apa karena ia tidak punya gaun berwarna merah."Lagian, kenapa enggak warna hijau aja sih"


Liona yang mendengar itu segera menonyor kepala Niluh"Kalau diculik NYI loro kidul gimana? Atau enggak badarawuhi atau siapa yah yang di KKN didesa penari"


"Yas, kamu enggak pusing nih? Acaranya nanti malem lho" Tanya Vivi yang sedari tadi memperhatikan Yasmine yang malah santuy makan, harusnya ikut pusing seperti dirinya dan juga Niluh.

__ADS_1


Yasmine menggeleng"Enggak, udah ada bajunya di apartemen" Jawab Yasmine sembari memakan steak daging kelinci.


"Gak asik kamu Yas, temennya lagi pusing enggak ikutan pusing" Timpal Niluh yang masih mengusap keningnya akibat tonyoran dari Liona.


"Eh, ngemeng-ngemeng inces kemana? Biasanya dia yang paling dulu ke resto, kok belum muncul batang hidungnya" Ucap Vivi dengan bingung, karena ia rindu dengan curhatan Robert tentang setiap pekerjaan yang baru saja dilakukan.


"Dia kan manager keuangan bagian bawah, jadi mungkin karena akhir bulan mangkanya sedikit telat" Sambung Niluh.


Beberapa menit berlalu, kini jam istirahat pun sudah selesai. Begitu pun dengan Yasmine yang sudah selesai dengan makan siangnya.


Tring!


Ponselnya membunyikan notifikasi, sebelum pergi kembali keruang kerja, Yasmine membuka notifikasi dari sebuah apk.


"Ah, yeah dapat hadiah uang lima ratus ribu...." Ucap Yasmine dengan senang, karena ia setiap bulan rajin menabung dengan jumlah yang besar hingga pihak bank memberikan Hadian sebesar lima ratus ribu rupiah.


Kemudian ia segera berjalan menuju lift untuk kembali ke ruang kerjanya.


Nit!


Namun baru saja memencet tombol lift itu, Yasmine teringat sesuatu, sebelumnya kan ia mengerjai Raditya agar bisa kabur"Astaga! Mati lah"

__ADS_1


__ADS_2