CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 18-Kangen Uttaran


__ADS_3

Ceklek!


Fillia masuk dalam kamar cucunya yang dimana Abi sedang mengerjakan tugas sekolah, saat ini Abi masih duduk di bangku TK(taman kanak-kanak).


"Sedang apa cucuku?"


Abi yang sedang mewarnai gambar yang baru saja ia buat sedikit terkejut atas kedatangan Oma"Oma?"


Fillia mendekati cucunya, ia kemudian duduk ditepi kasur, mengintip sedikit apa yang sedang dilakukan oleh cucunya"Sedang apa?"


Abi tersenyum, ia segera menunjukkan gambaran nya pada oma"Aku sedang menggambar pemandangan, bagus tidak oma?"


Fillia mengambil buku gambar milik Abi lalu mengamatinya"Bagus, oma suka dengan pemandangan hijau"


Abi mengangguk "Abi juga" ia kemudian kembali melanjutkan mewarnai gambarannya.


"Abi, oma ada kabar bagus"


"Apa oma? Biar Abi tebak, pasti opa mau pulang, iya kan?" Jawab Abi dengan bersemangat."Kapan pulang? Abi rindu dengan opa.." Tanya Abi dengan antusius.


Oma tersenyum, ia lalu mengusap kepala Abi "Tidak, bukan tentang opa. Tapi tentang ayah dan bunda"


Saat mendengar nama ayah dan bunda, Abi cemberut dan menjadi tidak bersemangat "Sudahlah, jangan membahas tentang ayah dan bunda. Sekarang mereka benar-benar sibuk, entah mereka ingat tidak pada ulang tahunku satu bulan kedepan"


"Hey, pasti ingat. Tidak mungkin cucu oma saat ulang tahun tidak ada yang mengingatnya, jika itu terjadi oma tidak akan segan-segan memarahi ayahmu dan bundamu"


"Sudahlah oma, aku malas membahas mereka. Lebih baik aku melanjutkan tugasku" Abi kemudian kembali melanjutkan mewarnai.


"Dengarkan oma baik-baik, bukankah kau mau jika ayah dan bunda berbaikan?"


Abi menggeleng, tidak mungkin pikirnya jika ayah dan ibunya berbaikan, itu benar-benar hal yang mustahil.


"Abi, jika itu benar terjadi bagaimana?"


"itu tidak mungkin oma"


"Jika ayahmu sendiri yang bilang ingin memberi kejutan pada bunda?"


Abi menghentikan aktivitas mewarnainya, kemudian menatap sang oma"Oma bohong" Elak Abi yang merasa itu tidak mungkin terjadi.


"Apa oma pernah berbohong padamu?"


Abi berfikir sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya "Tidak"

__ADS_1


"Sini mendekatlah" Fillia menepuk-nepuk kasur yang ada disampingnya, pertanda bahwa Abi harus duduk disampingnya.


Abi pun menurut pada sang oma"Kenapa?"


Fillia segera membisikkan sesuatu pada Abi "Ayah memberitahu agar membawamu pergi dari rumah untuk memberikan kejutan pada bunda"


Abi melototkan matanya, ia menahan senyumannya "Benar? Oma tidak berbohong kan?!!"


Fillia menggelengkan kepalanya "Tentu saja tidak, sekarang kita bersiap-siap, kita akan liburan ketempat opa untuk beberapa hari ini, dan setelah pulang maka Abi akan melihat jika ayah dan bunda akan berbaikan...."


Abi mengangguk dengan semangat "Ah, Abi jadi tidak sabar ingin segera pulang"


Fillia sedikit tertawa mendengar ucapan cucunya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kali ini Yasmine sedang memasak sayur SOP untuk ibunya, makanan yang ia bawa tadi Yasmine tidak memberikan nya pada ibu, karena mengandung banyak lemak dan minyak, ia takut akan membuat semakin parah getah beningnya.


Yasmine mengaduk sebentar panci berisi air dan sayuran yang sudah lima belas menit lalu ia masak, kemudian Yasmine mematikan kompornya.


Saat ini ibunya berada dikamar istirahat, karena memang dokter menganjurkan agar ibu selalu istirahat dikamar.


Yasmine kemudian menaruh sop yang sudah jadi pada mangkuk, mengambil nasinya lalu air minum, kemudian ia taruh dinampan dan berjalan menuju kamar sang ibu.


"Bu" Panggil Yasmine.


Winda yang sedang memainkan ponselnya melihat-lihat media sosial sembari berbaring pun menengok"Yas"


"Sekarang ibu makan" Ucap Yasmine yang mendekat kearah ibunya, lalu meletakkan nampan berisi makanan itu dimeja yang dekat dengan kasur.

__ADS_1


"Astaga, Yasmine. Sudah ibu bilang, kau istirahat saja, pasti lelah seharian ini berada dikantor. Biar ibu saja yang memasak"


Yasmine tersenyum "Bu, ingat tidak kata dokter! Ibu harus banyak istirahat, besok sudah waktunya cek juga ke rumah sakit. Getah bening ibu sudah semakin parah, lagipula tadi Yasmine kan pulang cepat, jadi tidak terlalu capek"


"Baiklah terserahmu saja"


"Ibu sedang apa?"


"Hanya melihat media sosial saja, melihat video Tik tok" Jawab Winda, kemudian segera mematikan ponselnya. Ponsel itu adalah pemberian dari Yasmine dua bulan yang lalu, menurut Yasmine itu sangatlah penting karena jika Yasmine ingin mengabari pulang malam atau menanyakan kabar ibu bisa gampang.


"Biar Yasmine suapi"


Winda menggeleng "Ibu masih bisa Yas"


"Tapi Yasmine memaksa"


"Terserah mu"


Yasmine tersenyum senang mendengar kepasrahan dari ibunya, ia kemudian mengambil nasi putih dan mencampurkan nya dengan sayur SOP. Ada orang bilang namanya di Koko.


Kemudian Yasmine duduk disamping ibunya dan mulai menyiapkan satu sendok nasi.


Winda menerimanya.


"Apa ibu tidak bosan dirumah?" Tanya Yasmine saat ibunya masih mengunyah makanan.


"Gimana lagi, kamu bilang istirahat. Tapi enggak terlalu bosan juga Yas semenjak ada handphone, ada hiburan"


Yasmine tersenyum mendengar jawaban sang ibu"Syukur deh, Yasmine setiap hari mikirin apa ibu di apartemen ini bosen enggak, kan enggak ada temen juga"


"Apa kau tau Yas? Akhir-akhir ini ibu merasa jengkel dengan salah satu video yang muncul di beranda tik tok ibu" Winda mengucapkan itu dengan nada yang sangat kesal.


Yasmine yang melihatnya menjadi terheran-heran"Kenapa Bu?" Tanya Yasmine sembari menyuapi sang ibu kembali, dan Winda pun memakannya.


"Kan ada katanya orang India, dia datang ke Indonesia untuk melamar pujaan hatinya. Namun ditolak Yas, ibu lihat wajahnya sungguh kasihan "


"Ditolak gimana Bu?" Tanya Yasmine yang mulai penasaran.


"Katanya ibu si perempuan udah menjodohkan anaknya dengan lelaki lain, dan bulan depan menikahnya. ibu si tidak habis fikir, padahal orang India itu kelihatan sangat tulus , dan katanya sebelumnya dia sudah transfer uang sebesar lima puluh juta lebih." Jelas Winda pada Yasmine."Yas, kok berhenti suapinnya"


Yasmine segera tersadar"Eh iya Bu maaf, soalnya penasaran ingin mendengar jadi lupa" Yasmine kemudian kembali menyuapkan makanan itu.


"Demi dewa, Yasmine prihatin Bu. Pokoknya hanya dewa yang tau akhirnya" Ujar Yasmine dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Kaya nadanya nenek tapasya di series uttaran Yas..." Sambung Winda.


"Jadi kangen sama suara tamparan sinetron India Bu yang Tarr!! Tarr!! Tar!!" Ucap Yasmine dengan lidah yang bergetar.


__ADS_2