
Yasmine berhenti, ia bingung harus ke arah mana, karena tiba-tiba ia merasa salah arah. Bodohnya dia yang tidak bertanya pada Resepsionis dimana ruang UGD. Yasmine melihat pintu sampingnya yang dimana ada tulisan dalam bahasa Inggris "Kamar mayat", ia menelan ludahnya sendiri.
"Aaaa!!!!" Teriaknya saat ada yang menepuk pundaknya.
"Suhttt!!! Jangan berisik!" Ucap Raditya yang membekap mulut Yasmine.
Yasmine mengangguk setelah mengetahui itu adalah Raditya.
"Ruang UGD berada disana, kau salah mengambil jalan" Raditya pun kembali menggandeng tangan milik Yasmine agar tidak tersesat kembali.
Ia hanya mengikuti saja.
Saat melewati resepsionis Yasmine mengalihkan pandangannya karena merasa malu dengan dirinya yang salah arah.
Sampai didepan ruang UGD sudah ada Helen Yang duduk dibangku rumah sakit, Yasmine pun melepas genggaman dan berlari menuju Helen.
"Hel, apa yang terjadi?"
__ADS_1
Dia menggelengkan kepalanya, kemudian menceritakan apa yang membuat Winda masuk rumah sakit"Tidak tahu Yas, aku baru saja selesai bekerja dan masuk dalam apartemen mu, aku memanggil ibumu namun tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya aku menyusul tante Winda kekamarnya, aku terkejut saat melihat dia sudah pingsan tengkurap dilantai, hiks...hiks..aku panik dan langsung memanggil satpam untuk membawa tante Winda kerumah sakit hiks..hiks.., a-aku tidak tau kapan tante pingsan hiks..., Maafkan aku yang lalai untuk menjaga ibumu Yas..." Helen menangis karena merasa bersalah pada Yasmine yang telah lalai dalam tanggung jawabnya untuk menjaga Tante Winda.
Dengan segera Yasmine memeluk Helen, orang yang sudah dianggapnya sebagai saudaranya itu"Jangan pernah menyalahkan dirimu...aku yakin tidak ada yang ingin ibu menjadi seperti itu hiks..hiks.."
Helen mengangguk.
Beberapa saat kemudian dokter yang menangani Winda pun keluar.
Yasmine dan Helen segera berdiri dan berjalan menuju dokter tersebut "Dok,"
"Apa anda keluarga pasien?" Tanya sang dokter pada Yasmine yang terlihat paling gelisah disini.
"Nyawa ibu anda hampir melayang, beruntung bisa membawanya tepat waktu. Terlambat lima detik saja mungkin nyawanya sudah tidak ada"
Yasmine semakin terisak dibuatnya setelah mendengar kata-kata dari dokter, ia merasa bersalah dan merasa telah menjadi anak yang durhaka pada ibunya"Ibu..maaf hiks.."
"Katakan apa yang harus kami lakukan!" Suara Raditya kini terdengar oleh orang disekitarnya, dia yang sedari tadi hanya mendengar interaksi dari ketiga orang itu pun menjadi tidak sabar mendengarkan penjelasan lebih lanjut.
__ADS_1
Dokter yang usianya sudah tidak muda lagi itu mengangguk kemudian segera menjelaskan apa yang harus dilakukan"Hanya operasi jalan satu-satunya"
Deg!
Yasmine memandangi dokter tersebut dengan mata yang masih sembab"Operasi? Apa tidak ada yang lain dok?" Tanyanya, karena uang yang Yasmine kumpulkan tiga bulan yang lalu itu belum cukup untuk biaya operasi ibu.
Dokter tersebut menggelengkan kepalanya"Tidak bisa nona, hanya itu cara satu-satunya. Kelenjar getah bening atau limfoma tidak boleh disepelekan karena bisa berdampak bahaya. Penyakit ini terjadi karena pertumbuhan sel kanker pada sistem limfatik yang merupakan bagian dari jaringan melawan kuman tubuh. Kanker kelenjar getah bening termasuk jenis kanker yang ganas yang menyerang sistem limfatik atau pertahanan tubuh."
Yasmine menunduk mendengar penjelasan dari dokter didepannya"Tap-"
"Yasmine, kenapa kau terus mengelak, dokter mengatakan itu adalah cara satu-satunya. Yaitu operasi! Segera siapkan ruang operasi nya!" perintah nya pada dokter tersebut.
Dokter tua itu pun mengangguk kemudian berjalan meninggalkan Raditya, Yasmine dan juga Helen untuk segera memberitahukan kepada tim agar menyiapkan ruang operasi sekarang"Kalau begitu saya permisi tuan, nona. Dengan segera kami siapkan operasi nya, sebelumnya mohon untuk melunasi biaya administrasi nya "
Raditya mengangguk, ia kemudian berjalan menuju bangku rumah sakit dan menduduki nya.
Yasmine dan Helen hanya berpandangan.
__ADS_1
Kemudian Yasmine menyusul Raditya untuk memproteskan sesuatu"Tuan, maksutmu apa? kau belum minta persetujuan dariku dan dengan seenaknya tiba-tiba menyuruh dokter untuk segera mengoperasikan ibu!" Protes Yasmine yang merasa tidak terima dengan tindakan yang dilakukan Raditya, karena menurutnya itu sangatlah lancang sekali.