
Lima Tahun berlalu....
"Hufh..!"
"Yeyy.....!" Sorak semua yang ada diruangan dengan disertai tepuk tangan yang meriah.
Prok!
Prok!
Prok!
Prok!
Yasmine segera memotong kan kuenya dipiring kecil. "Happy birthday Abi sayang, Mama tidak menyangka kamu sudah besar, sudah 10 tahun! Sekarang berikan kue nya pada orang yang paling kamu sayangi" Ucap Yasmine dengan lembut, ia kemudian memberikan piring kecil serta sendok kue pada Abi.
Saat ini mereka sedang merayakan ulang tahun Pangeran Abiyan Kookjung Agavi di taman belakang Mension. Tidak lupa mengundang seluruh keluarga besar Agavi dan teman-teman Abi disekolah, tidak lupa mengundang Winda juga. keluarga Agavi tapi yang datang hanya Dad Hans dan adik tirinya yang bungsu yaitu Anna. Sedangkan Cellen ibu tiri Raditya serta Gyora nenek Raditya sama sekali tidak mau datang kemari.
Abi tersenyum. Diusianya yang ke 10 tahun itu, dirinya semakin tinggi dan tampan dengan wajah atletis, sama seperti Ayahnya yaitu Raditya. Bahkan tinggi nya sudah melebihi Yasmine sedikit.
"Mama, aku ingin kue tart nya" Ucap seorang anak kecil perempuan berusia 4 tahun yang saat ini sedang berada digendoan Yasmine, namanya adalah Alisha. Dia adalah anak kembar dari Yasmine dan Raditya.
"Iya, setelah kak Abiyan makan kue nya ya.." Ucap Yasmine dengan lembut pada sang putri.
"Alvaro, apa kau haus?" Tanya Raditya yang saat ini sedang menggendong anaknya.
__ADS_1
Alvaro menggleng "Tidak" Jawabnya singkat. Alvaro adalah kembaran Alisha. Dia adalah anak pertama dari Yasmine dan Raditya, sedangkan Alisha adalah anak kedua. Usianya hanya berbeda 3 menit saja.
Abi akan bersiap menyuapkan kue tart itu pada sang Mama.
Yasmine tersenyum saat kue itu akan disuapkan padanya, ia sedikit membungkuk sembari tangannya terus memegang Alisha agar tidak terjatuh.
Namun, Abi seketika menghentikan tangannya saat tiba-tiba netra matanya melihat sosok perempuan yang sangat ia kenal sedang berdiri tak jauh dengan membawa seorang laki-laki dan anak perempuan yang sedang digendongnya. Ya, dia adalah Kelly, orang yang selama 5 tahun ini tidak pernah penampakkan dirinya.
"Bunda..." Ucap Abi pelan, tanpa sadar sendok yang berisi kue itu terjatuh kebawah. Air mata anak laki-laki itu luruh kebawah. Antara sedih, marah, bahagia itu jadi satu dalam dirinya. Kangen juga pada bunda itu pasti.
Yasmine menatap bingung saat Abi yang justru menjatuhkan sendoknya dan menatap kebelakang dengan mata yang berkaca-kaca. Yasmine kembali berdiri tegak dan membalikkan tubuhnya. Seketika badannya membeku melihat kedatangan seseorang yang sedang berdiri tak jauh dari sini. "Kelly" Gumam Yasmine pelan saat melihat mantan istri Raditya berada diacara ini.
Begitupun dengan Raditya yang juga terkejut melihat kedatangan mantan istrinya. Ia mengepalkan tangannya, siapa yang berani mengizinkan Kelly dan Guntur untuk memasuki area rumahnya. Raditya dengan menggendong Alvaro pun berniat untuk pergi memanggil para bodyguard untuk mengusir mereka.
Namun, tangannya dicekal oleh sang istri "Jangan Labi" Ucap Yasmine yang menahan tangan suaminya agar tidak marah dulu dan mengusir Kelly dari sini.
"Lihatlah, Abi sangat bahagia bertemu dengan bundanya. Apa kau tega pada Abi? Dia rindu pada bundanya setelah 5 tahun tidak bertemu sama sekali" Jelas Yasmine yang sangat mengerti perasaan anak sambungnya dan juga kelly sebagai ibu sambung dari Abi. "Kita menjauh sedikit saja, membiarkan ibu dan anak yang saling rindu itu bertemu"
Raditya menghela nafasnya, walaupun sangat berat namun ia pun akhirnya setuju dengan usul istrinya.
Mereka pun mundur beberapa langkah, mengizinkan agar antara ibu dan anak itu bertemu untuk melepas rindu.
Sedangkan Kelly, dia tidak kuasa menahan rasa rindunya pada sang anak. Ia perlahan mulai berjalan mendekati Abi disertai dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti. Bayangkan saja, 5 tahun dia tidak bertemu dengan sang penyemangat nya dulu, dan setiap hari Kelly selalu memikirkan Abi, apalagi saat mengetahui bahwa mas Raditya memiliki istri baru, Kelly takut jika anaknya diperlakukan tidak baik.
Guntur menahan tangan istrinya lebih dulu "Biar aku yang gendong" Ucap Guntur.
__ADS_1
Kelly mengangguk, ia kemudian memberikan putrinya pada sang suami lalu dengan segera berjalan cepat menemui anaknya yang masih membeku.
"Abi.."
Kelly sedikit berlari dengan sepatu hak tinggi nya. Dengan wajah yang sudah terurai membasahi pipinya Kelly segera memeluk anaknya yang sudah semakin besar dan tinggi itu. "Bunda rindu padamu" Bisik Kelly pada putranya.
Abi masih diam membeku ditempat, badannya seakan sulit untuk digerakkan. Hanga air mata saja yang mampu ia keluarkan sekarang "B-bu-nda..." Abi gemetar mengucapkannya.
Kelly mengangguk dan semakin erat memeluk Abi "Iya sayang, ini bunda"
Mendengar itu, segera Abi juga membalas memeluk bundanya "Bunda kenapa meninggalkan Abi sendirian... Hiks...hiks..."
"Maafkan bunda sayang...maaf, bunda benar-benar minta maaf padamu" Kelly melepas pelukannya. Dia kemudian menangkup kedua pipi putranya yang sudah besar itu.
Abiyan semakin menangis saat ditatap bunda seperti itu, dai semakin rindu pada bundanya. Bahkan sempat beberapa kali Abiyan itu bermimpi bertemu dengan bunda. "Apa bunda melupakanku huhuhu..." Abi menangis tersedu-sedu.
Kelly menggeleng "Hey, mana mungkin bunda melupakan anak bunda yang tampan ini. Bunda sayang pada Abi sama seperti dulu"
Tidak kuasa menahan untuk tidak memeluk lagi. Abi pun kembali memeluk tubuh sang ibunda dengan erat.
Begitupun dengan Kelly yang juga masih merindu dengan sang anak.
Para tamu dan hadirin yang menyaksikan pun menjadi terharu melihatnya. Mereka tau betul siapa yang sedang memeluk pangeran Agavi itu, dia adalah Kelly, mantan istri Raditya yang dulu mereka puja-puja dan iri menjadi seorang Kelly yang menikah dengan Raditya Agavi.
Sesaat suana itu dipenuhi dengan kesunyian dan hanya ada suara tangis saja.
__ADS_1
Begitupun dengan Yasmine yang ikut menangis melihat pemandangan itu. Ia senang saat melihat Abi yang akhirnya bertemu dengan bundanya, akhirnya doa Abi terkabul juga sekarang. "Aku senang akhirnya Abi bertemu dengan Kelly" Ucap Yasmine sembari melirik suaminya yang juga sedang menyaksikan kejadian yang sedang berlangsung.