CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 42-Om Siapa?


__ADS_3

Raditya kini begitu yakin, ia yakin bahwa apa yang terjadi selama ini tidak lepas dari kelakuan daddy.


Ia pun berniat untuk ke rumah daddy besok pagi, dia akan menanyakan langsung pada Daddy tentang apa yang terjadi.


Ya, Raditya akan menyelesaikan masalah ini. Dia penasaran dengan apa yang mom Fillia sembunyikan selama ini.


Kali ini yang harus dia lakukan adalah tidur, karena jam sudah menunjukkan pukul 03.40 pagi. Dia hanya punya waktu tiga jam untuk tidur.


Penjaga yang ditugaskan oleh Hans untuk menjaga cucunya itu sudah tidak ada, karena Raditya yang menyuruh mereka untuk pergi saat berbicara dengan mom Fillia.


*


Pagi harinya, saat baru saja dia bangun dari tidurnya. Raditya segera mencuci wajahnya dikamar mandi yang ada diruangan Abi.


Semalam Raditya tidur dikursi besi yang ada diluar. Entahlah mungkin karena sangat mengantuk itulah yang menyebabkannya tidur diluar, hingga kini badannya menjadi pegal-pegal.


Raditya masuk kedalam kamar Abi, dia dapat melihat keduanya masih tertidur dengan nyenyak, mungkin tadi malam Abi meminta neneknya untuk menemaninya tidur dikasur, hingga saat ini mom Fillia dan Abi tidur dikasur yang sama.


Setelah mencuci wajahnya Raditya kemudian kembali keluar dari kamar Abi, seperti ucapannya tadi malam, pagi ini dia akan kerumah daddy untuk menanyakan suatu hal.


Raditya kemudian memesan sebuah taxi diapk yang ia punya. Dia sengaja tidak menyuruh anak buah daddy, agar mereka tidak tahu jika dia akan pergi kerumah daddy.


Dalam perjalanan kepalanya tidak bisa berhenti berfikir, kesakitan dan penderitaan apa yang mommy sembunyikan. Karena selama ini hanya wajah datar itulah yang dia tunjukkan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan baik-baik saja. Dia juga sering berbicara pada Abi bahwa daddy hanya sedang sibuk bekerja disana dan akan pulang dua bulan sekali, seringkali juga mom Fillia memuji-muji suaminya itu pada Abi.


Sekitar setengah jam, taxi yang ditumpanginya telah sampai didepan rumah mewah dan megah berwarna putih. Sekitar tiga lantai dengan gerbang bercorak emas yang menjulang begitu tinggi.


Raditya segera turun dari taxi.


Para penjaga yang melihat kedatangan tuan muda Raditya segera membuka gerbang tersebut, mereka menyambut Raditya dengan membungkukkan badannya.


"Selamat datang tuan"


"Hmm" Jawabannya singkat.


Segera Raditya memasuki kawasan rumah daddy-nya dengan cool.

__ADS_1


Ukkkh cool gak tuh😆


Bukan hanya daddy-nya yang tinggi dirumah mewah ini, melainkan ada Oma dan oppa juga yang menempati nya, itu yang Raditya ketahuan.


Sampai pada dua pintu besar, Raditya menarik nafasnya sebelum benar-benar memasuki rumah itu. Ia berjanji apapun yang terjadi tidak akan emosi dan kuat menahannya jika dia benar-benar emosi.


Dua pintu besar itu sebelumnya memang sudah dibuka, dengan perasaan ragu-ragu Raditya mulai menapakkan kakinya memasuki kedalam rumah.


Entah mengapa kali ini perasaan nya tidak menentu. Ia menatap sekeliling rumah tersebut, rumah yang sudah sekitar dua puluh tahun tidak pernah ia lihat, dan banyak sekali perubahannya. Dari mulai tata letak pajangan, kursi dan dia rasa semuanya telah diperbaharui hingga Raditya tidak mengenalinya.


Perlahan ia langkahkan kakinya menuju ruang tamu, yaitu ruang yang pertama kali dilihat saat memasuki rumah itu. Namun, langkahnya terhenti kala dirinya melihat ada salah satu foto keluarga yang ukurannya begitu besar dipajang diruang tamu.


Yang menjadi masalah nya sekarang adalah, foto keluarga itu tidak sama sekali menampakkan wajah mom Fillia, yaitu ibunya. Raditya hanya melihat foto daddy, Oma, oppa, dari orang perempuan dewasa yang umurnya sama seperti mom Fillia, dan dua orang perempuan remaja sekitar 18 tahun.


Raditya semakin yakin, ada yang tidak beres dengan semua ini. Ia menduga-duga apakah itu adalah istri daddy dan anak perempuan itu adalah anak dad Hans alias saudara tirinya? Entahlah, yang jelas untuk menemukan jawabannya ia harus menemui dad Hans sekarang juga.


Raditya kembali melangkahkan kakinya untuk mencari dad Hans.


"STOPPP!!!!"


Raditya seketika sedikit terkejut saat tiba-tiba didepannya ada seorang perempuan remaja menghalangi jalannya.


Raditya menatap wajah gadis remaja didepannya. Ya, itu adalah perempuan yang berada didalam foto keluarga tadi"Siapa kau?"


"Aku? Aku Anna, anak bungsu dari dad Hans dan mom cellen. Anak paling cantik disini...." Ucapnya dengan bangga.


Kemudian Anna menatap laki-laki didepannya "Katakan om, apa kau pacar Elsa?" Anna menatap Raditya dengan mata curiga.


"Dimana daddy?" Tanya Raditya dengan datar.


Anna melototkan matanya "Daddy siapa yang om maksut? Dad Hans? Oh my God, jangan lancang ya memanggil daddy ku dengan sebutan daddy, walaupun kau adalah pacar Elsa tapi belum tentu dad Hans menyetujui-" Ucapan cerewet Anna terpotong saat dirinya begitu saja ditinggalkan oleh Raditya."Hey om! Jangan memasuki rumahku dengan lancang!!!" Teriaknya saat melihat om itu mau kehalaman belakang rumah. Dengan segera Anna mengejarnya, walaupun agak susah karena kakinya sedang di hena dan takut jika hena nya akan meleber kemana-mana.


"Om! Jangan kebelakang!"


*

__ADS_1


*


*


*


"Nona Rose, selamat pagi" sapa Yasmine saat melihat Rose memasuki ruangan nya.


Rose Mengangguk "Nona, apa kau menunggu tuan Raditya?"


Yasmine mengangguk, karena memang sedari tadi ia menunggu kedatangan Raditya untuk menyampaikan beberapa pertemuan dengan klien hari ini.


"Tuan Raditya berpesan, untuk beberapa hari kedepan dia tidak akan masuk. Ada urusan keluarga, jadi tuan Bryan yang akan menggantikan nya"


Setelah kepergian Rose, Yasmine pun mengambil beberapa berkas untuk dibawa keruangan milik tuan Bryan dan menyampaikan tentang pertemuan dengan klien hari ini.


Kalau ditanya bagaimana perasaannya saat tahu beberapa hari kedepan bos gila itu tidak datang. Tentu saja senang, karena dia bisa bebas dengan segala tuntutan itu, dia juga akan bisa bernafas lega walaupun hanya beberapa hari saja. Dan lagi, dia juga senang karena tidak akan bertemu beberapa hari kedepan dengan Raditya.


Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk!"


Setelah mendapatkan jawaban, Yasmine segera memasuki ruangan "Permisi tuan"


"Nona Yasmine?"


"Ini agenda kegiatan kita hari ini tuan" Yasmine segera menyerahkan berkas yang sudah dibuatnya tadi.


Bryan mengangguk "Baiklah, kita pergi sekarang saja. Jangan sampai klien menunggu"


Yasmine mengangguk.

__ADS_1


"Kita pergi menggunakan mobil ku saja"


Yasmine hanya mengangguk, ia mengikuti tuan Bryan dari belakang dengan membawa berkas yang tadi dibawanya dan juga Tote bag yang berisi iPad nya untuk mencatat nanti.


__ADS_2