CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 33-Menerima Bantuan Dari Raditya


__ADS_3

"Kau mau ibumu mati? Bukankah hanya dia yang kau punya?"


Yasmine tersenyum sedih"Siapa yang ingin ibu pergi? Tapi tidak seharusnya kau mengambil keputusan! Kau begitu lancang! Sok baik!" Bentak Yasmine didepan Raditya sembari menunjuk wajah Raditya.


Helen yang sedari tadi melihat pertengkaran kedua segera mendekat kearah Yasmine karena melihat wajah bos nya itu yang berubah."Yas, jangan berbicara keterlaluan. Lihatlah wajahnya berubah menjadi serigala" Bisik Helen dengan pelan sembari memegangi lengan Yasmine untuk menjauhkan Yasmine dari tuan Raditya.


Raditya yang tidak terima dirinya dituding seperti itu segera berdiri, menarik lengan Yasmine dengan kasar hingga tangan Helen yang sedang memegangi tangan Yasmine terlepas. Ia mendekatkan wajahnya pada Yasmine dengan wajah yang menahan amarahnya.


Glek!


Yasmine menelan ludahnya dengan kasar dan susah payah, kini ia merasa perkataannya barusan sangat keterlaluan.


"Sok baik kau bilang?" Tanya Raditya dengan menekan setiap kata-kata nya sembari mengangkat satu alisnya dan senyuman nya yang mengerikan.


"Baik, kalau begitu aku tarik kata-kata ku agar ibumu tidak jadi dioperasi" Segera Raditya lepas cengkraman tangannya yang berada dilengan milik Yasmine, gampang saja dia berbicara, dia tidak suka jika dirinya disebut sok baik oleh orang yang telah ia baiki.


Kebetulan dokter tua tadi yaitu dokter Gren yang akan menangani operasi sudah datang dengan membawa tim nya dibelakang untuk memindahkan Winda diruang operasi.


Segera Raditya berjalan menuju dokter Gren.


Yasmine hanya membeku ditempatnya melihat Raditya yang berjalan menuju dokter Glen.


Helen pun mendekat pada Yasmine "Yas, jangan egois. Kalau tidak jadi nyawa ibumu akan hilang, kali ini saja kau terima bantuan dari tuan Raditya"


Yasmine menatap malas pada Helen "Kau membelanya karena kau adalah karyawan nya kan"


Helen menarik nafasnya dalam-dalam"Astaga Yasmine. Bagaimana kau bisa berfikir begitu? Aku sayang padamu, aku sayang pada tante Winda dan tidak ingin kehilangan Tante Winda. Cepat kejar tuan Raditya Yas" Ucap Helen dengan mengguncang tubuh Yasmine.

__ADS_1


Yasmine hanya terdiam. Sungguh, dia juga sebenarnya ingin menerima bantuan dari seseorang, tapi bukan dari Raditya Prince Yungtaeh Agavi. Demi apapun jika itu orang lain yang membantunya dengan cepat dia akan menerima bantuan itu, siapapun kecuali dia. Alasan utamanya karena ia tidak ingin terjebak lebih lama lagi dengan urusan bersama Raditya, lelaki yang sepatutnya sudah ia lupakan, ia takut jika menerima bantuan dari Raditya urusannya semakin panjang. Bisa jadi Raditya memberitahukan istrinya dan lama-kelamaan akan terbongkar siapa dirinya yang sebenarnya.


"Batalkan operasi nya dok"


Dokter Glen mengerutkan dahinya "Jangan main-main tuan, ini tentang nyawa seseorang"


Raditya menggeleng "Saya tidak pernah main-main, saya tidak diizinkan oleh anaknya untuk ibunya dioperasi"


Yasmine menghentikan lamunannya saat sedikit mendengar Raditya yang mengucapkan kata itu pada dokter Glen, segera ia berlari menuju dokter Glen dan Raditya "Tidak"


Ucapan Yasmine membuat percakapan antar kedua lelaki itu terhenti dan mengalihkan pandangannya pada Yasmine.


Yasmine meneteskan air matanya "T-tidak, jangan dibatalkan. E-emm saya setuju" Lirih Yasmine, ia pasrah dengan semuanya, pasrah dengan konflik dan skandal apa yang terjadi kedepannya, yang jelas karena hutang ini ia yakin sebelum lunas Raditya tidak akan melepaskannya. Namun, yang terpenting sekarang adalah keselamatan ibu, ibulah yang paling utama.


Dokter tersebut memandang Raditya, meminta persetujuan dari tuan Raditya, yang dimana dengan segera Raditya mengangguk. Para tim yang sedari tadi menunggu dibelakang dokter Glen segera memasuki ruang UGD untuk memindahkan Winda setelah mendapatkan perintah dari dokter Glen.


Saat melewati Raditya, dokter Glen sembari tersenyum karena ternyata benar-benar terjadi , Raditya membalas senyuman dari dokter yang tidak muda lagi itu.


"Batalkan operasi nya dok"


Dokter Glen mengerutkan dahinya "Jangan main-main tuan, ini tentang nyawa seseorang"


Raditya menggeleng "Saya tidak pernah main-main, saya tidak diizinkan oleh anaknya untuk ibunya dioperasi"


"Tuan, jika dibatalkan nyawa pasien bisa hilang"


Raditya memberikan kode kedipan mata sebelah pada dokter Glen, dokter yang berumur lima puluh keatas itu.

__ADS_1


Dokter Glen yang mengerti kode tersebut pun mengangguk mengerti. Karena sebelumnya ada yang pernah juga seperti ini, dan kodenya bukan kedipan mata melainkan kentut yang baunya sangat menyengat, tapi dia tahu kodenya bahwa itu hanya sebuah prank untuk membujuk agar disetujui oleh pihak keluarga.


"Ehem, ya sudah kalau begit-"


Dan benar saja, baru beberapa detik Yasmine sudah datang dan menyetujui operasi itu.


*Kilas balik selesai


"Saya akan segera melunasinya jika uang itu sudah ada" Ucap Yasmine dengan tiba-tiba.


Raditya mengangguk"Tapi aku tidak mau dengan uang"


Deg!


Yasmine menatap Raditya dengan mata yang melotot "Lalu dengan apa? jangan bilang dengan organ tubuhku?"


Raditya memasukkan keduanya tangannya dikantong celana, ia mantap lurus kedepan tanpa memandang Yasmine yang sedang berada disampingnya.


"Akan aku pikirkan tiga hari lagi" Raditya segera pergi.


"Kau mau kemana"


"Administrasi, aku akan melihat berapa biaya operanya, lalu memikirkan harus dengan apa kau membayarnya"


Yasmine menatap kepergian laki-laki itu.


Puk!

__ADS_1


Pundak Yasmine ditepuk oleh Helen. Ia tersenyum senang "Terima kasih Yasmine, kau telah menurunkan egomu" Helen memeluk Yasmine dengan erat ia sangat senang dan tidak hentinya berucap rasa syukur yang tiada tara, karena ia tidak akan kehilangan tente Winda, karena bagi Helen Tante Winda adalah orang tua kedua setelah orang tua kandungnya.


Yasmine menerbitkan senyumannya "Aku juga tidak akan membiarkan ibu pergi"


__ADS_2